Hai semua !!
Ini adalah series ke-II dari menikahi bos dingin ya.. kali ini nggak hanya menceritakan percintaan antara pasangan karena akan ada juga tentang kasih sayang adik-kakak.
Untuk lanjutnya mohon dukungannya ya semua, selalu beri kami perhatiannya ya😄
Happy reading guys ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Listiyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17
Hari yang dinantipun akhirnya tiba, Arga dengan baju stelan putihnya tampak gagah dengan kopyah dikepalanya. Wajah dinginnya nampak sedikit menunjukkan raut ketegangannya. Sedangkan didalam kamar vila, Arletta ditemani Sika dan Kenny tak kalah tegang juga.
Sahh ..
Sahh ..
Sorak para tamu yang menghadiri akad pagi itu, tampak Arga menorehkan seulas senyum diwajah dinginnya. Namun tak lama kemudian pandangannya terkunci pada istrinya yang mulai memasuki ruangan.
"Tahan .. ntar malam aja," goda Orland yang sedari tadi memperhatikannya.
"Sialan loe !!" sahutnya kesal dan memalingkan wajahnya.
-
-
-
Dikantor, wajah Bella ditekuk sedari tadi. Moodnya pun selalu berubah-ubah. Hari iki kebetulan Varrel juga sedang keluar bertemu client, jadilah Bella dan Lio berdua saja diruangannya.
"Huuuuffft ,, " membuang nafas kasarnya.
"Kenapa loe ?? datang bulan ??"
"Bete gue, sepi. Arletta kemana sih kok gak masuk-masuk? mana dikontrakan juga gak ada " keluhnya.
"Loe kan denger sendiri kemarin mbak Lusi bilang apa, Arletta lagi ijin besok juga masuk lagi dia ".
"Susah ngomong sama loe !!" kesalnya keluar ruangan meninggalkan Lio sendirian.
Hampir mendekati jam makan siang saat Varrel kembali ke kantor. Namun saat memasuki ruangannya, ia merasakan hawa-hawa tak enak sedang mengelilinginya. Dan benar saja, saat kakinya akan melangkah ke mejanya tatapan tajam dari Bella dan Lio mengurungkan niatnya.
"Ada apa ini ?? kenapa beb ??" tanyanya mendekati meja Bella.
Namun bukannya menjawab Bella malah mengendus bau pakaian yang dikenakan oleh kekasihnya itu. Lio yang tadinya memandangi keduanya kini memalingkan wajahnya.
"Pasti bentar lagi drama deh tu si Bella .. huufft, ya nasib . . ya nasib jadi jomblo gak kelar-kelar" batinnya nelangsa .
"Bau parfum siapa ini ?? ini bukan parfum kamu lo beb ??" selidik Bella dengan menarik dasi Varrel hingga mendekatinya.
"Tenang dulu ya beb, ini itu bukan bau parfum tapi bau baju baru yang belum dicuci. Tadi waktu meeting baju aku gak sengaja ketumpahan makanan terus kotor, makanya aku beli lagi baru" jelasnya dengan mengelua rambut Bella dengan sayang.
"Teruss .. terus aja, sono mojok sekalian sono !! mesra-mesraan terus aja, gak usah peka sama sekitarnya" ketus Lio berbicara.
Sedangkan Varrel dan Bella hanya cekikikan melihat reaksi kesal Lio saat keduanya bermesraan didekatnya.
-.
-'
Setelah acara selesai, semuanya sedang asyik berkumpul bercanda gurau. Terlihat disana tante Joy dan juga Om Aldo tengah bergurau bersama papah mamah, Arga berbincang ringan dengan David,Orland juga Jake. Sedang Kenny dan juga Sika tengah berisik memperebutkan Arletta ditengah mereka.
"Ayo kita gabung sama yang lain" ajak Arga setelah mendengar keributan.
Arletta dengan senang hati menerima uluran tangan dari suaminya itu. Namun sebelum ia berjalan pergi, ia menolehkan kepalanya kebelakang dan menatap kedua adiknya iti dengan tawa riangnya.
"Tuh gara-gara loe Letta jadi dibawa pergi kan !" kesal Sika.
"Enaka aja, loe juga tadi yang gak mau ngalah malah nyalahin gue" bantah Kenny tak mau kalah.
"Terua aja ribut, biar sekalian kakak kirim kalian pulang sekarang juga" ucap Arga pada keduanya.
Malam kian larut saat semua sedang terbuai dalam mimpi masing-masing, namun tidak dengan Arga dan juga Arletta. Sedari tadi mereka hanya tidur dengan saling memunggungi tanpa memejamkan mata.
"Apa kamu sudah tidur ??" tanya Arga kemudian saat menyadari istrinya masih terjaga.
"Belum" singkatnya.
"Apa ada yang kamu inginkan ??" tanyanya setelah membalikan posisi tidurnya menghadap Arletta.
Dengan perlahan Arletta pun menghadap Arga suaminya. Dengan ragu-ragu ia pun mengutarakan keinginannya.
"A-aku lapar" lirihnya namun masih terdengar oleh Arga.
"Kenapa tidak bilang dari tadi ?? apa sikecil sedang kelaparan ??" tanyanya dengan mengusap-usap perut rata Arletta.
Sedangkan Arletta yang mendapat perlakuan manis dari suaminya sedikit menyunggingkan senyumnya. Sampai akhirnya Arga menuntun Arletta turun kebawah dan membuatkannya salad sesuai keinginan istrinya dimana tidak ada Arga yang angkuh dengan sikap dinginnya yang terkenal selama ini, hanya ada Arga .. suami yang sedang melayani istri dan juga calon anaknya.