NovelToon NovelToon
SISTEM KULTIVASI PERJAKA TUA

SISTEM KULTIVASI PERJAKA TUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kultivasi Modern / Urban
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: S. M yanie

Dari seorang pangeran yang diagungkan, Jiang Yui kini beralih profesi menjadi "makcomblang sakti" keliling dunia.

Mulai dari pendekar pedang wanita yang dingin dari sekte es, pangeran dari faksi musuh, hingga siluman rubah yang galau—semuanya harus ia satukan dalam ikatan cinta.

​Ditemani oleh layar sistem magis yang mengejek setiap kegagalannya, mampukah Jiang Yui merajut kisah cinta orang lain demi menyelamatkan takdir cintanya sendiri, atau ia justru terjebak selamanya sebagai perjaka tua terkuat di dunia kultivasi?

Jangan lupa like,komen dan subscribe ya kakak, biar author ya semangat ,,dukungan kalian sangat berharga... makasih 🫶🫶🫶🫶

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. M yanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16

Ketua Dewan Sembilan Langit—seorang kakek tua dengan janggut putih menyapu lantai dan mata menyala tajam—membuka gulungan hukum di tangannya. Suaranya mengguntur memenuhi aula, menggetarkan jiwa siapa pun yang mendengarnya:

​"Jiang Yui dari Kota Qing! Kau didakwa atas pelanggaran berat terhadap hukum keseimbangan semesta. Apa pembelaanmu sebelum kami menjatuhkan hukuman pemusnahan jiwa?!"

​Seluruh isi aula terdiam tegang. Tekanan spiritual para dewa agung menekan pundak siapa saja. Namun, Jiang Yui justru menguap pelan, menggaruk telinganya seolah-olah ia tidak sedang diancam hukuman mati di hadapan para penguasa tertinggi kosmik.

​Ia melangkah maju ke tengah aula dengan tangan dimasukkan ke dalam lengan jubah, menatap sang Ketua Dewan dengan senyum mengejek.

​"Hukuman pemusnahan jiwa? Wah, ancaman yang luar biasa kreatif," sindir Jiang Yui santai.

"Tapi sebelum kalian mengetuk palu pengadilan, izinkan aku bertanya satu hal: Dari sembilan orang tua renta yang duduk di kursi emas itu, jujurlah... ada berapa banyak dari kalian yang masih tidur sendirian setiap malam?"

​Suasana aula mendadak membeku. Para dewa agung yang tadinya memasang wajah angkuh seketika tersedak ludah mereka sendiri. Wajah sang Ketua Dewan menegang hebat, janggut putihnya bergetar kaget.

​"K-kau...!" geram sang Ketua Dewan, kehilangan wibawanya sesaat. "Apa hubungannya status pribadi kami dengan kejahatan kosmikmu?!"

​"Hubungannya besar sekali!" potong Jiang Yui dengan nada tegas dan berwibawa, memancarkan aura kaisar asmara yang membuat para dewa itu tertegun.

"Kalian marah dan iri padaku bukan karena aku melanggar hukum semesta, tapi karena kalian sendiri sudah jomblo ribuan tahun di istana tinggi ini tanpa ada yang peduli! Kalian iri melihat para pendekar di bawah hidup bahagia bersama pasangan mereka, sementara kalian di sini cuma bisa ngomel di balik aturan kuno yang kaku!"

​Murong Chen membelalakkan matanya panik. "Jangan dengarkan dia, para Hakim Agung! Dia sedang memutar balikkan fakta!"

​Namun, para anggota Dewan Sembilan Langit justru saling berpandangan dengan canggung.

Tekanan spiritual mengerikan yang tadinya mereka pancarkan perlahan memudar, digantikan oleh keheningan yang memalukan.

​Jiang Yui menyeringai licik. Ia merogoh saku jubahnya, lalu melemparkan setumpuk formulir pendaftaran Paviliun Jodoh Lintas Galaksi tepat di hadapan singgasana para dewa agung.

​"Daripada kalian sibuk mengadiliku, lebih baik isi formulir ini sekarang juga," tawar Jiang Yui dengan senyum ramah bak seorang sales profesional.

"Kuhapuskan semua dakwaan, dan kucarikan pasangan dewi galaksi terbaik khusus untuk kalian. Bagaimana? Penawaran yang adil, bukan?"

​Para dewa agung tertegun menatap formulir di hadapan mereka. Di ujung ruangan, Murong Chen terduduk lemas di lantai, menyadari bahwa sekali lagi, ia salah besar jika mencoba mencari masalah dengan sang Penguasa Takdir Asmara.

Keheningan yang canggung menyelimuti seluruh Aula Sembilan Langit. Setumpuk formulir pendaftaran Paviliun Jodoh Lintas Galaksi tergeletak begitu saja di atas lantai giok putih, tepat di hadapan singgasana para Hakim Agung.

Ketua Dewan Sembilan Langit perlahan menundukkan pandangannya, menatap formulir tersebut dengan ekspresi campur aduk antara gengsi, penasaran, dan rasa kesepian mendalam yang sudah mereka pendam selama ribuan tahun bersemayam di dimensi tertinggi.

Sebagai makhluk dewa yang mengatur hukum kosmik, mereka tidak pernah membayangkan akan diajak "kencan kilat" oleh seorang manusia fana di tengah proses persidangan agung.

Murong Chen, yang masih terduduk lemas di sudut ruangan, menatap para dewa agung dengan mata membelalak tak percaya. Ia berharap para penguasa tertinggi itu akan murka, mengeluarkan petir penghukuman, dan melenyapkan Jiang Yui menjadi debu kosmik.

Namun, yang terjadi justru di luar nalar.

Salah satu anggota dewan, seorang dewa tua berambut perak yang terkenal paling kaku dan disiplin, perlahan membungkuk, memungut salah satu formulir pendaftaran tersebut. Ia membaca setiap kolom dengan teliti menggunakan kacamata baca magisnya.

"Ehem..." Dewa tua itu berdehem pelan untuk mencairkan suasana. "Hmm... di kolom hobi tertulis 'menatap rasi bintang sambil merenungi nasib'. Ini... ini spesifikasi yang sangat realistis untuk ukuran dewa senior," gumamnya tanpa sadar.

Anggota dewan yang lain mulai berbisik-bisik. Ketegangan spiritual yang tadinya mencengkeram ruangan kini menguap begitu saja, digantikan oleh suasana klinik konseling pranikah dadakan.

Jiang Yui melipat kedua tangannya di dada, tersenyum penuh kemenangan. Ia tahu betul kelemahan terbesar dari para makhluk tingkat tinggi: semakin tinggi posisi seseorang di puncak kekuasaan, semakin dingin dan sepi pula malam-malam yang mereka jalani.

"Bagaimana, Ketua Agung?" tanya Jiang Yui dengan nada santai namun penuh wibawa.

 "Kalian bisa terus mempertahankan aturan kuno yang kaku ini, hidup sendirian sampai kiamat kosmik berikutnya, atau... kalian bisa mencobanya secara sukarela dengan bimbingan langsung dari Makcomblang Agung."

Ketua Dewan Sembilan Langit menghela napas panjang. Aura keagungan dewa di tubuhnya meluntur, menyisakan wajah lelah seorang kakek tua yang akhirnya menyerah pada realitas.

Ia meletakkan gulungan dakwaan hukum ke samping, lalu menatap Jiang Yui tajam namun dengan senyuman tipis di ujung bibirnya.

"Jiang Yui... Kau benar-benar manusia paling merepotkan yang pernah menginjakkan kaki di Sembilan Langit," ucap sang Ketua Dewan dengan nada pasrah. "Dakwaan terhadapmu resmi ditangguhkan... dengan syarat."

"Syarat apa?" tanya Jiang Yui menaikkan sebelah alisnya.

"Kau harus membuka cabang khusus Paviliun Jodoh di lantai dasar Istana Sembilan Langit ini, dan kami bersembilan harus mendapatkan prioritas utama dalam sesi perjodohan pekan ini!" seru sang Ketua Dewan blak-blakan, membuat seluruh anggota dewan lainnya mengangguk setuju dengan antusias.

Liu Tian, yang berdiri di belakang Jiang Yui, hampir saja menyemburkan tawanya mendengar pengakuan jujur para dewa agung tersebut. Ia berbisik kepada Bai Ling, "Wah, pengadilan tertinggi kosmik ini ternyata cuma sekumpulan kakek-kakek galau yang butuh pacar."

Bai Ling hanya tersenyum tipis, menyembunyikan tawanya di balik lengan jubahnya.

Jiang Yui tertawa lepas. Ia menjentikkan jarinya, dan seketika itu juga formulir-formulir di tangan dewa tua itu menyala terang, menandakan pendaftaran resmi telah diterima.

"Kesepakatan diterima!" jawab Jiang Yui mantap.

"Mulai hari ini, Sembilan Langit resmi menjadi bagian dari imperium asmara kita. Dan untuk kau, Murong Chen..."

Jiang Yui menoleh ke arah Murong Chen yang masih terduduk di lantai dengan wajah pucat pasi.

"...karena kau yang berinisiatif mengantar surat undangan ini ke sini, kau resmi kuangkat menjadi pegawai magang pertama di Kantor Cabang Sembilan Langit.

Tugasmu, merapikan arsip keanggotaan para dewa!"

Murong Chen menjerit histeris dalam hati, menyadari bahwa niatnya untuk menghancurkan Jiang Yui justru berujung pada hukuman kerja rodi seumur hidup di biro jodoh kosmik.

Di bawah kubah cahaya Istana Sembilan Langit yang megah, misi penaklukan kosmik Jiang Yui resmi tuntas dengan cara paling kocak dan elegan, membuktikan sekali lagi bahwa tidak ada musuh di alam semesta ini yang tidak bisa ditaklukkan dengan sedikit cinta dan bimbingan asmara yang tepat.

1
☪︎⃟𒈔⃟🕊 putra h iatu s 🍤
udah gk betul dunia kultivasi disini
☪︎⃟𒈔⃟🕊 putra h iatu s 🍤
ini bertarung kekuatan atau bertarung masa paling lama mmebujangggv🗿
Miss Rabbit
/Good//Good//Good//Good//Good/
☪︎⃟𒈔⃟🕊 HIATUS 🇵🇸: makasih🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
☪︎⃟𒈔⃟🕊 putra h iatu s 🍤
cetelesss🤣🤣🤣
☪︎⃟𒈔⃟🕊 putra h iatu s 🍤
ilmu murni dan bersih,benar ini
/Nuani
kejam banget sistemnya
/Nuani
tapi Jiang Yui kok menolak perjodohan /NosePick/
/Nuani
kejam banget ini mah
/Nuani
Kasihan 😇
☪︎⃟𒈔⃟🕊 HIATUS 🇵🇸: 😁😁😁😁😁🤣🤣🤣
total 1 replies
☪︎⃟𒈔⃟🕊 putra h iatu s 🍤
udah kayak lamaran kerja ini
☪︎⃟𒈔⃟🕊 putra h iatu s 🍤
sangat bagus,cocok dibaca semua kalangan
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰putrahs
astaghfirullah🤣🤣🤣
☪︎⃟𒈔⃟🕊 HIATUS 🇵🇸: apehall nih??
total 1 replies
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰putrahs
alamakkk belum dapat jodohh
☪︎⃟𒈔⃟🕊 HIATUS 🇵🇸: km juga blum
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨Han Boshalvaya🍤
Sial, aku tertawa 🗿
☪︎⃟𒈔⃟🕊 HIATUS 🇵🇸: jangan di tahan,tar jadi kentut
total 2 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨Han Boshalvaya🍤
Bagus juga idenya, boleh aku tiru? 🗿
☪︎⃟𒈔⃟🕊 HIATUS 🇵🇸: boleh bangett masss
total 2 replies
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ
Keren banget ceritanya sangat informatif dan bermanfaat
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ: ok sip
👍
total 2 replies
𝙕𝙯𝙯
benar-benar berbeda sekali dengan kak yani yang biasanya itu.

sistem kultivasi perjaka/NosePick/ 🤧
☪︎⃟𒈔⃟🕊 HIATUS 🇵🇸: wkwkwk ayok aktif nulis lagi
total 1 replies
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ
mampir
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ: follow kak mau kirim ss
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!