Zachraina Alexandria Wijaya adalah seorang siswi kelas 3 SMA dan dia adalah anak dari pemilik Toko Laundry "Jaya Abadi" yang cukup terkenal didaerahnya, karena hasil Laundrynya yang sangat rapi, bersih dan juga harum, sehingga membuat Toko tersebut terkenal dan sangat ramai. Tak hanya dari kalangan biasa, namun dari kalangan atas seperti para pengusaha, publik figur atau pejabat lainnya seringkali menitipkan pakaiannya kepada jasa laundry ditempat tersebut.
Pada suatu hari, datanglah seorang pria memakai pakaian serba hitam dan meminta untuk mengantarkan pakaian laundry kedalam mansion seorang CEO Tampan dan juga ditakuti para kolega bisnisnya, lalu apakah yang akan terjadi ketika barang pesanan telah sampai?
Pantau terus ya kelanjutan ceritanya, Happy Reading 🥳
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rika Arianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kefikiran
Sebelum membaca, Please klik tombol Like Komen dan juga Vote nya ya. Tinggalkan jejak kalian❤️ Mohon dengan sangat untuk Like, Vote dan juga Komentarnya 🙏
***
Tubuh Raina terasa sangat sulit untuk digerakkan dan kini Raina merasakan wajahnya seperti diterpa hembusan angin, perlahan ia membuka kedua kelopak matanya.
"Astagaaa, Huwaaaa." Teriak Raina
Dave yang masih terpejam kini terkejut karena mendengar teriakan dan terbangun dari tidurnya
"Ada apa sih, pagi-pagi teriak-teriak." Ucap Dave
"Ada apa ada apa, tuan kenapa tidur disini." Sungut Raina
"Oh, semalam aku menunggumu tak kunjung datang ke kamarku, sehingga aku memutuskan untuk menyusul mu kemari."
"Kenapa tuan asal masuk saja sih, ngga bisa permisi atau ketok pintu dulu apa." Maki Raina
"Kenapa gua harus permisi dulu, ini kan rumah rumah gua, jadi terserah gua dong masuk kapan saja." Sahut Dave
"Sana sana, keluar dari kamar aku."
"Kamu ngusir aku?"
"Iya emangnya kenapa, aku lagi kesal dengan anda!" Cebik Raina
"Apa kau cemburu semalam?" Goda Dave
"Siapa yang cemburu, aku biasa aja tuh."
"Aah, masak?"
"Iya, udah sana ah aku mau mandi."
Raina mendorong tubuh Dave agar keluar dari kamarnya
"Cepatlah bersiap-siap, setelah sarapan kita berangkat bersama." Ujar Dave
"Aku tidak mau." Tolak Raina
"Apa kau tidak mau, yasudah aku akan --!" Ucapan Dave terpotong
"Iya iya aku mau." Sahut Raina segera
Dave tersenyum tipis dan berlalu keluar dari kamar Raina
"Dasar tuan muda mesum yang menyebalkan." Gerutu Raina
***
Seusai bersiap-siap, Raina keluar dari dalam kamar dengan mengenakan pakaian seragam SMA dan menuju kearah meja makan yang dimana Dave dan Leo telah duduk dengan sangat berwibawa.
"Cepat makanlah, setelah ini kita berangkat, kau lama sekali." Cebik Dave
Raina segera mendudukkan tubuhnya diatas kursi dan segera mengunyah makanannya.
Seusai sarapan pagi, Raina masuk kedalam mobil yang sama dengan Dave dan Leo.
Raina duduk di jok depan berdampingan dengan Leo, Leo segera melirik kearah kaca mobil dan nampak jelas raut wajah Dave yang ditekuk sehingga dengan cepat Leo meminta Raina untuk berpindah ke jok belakang.
Lalu segera mungkin Leo mengemudikan mobilnya dan berjalan menuju sekolah Raina.
Suasana mobil nampak hening, tidak ada sahutan ucapan sama sekali didalamnya dan Dave sesekali melirik kearah Raina yang telah duduk melamun.
"Kenapa kau melamun gadis kecil?"
Dave menjentikkan jarinya di kening Raina.
"Aduh sakit tuan." Pekik Raina sembari mengusap keningnya
"Siapa yang memintamu melamun?" Tanya Dave
"Tidak ada."
"Lantas mengapa kau melamun?"
Raina terdiam dan tidak menjawab ucapan Dave
"Kau tenanglah, apapun yang terjadi aku akan menikahi mu." Pungkas Dave
"Apa, apa yang anda katakan tuan?" Tanya Raina terkejut
"Aku akan menikahi mu." Jawab Dave kembali
"Sayangnya aku tidak mau menikah dengan tuan muda mesum seperti anda." Tolak Raina arogan
"Apa, berani ya kau menolak ku?" Sahut Dave geram
"Kenapa tidak?" Tantang Raina
Dave menahan amarahnya dan tidak berniat membalas ucapan Raina
Sesampainya didepan gerbang sekolah, Raina bergegas keluar dari dalam mobil dan berlari kearah gerbang sekolah.
Didepan gerbang sekolah, Raina telah disambut dengan teman prianya dan merangkulnya masuk kedalam sekolah.
"Siapa pria itu, beraninya dia merangkul wanitaku?" Gumamnya
"Kurang apa aku sehingga dia menolak ku." Ujarnya geram
"Mungkin Lo harus mendapatkan hatinya terlebih dulu Dave." Sahut Leo
"Mungkin kau benar, mari segera berangkat ke kantor." Pinta Dave
Leo kembali melajukan mobilnya.
To Be Continue
Hai para Readers, jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, Dukung author terus agar bersemangat untuk selalu update episode selanjutnya. Jangan lupa Like, Vote!
dripda terus2 an marah2 mlu..pusing akuutu😆😆
ngpain aja itu pembantu,,😅
Dave.... sabar dikit napaaaaa