NovelToon NovelToon
Aku Harus Jahat

Aku Harus Jahat

Status: tamat
Genre:Badboy / Cintamanis / Patahhati / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:107.9k
Nilai: 4.4
Nama Author: After.Story

Read this prequel novel first : AKU HARUS BAIK
Berdasarkan kisah nyata atau tidaknya itu terserah bagaimana kalian mempercayainya

18 tahun keatas untuk bisa memahami cerita
Novel ini khusus buat yang open minded

[Peringatan : Diharapkan bisa dalam berpikir dua sudut pandang dan berpikir majemuk sebelum membaca]

[Dukung terus author dengan like, komen, vote, favorit, dan share. Terimakasih]

Ini cerita tentang suatu keharusan kita dalam berperan jahat, bahwa kejahatan dirasa adalah hal yang terbaik dan perlu dilakukan saat itu juga.

Tidak peduli sekeras apapun kita mencoba dalam menghindarinya, pastilah akan ada seseorang yang memang harus berperan jahat didalam kehidupan kita

Dan,
Inilah aku sekarang.

Aku Harus Jahat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon After.Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 15 - Apa Maksudnya Itu?

"Nik"

"Ikut aku kekos" ucap Tanaya

Tanaya menarik tanganku, "Temenin aku dikosan, soalnya cuman aku yang ada dikosan. Kesepian"

"Pemaksaan" ucapku

Tanaya berjalan tanpa menoleh kearahku sekalipun, "Biarin. Aku harus jahat. Kamu gak percaya aku sebenarnya itu jahat banget?"

"Percaya" ucapku

"Makasih" ucap Tanaya

Aku berjalan disampingnya, "Emang semuanya itu pergi kemana? Sampai kamu jadinya sendirian dikosan"

"Teuing" ucap Tanaya

"Kasian" ucapku

Dikamarnya. Tanaya mengeluarkan bungkus rokok yang ada disaku bajunya, lalu, menempatkan sebatang rokok itu dimulutnya, kemudian aku mengambil korek didekatku lalu mendekatkan nyala api keujung batang rokok yang ada dimulutnya itu, dan perempuan itu memejamkan kedua matanya saat menghembuskan asap rokoknya, sedangkan aku sesekali memainkan cajon dikamarnya itu. Tanaya berjalan mendekatiku. Tanaya mendorong pelan tubuhku dengan tersenyum penuh artian, kemudian dia memegang cajon yang artinya ingin memainkannya juga sepertiku, lalu, aku memilih untuk mengalah dari perempuan cantik itu.

Beruntung cantik wajahnya,

Kumaafkan.

Iya.

Dia menduduki cajon yang ingin kumainkan, lalu, aku diberikannya gitar yang ada disampingnya, kemudian aku duduk kedinginan dilantai sedangkan dia tertawa kecil melihatku, dan ternyata dia cukup mahir dalam memainkan cajon, terlebih disela jarinya itu terdapat sebatang rokok yang asapnya mengepul keatas. Membahagiakan. Aku menyukai semua orang yang berani atau memilih tampil berbeda, dan entahlah, kebanyakan dari orang yang dekat terhadapku itu justru mempunyai suatu keunikan tersendiri, Vanila menyukai reggae dan ska, Ferdi menyukai punk, Safira menyukai blues dan jazz, Adrian menyukai hardrock, lalu, perempuan disampingku itu menyukai rock slow dan gothic metal, sedangkan aku menyukai semua musik yang berdentum, bagiku, orang penyuka musik yang dipandang sebagai aliran gelap, misalnya rock itu tidaklah harus berpenampilan serba berwarna hitam, urakan, tatoan, serta yang lain sebagainya, justru apa yang tertanam didalam kitalah yang nantinya akan menjabarkan dari karakter tersebut kepada semua orang, kesamaan dari aku dengan semua temanku itu menyukai suatu musik indie.

Kalian melihatku berbeda. Aku melihat kalian itu serupa.

Hening.

Tanaya menekan keras rokoknya itu keasbaknya, dan membuangnya ketempat sampah didepan kamarnya, padahal batang rokoknya itu masih banyak yang belum terbakar, kemudian dia menundukkan kepalanya dipinggir kasurnya yang membuatku sempat bertanya - tanya. Aku berhenti memetik, lalu, menempatkan lenganku digitar. Tanaya menatapku dengan penuh artian, bahkan aku sampai merasa tidak nyaman dilihat olehnya terus menerus, dan cobalah kalian merasakan hal yang sama denganku, beberapa detik saja menatap lekat matanya pastilah akan jatuh cinta kepadanya, matanya itu begitu menghinoptis dengan mudah bagi siapapun yang menatapnya. Sudah banyak korban.

"Kenapa?" ucapku

Tanaya langsung melempar bungkus rokoknya, "Ngerasanya. Aku kayak cewek yang rusak banget didepanmu, padahal kamu juga cuman diem, dan malahan kamu itu kayak gak peduli"

"Aku. Cewek gak bener" ucap Tanaya

Aku menatap kosong,

"Cewek yang bener itu emang kayak gimana? Semua orang itu punya jalan dosanya masing - masing" ucapku, tersenyum kecut

"Barusan aku nanya" ucapku

Tanaya hanya terdiam,

"Aku gak tahu" ucap Tanaya, menggelengkan kepalanya

Aku mengalihkan pandanganku, dan tersenyum kecut, "Nilailah aku sesukamu. Orang itu cuman bisa menilai, tapi, bukan artinya dia lebih baik dari yang dinilainya. Tapi. Kebanyakan dari kita malah justru lebih buruk dari yang dinilainya, dan anehnya, kita gak merasa, padahal kita gak lebih baik dari yang udah dinilai"

"Kamu selalu benar" ucap Tanaya

"Enggak. Aku cuman gak mau salah" ucapku, tertawa pelan

"Jadilah diri sendiri. Orang lain jadi apa nantinya, kalau, semua orang bukan dirinya sendiri? Jangan kamu nyusahin orang lain" ucapku

"Bener" ucap Tanaya

Pastinya. Kita semua pernah melakukan suatu hal yang tidak ingin orang lain mengetahuinya, kemudian itu akan menjadi suatu rahasia yang terus kita simpan entah sampai kapan, dan pada dasarnya, kita memang terlahir untuk membuat banyak kesalahan, agar kita bisa mendapatkan pembelajaran dari kesalahan tersebut. Kenyataannya. Ada banyak hal yang tidak kita tahu ataupun mengerti terhadap orang lain, tidak peduli seberapa lama serta dekatnya kita terhadap orang lain, sebenarnya kita tidak akan pernah memahami sepenuhnya, itu semua terjadi karena diri kita sendiri yang tidak bisa membaca pikiran dan perasaan orang lain disetiap waktunya.

Aku memijat telapaknya yang berwarna kemerahan dan sedikit bengkak, karena dia yang terlalu bersemangat dalam memainkan cajon, kemudian tanganku malah digenggam olehnya dengan erat, lalu, aku langsung menarik pelan tanganku dengan spontan. Tanaya menatapku terkejut. Aku tidak mengerti dengan apa yang terjadi, kemudian tertawa melihat ekspresi wajahnya itu, tapi, aku tetap memijat lengannya kembali setelahnya pindah kekakinya, dan rasanya aku seperti pelayan yang sedang memanjakan ratuku, seorang perempuan yang cantik itu mudah untuk meluluhkan semua orang, walaupun apa yang dilakukannya itu salah, tapi, kita seringkali akan tetap melakukan pembenaran terhadapnya.

"Jarinya" ucap Tanaya

...*********...

"Dengerin" ucap Tanaya

"Aku pengen cerita sama kamu. Faisal sering ngajakin aku terus, dan aku gak tahu, dia itu beneran suka aku apa cuman pengen mainin perasaanku. Menurut kamu dia itu gimana?" ucap Tanaya

"Faisal baik orangnya" ucapku

Tanaya menatapku lekat, "Kamu juga baik, dan bukan karena dia baik padamu, artinya dia suka denganmu. Nyatanya. Kamu itu baik, tapi, gak suka aku" ucapnya, tersenyum penuh artian

Terdiam dan membisu aku dibuatnya,

Hening.

"Semuanya itu tergantung dari cowoknya, dan cewek itu bisanya cuman ngasih jawaban, padahal kenyataannya itu sebenarnya cowok sukanya cewek yang inisiatif" ucap Tanaya, menopang dagu

"Aku bener gak?" ucap Tanaya

Kembali aku terdiam,

Disengaja. Tanaya menyemprotkan beberapa kali parfumnya kepakaianku dan entahlah apa maksudnya, kebanyakan temanku yang mencium aroma parfumnya langsung mencibirku, karena parfumnya itu aku dijauhi oleh teman perempuanku yang kutemui, sampai pada akhirnya kupilih tempat untukku menyendiri sembari berharap parfumnya itu cepat memudar ataupun menghilang. Parfum hanyalah sebagian. Wajahku pernah dirias lalu dipakaikan kerudung olehnya, dan pernah juga aku yang dimasker, kukuku yang dicat, krim pagi atau malam serta masih banyak lainnya yang dilakukan olehnya kepadaku, terkadang malahan aku melakukannya sendiri tanpa adanya dirinya, terlebih aku tertawa saat melakukannya itu seperti orang yang tidak waras. Menggelikan.

Tanaya mempunyai parfum kesukaan dan semua orang dilingkungannya sudah menghafalnya, makanya, aku lebih menghindar ataupun menjauh daripada mereka yang akan mencibirku, seharian itu aku menjadi seorang pendiam seperti tidak mempunyai teman seorangpun hanya karena aroma parfumnya. Tanaya berjalan mendekatiku. Tidak ada sedikitpun penyesalan diwajah cantiknya itu dan seperti biasanya dia tersenyum dengan alasan yang tidak kuketahui, bahkan aku masih terdiam serta tidak bergeming saat perempuan itu mencubit pipiku, terlebih dia yang menjadikan pahaku sebagai bantalnya, karena aku yang sedang duduk bersila dengan santainya, tapi, aku langsung menyingkirkan kepalanya itu yang membuatnya tertawa kecil melihat reaksiku menolaknya.

"Ngantuk" ucap Tanaya

Akhirnya,

Aku membiarkan pahaku dijadikan alas untuknya tidur pulas, aku merapikan rambutnnya serta memainkan hidungnya itu, dan lucunya, dia yang terbangun lalu berjalan pergi meninggalkanku dengan setengah kesadarannya itu, bahkan dia sampai berhenti hanya untuk memegangi ditembok. Sekedar aku mengingatkan. Seperti yang pernah aku ceritakan sebelumnya, kalian janganlah heran bahwa saat berada dikota besar melihat dua orang yaitu laki - laki dan perempuan terlihat berpegangan tangan, bermesraan serta lain sebagainya, mereka hanyalah berteman yang tidak mempunyai suatu hubungan yang lebih tinggi, satu hal yang membedakan antara pertemanan dengan percintaan itu terletak pada kejujurannya akan perasaannya. Tanaya menghilang dibelokan. Pada awalnya berada dikota besar membuatku seakan terlihat begitu polosnya, aku terlalu menilai sesuatu yang kulihat sebagai pertimbangan terbesar, padahal apa yang kulihat itu tidak menjelaskan semua yang terjadi, karena aku yang tinggal serta besar dikota kecil itu menganggapnya sebagai pemandangan yang memang tidak biasa dilingkunganku.

"Tidur" ucap Tanaya

...*********...

"Cantik" ucapku

Sekelompok adik tingkat berjalan melewatiku dan Tanaya, "Apa? Cantik, Nik. Yang mana coba? Pakai baju merah?" ucap Tanaya

Aku hanya terdiam,

Tanaya mengamati kembali, sembari tersenyum simpul, "Apa? Cantik, Nik. Yang mana coba? Pakai baju coklat?"

"Kamu bikin malu" ucapku

"Biarin" ucap Tanaya

Tanaya memang iseng. Pernah suatu ketika, diujung koridor aku melihat sepasang kekasih bergandengan tangan, kemudian Tanaya berjalan lurus dengan santainya dan tanpa dosanya, sampai pasangan itu akhirnya harus terpaksa melepaskan tangannya yang bergandengan sejenak, laki - laki itu hanya bisa tersenyum dengan tingkah lakunya, tapi, perempuan itu terlihat sedikit kesal diraut wajahnya. Tentunya aku berakting. Sepanjang koridor aku bertingkah seakan tidak pernah mengenal Tanaya, dan kalau bukan karena wajahnya yang cantik, pastilah sudah banyak orang yang marah dengan apa yang dilakukannya, tapi, pada kenyataannya hampir semua orang memaafkannya, perempuan yang mempunyai paras wajah menawan itu memang selalu dimaafkan terhadap apapun yang dilakukannya.

Aku membungkam mulutnya,

Terdiam.

Aku tidak ingin mendengar kata darinya lagi, dan juga, aku menutup hidungnya yang membuatnya kesusahan bernafas, kemudian tanganku itu dipukul olehnya dengan keras, lalu dia mengatur nafasnya setelah aku melepaskan tanganku darinya. Rasakanlah. Aku tidak menceritakan kepada Tanaya sedikitpun, kalau malam kemarin aku bertemu dengan Safira, dan lagipula, aku juga tidak ingin dia tahu apa yang terjadi dimalam yang diiringi rintik hujan itu, aku sangat menyadari bahwa pastinya tidak ada satupun orang dikehidupan yang ingin dibohongi, tapi, dihitungnya akupun tidak berbohong kepadanya, itu semua karena aku yang memang tidak mengatakan apapun kepadanya.

...Jangan pernah melakukan terhadap orang lain, apa yang tidak ingin kamu lakukan terhadap dirimu sendiri...

Semuanya yang kulakukan,

Penuh.

Dengan suatu keraguan.

Iya.

1
Tri kutrek
akhirnya bisa menyelesaikan membaca cerita ini. awalmula baca di forum lain, kemudian tau kalo di lanjutkan disini. cerita ini beda dari pada yang lain. biasa nya. memposisika diri ditengah-tengah. terkadang posisi di tengah-tengah itu enak. karena bisa memandang lebih luas (depan dan belakang), tetapi kadang kalau di tengah-tengah kita bisa terjepit.
🕯️
Dan hati yang mudah terjatuh adalah hati yang selalu dijaga dan dilindungi yg sebenarnya itu hanyalah sementara bersembunyi dibalik kelembutan yang menutupi wajah dari kilatan, tapi lupa untuk diberi rasa sakit sebagai vaksin yang memang seharusnya harus diberikan 🌱

kak thor ngulang baca lagi 🤗 setelah pernah usai
Desy Puspita
🌻
Desy Puspita: Jadi.
total 2 replies
Lady Meilina (Meilina07.)
hai thor aku mampir ya. dtunggu feedbackya. thnks
DHANIR K
gimana mo ada pelangi kalo malam, coba..
kan gelap....
After.Story: beneran ada dan kelihatan
total 3 replies
DHANIR K
karyanya memberi ku semangat hidup....
『Gres Ier』
kata katanya ngena bet keren tor
Hendra Hermawan
0k lanjut
Hendra Hermawan
semangat
Hendra Hermawan
mampir
Hendra Hermawan
0k
Thor TTD
balas like ku ya thor
IG: Saya_Muchu
Aku selalu mendukung mu thor
Fira
wih
After.Story: anak kaskus nih bahasanya gan
total 3 replies
🕌 M⃟ars™Melia ᵐᴵʷ🍭🌺⃟⃝࿐🕌🖤
mampir thor
After.Story: wuih makasih udah mampir
total 1 replies
❤️⃟WᵃfJonathan
jempol terus saja berdatangan, tetap semangat untuk authornya
Sekar Rasi Karimah
Kebanyakan Prolog
After.Story: prolognya cuman satu, monolog paling
total 1 replies
Gusmandora
mampir Thor
After.Story: iya makasih kak
total 1 replies
Noer
like ❤️
After.Story: iya makasih kak
total 1 replies
lovetoon
suka , tp kurang dialoq thor .. terlalu banyak monolognya
After.Story: tokohnya pendiem soalnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!