NovelToon NovelToon
Dicampakkan Kekasih, Dilamar Sang Kapten

Dicampakkan Kekasih, Dilamar Sang Kapten

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikahi tentara / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:307k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Follow;
FB~Lina Zascia Amandia
IG~Deyulia2022
WA~ 089520229628

Seharusnya Syapala sangat bahagia di hari kelulusan Sarjananya hari itu. Namun, ia justru dikejutkan dengan kabar pertunangan sang kekasih dengan perempuan lain.

Hancur luluh hati Syapala. Disaat hatinya sedang hancur, seorang pria dewasa menawarkan cinta tanpa syarat. Apakah Syapala justru menerima cinta itu dengan alasan, ingin membalaskan dendam terhadap mantan kekasih?

Ikuti terus kisahnya dan mohon dukungannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Na-jis Yang Bikin Kangen

     "Sya, tunggu!" tahan dokter Prita, tapi Syapala tidak menggubris.

     Dokter Prita duduk kembali di kursi kebesarannya. Pikirannya kembali pada ucapan Syapala tadi.

     Bahkan dokter Prita merasa bingung, dari mana Syapala tahu kalau dirinya membuat cerita yang tidak-tidak tentang Syapala kepada Erlaga.

     "Dari mana dia tahu kalau aku memberikan cerita palsu?" desahnya benar-benar heran.

     Setelah keluar dari ruangan dokter Prita, Syapala kembali menuju poli kandungan. Meskipun rasa sakit itu belum sembuh begitu saja, akan tetapi Syapala merasa sedikit lega karena ia sudah menumpahkan perasaan dan unek-uneknya pada dokter itu.

     "Setelah ini, aku pastikan bisa menemui pria pengkhianat itu. Dia harus tahu bahwa perempuan yang dipilihnya tidak lebih dari seorang pencuri yang curang," gumamnya.

     Langkahnya terhenti di depan poli kandungan. Farida sang kakak ipar menunggu antrean sampai terngantuk-ngantuk.

     "Mbak, belum dipanggil juga?"

     Farida tersentak dan menoleh ke arah Syapala. "Sepertinya habis ini, Sya."

     Tidak berapa lama, akhirnya nama Farida dipanggil ke dalam ruangan, kemudian diperiksa.

***

     Arkala baru saja keluar dari rumah dinas. Tinggal menghitung hari dirinya tinggal di rumah itu. Karena hari ini, Arkala sudah mendapatkan rumah yang akan dia huni.

     Rumah itu berdiri di sebuah perumahan elit tidak jauh dari perumahan tempat tinggal kedua orang tuanya. Hanya sekitar 700 meter.

     Arkala sengaja memilih rumah yang tidak terlalu jauh dengan rumah kedua orang tuanya. Sudah cukup puas dia melanglang buana melakukan tugas negara dan harus jauh dengan orang tua. Dan kini, keadaan seperti itu tidak ingin ia ulangi lagi. Arkala ingin menebus semua di sini di negara sendiri.

     Arkala tiba di rumah yang sebentar lagi akan ditempati. Dia langsung bertemu pihak pengembang. Proses pembangunan itu hanya tinggal 20 % lagi.

     Arkala berbincang sejenak dengan pihak pengembang. Sepertinya mereka sedang negosiasi. Tidak lama dari itu, Arkala menerima sebuah kunci dan dia memasuki rumah itu sejenak diikuti pengembang maupun Mandor.

     Arkala sangat terkesan dengan detail dalam rumah. Sungguh sesuai eksperktasinya. Tidak lama dari itu, dia pamit pada pihak pengembang dan mandor perumahan itu.

     Mobilnya kini melaju menuju kediaman orang tuanya. Dia sengaja ingin menemui Laga. Rasanya bibir dan tangannya sudah gatal ingin beraksi menceramahi bahkan memukulnya. Itu semua karena terkait dengan kandasnya hubungan Syapala dan sang adik.

     Namun, niat itu urung. Sepertinya Arkala masih memikirkan cara lain. "Cara yang bisa membuat Laga sangat cemburu dan benar-benar menyesal karena telah melepaskan gadis muda nan cantik juga galak seperti... Siapa nama gadis itu? Bahkan aku belum tahu siapa namanya," gumamnya bingung sendiri.

     Mobil Arkala baru saja melewati Taman Cinta. Entah kenapa, hatinya menuntun Arkala ke sana. Terlebih, dia memang menyukai danau buatan di dalam taman itu. Arkala jatuh cinta pada danau buatan itu. Aliran airnya yang tenang, seakan membawa damai dalam hidupnya.

     Langkah kaki Arkala terhenti tepat di belakang seorang gadis yang menduduki kursi panjang bilah kayu.

     "Ini, kan gadis itu?" gumamnya kaget sekaligus senang. Entah kenapa Arkala begitu bahagia bisa berjumpa lagi dengan Syapala, dan kali ini sama seperti pertama kali berjumpa, dalam keadaan tidak sengaja.

     Arkala menahan langkahnya, dia perlahan mendekat tapi masih jaga jarak. Jaraknya kini kurang lebih 10 meter tepat di belakangnya.

     Bahu gadis itu bergetar, ternyata dia sedang menangis. Arkala iba, ingin rasanya ia memeluk dan menyandarkan kepalanya di bahunya.

     "Gadis itu menangis? Dia sepertinya sangat terluka," pikirnya. Kemudian kakinya kembali melangkah lebih dekat. Namun langkahnya kembali dia tahan menyisakan jarak kurang lebih lima meter.

     Gadis itu bangkit dari bangku itu. Kakinya melangkah ke depan satu langkah. Bahunya kini semakin bergetar lebih keras dari tadi. Isaknya pun kini terdengar.

     "Erlagaaaa, aku benciiiii kamuuuu...." Tiba-tiba gadis itu berteriak, suaranya melolong panjang, menyisakan pantulan suara yang menggema di penjuru danau.

     Arkala tersentak, ternyata gadis itu begitu terluka oleh adiknya sendiri.

     "Aku juga benci dokter Prita, aku benci dokter Pritaaaa," lengkingnya lagi menyusul.

     "Dokter Prita? Jangan-jangan dokter Prita adalah tunangan Laga yang kemarin? Kalau benar, mereka sungguh keterlaluan," gumam Arkala lagi.

     Tangan Kala mengepal, amarahnya pada sang adik memuncak. Dia harus temui sang adik dan membuat perhitungan. Kenapa dia sampai tega menyakiti gadis di depannya ini.

     Tangis itu kembali pecah, sangat menyayat hati. "Kamu tidak pantas menangis seperti ini, Dik. Kamu pantasnya bahagia dan disayangi." Arkala bicara dalam hati. Hatinya ikut sakit melihat kekecewaan yang dirasakan sang gadis yang masih belum dia ketahui namanya itu.

     "Kamu sangat terluka oleh adikku ternyata." Kala sudah berada di samping Syapala yang masih berdiri menghadap danau.

     Syapala terkejut, lalu menoleh ke samping kirinya. Wajahnya yang basah air mata, tampak jelas sangat sedih dan kecewa.

     "Anda, ke~kenapa ada di sini, apa Anda gemar mengikuti saya?" Meskipun bernada kesal, suara Syapala terdengar getarannya. Menandakan betapa ia sangat terluka.

     "Adik, hati saya tiba-tiba menuntun ke tempat ini. Tempat ini sangat damai menurut saya. Tapi, justru di tempat ini saya bertemu kamu sedang sedih. Kalau kamu butuh sandaran, saya rela memberikan bahu saya sebagai sandaranmu." Arkala berceloteh menawarkan bahunya sebagai sandaran.

      Bukan senyum lembut atau sambutan hangat atas tawarannya itu. Syapala justru menatap benci pada Arkala.

     "Pria gila, pergi. Saya tidak butuh sandaran. Terlebih bersandar di bahu pria seperti Anda. Pria seperti Anda, mempunyai saudara seperti Erlaga pengkhianat, sudah barang tentu sifatnya sama. Sama-sama watak pengkhianat. Jauh-jauh dari saya, karena berdekatan dengan Anda NAJIS."

     Gadis yang sedang patah hati karena adiknya itu, lagi-lagi menyebut dirinya najis. Bahkan barusan diucapkan penuh tekanan.

     Arkala tersenyum hambar, wajar rasanya apabila dia harus marah dan tidak terima dikatakan najis. Seakan disamakan dengan kotoran hewan bertaring yang najis.

     "Hati-hati berkata adik. Nanti kamu kena tulah dari apa yang kamu ucapkan barusan. Tidak ada yang tahu, pria tampan yang kamu katakan najis di sampingmu ini, suatu saat bakal selalu membuat kamu kangen. Amin."

     Arkala buru-buru mengaminkan ucapannya barusan dengan tergesa. Dia tidak membiarkan kalimat yang diucapkannya sia-sia begitu saja, sebab baginya itu sebuah doa baik.

     Syapala semakin geram saja dengan cemoohan Arkala barusan. Baginya apa yang dikatakan Arkala barusan adalah sebuah cemoohan.

     "Anda sudah gila. Tidak akan ada dalam kamus saya kangen pada abang dari seorang pengkhianat," cetusnya seraya beranjak dari tempat itu dengan langkah kaki yang dihentak.

     "Tunggu, adik tunggu. Saya ada penawaran untukmu." Arkala berteriak menahan langkah kaki gadis itu. Tapi sayang, gadis itu tidak menoleh sama sekali.

1
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪 jgn terlalu benci sya ntar anknya mirip lho🤣🤭🤭
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁
Kasandra Kasandra
blom up lg kk
Kasandra Kasandra: double up ya
total 2 replies
Eva Tigan
Jangan terlalu benci syapala ..sudahi marah dan dendammu,,bagaimana pun juga Erlaga adalah Om dari anak2mu kelak
Kasandra Kasandra
menyesal dia... lanjut double up
Lia Kiftia Usman
kapan dewasa nya kamu palaaa....
bersyukur mu juga masih jauh...
empati mu... selalu telat...
😑
Nar Sih
jgn membenci erlaga syapa ,nanti ank kalian mirip dgn nya lho kata orang tua dulu ,dan nikmati sja hari,,bahagia mu bersama abang kala yg bnr,,syg pada mu
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
Prita, semua sudah diatur. jadi kenapa kamu iri sekali pada shapala? 🤔
Kasandra Kasandra
lanjut
Esther Lestari
Jangan sampai Prita menganggu Syapala lagi
Nar Sih
kasihan sekali diri mu dr prita ,kmnakah yg sombong slalu menghina syapala ,kini kmu iri dgn kebahagiaan nya 🤣
Yuliana Tunru
buah akibat sifat jahatmu prita akhir x kau tak daoat apa2 maka x minta maaf dan oerbaiki sikapmu toh syapa punyasalah apa padamu hingga kau berusaha hancurkan hidup x rasain merama sendiri
Ayudya
lah Prita si pilu pilu masih hidup to🤣🤣🤣🤣🤣
Lina Zascia Amandia: Hidup.... 😄😄😄
total 1 replies
Nice1808
kapok kau prita dulu merusak merebut erlaga dan gak bahagia juga kan, malah syapala yg kau sakiti dia lebih bahagia di cintai habis2an oleh arkala🤣🤣semngat bumil
Lina Zascia Amandia: Hehhehe..... siap...
total 3 replies
Syafri Yudinst
yang hot lah Thor biar seru kali...cara manasi nya
darsih
aduh fokter prita lagi
Esther Lestari
walah si Prita muncul...
awas ya kalau dia menganggu Syapala
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
eh, jumpa lagi.. 😁😁😁😁😁😁😁
Kasandra Kasandra
up lg kak
Patrick Khan
ehhh prita masih ada ternyata..q kira tenggelam dia🤣🤣
Lina Zascia Amandia: Masih ada. Ya.. tapi hanya cameo saja.... 😄😄
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!