"Aku akan berusaha melawan badai yang akan menerpaku kapanpun itu. Aku siap menerima serangan badai yang besar sekalipun. Aku tidak takut kepada besarnya badai, aku tidak gentar terhadap ganasnya badai. Aku juga tidak akan menyerah walau badai itu terus menggulungku. Aku akan berusaha berdiri di atas badai itu. Aku akan menghadapi badai itu. Aku akan melawan badai itu. Aku akan menari diatas badai itu pula. Hingga pada akhirnya, badai itu bisa menyatu dengan diriku. Aku adalah badai dan badai adalah aku."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nnot Senssei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyerangan I: Malam Mencekam
Fu Wai sudah kembali dari tugasnya, dia kemudian menuju ke ruangan Fang Yun untuk melaporkan bahwa semua persiapan untuk melakukan serangan sudah siap.
Dibelakang Fu Wai, ada tetua Lembah Beracun dengan tingkatan Pendekar Dewa tahap tiga, mereka adalah Liu Xun, Xu Zhong, Zhen Long, Hao Yi, Xuan Yi, Qiu Ying, Tian Yuan, Ye Mingwu, Lin Tao, Wang Yue.
"Kami sudah menyelsaikan tugas kami masing-masing Kepala Tetua," Fu Wai melapor kepada Fang Yun.
"Bagus Tetua Fu, beritahukan kepada sekte yang lain bahwa besok kita akan berkumpul disini. Jangan ada yang begerak sebelum ada perintah dariku," Fang Yun memerintah kepada Fu Wai untuk memberitahukan kepada sekte yang lainnya.
Fu Wai lalu pergi meninggalkan tetua yang lain untuk memberitahukan hal tersebut. Seperti biasa, dia terbang dengan kecepatan tinggi. Sementara tetua yang lainnya masih berdiam diri di ruangan Fang Yun. Mereka menunggu intruksi dari Fang Yun langkah apa yang harus mereka lakukan.
"Dan untuk kalian semua. Periksa kembali pasukan yang akan kalian pimpin masing-masing. Jangan sampai ada kesalahan dalam penyerangan besok," kata Fang Yun.
"Baik Kepala Tetua," jawab mereka serempak.
Mereka berencana akan menyerang Istana Kekaisaran dengan jumlah pasukan yang sangat besar. Mereka memilih pasukan terbaik yang ada di Lembah Beracun. Hari sudah berganti malam, suasana di Lembah Beracun terlihat sepi. Semua anggota beristirahat awal demi menjaga kesehatan untuk penyerangan besok malam.
Malam itu terasa sangat sunyi di sekte Lembah Beracun, seolah tempat itu tidak ada penghuninya. Namun meskipun semua anggota sudah beristirahat, tetap saja mereka selalu waspada. Bukan perkara mudah untuk menyerang sekte seperti Lembah Beracun.
Bahkan aliansi yang dibentuk oleh Kaisar beberapa hari kemarin pun rasanya belum cukup untuk menghancurkan sekte Lembah Beracun. Jika dihitung, semua anggota sekte Lembah Beracun bisa mencapai jumlah 10.000 banyaknya.
Waktu terasa cepat, rembulan sudah menghilang dari pandangan dan digantikan dengan sang Surya yang perlahan menampakkan diri dan memancarkan sinarnya ke bumi. Suara burung di sekitar hutan sekte Lembah Beracun berkicau dengan riang, mereka seolah bersemangat untuk menjalani hari yang baru.
Suasana di sekte Lembah Beracun saat ini sedang sangat sibuk. Mereka sedang mempersiapkan pasukan pilihan mereka kembali untuk menyerang Ibukota Kekaisaran Wei. Terlihat ada sekitar 500 pasukan pilihan yang akan dibawa ke medan perang nanti malam.
###
Matahari sudah berada di ufuk barat, sinar jingganya terlihat sangat indah memenuhi langit. Burung-burung perlahan masuk kembali ke sarangnya. Suasana sekte Lembah Beracun saat ini semakin ramai. Ribuan orang sedang bersiap-siap untuk melakukan serangan.
Semua sekte yang bekerjasama Lembah Beracun sudah berkumpul disana. Mereka sedang menunggu intruksi dari Fang Yun. Setiap sekte membawa semua tetuanya dan membawa pasukan khusus yang berjumlah sekitar 300 orang. Pasukan ini adalah pasukan pilihan, bahkan murid-murid yang jenius pun ikut serta dengan perang ini.
Setiap pasukan yang mereka bawa minimal berada pada tingkatan Pendekar Bumi tahap lima. Ada sekitar 3000 pasukan tingkat Pendekar Bumi tahap lima, 400 Pendekar Langit tahap 2 dan sekitar 100 orang Pendekar Surgawi tahap dua sampai tahap tiga. Sisanya ada sekitar 30 Tetua dengan tingkatan Pendekar Dewa tahap tiga.
Pasukan sebegitu banyaknya sudah pasti bisa meratakan pasukan aliansi aliran putih. Apalagi pasukan yang dibawanya minimal berada pada tingkatan Pendekar Bumi tahap lima. Bahkan jika tidak ada halangan, Kekaisaran sekalipun bisa rata dengan tanah saat ini. Apalagi sekarang kondisinya sangat tidak memungkinkan.
Fang Yun keluar dari ruangannya dengan menggunakan pakaian berwarna hijau dengan dalaman berwarna hitam. Sorot matanya yang tajam dengan wajah sangar, seolah tatapannya itu bisa membunuh orang yang di tatapnya.
Sambutan semua orang dengan meneriakan namanya menambah kesan tersendiri. Fang Yun bagaikan pembunuh berdarah dingin. "Pasukan, apakah kalian siap untuk membumi hanguskan istana kekaisaran Wei?" tanya Fang Yun kepada semua orang yang berada dibawahnua. Suaranya kecil, tapi karena dibarengi dengan tenaga dalam suara itu menggema ke seluruh penjuru.
"Siappp," jawab semua orang itu. Mereka telah dibakar oleh api semangat dalam dirinya, saat ini mereka tidak memikirkan nyawa mereka lagi. Yang mereka pikirkan adalah sebuah kemenangan saat perang terjadi nanti.
"Bagus. Ayo kita berangkat sekarang menuju ibukota kekaisaran," teriak Fang Yun. "Ayo ..." suara jawaban dari semua orang menggema keseluruh penjuru. Binatang-binatang yang ada disekitar hutan Lembah Beracun ketakutan mendengar suara yang begitu kencang ini.
###
Keadaan di Istana Kekaisaran saat ini terlihat normal seperti biasanya. Namun jika dilihat dari dalam, suasana istana kekaisaran sangatlah kacau. Beberapa hari lalu pasukan aliansi yang sudah dibuat telah berkumpul semuanya di Istana Kekaisaran untuk berjaga-jaga.
Setiap sekte membawa sekitar 250 anggotanya, tak sedikit pula murid-murid jenius dibawah ke Istana untuk sekedar menambah pengalaman. Semua orang yang ada di dalam istana belum menyadari bahwa yang selama ini mereka khawatirkan akan segera terjadi sebentar lagi.
Semua pasukan Kekaisaran jika dihitung dengan pasukan aliansi jumlahnya saat ini tidak lebih dari 100.000. Tapi meskipun berjumlah ratusan ribu, tetap saja tidak ada apa-apanya dengan pasukan yang dibawa oleh Fang Yun.
Jika pasukan Fang Yun minimal berada pada tingkatan Pendekar Bumi tahap lima, maka pasukan aliansi aliran putih dan kekaisaran minimal berada dalam tingkatan pendekar bumi tahap dua dan tiga, 400 Pendekar Langit tahap tiga, 350 Pendekar Surgawi tahap empat dan lima, serta ada 45 Pendekar Dewa tahap tiga dan sang Kaisar berada pada tingkatan Pendekar Dewa tahap empat, tapi beberapa waktu yang lalu Kaisar Wei Lhuo akhirnya bisa menembus tahap selanjutnya dan menjadi Pendekar Dewa tahap lima.
Tentu saja jumlah itu belum cukup untuk melawan serangan sekte Lembah Beracun yang saat ini sedang menuju Istana. Karena Kaisar Wei Lhuo berada pada tahapan Pendekar Dewa, dia bisa merasakan bahwa bahaya sedang menuju ke istananya.
"Semuanya segera siapkan pasukan yang ada, perketat penjagaan disetiap sudut. Masing-masing sudut harus dijaga oleh Pendekar Surgawi dan Pendekar Dewa," kata Kaisar. Tentu saja orang-orang yang ada disana tidak faham semuanya maksud dari Kaisar, tapi mereka tidak berani bertanya. Sedangkan bagi mereka yang berada pada tingkatan Pendekar Surgawi ke atas bisa merasakan energi yang pekat sedang menuju istana.
###
Fu Wai langsung pergi untuk mengatur pasukan yang akan dia bawa ke medan perang, tak lupa dia juga menggunakan strategi sebaik mungkin setelah mengetahui bagaimana keamanan di dalam Istana Kekaisaran.
semoga utk cerita2 lain penulis bisa insaf 🤣🤣🤣
kasian Thor membuat cerita seperti ini 🤣🤣🤣
katanya belajar dan mencontoh Kho Ping Ho,,,, jaaaaauuuuhhh thor