NovelToon NovelToon
NATIONAL PROTECTION

NATIONAL PROTECTION

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Perperangan
Popularitas:452
Nilai: 5
Nama Author: Zapdos

seorang protagonis yang bereinkarnasi ketubuh anak muda bernama Andre, memiliki kekuatan ganda yang berbeda dari masa lalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zapdos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAYANGAN

​Bau karat, lumut basah, dan darah monster menggenang di udara, menciptakan kombinasi memuakkan yang sudah terlalu akrab di indra penciuman Andre. Pemuda itu menghela napas panjang, menahan rasa perih di otot bahunya yang protes keras. Di punggungnya, sebuah ransel kulit berukuran masif berisi puluhan inti mana dan material monster menekan tulang belakangnya tanpa ampun. Ia hanya seorang porter, kelas kasta terendah dalam hierarki First Job. Tugasnya sederhana: membawa barang jarahan, mengunci mulut, dan berusaha untuk tidak mati.

​Di depannya, lima orang pemburu berbendera guild menengah berjalan dengan pongah. Mereka adalah para Second Job, veteran yang merasa telah menaklukkan dunia hanya karena berhasil menginjak level 25. Sang ketua regu, seorang petarung berpedang ganda bernama Kael, tertawa keras setelah membelah seekor Hobgoblin menjadi dua. Kael menendang bangkai monster itu ke arah Andre, cipratan darahnya mengenai sepatu bot usang sang porter. Andre tidak berekspresi. Ia hanya menunduk, mengambil inti mana dari dada monster itu, dan memasukkannya ke dalam ransel.

​Bagi Kael dan anggota regunya, Andre hanyalah pemuda miskin yang putus asa mencari koin emas. Mereka tidak tahu bahwa di balik sepasang mata hitam yang tenang itu, bersemayam jiwa seorang dewa perang yang pernah membuat tiga planet gemetar.

​Dunia tidak pernah sama sejak portal-portal antardimensi terbuka. Bumi kini terhubung langsung dengan tiga planet mematikan: ranah para Iblis yang diselimuti api dan kebencian, dunia liar tempat ras Monster raksasa berevolusi tanpa henti, dan surga palsu tempat para Malaikat arogan memandang rendah segala ciptaan yang tidak tunduk pada mereka. Bumi adalah medan pertempuran pusat. Untuk mengklasifikasikan ancaman invasi dari tiga planet ini, Asosiasi menetapkan Skala Bencana. Skala 3 untuk ancaman lokal, Skala 2 untuk krisis kota, Skala 1 untuk kehancuran negara, dan Skala Zero—kiamat absolut di mana entitas kosmik turun langsung ke Bumi.

​Di kehidupan sebelumnya, Andre tewas dalam sebuah anomali Skala Zero.

​Sebagai Kaisar Kilat, salah satu dari 10 National Protection tingkat Fourth Job yang melampaui level 150, ia adalah ujung tombak pertahanan umat manusia. Ia terlalu cepat, terlalu destruktif, dan terlalu berbahaya. Hal itu memaksa musuh-musuh Bumi melakukan hal yang mustahil: menelan ego dan bersekutu. Ia mengingat hari itu dengan sangat jelas. Langit terbelah. Belasan Pilar Iblis membuka gerbang neraka, sementara separuh dari 10 Calamity ras monster mengoyak daratan. Di atas mereka, para Seraphim yang terjatuh merapalkan sihir pengikat absolut. Butuh aliansi dewa dari tiga ras berbeda hanya untuk memadamkan sang Kaisar Kilat.

​Kini, kaisar itu terbangun dalam tubuh rapuh seorang anak yatim piatu berusia 19 tahun, terjebak di batas bawah rantai makanan. Namun, tidak ada amarah yang meledak saat ia pertama kali membuka mata di ranjang rumah sakit kumuh beberapa bulan lalu. Alih-alih rasa ingin membalas dendam yang menyala, hal pertama yang ia rasakan adalah genggaman tangan dingin seorang anak laki-laki berusia 16 tahun yang tertidur di samping ranjangnya dengan wajah sembap. Marvin. Adik kandung pemilik tubuh ini.

​Bagi jiwa yang selama berabad-abad bertarung sendirian di puncak dunia tanpa ikatan, keberadaan Marvin menjadi jangkar kemanusiaan yang baru. Bocah itu menyayanginya tanpa syarat. Marvin tidak peduli apakah kakaknya seorang pahlawan atau kuli panggul, yang ia inginkan hanyalah kakaknya pulang dengan selamat. Demi memastikan Marvin bisa makan enak, bersekolah, dan tidur di bawah atap yang aman, Andre rela menelan harga dirinya, bekerja sebagai pengintai dan porter rendahan, menyembunyikan taringnya rapat-rapat.

​"Hei, sampah! Bergerak lebih cepat!" bentak Kael, membuyarkan lamunan Andre. Mereka kini memasuki zona terdalam dari Dungeon tingkat Medium ini.

​Dungeon terbagi menjadi Easy, Medium, Hard, Nightmare, dan Impossible. Untuk ukuran Second Job amatir seperti regu Kael, tingkat Medium adalah batas maksimal yang bisa mereka toleransi. Namun, keserakahan telah membutakan mereka. Kael memaksa masuk ke rute bercabang yang tidak dipetakan oleh Asosiasi demi mencari harta karun tersembunyi.

​Insting pembunuh Andre yang telah terasah selama ratusan tahun langsung bereaksi. Udara di lorong ini terasa lebih berat. Suhu turun drastis. Tidak ada suara serangga bawah tanah atau tetesan air. Ini adalah ciri khas zona predator mutlak.

​"Ketua," suara Andre mengalun datar, memecah keheningan. "Kita harus berbalik. Ini bukan ruang harta. Ini sarang anomali."

​Kael menoleh dengan tatapan merendahkan. "Tutup mulutmu, kuli. Sejak kapan First Job rendahan berani menceramahi—"

​Perkataan Kael terputus oleh suara retakan batu yang memekakkan telinga. Dinding lorong di depan mereka meledak. Dari dalam kegelapan, sesosok bayangan raksasa merayap keluar. Itu adalah Shadow Stalker, monster laba-laba mutan dengan enam mata merah menyala dan kaki-kaki setajam sabit guillotine. Level monster ini setidaknya 45, sebuah ancaman yang seharusnya hanya ada di Dungeon tingkat Hard. Miasma beracun mengepul dari rahangnya, membuat udara seketika terasa mencekik.

​Kepanikan langsung meledak. Formasi regu itu hancur berantakan. Sang penyihir di garis belakang menjerit ketakutan, merapalkan sihir api yang meleset sepenuhnya. Laba-laba itu bergerak dengan kecepatan kilat, menebas kaki sang penyihir hingga putus. Darah menyembur mewarnai dinding batu. Jeritan melengking memenuhi ruangan, mengubah perburuan penuh kebanggaan itu menjadi ladang pembantaian sepihak.

​Kael pucat pasi. Lututnya gemetar. Ia tahu regunya sudah tamat. Saat Shadow Stalker itu menoleh ke arahnya, insting pengecut Kael mengambil alih. Dengan gerakan kasar, ia mencengkeram kerah baju Andre dan melempar pemuda pembawa barang itu ke depan, tepat ke arah monster tersebut.

​"Maafkan aku, nak! Lebih baik kau yang jadi umpan!" teriak Kael sebelum berbalik badan, berlari terbirit-birit meninggalkan rekannya yang sekarat dan Andre sendirian di ruang bos. Pintu batu tebal di belakang lorong tertutup otomatis saat Kael melewatinya, mengunci Andre bersama sang monster.

​Keheningan kembali turun, hanya disela oleh desisan Shadow Stalker yang bersiap mencabik mangsa barunya.

​Namun, Andre tidak berteriak. Ia tidak memohon ampun, apalagi menangis. Pemuda itu berdiri dengan tenang. Ia menjatuhkan ransel raksasa seberat 50 kilogram itu ke lantai, membiarkan debu mengepul di sekitarnya. Bahunya terasa jauh lebih ringan. Ia memutar lehernya, membunyikan persendian yang kaku, lalu menatap monster raksasa di depannya dengan pandangan yang sangat, sangat bosan.

​"Umpan, ya?" gumam Andre pelan.

​Sistem dunia adalah hal yang mutlak. Ketika bereinkarnasi, kekuatan fisik Andre ter-reset kembali ke level belasan. Namun, entah karena perpaduan antara jiwa seorang Kaisar dan tubuh pemuda miskin ini, Sistem memberikannya sesuatu yang tidak pernah tercatat dalam sejarah umat manusia. Sebuah kelas ganda. Ia bukan lagi sekadar kuli panggul. Di panel statusnya yang tersembunyi, dua kelas mematikan berkedip dalam warna ungu pekat: Shadow Assassin dan Swordmaster.

​Andre menarik pedang besi berkarat dari pinggangnya. Senjata murah seharga lima koin perunggu itu tampak menyedihkan. Namun, saat Andre menyesuaikan kuda-kudanya, aura udara di ruangan itu berubah drastis. Jika di masa lalu ia dikenal sebagai Kaisar Kilat yang menghancurkan segalanya dengan badai dan petir, kini ia memilih jalan pembantaian yang jauh lebih sunyi.

​Semua poin atribut yang ia dapatkan dari leveling diam-diam selama ini telah ia curahkan sepenuhnya pada STR dan AGI, mengabaikan pertahanan dan sihir. Ia tidak butuh pelindung jika musuh tidak bisa menyentuhnya. Ia tidak butuh sihir jika satu tebasannya cukup untuk memisahkan kepala dari leher.

​Shadow Stalker itu melompat, mengangkat dua sabit raksasanya untuk membelah Andre menjadi dua. Kecepatannya mengerikan bagi manusia biasa. Namun di mata seorang mantan level 200+, gerakan monster itu tampak seperti tayangan lambat yang sangat memalukan.

​Tubuh Andre melebur ke dalam kegelapan. Ia menggunakan skill pasif Shadow Assassin: Stealth. Monster itu menghantam lantai batu hingga hancur lebur, namun mangsanya menghilang. Sebelum laba-laba itu menyadari apa yang terjadi, Andre sudah muncul dari bayangan di atas kepalanya, memosisikan diri di udara dalam sudut yang mustahil.

​Pedang berkarat itu diselimuti aura pedang tingkat tinggi—sebuah teknik Swordmaster sejati yang memfokuskan energi mematikan ke satu titik setipis benang.

​Tidak ada kilatan petir. Tidak ada suara ledakan. Hanya ada satu ayunan halus tanpa suara.

​Bilah berkarat itu menembus karapas tebal sang monster seolah membelah tahu yang lembut. Garis hitam diagonal muncul dari dahi hingga pangkal perut Shadow Stalker. Sedetik kemudian, monster level 45 itu terbelah menjadi dua bagian yang simetris sempurna. Darah hijau menyembur deras, membasahi lantai dungeon, tetapi tak setetes pun menyentuh pakaian Andre. Ia sudah melompat mundur, membiarkan gravitasi menuntaskan pekerjaannya.

​[Bos Anomali 'Shadow Stalker' berhasil dikalahkan.]

[Pengalaman yang diperoleh melebihi batas kumulatif.]

[Level Anda meningkat!]

[Level Anda meningkat!]

[Level Anda meningkat!]

​Teks biru dari Sistem berkedip di retina Andre. Ia menepis notifikasi itu, mengalokasikan poin baru secara otomatis ke Agility dan Strength. Ia berjongkok, membelah dada monster itu, dan mengeluarkan sebuah inti mana bercahaya ungu pekat—barang langka bernilai puluhan ribu emas. Andre memasukkan inti itu ke sakunya, membersihkan pedangnya yang kini retak di beberapa bagian, dan kembali memanggul ransel kuli miliknya.

​Di luar portal dungeon, suasana sangat kacau. Petugas Asosiasi—pengawas resmi berseragam hitam yang bertugas memverifikasi setiap penaklukan dungeon—sedang mencatat laporan dengan wajah tegang. Kael yang baru saja keluar dari portal sedang berteriak panik, mengarang cerita bahwa sebuah anomali mematikan telah membunuh seluruh regunya, termasuk sang kuli panggul malang.

​"Tutup dungeon ini! Monster itu akan keluar!" Kael berteriak, menarik kerah petugas Asosiasi. "Reguku gugur sebagai pahlawan menahannya! Kuli panggul itu mati dalam detik pertama!"

​Namun, suara riuh itu mendadak terhenti ketika portal biru di belakang mereka berdesir. Seseorang melangkah keluar dari distorsi dimensi. Kael membeku. Petugas Asosiasi membelalakkan matanya.

​Andre melangkah keluar dengan tenang, ransel besar di punggungnya, wajahnya dipenuhi debu namun tanpa satupun luka fatal. Ia berjalan melewati Kael yang gemetar hebat, seolah ketua regu itu bahkan tidak pantas untuk dilirik. Andre berhenti di depan meja petugas Asosiasi, merogoh sakunya, dan meletakkan inti mana ungu yang masih berdenyut ke atas meja. Suara benturan batu ajaib itu terdengar memekakkan telinga di tengah keheningan absolut yang melanda tenda pendaftaran.

​"Area anomali sudah dibersihkan. Dungeon ini dinyatakan aman," ucap Andre dengan nada datar yang menggetarkan tulang belakang siapa saja yang mendengarnya. Ia menatap petugas Asosiasi itu tepat di mata. "Cairkan bagianku sekarang. Tunai. Adikku sudah menungguku untuk makan malam."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!