NovelToon NovelToon
Mafia Kejam Dan Gadis Culun

Mafia Kejam Dan Gadis Culun

Status: tamat
Genre:Mafia / CEO / Obsesi / Cinta Seiring Waktu / Kaya Raya / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Fara Dela Sandi

Kisah rumit terjalin saat kepergian gadis culun menjadi TKI gelap ke Texas. Memulai dengan cara yang salah. Hingga membawa ia pada sebuah pertemuan dengan seorang Mafia Kejam. Pria yang memberikan kehidupan penuh kerumitan. Ia benci suara tembakan dan aroma alkohol yang ikut memasuki kehidupan nya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fara Dela Sandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15.KEDATANGAN DAN RAHASIA YANG TERSIMPAN

Door!

Door!

Door!

Tiga kali membidik pria itu tidak sedikit pun meleset dari sasaran. Pandangan mata kagum dari Dara terlihat jelas. Tidak dapat gadis culun ini pungkiri perasaan yang bersemayam di dalam diri. Emma berdehem pelan.

"Kau terlihat begitu mengagumi Bos!" ujarnya,"apakah kau tidak takut dengan nya. Padahal kau telah melihat dengan jelas bagaimana menakutkan nya seorang Bos Mafia Alex Felton," sambungnya.

Dara tidak menoleh ke samping. Ke dua netra coklat itu engan beranjak barang sejenak dari visual Alex. Ia tau dengan pasti bagaimana pria gila itu. Mafia yang memiliki kelainan seksual yang menakutkan. Dara mengakuinya. Sangat mengakui kekurangan Alex. Namun, salahkah hati yang terjatuh pada pesona Alex? Jika mengesampingkan penyimpangan seksual yang pria itu hadapi.

"Aku tidak takut padanya, jujur saja Bos Alex terlihat lebih menantang dari pada lelaki manapun. Mata hijau tampak dingin menggoda. Senyum yang sekali di umbar itu benar-benar tampak memukau. Apa lagi saat Bos Alex mengeluarkan senyum miring nya. Aku merasa benar-benar terperosok terlalu jauh," ujar Dara dengan nada pelan. Ke dua matanya masih menatap pergerakan Alex di depan sana.

Emma terkekeh renyah mendengar perkataan Dara. Emma Young tidak menyangka jika Dara terlalu jauh jatuh cinta pada Bos mereka. Tidak banyak wanita yang bisa bertahan. Apalah artinya sebuah perasaan jika di hadapan dengan hal yang menakutkan! Emma sendiri sempat merasa sangat ketakutan. Pria itu benar-benar berdarah dingin pada orang luar.

Alex hanya memiliki sisi hangat pada orang tertentu. Contoh nya saja pada Mark Felton. Adik manja pria itu. Sama-sama memiliki karisma yang mampu membuat para wanita melayang. Ke dua kakak beradik itu cukup di gilai jika di lihat di luar. Namun siapa sangka mereka yang tergila-gila hanya akan menjadi mayat. Mati mengenaskan.

Beruntung, Mark Felton tidak memiliki penyimpangan seks seperti Alex. Ada cerita yang memilukan di balik penyimpangan. Biarlah Emma dan Tom saja yang tau akan hal ini.

"Kau mau menjadi apapun yang di inginkan oleh Bos Alex?"

"Ya. Tentu saja, kenapa tidak?" Dara mengangguk penuh keyakinan.

"Termasuk menjadi mayat?" balas Emma.

Kontan saja Dara menoleh ke samping.

"Hei! Itu beda pasal. Kalau aku jadi mayat lalu bagaimana bisa aku bersamanya. Aku mencintai nya, itu tentu saja adalah fakta. Tapi untuk mati di tangannya, aku masih waras kawan. Aku lebih memilih untuk hidup bahagia. Bukan berkorban demi nya," sembur Dara dengan nada kesal.

"Oh! Kau cukup realistis. Aku pikir kau akan berkata jika kau bersedia menjadi apapun dan mati mengenaskan untuk Bos Alex. Karena kebanyakan mencintai tidak mengunakan logika," balas Emma.

"Aku tau mencintai cenderung tidak pakai logika. Tapi saat ini kau bertanya padaku, dan saat ini aku masih sangat waras Emma. Aku bersedia berkorban banyak untuk Alex. Tapi untuk nyawa, ini masih sangat jauh dari pertimbangan."

"Bagaimana dengan korban hati?" Emma kembali bertanya.

"Hah?"

"Maksudnya aku di sini adalah, apakah kau bersedia sakit hati hanya untuk melihat nya bahagia?" jelas Emma.

Pupil mata Dara membulat sempurna. Korban hati? Dia hanya punya satu hati. Kalau hatinya di korban kan hidup akan terasa hampa. Melihat raut wajah aneh dari Dara serta kebungkaman Dara Emma menepuk sisi bahu kiri Dara.

"Tidak usah di pikiran," ucap Emma pada akhirnya.

Bibir Dara terbuka. Namun terkatup kembali. Gadis culun ini terlihat ragu melontar kan pertanyaan. Di depan sana, senapang panjang telah di berikan pada Tom. Pria berkulit hitam itu menerima nya dengan wajah penuh hormat seperti biasanya.

...***...

"Bagaimana?" seru Dara terlihat penasaran.

"Enak," jawab Alex sebelum mengunyah nasi goreng buatan Dara.

Dara Margaretha tersenyum semakin lebar. Sebelum ikut menyuapi nasi goreng ke dalam mulutnya. Mengunyah perlahan dengan mata masih asik menatap Alex.

"Kau mau kuliah?" Alex bersuara lagi.

"Ha?" Dara terkejut,"kuliah? Aku?" Ujarnya menunjuk diri sendiri.

"Ya. Aku melihat nilai ijazahmu sangat bagus. Bahkan kau sempat di tawarkan sekolah di luar negeri dengan biaya penuh. Kenapa kau tidak mengambil nya?"

Dara menghentikan pergerakan sendok di atas piring. Napas frustasi terdengar samar. Sebelum ia membenahi kaca mata yang merosot.

"Sulit bagiku untuk berkuliah meskipun mendapatkan beasiswa penuh. Karena hanya uang kuliah saja yang gratis serta di beri uang saku yang tidak seberapa," jawab Dara dengan nada pelan,"aku adalah anak yatim-piatu. Tidak punya satupun orang tempat mengadu. Kebutuhan perempuan sangatlah banyak. Membuat tugas kuliah membutuhkan uang. Setidaknya harus memiliki laptop sendiri. Boro-boro beli laptop, ponsel bagus saja tidak punya. Karena itu aku berpikir ada baiknya untuk mencari pekerjaan. Bekerja dengan rajin dan giat dulu. Setelah ada yang mau di kumpulkan. Aku mau beli banyak tanah di dekat kampus. Bikin rumah kos-kosan. Mau jadi juragan kosan. Dengan itu setidaknya akan banyak uang yang mengalir setiap bulannya. Barulah aku bisa berkuliah dengan damai," Cerocosnya dengan semangat empat lima.

Alex mengulas senyum tipis. Ternyata gadis culun ini selain bobrok. Ia juga tipe pemikir yang kuat ke depannya. Ada banyak rencana yang telah di pikiran langkah demi langkah telah di susun dengan rapi.

"Kenapa tidak nikah dengan orang kaya saja. Biar tidak repot bekerja," ujar Alex.

"Mana mau orang kaya sama aku. Lihatlah! Aku ini gadis biasa. Mau sama orang kaya, mah kayak mimpi di siang bolong. Bagaikan gajah ingin masuk ke lubang peniti. Mereka nggak bakal mau sama aku yang begini," balas Dara dengan nada lucu.

"Kenapa itu terdengar mustahil. Dimana rasa percaya dirimu yang tinggi itu, huh?" Alex mempertanyakan kepercayaan Dara yang begitu tinggi.

"Hehehe... percaya pada sendiri sih keharusan. Tapi terlalu percaya diri itu tidaklah baik. Tapi, kapan aku memiliki rasa percaya diri yang tinggi?"

"Kau tak ingat?"

Kepala Dara mengeleng pelan."Tidak. Aku sama sekali tidak ingat."

"Lalu kenapa kau lebih percaya diri membuat aku jatuh cinta padamu?" balas Alex memukul Dara dengan telak.

Glek!

Dara Margaretha lupa dengan apa yang telah terjadi. Dengan omong kosong yang sempat ia umbar. Lucu nya, malah senjata makan tuan. Ia benar-benar malah jauh cinta pada Alex Felton.

Dara mengulas senyum konyol."Tidak bolehkah aku berharap pada satu itu. Lagipula itu bukanlah rasa percaya diri yang tinggi. Aku hanya mencoba untuk membuatmu jatuh cinta. Bukan berarti aku percaya diri bisa menikah denganmu," imbuh Dara dengan nada lucu,"jadi selingkuhan juga boleh," candanya.

Alex tergelak mendengar candaan Dara. Gadis itu hanya mengulas senyum lucu. Mendengar suara tawa Alex membuat Dara merasa bahagia. Entah kenapa, rasanya sangat menyenangkan.

...***...

Wanita cantik itu menarik perlahan koper besar sang adik. Pria itu tersenyum lebar. Mengikuti langkah sang kakak. Sudah cukup lama ia tidak menginjak kan kaki di tanah kelahirannya.

"Selamat datang lagi di Texas, Juan!" ujar Jenni dengan nada ceria.

"Yeah! Aku sudah sangat lama tidak kembali ke sini. Aku rindu bisa berkumpul dengan teman-temanku," balas Juan dengan nada ceria.

Jenni mengulas senyum pedih."Ya, aku berharap kau bisa tinggal lama di tanah kelahiran kita. Kembaranku," ujar Jenni.

Kepala Juan mengangguk kecil."Oh, iya. Aku sudah lama tidak bertemu dengan Alex dan Zain. Kita bisa berkumpul berempat lagi," ujar Juan dengan nada ceria.

Kontan saja senyum di wajah Jenni luntur. Zain, kekasih nya telah tiada. Dan Juan tidak di beri tahu akan kematian Zain.

"Hei! Ada apa dengan raut wajahmu, Jenni?" tegur Juan dengan nada khawatir.

Jenni mengeleng pelan. Ia mengulas senyum pedih."Maaf, Juan. Aku tidak memberitahu kan padamu tentang Zain," ujar Jenni pelan,"Zain sudah tak lagi ada di dunia ini. Dia telah pergi," sambung Jenni dengan nada bergetar.

"APA????" Juan berteriak keras dengan raut wajah tidak percaya.

1
Arfanacaina_w
kak kenapa ya tidak ada saat aku mencarinya
Nana comel
tidak rela sudah tamat cerita nya😭😭😭😭😭
Komala Sari
Lumayan
Jennifer Jatam
Luar biasa
Jennifer Jatam
Biasa
Rifana Sitorus
Luar biasa
Winda Putri
😁😂
Arfanacaina_w
selalu suka adegan ini sih
romantis banget
Arfanacaina_w
kakak punya instagram tidak sih
untuk karya² kakak
Arfanacaina_w
candu banget sih ceritanya pen terus baca.
S
kak ga ada niat buat bikin lapak buat Zain sma Jennie kisah cinta mereka di lanjutin pengen tahu kelanjutan nya pliss😭
S
kupikir bakal ada lanjtan cerita Jennie huaa pda hal udh Penasaran sma kelanjutan cintanya kembali😭
Winsulistyowati
Mulai ada Ulernya Dara ni. Is Tessa
Winsulistyowati
Waduh..ada aja TDK Berperi keBurungn..Hhhh 😀🤭
Winsulistyowati
Dara...Dara..Braninya Ngerjain Mark adek Mafia..😀😀
Winsulistyowati
Lucu n Ngeri juga
Winsulistyowati
Nyimak aku Thor
トウジさんの奥さん💐❤️
wih ada Manurius nih😁💐
nuning 29
psikolog beda dengan psikiater.
tidak ada dokter psikologi.

S1 psikologi itu mrnjadi psikolog.

sedangkan psikiater, itu sekolah S1 Kedokteran.
setelah lulus, mengambil spesialist/S2 psikiater.
Fitra Susanti
🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!