⚠️Jangan ada yang plagiat, ada baca alur yang sama, chat me, atau report karyanya⚠️
Harap bijak membaca, novel ini hanya karya fiksi belaka.
Ini adalah kisah Beeve, wanita berparas cantik yang baru saja lulus SMA, ia yang ingin melanjutkan studi harus terhalang, karena mendapati dirinya tengah mengandung anak dari hasil hubungan terlarang dengan kekasih yang berbeda keyakinan dengannya.
Alih-alih di nikahi oleh yang ia cinta, Beeve yang malang justru di campakkan bagai sampah.
Keluarganya yang tahu akan kondisi Beeve langsung sigap menikahkannya pada Andri sepupunya, yang saat itu telah sukses, tentunya dengan menyembunyikan kenyataan yang ada.
Pernikahan itu awalnya berjalan dengan normal, tapi semua berubah, ketika Andri mengetahui Beeve sudah tak suci lagi.
Akankah pernikahan Beeve dan Andri berjalan dengan lancar? Atau justru kandas di tengah jalan?
Mana yang akan terjadi? Ikuti terus alur cerita Beeve di Novel Jangan Salahkan Takdir.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reski Muchu Kissky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 (Bertemu Mantan)
“Kau suka yang mana Bee?” tanya Andri.
“Mmm, yang ini,” Beeve menunjuk sebuah kalung berlian dengan design yang sangat indah.
Lalu Andri pun menyuruh sang karyawati untuk mengambil kalung yang di maksudkan.
Ketika kalung berlian indah itu membalut leher Beeve, ia yang sudah cantik menjadi tambah cantik, auranya juga lebih bercahaya, membuat Andri makin tergila-gila padanya.
“Kau mau yang ini?” ucap Andri.
“Ya,” sahut Beeve.
Selain kalung, Andri juga membelikan cincin berlian untuk Beeve.
Perlakuan manis seorang Andri menggerakkan hatinya.
“Harusnya, laki-laki yang seperti inilah yang ku temui sejak dulu,” batinnya.
Setelah selesai membayar, keduanya pun keluar dari dalam toko.
Saat mereka akan masuk ke dalam mobil tanpa sengaja Beeve bertemu netra dengan sang mantan, yang tengah bergandengan tangan dengan kekasihnya Angel.
Untuk sejenak keduanya melihat satu sama lain, Beeve yang sudah muak dengan Cristian berkata pada Andri.
“Sayang, habis beli berlian kita mau kemana lagi?”
Andri yang mendengar calon istrinya memanggilnya dengan sebutan sayang menjadi salah tingkah.
“Apa sebaiknya kita ke mall?” ujar Andri.
“Boleh,” sahut Beeve seraya tersenyum.
Ia pun segera masuk ke dalam mobil dengan menahan segala kekesalan di hatinya.
Cristian yang melihat gaya sang mantan begitu glamor tertawa getir.
“Apa itu calon suaminya?” batin Cristian dengan kesal.
Cristian juga sempat melihat kalung berlian mahal yang di kenakan Beeve, membuat ia merasa penasaran dengan siapa mantannya sebenarnya akan menikah, terlebih pria yang bersama Beeve menggunakan mobil super mewah dan mahal.
“Kenapa sayang? Kok malah melamun?” ucap Angel.
“Enggak apa-apa sayang, ayo kita pergi,” ujarnya.
Ketika di dalam perjalanan, Andri melihat raut wajah Beeve yang tiba-tiba menjadi cemberut.
“Kau kenapa? Apa ada yang salah?”
“Hmmm, enggak kok, aku hanya lapar,”
“Baiklah, ayo kita menepi untuk makan,” ujar Andri, kebetulan saat itu tak jauh dari mereka berkendara ada sebuah restoran.
Keduanya pun menepi, memarkirkan mobil terlebih dahulu di area parkir.
Kemudian mereka masuk ke dalam restoran dan duduk di salah satu kursi yang ada disana.
“Kau mau pesan apa Bee?”
Beeve yang lagi ngidam memesan bebek bakar pedas 1 ekor utuh, membuat Andri keheranan.
“Kau habis satu ekor Bee?”
“Iya, aku lagi ingin, rasanya air liur ku akan menetes hanya dengan membayangkannya,” ucapnya.
“Baiklah, aku juga pesan yang sama dengan mu,”
Setelah menentukan pesanan, Andri memanggil pramusaji untuk menyiapkan pesanan mereka, yaitu dua ekor bebek bakar pedas dan 2 piring nasi.
“Bee, apa kau enggak ada keinginan untuk lanjut kuliah?”
“Ada sih, hanya saja enggak sekarang,”
“Kenapa?”
“Aku mau fokus ke pernikahan kita,”
Pernyataan Beeve membuat Andri jadi tersanjung, ia tak menyangka, Beeve ingin fokus merawat dirinya.
“Tak apa, kalau kau mau melanjutkan studi mu, aku akan mendukung, lagi pula aku jarang di rumah, akan membosankan untuk mu kalau harus sendirian,”
“Bukannya kita akan tinggal di rumah om?”
“Ya enggaklah, aku kan sudah punya rumah sendiri, aku takut kalau kita tinggal di rumah,”
“Kenapa?” tanya Beeve.
“Karena aku sering melihat konten istri di tiktok, banyak yang tak bahagia bila seatap dengan mertua, untuk menghindari hal itu, makanya aku ingin kita tinggal di rumah kita sendiri,”
Andri yang pengertian membuat Beeve merasa nyaman.
“Tapi Bee, kita dua hari lagi akan menikah, adakah hal yang kau sembunyikan dariku?” pertanyaan Andri membuat Beeve terdiam.
Ia sebenarnya ingin jujur tentang kondisinya, namun ia takut akan menimbulkan masalah baru untuk keluarganya.
“Mmm enggak, semua aman,” ucapnya.
“Baguslah kalau begitu, aku sempat berpikir, kenapa kau yang masih muda, harus di nikahkan cepat oleh om dan tante,”
“Itu karena ayah tak ingin aku menikah dengan orang yang salah, dan ayah melihat mu sebagai orang yang baik, dan juga telah mapan, orang tua mana sih yang mau anaknya susah, kalau ada yang lebih baik, enggak ada salahnya kan?”
Sikap Beeve yang begitu terbuka, membuat Andri terperangah.
“Jadi dia mau menikah dengan ku karena aku mapan?” batinnya.
“Kau sendiri, kenapa akhirnya mau menikah dengan ku?”
Dengan wajah lesu Beeve menjawab, “Karena ayah menyuruh ku, dan sebagai anak yang baik, aku harus menurutinya,”
“Oh ya?” nampak jelas raut wajah kecewa dari Andri.
“Kau sendiri, kenapa mau menikahi ku?” tanya Beeve kembali.
“Jujur, dari kau SMP aku sudah menyukai mu, tapi karena kau masih kecil, aku enggak berani,” ucapnya seraya tersipu malu.
“Begitu ya?” Beeve baru tahu bahwa sanya Andri sudah menyukainya sedari lama.
“Bee, sebarnya aku kurang suka loh, kau memanggil nama ku,”
“Kenapa?”
“Kitakan sudah mau menikah, sangat tidak bagus di dengar kalau kau terus memanggil ku dengan nama,”
Beeve yang tak enak pun merasa malu, “Mmm, maaf kalau begitu, jadi kau mau di panggil apa?”
“Kau bisa panggil aku mas, atau sayang misalnya,” ujarnya.
“Mas?” Beeve begitu geli saat mengucapkannya.
“Iya, seperti itu, lagi pula jarak usia kita juga jauh, jadi kau harus panggil aku mas,”
“Baiklah, mas Andri,” ucap Beeve.
Keduanya pun tertawa bersama, Andri yang lebih dewasa dapat membuat Beeve nyaman. Dan akhirnya bebek pesanan mereka pun tiba.
Mereka pun melanjutkan obrolan seraya menyantap bebek pedas yang rasanya begitu nikmat.
_______________________________________________
Cristian yang sedang beristirahat di kamarnya, masih kepikiran akan sang mantan, ia pun dengan sigap membuka akun Instagramnya, kemudian ia mencari nama akun Beeve.
“Ha? Aku di blokir?” gumamnya.
Ia tak menyangka, jika Beeve akan memblokir dirinya, kemudian ia beralih ke akun Facebook, ketika ia mencari nama sang mantan, ternyata pertemanan mereka telah terhapus, meski begitu Cristian masih dapat melihat semua postingan sang mantan.
Ketika Cristian membuka album photo Beeve, ia tak mendapati satu pun photonya disana lagi.
“Hah! Secepat itu dia menghapus semua kenangan kami? Apa untuk menghilangkan jejak? Dasar jalan*g, tapi enggak apa sih, toh aku enggak harus repot bertanggung jawab atas kehamilannya,” Cristian tersenyum puas, walau di hatinya menyimpan sedikit rasa cemburu.
Kemudian Cristian merebahkan tubuhnya di atas ranjang, seraya memikirkan nasibnya.
Karena sang ayah telah meninggal, ia tak jadi melanjutkan studinya di Amerika, sebab sang ibu melarangnya untuk pergi.
“Gara-gara dia, aku jadi kuliah disini,” gerutu Cristian.
____________________________________________
Pagi harinya, Andri yang menginap di rumah Beeve mengobrol santai dengan sang calon mertua di tepi kolam berenang, di temani dengan secangkir kopi.
“Om, menurut om bagaimana kalau Beeve kita kuliah kan saja?” ujar Andri.
“Boleh sih, tapi.... apa dia mau?” ucap Erdogan.
“Pasti maulah om kalau di bujuk,”
“Ya sudah, terserah kau saja,” ujar Erdogan.
Bersambung...
HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️
Instagram :@Saya_muchu
Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya.
aku dah baca novel ini 3x ganti hp 3x tetep aja nangis aku pangling suka cerita ini
jangan salah kan takdir