NovelToon NovelToon
Menikahi Janda Dokter

Menikahi Janda Dokter

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / Dokter / Tamat
Popularitas:936.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Dareen

Reynand Adam merupakan Adik kelas dari Naura Jovanka. Mereka terlibat cinta, namun Jovanka dijodohkan dengan laki-laki lain dan Rey meneruskan sekolah di sekolah penerbangan untuk mengejar cita-citanya menjadi seorang pilot. Akankah cita-cita Rey menjadi seorang pilot terlaksana? dan bagaimana ceritanya Rey sampai menikahi seorang Janda?

Ikuti kisahnya dan jangan lupa LIKE/KOMEN/VOTE cerita Gue, ya? Itu merupakan hadiah terindah untuk Penulis.

Hatur Nuhun,
Boezank Jr. (Darren_Naveen)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dareen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 17 (Hari Pertama Kerja)

Berguling ke sana ke mari memperbaiki posisi tidur. alexy mencari posisi yang nyaman agar bisa tertidur lelap malam ini. Jam telah menunjukkan pukul dua dini hari. Ia belum juga bisa tertidur pulas. Mata terpejam, namun angan masih melayang.

“Ya Tuhan, Nauraaa!” Alexy memekik dengan suara kecil.

“Kenapa pertemuan di awal saja, kamu sudah membuatku tersiksa seperti ini?” Alex memegang kepalanya.

Alexy berusaha memejamkan mata, waktu terus berputar hingga tak terasa waktu telah menunjukkan pukul empat pagi. Alex memilih tidak tidur, ia membereskan keperluan untuk berangkat kerja di klinik. Alex bergegas mandi dan bersiap pergi ke klinik.

Jam lima pagi, ia sudah berangkat ke klinik mengendarai mobilnya. Aktivitasnya menjadi terganggu karena selalu membayangkan wajah cantik Naura.

***

“Rey, jadi gak ngajuin beasiswa di sekolah penerbangan?” Vicky bertanya.

“Oh, iya. Gue malah lupa terlalu fokus mengurus persiapan untuk pekerjaan baru Gue.”

Vicky membantu Rey mempersiapkan segala sesuatu untuk mengajukan beasiswa di sekolah penerbangan seperti impiannya. Tanpa sepengetahuan Reynand, Vicky telah mengirim berkas untuk pengajuan beasiswa di sana.

Karena masih dalam waktu liburan sekolah, Rey memutuskan untuk menemui Jovanka. Sudah beberapa hari mereka tidak bertemu. Rey memilih angkot sebagai alat transportasi untuk pergi ke rumah Jovanka.

Jo, Gue udah di depan rumah.

Send.

Read.

Tak berselang lama. Jo ke luar dari rumahnya. Ia melenggang ke pintu gerbang untuk menemui kekasih yang telah menunggunya.

Jo memakai celana jeans panjang dan atasan kaos berwarna hitam. Tak lupa ia membawa tas selempang kecil berwarna senada dengan kaos yang ia kenakan.

“Hai ... Udah nunggu lama?” tanya Jo dengan senyum mengembang di hadapan kekasihnya.

“Lumayan. Maaf Jo kita naik angkot, ya? Motor Vicky lagi di bengkel,” ucap Reynand.

“Oh ... Ya udah.”

Rey dan Jovanka berjalan beriringan ke pangkalan mobil angkot. Ada rasa grogi dalam diri Rey tatkala melihat Jovanka yang terlihat cantik hari ini dengan pakaian simpel yang ia kenakan.

Rey memasukkan kedua lengannya ke dalam saku celana agar ia tidak terlalu terlihat grogi saat mereka berjalan kaki menuju pangkalan angkot.

“Rey,” sapa Jovanka ketika mereka berjalan berdampingan.

“Hem.”

“Sebenarnya, kamu sedih gak, udah gak ngajar les lagi?” Jo melirik wajah kekasihnya.

“Enggak.”

“Kamu marah, ya?”

“Enggak, ngapain Aku marah?” ujar Rey yang masih fokus berjalan kaki melihat ke depan.

“Tuh, wajahnya jutek. Pasti marah sama Aku, ya?”

Rey menghentikan langkah kakinya. Ia menatap tajam kekasihnya. Rey termasuk orang yang tidak banyak bicara. Ia lebih suka memperhatikan kekasihnya dari pada berbual manis tapi tidak sesuai dengan kenyataan.

Rey ingin melanjutkan sekolah penerbangan karena ia ingin mengejar cita-citanya menjadi seorang pilot. Ia ingin menjadi orang yang sukses ketika ia menikahi orang yang ia cintai. Ia ingin membahagiakan pasangannya dengan materi yang berkecukupan, bukan dengan hal seperti ini. Mau main saja mesti naik angkot.

“Gue enggak marah, Gue sudah dapat pekerjaan lain kok.”

“Masa? Gak bo’ong?” Mata Jo memandang wajah Rey.

“Iya. Gue bekerja di salah satu cafe sebagai Barista.”

“Emmm ... Emang Kamu bisa?”

Rey tersenyum.

Mereka melanjutkan perjalanan ke pangkalan mobil angkot. Hilir angin malam terasa sedikit memberikan efek dingin pada badan. Rey memberikan jaketnya kepada Jovanka. Karena ia tahu persis, kekasihnya itu kedinginan.

Mata Jo memandang Rey ketika ia memakaikan jaket kepadanya.

“Rey.” Mata indah itu menatap Reynand.

Rey tersenyum dan menggenggam lengan kekasihnya. Mereka kembali berjalan.

Hati Jovanka diliputi dengan perasaan bahagia, karena kekasihnya begitu perhatian padanya walau ia tidak banyak bicara dan sering kali Rey membuatnya cemburu.

***

Rey dan Jo menghabiskan waktu di taman pusat kota. Mereka berbincang sambil ditemani dengan minuman bersoda dalam kaleng yang mereka gengam.

“Maaf Jo, Gue belum bisa ngasih yang terbaik buat kamu.” Rey mulai merubah sebutannya dari Lu menjadi kamu.

“Aku tidak menuntut itu semua, Rey.”

Mereka menghabiskan waktu di taman pusat kota. Keadaan malam itu ramai dengan banyaknya pengunjung dan kendaraan yang berlalu lalang di depan mereka.

“Kak Jo?”

“Nourma?” Jovanka membulatkan matanya ketika melihat Nourma ada di depannya.

“Oh, Bang Rey gak ngajar lagi karena kak Jo?” Nourma mengasumsikan sendiri.

“Kak Jo gak mau kalau Bang Rey deket-deket sama Aku! Kak Jo, jahat!”

“Kak Jo bisa jelasin, Dek!” ucap Jovanka.

“Gak perlu! Aku gak perlu penjelasan dari Kakak!” Nourma berlalu pergi.

“Dek!” Jo hendak mengejarnya namun Rey menahannya.

“Gak perlu dikejar.” Pinta Reynand.

“Tapi, Aku mau menjelaskan, Rey.” Wajah Jo mulai panik.

“Menjelaskan apa? toh, memang benar keadaannya seperti ini, kan?” Rey memandang netra Jovanka.

Jo terdiam. Berdiam diri sejenak dan berpikir dengan hati yang tenang. Memang benar apa yang dikatakan oleh Rey. Kalaupun ia mengejar Nourma, ia tidak bisa menjelaskan apa-apa. Jo bingung dengan keadaan ini.

“Terus, Aku harus gimana?” Terlihat mata penyesalan Jovanka.

“Biarin dulu. Setelah agak tenang. Nanti Gue yang bantu ngomong. Mungkin hari esok Gue ke rumah Nourma.

Jo menghela napas panjang dan menghempaskannya dengan perlahan. “Ya udah. Aku nurut sama kamu, Rey. Makasih.” Jo memeluk tubuh Rey.

DEG!

Jantung Reynand kembali berdegup kencang ketika kekasihnya memeluk erat tubuhnya di malam itu.

Waktu menunjukkan jam delapan malam. Rey kembali mengantarkan Jo ke rumahnya. Mereka menaiki angkot yang sudah terlihat penuh. Mereka duduk berdempetan dengan penumpang lain.

***

Keesokan harinya, sebelum Rey berangkat kerja. Ia mampir ke rumah Nourma. Kebetulan, ia baru pulang sekolah. Ia masih mengenakan seragam SMP.

Matanya membulat ketika melihat sosok ganteng yang dulu pernah menjadi guru les matematikanya.

Ada rasa senang di hati ABG ini melihat laki-laki yang ia cintai telah menunggunya di kursi teras rumahnya.

Rey memakai celana jeans, atasan memakai kaos berkerah warna hitam yang ia dobel dengan mengenakan jaket yang berbahan jeans dan memakai sepatu kets.

Nourma tersenyum manja seperti biasanya, ketika melihat Rey datang seorang diri.

“Abang ngapain di sini?” tanya Nourma.

“Nungguin, kamu.”

Hati bocah yang beranjak ABG ini melayang tatkala orang yang ia cintai berbicara seperti itu. Hatinya melayang saat itu juga.

“Mau apa?” Dengan perasaan deg-degan.

“Menjelaskan kejadian semalam.”

DEG!

Hati Nourma serasa jatuh saat itu juga ketika mendengar alasan dari Reynand. Ia teringat kejadian semalam ketika Rey tengah duduk berduaan dengan Jovanka yang tak lain, kakak sepupunya. Nourma mematung.

“Nourma.” Rey mendekati Nourma yang masih berada di halaman rumahnya.

“Apa?” Bibir Nourma meruncing ketika Rey ada di sampingnya.

“Abang mau menjelaskan. Ini bukan sepenuhnya salah kak Jovanka. Abang gak mengajar lagi karena memang waktu itu, Abang lagi banyak tugas sekolah.” Rey menjelaskan.

“Bohong!” Bantah ABG itu.

“Terserah, kalau Nourma tidak percaya. Abang bisa apa?” Rey menyerah dengan sikap Nourma.

Rey melangkahkan kaki menuju gerbang rumah Nourma. Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki kecil dari belakang yang mengikutinya. Nourma memeluk Reynand dari belakang.

Rey terpaku dengan kejadian ini. Ia mengingat beberapa minggu yang lalu, Emillia yang tak lain ibu dari Nourma juga melakukan hal yang sama.

“Aku tuh mulai suka sama Abang. Aku mulai mencintai Abang,” ucap Norma yang masih memeluknya dari belakang.

Hening.

Tak banyak yang bisa Rey lakukan karena tubuhnya telah di peluk erat oleh lengan kecil di belakangnya.

Bukan tidak kuat untuk melepaskan. Namun, Rey takut akan menyakiti gadis ini. Walau ia sadar, akan menyakiti hati gadis yang mulai mencintai dirinya.

“Nourma.” Rey melepaskan pelan lengan gadis itu.

“Apa?” Mata Nourma basah dengan air mata.

“Maaf, selama ini, Abang menanggap Nourma itu adik Abang sendiri, tidak lebih.”

“Apakah ini karena kak Jovanka?” Sorot mata Nourma penuh dengan kebencian mengatakan nama Jovanka.

“Bukan seperti itu.” Rey mulai bingung menjelaskannya. Karena pada akhirnya tetap saja terjadi rasa benci pada gadis ini. Terlebih masalah perasaan. Terlalu sensitif.

“Lalu?” Nourma masih meminta penjelasan.

“Abang tidak ingin menyakiti hati pacar Abang sendiri.”

“Lalu Aku? Bagaimana dengan perasaanku? Kenapa Abang tidak memikirkan perasaanku?” Dari hati terdalam Nourma.

“Nourma. Suatu saat, Nourma akan mendapatkan pacar yang baik. Yang sepantaran sama Nourma.” Rey masih mencoba menyemangati gadis yang telah patah hati itu.

“Nourma tidak perlu laki-laki yang sepantaran. Nourma memerlukan Abang yang bisa menjadi sahabat, menjadi papa yang melindungi Nourma.” Air mata gadis itu meluncur mulus di pipinya.

Hening.

Rey tidak mampu untuk berkata-kata lagi. Karena apa pun yang ia katakan, pasti akan menyakitkan hati gadis itu.

“Sudahlah, Bang. Mungkin, dengan bergulirnya waktu. Hati ini akan membaik. Maaf, seandainya Nourma punya salah sama Abang.”

Rey hanya bisa tersenyum dan menelan ludah mendengar perkataan gadis kecil itu.

Nourma masuk ke dalam rumah tanpa ada kata lagi. Sementara Rey masih mematung di halaman rumah Nourma. Selang beberapa saat, akhirnya Rey tersadar. Ia harus bekerja di cafe. Ia tak mau telat, apalagi ini hari pertama ia masuk kerja sebagai barista.

***

Rey masih anak baru. Ia belum mengenakan seragam yang diberikan oleh pihak cafe. Ia masih memakai kaos hitam polos yang berkerah.

“Sore, Mbak Vina,” sapa Reynand.

“Hai, sore juga Rey. Udah siap bekerja?”

“Siap, Mbak!” dengan penuh semangat.

“Oke! Selamat bekerja dan bergabung menjadi keluarga cafe kami, Rey!” Vina berjabat tangan dengan Rey.

Makasih, Mbak.”

Vina langsung menyuruh Rey membuat menu minuman baik itu berbahan dasar coklat, teh dan kopi yang mendominasi sebagai syarat kelayakan ia sebagai barista di cafenya.

Rey mulai meracik minuman yang ada di daftar menu di cafe itu. Ada Ristretto bianco, Frappuccino, White chocolate mocha, Caffe misto, Chai tea latte, Signature Chocolate dan masih ada beberapa menu yang lainnya.

Rey membuat dengan santai. Karena waktu lalu ia sudah sangat terbiasa membantu temannya ketika di Jakarta.

.

Ting! Pintu cafe terbuka.

“Malam, Pak Alexy.” Waitress menyapanya.

Alexy tersenyum dan segera duduk di kursi yang terletak agak pojok, sehingga tidak terlalu ramai dengan orang yang melewatinya.

“Ristretto bianco, Grande, satu.” Alexy memesan minuman favoritnya.

“Siap, Pak! Ditunggu ya, Pak?” Waitress berlalu pergi.

Alexy dengan santai menunggu waitress itu datang dengan membawa secangkir kopi favoritnya.

Ting! Suara pintu cafe terbuka.

..

Bersambung..

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

JANGAN LUPA LIKE/KOMEN/VOTE Ceritannya, karena itu merupakan hadiah terindah untuk Penulis🙏😁

1
Ardee
wah cerita kakak bagus,, nih aq kasih 7 cangkir kopi utk menemani kakak heheje
Ardee
semakin dekat ini heheh
Ardee
semoga succes Ray, semangat utk meraih masa depan nya
marta💎
thor ini serius gk ad lanjutannya?
Dia Amalia
itu klu pacaran sm seumuran bnyk egoisnya,,,
mending pacaran sm yg dewasa bg Rey 🤭🤭
Niswah
bagus
Fadil21 Nazwa
bagus isi'a thoor, pertahankan 💪💪💪
Fadil21 Nazwa
d kira mau main main sama Alex, tau'a d jadiin jodoh, rasain Jo,, untuk Rey masih ada aq yg kn mengobati sakit hatimu 😄😄😄
MONARITA @ RITA
betul banget bang rey.....
MONARITA @ RITA
reyna,,,,perasaan itu x boleh nak dipaksakan dek...
𝓢𝓐𝓓🌷® Hiatus ☠ᵏᵋᶜᶟ
knp ada nama ak y Thor????
Dareen: eh, masa? 😅
salam kenal, kak 🙏
total 1 replies
Mei Hiat
belum up y thor🚶‍♀️
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
kasian🤣🤣🤣🤣
sintesa destania
authors are you 🆗️kok ga ada up lagi ya...
sintesa destania: semangat thors😇😭
total 2 replies
dudul
done vote
cie cie cieeeeee janda rasa perawan wkwkwkwk❤❤❤❤
🏃🏼‍♀🏃🏼‍♀🏃🏼‍♀🏃🏼‍♀🏃🏼‍♀🏃🏼‍♀🏃🏼‍♀🏃🏼‍♀
pastilah tau😌😌😌
nahkan malu sendiri rendy akhirnya
🍉🕌kimˢᵉˡˡᵒʷ͢ ᵇᵍᶠ🦢
tidak bisakomen kalo masalah bumil oum
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!