NovelToon NovelToon
Pengantin Aljabar

Pengantin Aljabar

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Pernikahan Kilat / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Emma Shu

Menjadi pengantin yang tak direstui membuat Aiza dan Akhmar harus berperang dengan perasaan masing- masing meski sebenarnya saling cinta. Bahkan Akhmar bersikap dingin pada Aiza supaya Aiza menyerah dan mundur dari pernikahan, tapi Aiza malah melakukan sesuatu yang tak diduga. Membuat Akhmar menjadi takluk

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemberut

Aiza mendengus saat menyadari Akhmar duduk di batu yang ada di dekatnya, tepatnya di sisinya, hanya saja posisi batu itu beberapa centi agak ke depan.  Pria itu menduduki batu itu dengan posisi menghadap ke arah Aiza.

“Aku tau kamu marah sama aku,” ucap Akhmar dengan suaranya yang terdengar rendah.  “Apakah ada kata- kata yang ingin kamu sampaikan untuk mengungkapkan kemarahanmu?  Silakan!”

Aiza gedeg sekali, dongkol sampai dadanya terasa penuh.  Kalau boleh memukul, ia sangat ingin menghantamkan batu ke dagu Akhmar, tapi apa nanti nggak kualat sama suami?

“Marah itu bisa melepas beban.  Tapi aku tau kamu lebih suka beristighfar ketimbang marah- marah,” ucap Akhmar tenang.  

Kali ini Aiza mengangkat kepala dan menatap Akhmar, raut cemberut dipadu tatapan sebel menjadi hiasan di wajah cantiknya itu.  “Aku nggak tau sekarang sedang bicara dengan siapa.  Suamiku atau orang asing yang nggak tau bagaimana caranya menghargai istri?”

“Suamimu,” jawab Akhmar meluruskan pertanyaan Aiza meski ia sudah tahu bahwa aiza tidak membutuhkan jawaban selurus itu.

“Kamu nggak tau bagaimana aku harus menanggung beban berat saat menghadapi para tamu sendirian, juga menghadapi kedua orang tuaku yang terus meneror dengan penilaian buruk tentangmu.  Aku tersudut sendirian.  Aku harus menghadapi semua itu sendiri.  kalau kamu mengaku jadi suamiku, seenggaknya kamu memiliki rasa tanggung jawab untuk itu!” kesal Aiza dengan suara datar.  Sebisa mungkin ia tidak mengeluarkan suara dengan nada tinggi.

Akhmar menghela napas.  Ia membuka kaleng minuman dan meneguknya.

“Tidurlah!  Udah malam!”  Akhmar bangkit berdiri.

Aiza diam saja.  Akhmar memang menyebalkan. Sedikit pun tidak mau memberi penjelasan.

“Kenapa masih di situ?  Apa nggak mau tidur?” tanya Akhmar yang melihat Aiza yang masih duduk diam di tempatnya.

“Aku masih butuh penjelasan darimu, kenapa kamu ninggalin aku sendirian di acara pernikahan kita?”

Akhmar tersenyum samar.  Kemudian melangkah pergi begitu saja.

Lihatlah, Akhmar sama sekali tidak mau memberikan penjelasan apa pun.  Sungguh menyebalkan!  Cuek banget.  Merasa nggak bersalah.

Sabar, Aiza!  Sabar!  Baru nikah udah dikasih ujian suami begini kakunya.  Lempeng amat.  Kenapa sih Akhmar berubah jadi begini?  Ya ampun, kamu tuh begok banget sih, Za.  Kenapa perasaanmu mesti tersakiti ketika diginiin sama Akhmar?  Cuek aja, dong.  Kebalin hati sekebal baja.  Jangan cengeng!  Amit- amit deh jadi cewek lemah yang kerjaannya Cuma ngandalin air mata.  Harus tabah!  Kuat!  Tegar!  Semangat!

Ternyata begini rasanya disakiti sama cowok yang kita cintai, nyesek banget, gaes.  Mau bilang cuek juga nggak bisa.  Nyatanya perasaan itu berjalan apa adanya.  Nggak bisa direkayasa.

Apes banget nasibmu, Za.

Batin Aiza terus mengomentari dirinya sendiri.  

***

Pintu terbuka ketika Aiza baru saja keluar dari kamar mandi untuk buang air kecil.  Adzan subuh sudah berlalu.

Aiza menatap abahnya yang berdiri di pintu.  

“Ada apa, Abah?” tanya Aiza, tumben pagi- pagi begini abahnya sudah berada di depan pintunya.  Itu hal yang tak biasa.  

Semenjak Aiza menikah, Ismail menetap di rumah itu.  tak pernah melalang buana ke rumah istri- istri mudanya.

“Ngecek saja,” jawab ismail datar.

Aiza mengangkat alis.  “Ngecek apa?  Abah takut Akhmar masuk ke sini?”

“Siapa tau?  Jangan sampai dia diam- diam menyusup ke sini.  Kamu suka kan kalau dia menyusup kemari?” Tatapan mata Ismail penuh ancaman.

“Abah apa- apaan sih?  Abah kan udah ngelarang Akhmar masuk ke kamar ini, dan dia juga udah menyanggupinya.  Trus kenapa curiga?”

“Omongan Akhmar nggak bisa dipercaya.”  Ismail melongok ke balik pintu, menatap lubang kunci.  Lalu mengguncang kunci yang tergantung di tempatnya.  “Ini kunci ada di sini, kenapa pintunya nggak dikunci?  Lain kali kamu harus kunci pintu setiap malam.”

Aiza hanya terdiam.  Gini amat nikah sama Akhmar.

Bersambung

1
NFC
mita itu pasti
NFC
aku baca yg istri gadaian dulu kak emma. skr baru baca ini. mundur donk. eh tyt ini jg session ke 2 nya. wkwkkwk.
Marhaban ya Nur17
oh berarti bener y dulunya akhmar bergajul
Marhaban ya Nur17
tambah lagi yg somflak wkwkkw
Marhaban ya Nur17
nayla sama Aldan neh
Marhaban ya Nur17
serang lansung mar
Marhaban ya Nur17
ngeyel se lu di ksh tau
Marhaban ya Nur17
lama kali dah iklan
Marhaban ya Nur17
ini neh orang pinter tp kuminter wkwkwkw ngaku paling bener n suci
Marhaban ya Nur17
g ngomong ada aiza y klo ngemeng mah pasti tambah heboh
Marhaban ya Nur17
lama" tua bangke Ismail ini nyebelin
Marhaban ya Nur17
kiyai gelo wkkwkkwkw rasain tuh 😄😄😄😄
Marhaban ya Nur17
thor" wkkwkwk ceker
Marhaban ya Nur17
skin to skin kali se akhmar supaya aiza g kedinginan
Marhaban ya Nur17
jreng"
Marhaban ya Nur17
sekarang giliran aiza yg cuekin akhmar neh wkwkkw
Marhaban ya Nur17
rasain lu
Marhaban ya Nur17
kok kiyai tp hatinya pendendam gtu wkwkwk lucu
Marhaban ya Nur17
justru pak kiyai nya yg malah grngsi wkwkkwkw mentang" gtu
Marhaban ya Nur17
kaget gw tp ketawa wkkwkkw binti singa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!