NovelToon NovelToon
Suami Bayaran

Suami Bayaran

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yeni Eka

Kisah tentang Cahaya atau Aya (30) seorang pengusaha wanita muda yang sudah menjalin hubungan kasih selama lebih dari 10 tahun dengan kekasihnya yang bernama Rudi. Mereka sudah merencanakan acara lamaran namun tiba-tiba Rudi membatalkan dan memutuskan hubungan dengan Aya tanpa alasan yang jelas. Aya yang tidak ingin membuat ibunya bersedih karena kegagalan acara lamarannya berusaha untuk mencari pengganti Rudi.

Kemudian ia bertemu dengan Rizal (23) seorang OB berwajah tampan. Pertemuan karena salah paham itu membuat mereka semakin dekat. Aya dan Rizal akhirnya sepakat untuk melangsungkan pernikahan istimewa dengan perjanjian tertentu.

Pada akhirnya mereka saling jatuh cinta di dalam ikatan pernikahan istimewa tersebut. Apa yang membuat mereka saling jatuh cinta? Dan bagaimana mereka menyikapi konflik karena kehadiran orang ketiga yaitu orang-orang yang pernah hadir di masa lalu Aya dan Rizal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Eka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menghadiri Undangan

Lima hari sudah berlalu, hari ini adalah hari pernikahan Rudi. Aya sedang mematut dirinya di cermin, memandang dirinya yang baru saja selesai berdandan. Aya berusaha untuk berpenampilan sebaik mungkin. Aya adalah tipe wanita yang jarang sekali berdandan, ketika keluar rumah, kosmetik yang ia gunakan hanya bedak dan lipstik. Jika di rumah malah ia tidak pernah memakai kosmetik apa pun. Sudah beberapa hari ini Aya belajar berdandan, untung ia punya Lia yang mahir menggunakan make up. Aya benar-benar mempersiapkan dirinya untuk menghadiri undangan pernikahan Rudi.

Terdengar suara motor berhenti di depan rumah Aya. Ia tahu, itu adalah motor Rizal. Bi Saroh sudah membukakan pintu dan mempersilakan duduk pada Rizal. Baru saja Bi Saroh hendak mengetuk pintu kamar, Aya sudah membuka pintu kamarnya.

"Nong Aya, niku ding gagahe sampun rawuh" (Nong Aya, itu anak gantengnya sudah datang). Bi Saroh selalu menggunakan Bahasa Babasan atau Bahasa Jawa Banten halus ketika berkomunikasi dengan keluarga Aya.

"Iya Bi, suruh tunggu sebentar ya ... saya mau ambil kado dulu." Aya mengerti Bahasa Babasan tapi ia tidak bisa jika mengucapkannya, maka biasanya ia akan menjawab dengan Bahasa Indonesia atau Bahasa Jawa Banten Standar.

Aya pun keluar menemui Rizal. Rizal menatap Aya tanpa berkedip. Aya terlihat anggun dengan gamis batik berwarna dasar hijau tosca dan jilbab dengan warna senada. Baru kali ini Rizal melihat Aya mengenakan jilbab. Sementara Rizal memakai kemeja batik yang sama dengan Aya. Dua hari sebelumnya Aya memberikan kemeja batik kepada Rizal agar bisa dipakai couple dengannya. Mereka berangkat setelah berpamitan kepada Bu Aisyah. Bu Aisyah terlihat gembira melihat Aya dan Rizal pergi bersama.

Pesta pernikahan Rudi dilaksanakan di gedung serba guna di kota ini. Rudi pasti mengeluarkan biaya yang besar untuk pesta ini. Gumam Aya dalam hati.

"Teteh sudah siap mental, kan?!" ucap Rizal saat mereka akan melangkah masuk ke dalam gedung.

"Kamu pikir nanti aku mau nangis gegeluntungan gitu?!" jawab Aya. Rizal hanya tersenyum mendengarnya.

Mereka masuk ke dalam gedung dan berjalan menuju pelaminan. Aya sudah semakin dekat dengan pelaminan pengantin.

"Selamat ya Rud ... semoga langgeng sakinah mawaddah warahmah," ucap Aya ketika bersalaman dengan Rudi. Sangat tenang tidak terlihat raut kekecewaan atau kesedihan di wajah Aya.

"Oh, Eh, Neng... iya makasih ya Neng." Awalnya Rudi tidak menyadari jika itu adalah Aya karena Aya tampil berbeda. Rudi memanggil dengan sebutan "Neng". Saat mereka masih bersama, Rudi memanggil Aya dengan panggilan "Neng" dan Aya memanggil Rudi dengan panggilan "Aa".

Aya melanjutkan bersalaman dengan pengantin wanita, pengantin wanita terlihat sangat cantik. Oh, pantas saja dia meninggalkanku, karena wanita cantik ini rupanya. Aya bergumam dalam hatinya. Sekarang giliran Rizal yang menyalami Rudi.

"Selamat ya, Bro," ucap Rizal dengan sok akrab, tangan kanannya bersalaman dengan Rudi sementara tangan kirinya menepuk-nepuk pundak Rudi. Rudi melihat kemeja yang dipakai Rizal couple dengan yang Aya pakai, sehingga menghadirkan sebuah tanya dihatinya.

"Elo siapanya Aya?!" tanya Rudi.

"Calon suami Aya," jawab Rizal dengan santai, jelas ia merasa santai mengatakannya karena yakin Aya tidak akan mendengarnya karena sudah turun dari pelaminan pengantin.

"Teh, mumpung di sini ayo kita cobain semua makanan di sini," ucap Rizal yang dibalas dengan anggukan kepala Aya. Rizal dan Aya menikmati hidangan, semua menu yang ada mereka coba semua mulai dari siomay, bakso, es dawet, cake. "Tidak usah pedulikan orang lain yang penting kita kenyang, tidak perlu jaga imej ketika menghadiri undangan." Begitu kata Rizal.

Dari kursi pelaminan mata Rudi memandang Aya dan Rizal yang asyik menikmati hidangan sambil mengobrol kadang mereka berdua terlihat sedang tertawa-tawa.

"Memangnya dia mantan Teteh?" tanya Rizal. Aya hanya menjawab dengan menganggukkan kepala.

"Ih atuh ga cocok Teh ... Teteh mah cantik, manis, cowoknya jelek gitu."

"Tapi itu pengantin wanitanya juga cantik ... lebih cantik dari aku malah."

"Ah, tidak juga ... Teteh juga sama cantik, hanya yang membedakan postur tubuh, dia tinggi semampai kalau Teteh imut-imut ... jangan salah loh Teh, tidak semua pria suka sama wanita yang tubuhnya tinggi semampai seperti model ... ada juga loh pria yang lebih suka wanita yang imut kayak Teteh, " tutur Rizal.

"Begitu ya?"

"Iya Teh, begitu."

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Orang bilang bulan ini musim kawin karena banyak sekali orang yang mengadakan acara pernikahan di bulan ini. Kemarin Aya menghadiri undangan pernikahan Rudi, sekarang Aya akan menghadiri pernikahan Iis. Aya berangkat sendiri karena Bu Aisyah sedang kurang sehat, tekanan darahnya sedang tinggi. Aya berangkat pagi sengaja ingin melihat akad nikah sahabatnya.

Halaman rumah Iis sudah terpasang tenda dan segala hiasan khas acara pernikahan. Bangku-bangku untuk para tamu pun sudah berbaris rapi. Di tengah-tengah ada meja bulat besar yang nanti akan digunakan untuk prosesi akad nikah.

Prosesi akad nikah sebentar lagi akan segera dimulai. Aya memilih untuk duduk di bangku paling ujung. Ia sengaja memilih bangku paling ujung agar doanya lebih khusyuk. Dia pernah mendengar jika ingin segera mendapatkan jodoh, sering-seringlah menghadiri prosesi akad nikah dan berdoalah minta jodoh saat ijab kabul diucapkan.

Dan proses ijab kabul pun dimulai. Lafal ijab diucapkan oleh Pak Iskandar selaku wali dan dijawab lafal kabul oleh mempelai pria. Aya menundukkan kepalanya dan memejamkan matanya, ia berdoa di dalam hati agar segera bertemu jodohnya.

"Bagaimana hadirin sekalian, sah??" Pak Naib bertanya pada saksi dan para hadirin yang datang.

"Sah... Sah... Sah!!!" seru saksi dan para tamu undangan.

"Amin," ucap pria yang duduk di sebelah Aya, ia tahu Aya memejamkan matanya karena sedang berdoa. Aya langsung membuka matanya dan menoleh ke samping.

"Rizal...?!" Aya terkejut, tadi sesaat sebelum ia berdoa,  kursi di sebelah Aya masih kosong, tiba-tiba sekarang Rizal sudah ada di sampingnya.

"Semoga Allah mengabulkan doa Teteh ya," ucap Rizal sambil tersenyum.

"Amin ... terima kasih Rizal ... oya, kok kamu ada di sini? Kamu juga diundang sama Iis?"

"Iis siapa Teh?"

"Iis Dahlia, pengantin wanitanya."

"Oh, engga Teh... kebetulan saya masih saudara dengan Mas Sugiyanto, yang jadi mempelai pria."

"Oh."

Sesudah acara prosesi akad nikah selesai, Aya menghampiri Iis dan suami ditemani oleh Rizal.

"Iiiiiis ... selamat ya!" Aya langsung memeluk Iis lalu cipika cipiki.

"Terima kasih Ay. Eh ciye ciye ... yang couplean." Iis melihat Aya dan Rizal memakai baju couple, baju yang kemarin dipakai ketika menghadiri undangan pernikahan Rudi. Aya malah baru menyadarinya, membuat ia tersenyum malu.

"Semoga kalian cepat nyusul ya," celetuk Iis. Membuat Aya dan Rizal saling berpandangan.

.

.

.

.

.

Ehem... Prikitiw...

.

.

.

Jangan lupa Like dan Komen

 

 

Jangan lupa Like dan Komen ya.,

*******

1
Puput Regina Putri
itu ..aa ijal nya jangn saya..saya ajh lah kan udah saling bucin gk usah pke bhsa formal gtu
Puput Regina Putri
kesiaaan deh loh🤭
Puput Regina Putri
semangat yah Thor 👍 lanjutkan karya mu bagus
Puput Regina Putri
mam mam tah s batu krikil 🤭😂
Puput Regina Putri
ngok 😂
Puput Regina Putri
gumushh ih 😂
Puput Regina Putri
dasar pelakor galil adab🤭
Puput Regina Putri
uhuk..uhuk..auto bucin
Puput Regina Putri
ea ..ea..ea ...😂
Puput Regina Putri
oh ayolah istri sadarlah klo udah ada prasaan Cinta atw syng gtu
Puput Regina Putri
lanjutkan Thor..mudah"udah tumbuh prasaan cinta nyah buat istri nya nyaman
Puput Regina Putri
emng ada yah penyakit gtu ya Thor 🤭
Puput Regina Putri
kecewa dengan jln fikiran s aya
Puput Regina Putri
SAMAWA yah pengantin 🙏
Puput Regina Putri
cumungut thor
Puput Regina Putri
ngakak thor 😂
Puput Regina Putri
cumungut thor... di tunggu undangan nyah
Puput Regina Putri
aamiin keun zal 😁
Puput Regina Putri
udah terbiasa di panggil nong klo di panggil nma brasa yg manggil nya itu marah yah 😂 sama keg aku gtu biasa di panggil nung klo di panggil nma langsung keg orang sewot 🤭
Puput Regina Putri
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!