Mohon dukungannya🙏
Klarybel terlahir dari keluarga yang terpandang. Apa pun yang dia inginkan pasti akan di kabulkan oleh kedua orang tuanya. Hidup Klarybel sudah terbilang sempurna. Dari paras yang cantik, Dan juga semua serba bisa.
Namun satu hal, yang tak dapat di kabulkan oleh orang tuanya. Yaitu Cinta, mommy dan daddy Klarybel, tak merestui hubungannya dengan pria yang dia cintai. Karena pria itu adalah uncle Klarybel.
Hingga suatu hari, Klarybel harus berpisah dengan orang yang di cintainya. Klarybel pergi jauh hanya untuk menempuh pendidikan, dan masih tetap mencintai orang yang sama. Yaitu uncle-nya.
Sedangkan mommy Klarybel tak merestui hubungan mereka karena mempunyai alasan tersendiri. Yang di sembunyikan dari Lerry.
Apakah setelah mendapat restu mereka akan kembali berpisah jika mengetahui yang sebenarnya?
Ayo simak ceritanya!
Dukung author ya🤗 dengan vote sebayak banyaknya, like dan juga komen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 17
"Sayang aku harus pergi, soanya masih ada urusan lain." Exaen mencium kening Klarybel sekilas.
"Ley, pamit dulu." Exaen melangkahkan kaki nya keluar rumah.
Setelah Exaen pergi, Lerry menarik tangan Klarybel ke dalam kamar.
"Uncle lepasin," Lerry menghempaskan tangan Klarybel dengan begitu kasar.
"Uncle kenapa sih? hiks..hiks..."
"Putuskan Exaen sekarang juga," pinta Lerry.
"Nggak mau, masa baru aja pacaran sudah mau putus sih." Keluh Klarybel.
"Putusin Exaen atau uncle akan berbuat menekat sama kamu." Teriak Lerry.
"Nggak mau," Klarybel mundur saat Lerry berjalan menghampirinya.
Lerry menggendong tubuh Klarybel, dan membuangnya ke atas ranjang. "Uncle masih mencintaimu, uncle menyesal telah menyia-nyiakanmu."
Lerry baru mengetahui jika mommy dan daddy Klarybel merestui hubungan mereka. Tapi itu dulu, dan mungkin sekarang sudah tidak berlaku lagi.
Semalam Lerry memang ingin mengungkapkan bahwa dia belum move on dari Klarybel. Tapi karena ada Fita dia mengurungkan niatnya.
"Ybel, sudah tak mencintai uncle lagi." Klarybel berusaha bangun, tapi Lerry sudah lebih dulu menindih tubuhnya.
"Ybel menurutlah, mari kita mulai semua dari awal lagi." Lerry mengunci kedua tangan Klarybel di atas kepala.
"Uncle jangan seperti ini, kita tidak boleh menjalin hubungan lagi. Uncle sudah punya tunangan, Ybel juga sudah punya pacar."
"Mari kita menjalin hubungan diam-diam terlebih dulu. Untuk semenatara waktu saja," Lerry bangkit dari atas tubuh Klarybel.
"Tidak, Ybel gak mau nyakitin perasaan orang yang sudah tulus mencintai Ybel. Uncle tidak boleh egois," teriak Klarybel sambil terisak.
"Uncle tau kau tak mencintai Exaen, dan itu akan membuat dia tersakiti. Kau bersamanya, tapi hatimu pada orang lain. Uncle tau kau masih mencintai uncle."
Semalam Lerry tak sengaja membuka ponsel Klarybel, ternyata foto empat tahun yang lalu belum di hapus. Foto-foto selama mereka masih berpacaran.
"Uncle mengertilah, kita tidak bisa bersama."
"Enggak, uncle ingin bersama mu!!" Teriak Lerry.
Di tengah-tengah pertengkaran itu, tiba-tiba pintu kamar terbuka. Tampaklah Ella dengan wajah yang tidak bersabat.
Ella berjalan menghampiri Lerry yang masih mematung. Apakah Lerry pantas di sebut uncle? Uncle macam apa yang memaksa keponakan sendiri untuk menjadi pacarnya.
Plak...plak....
Dua tamparan keras mendarat di pipi mulus Lerry.
"Kau ini uncle macam apa hah?" Bentak Ella.
"Kak, mengapa kau tidak mengatakan bahwa kau merestui hubunganku dengan Ybel? Aku benar-benar menyesal kak." Lerry memegang sudut bibirnya yang berdarah, tamparan itu cukup keras.
"Semua sudah terlambat, dan aku tidak mengijinkanmu menyentuh putriku lagi. Jangan berharap aku merestuimu menjadi menantuku pria brengsek." Teriak Ella.
"Kakak, aku ini adikmu. Dan aku masih mencintai Ybel, selama empat tahun kami berpisah aku tetap tidak bisa melupakannya."
Ella menjadi geram, dia membuka lemari dan mengambil ikat pinggang. Kemudia mendekat ke arah Lerry.
"Rupanya aku sudah terlalu membebaskanmu Ley," Ella membuka ikat pinggang itu.
Lerry hanya pasra, dia tau maksud dari sang kakak mengambil ikat pinggang dari lemari.
Tanpa aba-aba Ella langsung mencambuk Lerry, Klarybel yang melihat hanya bisa meneteskan air mata. Sebab sebelumnya mommy tak pernah semarah ini.
Sebenarnya Ella enggan melakukan hal ini, apalagi Lerry adalah adik satu-satu nya. Tapi amarahnya sudah tak terbendung lagi, Lerry banyak menyakiti putri nya. Bahkan berani menampar di depan umum, semua emosi yang dia simpan selama ini keluar juga.
"Mommy, cukup!!" Lirih Klarybel, dia melihat hidung Lerry sudah mengeluarkan darah, badan yang sudah memerah.
Ella tetap mencambuk Lerry tanpa mempedulikan Klarybel.
"Kak, cukup. Ybel jadi takut dengan perlakuan kakak seperti ini." Lerry berusaha untuk menahan rasa yang begitu sakit. Apalagi saat ini dia hanya menggunakan celana pendek tanpa kaos.
Air mata Klarybel turun semakin keras, masih saja Lerry memikirkan keadaan nya. Pedahal kondisi Lerry yang sangat memprihatinkan.
Ella kembali mengangkat ikat pinggan itu, untuk mencambuk tubuh Lerry yang ke sekian kalinya.
"MOMMY STOP!!" Teriak Klarybel.
Ella tak menghiraukan teriakan Klarybel, Klarybel ingin menghampiri mommynya tapi dia takut.
Lerry sudah terbaring lemah, dia sudah tak mampu menahan rasa sakit yang dia rasa saat ini.
"ELLA STOP ..." Teriak Tedy berlari kearah istrinya.
"Kendalikan dirimu," Tedy langsung memeluk istrinya, untuk menghentikan perbuatannya.
Ikat pinggang yang ada di genggaman Ella jatuh kelantai. Dia melihat tubuh Lerry, kulit putih yang sudah berubah menjadi merah. Dan juga sebagian sudah membiru, hidung nya sudah mengeluarkan darah.
Tes...Tes...
Cairan bening menetes di pelupuk mata Ella, tiba-tiba dia jatuh pingsan, dia sudah menyakiti orang yang dia sayangi.
"Daddy cepat bawah mommy ke kamar, biar Ybel yang mengobati luka uncle."
Tedy mengangguk, lalu dia membawa istri nya keluar dari kamar itu.
"Uncle ...hiks..hiks" Klarybel menyentuh tangan Lerry yang terlihat membiru.
"Sayang jangan menangis, uncle baik-baik saja." Ucap Lerry dengan mata terpenjam.
"Ayo, Ybel obati luka uncle." Klarybel membopong tubuh Lerry menuju ranjang.
Klarybel mengambil kotak P3K, dengan teladan dia mengobati luka yang ada di sekujur tubuh Lerry.
Setelah selesai Klarybel keluar kamar, dia menuju dapur mengambil makanan untuk Lerry.
Para pelayan hanya menundukan kepala, mereka takut. Sebab pertengkaran hebat itu terjadi begitu lama.
Ella dan Tedy sebenarnya ada di kantor, tapi para pelayan menghubungi mereka dan mengatakan jika Klarybel bertengkar dengan Lerry di dalam kamar.
Sebab itu Ella buru-buru, dia meninggalkan Tedy di kantor. Setelah lama Ella pergi, Tedy baru teringat sifat asli istrinya. Yaitu tak dapat mengendalikan emosi, dan sifat Ella memang sangat jarang terlihat.
Jika saja Tedy pulang bersama Ella tadi, mungkin Ella tak kehilangan kendalinya sampai nekat mencambuk adik kesayangnya.
Alhasil pertengkaran itu berakhir tepat pukul 11:00 setelah ke datangan Tedy. Jika Tedy tidak datang mungkin Lerry sudah masuk rumah sakit.
☆☆☆
Klarybel membawa napan yang berisi makanan beserta minuman ke dalam kamar. Dan tak lupa juga obat yang di berikan oleh dokter.
"Uncle makan dulu, ini udah siang." Klarybel menepuk pipi Lerry.
"Uncle ..." Panggilnya lirih.
Klarybel mengguncang tubuh Lerry, tapi tetap saja Lerry tak kunjung membuka mata nya.
"Uncle bangun...hiks...hiks...." Klarybel menyandarkan kepalanya di dada Lerry.
"Uncle bangun, jangan tinggalkan Ybel. Ybel mencintai uncle." Tangisan Klarybel semakin kencang.
"Ybel sangat mencintai uncle, uncle tolong bangun..." Klarybel terus mengguncang tubuh Lerry.
Air mata Klarybel menetes membasahi dada Lerry, dia memukul-mukul Lerry. Seakan lupa kalau tubuh Lerry terluka.
"Huaaaa ....Uncle bangun," Lerry belum juga membuka mata. Sedangkan badan nya yang tadi memerah kini telah membiru.
Cinta memang butuh pengorbanan gays😂😂
......
Ikuti terus alur ceritanya!
Kasih saya Vote, Like, dan juga komentar.