NovelToon NovelToon
Setelah 8 Tahun ( Ditinggal Nikah)

Setelah 8 Tahun ( Ditinggal Nikah)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:460.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

Setelah 8 tahun pacaran, Nisa yang menunggu dilamar di hari anniversary, justru merima kenyataan pahit jika ia diputuskan oleh Sandi dengan alasan tak setara.

Tapi takdir seperti sedang mengajak bercanda, sebulan kemudian Sandi datang ke rumahnya untuk melamar. Namun bukan ia yang dilamar, melainkan Naina, sang adik yang lulusan S1 dan bekerja sebagai teler di salah satu bank swasta.

Disaat ia terpuruk, ada sosok yang tak sengaja hadir dalam kehidupannya. Sosok yang begitu baik dan humoris, tapi kadang menyebalkan. Dia adalah Januar, seoarang driver ojol.

"Kalau jodoh memang harus setara, kamu nikah sama aku aja, Mbak." Ajakan nikah Januar alias Ojan, hanya disenyumin saja oleh Nisa.

Tapi Ojan, pantang menyerah, ia terus mendekati Nisa, hingga akhirnya wanita itu luluh. Tapi satu kenyataan pahit, membuat Nisa kembali terpuruk. Ternyata selain seorang ojol, Ojan juga merupakan mahasiswa S2. Apakah sekali lagi, ia harus patah hati karena alasan kesetaraan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20

"Kenapa mukanya ditekuk?" Tanya Bu Dewi pada putranya yang baru turun dari tangga. Sebenarnya ia sudah rada kesel dari tadi, karena nungguin Ojan lama sekali. Udah tahu mau kondangan, seharian malah ngojek, baru pulang jam 6 lebih.

"Mah, aku ganti baju ya," rengek Ojan. Ia termasuk orang yang kurang menyukai baju batik, karena merasa tampilan jadi mirip bapak-bapak. Belum lagi, batik kali ini couple dengan Papanya, ia tak suka itu. Ia malu memakai baju couple.

"Enggak, enggak." Bu Dewi yang malam ini dandannya super cetar, langsung berdiri. "Ayo berangkat." Menoleh pada suaminya yang malah terlihat masih asyik dengan HP nya. "Pah!"

"Hah! Apa, Mah?" Pak Yapto baru menoleh.

Bu Dewi menarik nafas dalam, lalu membuangnya perlahan, berusaha meredam amarah yang hampir meledak. Ia sudah dandan cantik, sudah pakai pakaian dan lain lain yang serba mahal, jangan sampai mukanya berkerut gara-gara marah. "Simpan dulu istri keduamu itu, Pah. Ayo berangkat!" Mengusap dada, lega karena berhasil tidak marah. Ia sering kesal gara-gara suaminya yang susah lepas dari HP.

"Mah, aku ganti baju ya. Sumpah, jelek banget. Aku kayak bapak-bapak."

Amarah yang sudah reda, kembali memuncak. Ia menoleh, menatap Ojan dengan kepala yang rasanya seperti mengepulkan asap. Ia memesan baju itu di desainer khusus, cari yang kainnya terbaik dan motifnya bagus dan gak pasaran. Siapa yang gak emosi jika usaha kerasnya malah dinilai jelek. Tidak, ia tak boleh marah, biar gak kerutan.

"Anak Mama ganteng kok." Bu Dewi Mendekati Ojan, tersenyum sambil merapikan kemeja batiknya.

"Udah, udah, berangkat yuk." Pak Yapto melemparkan smart key ada Ojan.

Hampir saja kunci itu jatuh gara-gara Ojan yang gak siap nangkap. "Gak pakai supir, Pah?"

"Ya kamu supirnya. Masa tiap hari nyupirin orang mulu. Ganti sekarang nyupirin Mama Papa."

Mereka keluar rumah bersama, lalu masuk ke dalam mobil hitam yang sudah disiapkan oleh Pak Abdi. Ojan nyengir saat Papanya milih duduk di belakang bersama Mamanya. Fix, dia jadi supir malam ini. Untung pakai baju couple, kalau tidak, pasti beneran dikira orang supir.

Sesampainya di hotel, Ojan langsung memberikan smart key nya pada petugas valet, lalu masuk bersama kedua orang tuanya. Kesan mewah langsung terasa begitu masuk. Ini pertama kalinya Tante Intan, sepupu Mamanya itu mengadakan acara nikahan, jadi selain tamunya banyak, acaranya juga besar-besaran. Meski sudah bercerai, untuk acara kali ini, Tante Intan dan mantan suaminya bekerja sama, menjalankan peran mereka dengan baik.

Tak hanya pihak penerima tamu, beberapa orang yang mengenal Pak Yapto, semua pada menyalami.

"Mama jadi pengen segera mantu kamu, Jan." Bu Dewi malah heboh sendiri. Ia sibuk memperhatikan dekorasi dan pernak pernik, mulai membayangkan nanti akan seperti apa saat dia mantu. Ojan anak satu-satunya, jadi acaranya harus benar-benar mewah.

Namanya masih ada hubungan saudara, jadi disana, banyak sekali keluarga dari Bu Dewi.

"Ini Ojan ya." Tante Irma menepuk lengan Ojan. "MasyaAllah, lama banget gak ketemu, tahu-tahu sudah segede ini, mana ganteng banget lagi. Bentar lagi kamu mantu dong, Wi."

"Ojan masih kuliah S2, belum kerja, gak buru-buru lah," jawab Bu Dewi. Ia menoleh pada Ojan, menjawil lengannya. "Tuh, kamu ganteng kata Tante Irma."

Ojan hanya senyum-senyum saja.

"Ojan mah gampang urusan kerja, gak usah nyari, bisa langsung kerja di tempat Papanya," ujar Tante Irma.

Bu Dewi hanya menanggapi dengan senyuman.

"Eh Jan, lo kok blokir nomor Ayunda sih?" tanya Viola, sepupu jauh Ojan. "Dia itu minta nomor lo ke gue, katanya naksir."

"Gue gak naksir." Jawab Ojan to the point. Dia bukan tipe orang yang suka basa basi.

"Duduk dulu yuk," Ajak Pak Aziz, kakak Bu Intan yang malam ini termasuk dalam panitia acara. "Acara resepsi mau segera di mulai." Ia mengantarkan keluarga Pak Yapto menuju meja VIP.

 

Dinda tak henti-hentinya berdecak kagum saat memasuki venue. Ini pertama kalinya dia datang ke acara semewah ini. Kakinya sampai agak gemetar saat baru masuk tadi.

"Sumpah Nis, mewah banget." Matanya tak henti-hentinya menatap ke segala arah, mengagumi acara ini.

Mereka datang setelah beberapa acara selesai, sekarang terlihat pengantin sedang berdansa diiringi lagu dari seorang penyanyi terkenal ibu kota.

"Nisa, Dinda." Sapa Arik yang tak sengaja melihat kedunya. "Astaga, ini bener kamu, Nis?" Ia berdecak kagum sambil geleng-geleng. "Sumpah, cantik banget."

"Pak Arik bisa aja." Nisa tersenyum malu.

"Mau duduk kumpul sama kita gak?" Menunjuk meja tempat rekan-rekannya berkumpul.

"Gak usah Pak, terima kasih." Tolak Nisa, sungkan, takut nanti diantara mereka ada yang keberatan.

Nisa dan Dinda berkeliling di meja prasmanan, memilih makanan.

"Eh Nis, kira-kira, Sandi kutu kupret ngajak pacar barunya gak ya?"

Nisa memutar bola matanya malas. Lagi asyik menikmati suasana sambil milih-milih makanan yang hampir semuanya terlihat enak, Dinda malah merusak mood dengan bahas Sandi.

"Aku jadi kepo sama pacarnya," lanjut Dinda.

'Udahlah Din, kita nikmati aja malam ini, gak usah bahas dia. Din, bingung. Makanannya semuanya enak."

"Cobain dikit-dikit, biar bisa ngerasain semua," saran Dinda.

Ojan yang bosan duduk manis di bangku VIP, berkeliling mencari makanan di area buffet. Padahal di meja VIP sudah disediakan makanan, hanya saja dia berkeliling dari pada bosan.

"Eh, itu anaknya Pak Yapto ya? Sumpah, cakep banget."

Tak sengaja Ojan mendengar celotehan seorang gadis bersama temannya. Ia tebak, itu adalah salah satu staf di kantor Papanya. Ia yang asyik melihat-lihat menu dessert, tak sengaja malah melihat keberatan Nisa. Reflek, ia balik badan, berjalan agak menjauh. Kok bisa ternyata diacara yang sama sih? batinnya. Bagaimana kalau sampai Nisa melihat ia memakai baju batik couple dengan Papanya, bisa langsung ketebak nantinya.

Bukan maksud mau menyembunyikan identitas, tapi belum siap saja Nisa tahu, takut gadis itu malah menjauhinya. Nisa diputus dengan alasan tak setara. Jika tahu dia adalah anak CEO di kantornya, takutnya Nisa langsung minder, dan bisa saja langsung menjauhinya karena tak mau mengulang kisah lama.

"Nis, nyari tempat duduk yuk!" Ajak Dinda yang piringnya sudah penuh.

Nisa mendorong pelan bahu Dinda agar tubuh gadis itu tidak menghalangi pandangannya. Ia seperti melihat seseorang yang ia kenal.

"Ada apa sih, Nis?"

"Kayak ngeliat orang yang aku kenal." Ia memperhatikan laki-laki yang berdiri memunggunginya, berjalan menjauh darinya, lalu hilang berbaur dengan yang lain.

"Siapa?"

"Salah lihat kek nya. "Yuk nyari tempat duduk." Nisa terlihat bersemangat, tak sabar menikmati hidangan yang terlihat lezat tersebut. Namun baru beberapa langkah dari buffet area, ia dibuat terkejut dengan kedatangan pasangan yang membuat ia syok. Tubuh Nisa gemetar, rasanya hampir tak percaya, Sandi terlihat menggandeng tangan Naina. Ya, mantan kekasihnya itu, datang bersama adiknya.

1
lyani
hasil korupsinya nggak
aleena
bagus nisa anak yang cerdas pasti dpt 3.9
ok lanjjuuut
Nurul Hilmi
pengin tau reaksi qiana. semoga qiana anak baik juga. pasti posisi qiana sama dengan nisa sedih.
nisa mendapat penolakan dari calon mertua, qiana dari ojan langsung. semoga ga jahat ke nisa yaa. bapaknya yang salah disini buatan perasaan qiana.
📌♏♎®️𝕯µɱՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
😒harta cuma titipan pak tau2 bangkrut apa gak nyesek cuma ikir harta yg jadi patokannya 😒
babat NIS kasih cumlaude yang membungkam mulut orang tua tak bersyukur itu
Dew666
💟💟💟💟
Hani Ekawati
Sakit banget jadi Nisa 😭
Hani Ekawati
Semangat ya. Nis
Hani Ekawati
Sengaja ya pak memuji Qiana didepan Nisa biar Nisa denger 🙄
Hani Ekawati
Mulai nih salah paham padahal Qiana di undang sama pak Yapto bukan Ojan
Hani Ekawati
Ah siap siap Nisa dibikin sakit hati nih sama sikap orang tua Ojan 😭
Hani Ekawati
Pinter, parfumnya dikasiin ke si mama 🤭
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
gebukin yapto 🤣🤣🤣🤣
🌷Vnyjkb🌷
gak tau mau ngasi penilaian yg kyk apa sm pak tua nih,
🌷Vnyjkb🌷
yessss,,, gentle bener kang ojan🤣🤣🤣 gak boleh deket² siluman 🤭
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Ojan g perduli ayahnya tetep Nisa dihati Ojan♥️♥️♥️
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Ayo Nisa buktikan pada pak Yapto yang terhormat tantangan yg diberikan buat kamu, kamu pasti bisa 💪💪💪
imel
pengen batuk depan pak Yapto😏
Siti Dede
Nisa pasti bisa, cuma khawatirnya pak Yapto pake cara² curang buat jegal IPSnya Nisa
Les Tary
ayo nisa berusaha💪
sikepang
pak. yapto jng main² sma pejuang restu pak. ntar nisa menang bapak malu loh sma yg bapak puji² tdi.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!