NovelToon NovelToon
Kaisar, Kesempatan Kedua Ini, Aku Mencintaimu

Kaisar, Kesempatan Kedua Ini, Aku Mencintaimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:47.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Mo Yuuran, seorang permaisuri yang dikenal bengis dan kejam, pernah melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya, menjatuhkan Kaisar Zi Xuan dari tahtanya demi cinta butanya kepada Bo Wen. Ia rela mengorbankan segalanya, bahkan mengkhianati pria yang mencintainya dengan sepenuh jiwa.

Tapi kenyataan yang terungkap di akhir hidupnya jauh lebih kejam dari apa pun yang pernah ia lakukan.

Bo Wen, pria yang ia cintai mati-matian, ternyata bersekongkol dengan keluarganya sendiri, kakak dan orang tuanya untuk membunuhnya. Selama ini, Mo Yuuran hanyalah alat. Sebuah pion yang dimanfaatkan untuk menyingkirkan Kaisar Zi Xuan, satu-satunya pria yang benar-benar mencintainya, bahkan terobsesi.

Saat napas terakhirnya terenggut dalam pengkhianatan, penyesalan memenuhi hatinya. Tapi, takdir memberinya kesempatan kedua.

Mo Yuuran terbangun kembali di masa lalu sebelum semuanya hancur. Dengan ingatan akan kematian tragisnya, ia bersumpah untuk mengubah segalanya. Termasuk menjadi ibu tiri yang baik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Tidak Akan Pergi

Malam turun menyelimuti Istana Kekaisaran, suasana Paviliun Naga tampak tenang.

Pintu paviliun terbuka perlahan, menampakkan sosok Kaisar Zi Xuan yang baru saja tiba. Di tangannya terdapat beberapa bahan langka, namun penampilannya jauh dari kata rapi.

Hanfu yang ia kenakan tampak kotor dan sobek di beberapa bagian. Luka-luka kecil terlihat jelas di lengan dan lehernya, seolah ia baru saja melewati sesuatu yang tidak mudah.

Di dalam, Mo Yuuran baru saja selesai membersihkan diri. Rambutnya masih sedikit basah, dan ia tampak segar dalam balutan pakaian sederhana.

Saat matanya menangkap sosok Zi Xuan, ia langsung membeku. Wajahnya berubah panik dalam sekejap.

Ia bergegas menghampiri pria itu tanpa ragu. “Apa yang terjadi padamu?” tanyanya cemas, matanya menelusuri setiap luka di tubuh Zi Xuan.

Zi Xuan tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap Mo Yuuran dalam diam, seolah mencoba memastikan sesuatu dari sorot mata wanita itu.

Tanpa peringatan, ia tiba-tiba menarik Mo Yuuran ke dalam pelukannya. Gerakan itu begitu mendadak hingga membuat Mo Yuuran terkejut.

“Zi Xuan?” gumam Mo Yuuran, tubuhnya kaku sesaat di dalam pelukan itu. “Ada apa denganmu?”

Zi Xuan memejamkan mata sejenak, seolah menenangkan dirinya. Tangannya mengerat, seakan takut wanita itu akan menghilang.

“Yuuran .…” suaranya rendah dan berat. “Apa kau … benar-benar khawatir padaku?”

Mo Yuuran terdiam sesaat, lalu sedikit mengangkat wajahnya. Meski masih terkejut, sorot matanya tetap lembut dan tulus.

“Tentu saja,” jawabnya tanpa ragu. “Aku khawatir pada pria yang aku cintai.”

Kalimat itu membuat tubuh Zi Xuan menegang. Ia perlahan melepaskan pelukannya, menatap Mo Yuuran dengan ekspresi tak percaya.

“Apa … yang kau katakan tadi?” suaranya sedikit bergetar. “Coba ulangi.”

Wajah Mo Yuuran langsung memerah. Ia melirik sekilas ke arah para pelayan yang kini saling berpandangan sebelum akhirnya diam-diam meninggalkan ruangan.

Suasana menjadi sunyi, hanya tersisa mereka berdua.

Mo Yuuran menunduk sejenak, jari-jarinya saling bertaut. Namun akhirnya ia mengangkat wajahnya kembali, meski rona merah masih jelas terlihat.

“Aku … mencintaimu, Zi Xuan,” ucapnya pelan dan jelas.

Detik berikutnya, Zi Xuan kembali menariknya ke dalam pelukan. Kali ini lebih erat, seolah ingin memastikan kata-kata itu nyata.

“Kalau begitu .…” gumamnya lirih di dekat telinga Mo Yuuran. “Tetaplah seperti ini.”

Ia menghela napas dalam, menahan gejolak di hatinya sendiri. “Jangan berubah lagi, jangan pergi dariku.”

Di balik pelukan itu, pikirannya tidak sepenuhnya tenang. Sebagian dari dirinya masih meragukan, apakah ini nyata, atau hanya sementara.

Hatinya dipenuhi kegelisahan, jika pada akhirnya Mo Yuuran akan tetap pergi meninggalkannya setelah semua yang dimiliki telah direbut. Namun meski begitu, hatinya tetap dipenuhi rasa bahagia yang tidak bisa ia bendung.

Mo Yuuran perlahan melepaskan diri dari pelukan itu. Ia menatap luka-luka di tubuh Zi Xuan lagi, kali ini dengan lebih serius.

“Duduklah,” katanya lembut namun tegas. “Aku akan membersihkan lukamu.”

Zi Xuan langsung menggeleng. “Tidak perlu,” jawabnya cepat. “Kita harus mengeluarkan racun di tubuhmu terlebih dahulu.”

Mo Yuuran mengernyit, jelas tidak setuju. “Itu bisa nanti,” balasnya. “Lukamu harus segera ditangani.”

“Aku baik-baik saja,” ujar Zi Xuan bersikeras. “Racun dalam tubuhmu jauh lebih berbahaya.”

Mo Yuuran menghela napas, lalu menatapnya tajam. “Dan aku tidak akan tenang jika lukamu tidak diobati,” katanya pelan namun penuh tekanan.

Keduanya saling menatap, tidak ada yang mau mengalah. Namun akhirnya, Zi Xuan menghela napas panjang.

“Baiklah,” katanya pasrah. “Lakukan sesukamu.”

Mo Yuuran tidak berkata apa-apa lagi. Ia segera mengambil peralatan medis, tangannya bergerak cekatan.

Saat ia mulai membersihkan luka-luka itu, ekspresi wajahnya berubah serius.

Zi Xuan memperhatikannya dalam diam. Untuk sesaat, ia berharap waktu bisa berhenti di titik ini. Karena untuk pertama kalinya, ia merasa Mo Yuuran benar-benar berada di sisinya.

Mo Yuuran yang duduk di samping Zi Xuan, tangannya cekatan mengoleskan obat pada luka-luka di tubuh pria itu.

Tatapan Zi Xuan tidak pernah lepas darinya. Hal itu membuat Mo Yuuran akhirnya menghela napas kecil, meski tangannya tetap bekerja.

“Kenapa kau terus menatapku seperti itu?” tanyanya pelan tanpa mengalihkan fokusnya. “Apa ada yang aneh di wajahku?”

Zi Xuan terdiam sejenak, sorot matanya dalam dan penuh emosi. Ia tampak ragu, namun akhirnya memilih untuk jujur.

“Aku hanya .…” ia berhenti, menarik napas pelan. “Aku takut ini hanya mimpiku.”

Tangan Mo Yuuran sedikit terhenti, namun ia tetap melanjutkan perlahan. Ia tidak langsung menjawab, memberi ruang bagi Zi Xuan untuk melanjutkan.

“Aku takut .…” suara pria itu semakin rendah. “Jika aku menutup mataku saat aku membukanya lagi, semuanya akan kembali seperti dulu.”

Mo Yuuran menatapnya sekilas, alisnya sedikit berkerut. Ia bisa melihat ketakutan yang nyata di mata pria itu.

“Jadi kau tidak pernah tidur?” tanyanya.

Zi Xuan menggeleng. “Aku tidak berani,” jawabnya jujur. “Aku takut ketika aku membuka mata kau akan kembali menjauh dariku. Kau akan pergi dariku.”

Mo Yuuran tertegun. Untuk sesaat, ia tidak bisa berkata apa-apa.

Hatinya terasa sesak, dipenuhi rasa bersalah yang sulit dijelaskan. Ia tidak pernah menyangka, luka yang ia tinggalkan sedalam ini. Setakut itukah pria ini kehilangan dirinya lagi?

Tangannya yang semula tenang kini sedikit melambat. Dalam diam, ia menatap luka-luka itu, seolah melihat bayangan luka yang ia torehkan di hati Zi Xuan.

“Zi Xuan,” panggilnya pelan.

Pria itu menatapnya, masih dengan ekspresi yang sama rapuh namun berusaha kuat.

Mo Yuuran menarik napas dalam, lalu mengangkat wajahnya. Sorot matanya lembut, namun penuh keteguhan.

“Aku tidak akan berubah lagi,” ucapnya perlahan. “Aku janji.”

Zi Xuan tidak langsung merespons. Ia hanya menatapnya, seolah mencari kepastian di balik kata-kata itu.

“Bahkan jika perlu .…” lanjut Mo Yuuran, sedikit tersenyum pahit. “Kau boleh menahanku seperti tahanan, agar aku tidak bisa pergi.”

“Jangan berkata seperti itu,” potong Zi Xuan cepat, nada suaranya sedikit keras. “Aku tidak ingin mengikatmu dengan cara seperti itu.”

Mo Yuuran terdiam sejenak, lalu tersenyum tipis. “Aku tahu,” balasnya lembut. “Karena itu aku yang memilih untuk tetap di sini.”

Keheningan kembali menyelimuti mereka.

Setelah selesai membersihkan dan mengobati luka-luka di tubuh bagian atas Zi Xuan, Mo Yuuran meletakkan kain di samping. Ia lalu berdiri dan menatap pria itu dengan serius.

“Berbaringlah,” perintahnya lembut namun tegas. “Kau harus beristirahat.”

Zi Xuan mengerutkan kening. “Aku—”

“Kau sudah beberapa hari tidak tidur,” potong Mo Yuuran. “Tubuhmu tidak akan bertahan jika kau terus seperti ini.”

Zi Xuan terdiam. Ia tahu wanita itu benar, namun kakinya seolah enggan bergerak.

“Yuuran,” gumamnya pelan.

Mo Yuuran menatapnya, lalu tanpa berkata apa-apa, ia meraih tangan pria itu. Sentuhannya hangat dan menenangkan.

“Aku di sini,” katanya lembut. “Aku tidak akan pergi.”

Zi Xuan masih ragu, namun akhirnya ia menuruti. Ia berbaring di ranjang, meski matanya tetap terbuka menatap langit-langit.

Mo Yuuran duduk di sampingnya. Ia memperhatikan pria itu yang jelas berusaha keras untuk tetap terjaga.

“Kau masih tidak mau tidur?” tanyanya pelan.

Zi Xuan menggeleng lemah. “Aku tidak bisa .…”

Mo Yuuran terdiam sejenak. Lalu, tanpa banyak bicara, ia melakukan sesuatu yang membuat Zi Xuan terkejut. Ia berbaring di samping pria itu.

Zi Xuan menoleh cepat. “Yuuran?”

Mo Yuuran tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya mendekat sedikit, lalu dengan lembut menutup mata pria itu menggunakan tangannya.

“Tidurlah,” bisiknya pelan. “Jika kau takut, maka aku akan tetap di sini sampai kau bangun.”

Zi Xuan terdiam. Tangan Mo Yuuran tetap berada di sana, memberikan kehangatan dan kepastian yang selama ini ia rindukan.

“Jika kau membuka mata nanti,” lanjut Mo Yuuran lirih, “aku masih akan berada di sini.”

Mo Yuuran lalu mengecup bibir pria itu dan memeluknya. Akhirnya Zi Xuan menutup matanya perlahan.

1
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Nah tusuk juga tu si bonteng Suri
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Iishh Xia Lu ini biarin aja jangan dibangunan, biar aja si bonteng suri nunggu sampe lumutan 🤣🤣
Mama Hasby
semakin seru thooor...😍😍
smngat terus buat up'y ya....💪💪
Icka Soesan
Alhamdulillah up juga terimakasih update nya Thor 🥰🙏🙏, semakin seru ceritanya.
Dew666
Lanjut dong
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣🤣 Lucu kalian maling teriak maling /Facepalm/
Sekar
lanjut thor💪💪😍😍
Sekar
ckckck jalang teriak jalang
tinie
ya lagian jadi pelayan aja
belagu tidur nyenyak dikasur empuk
eeh justru anak kaisar malah dikasih kasur tikar
RheaAdelya
😍
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
ini siapa yg tak tau malu
mama_im
mantap👍👍🤣🤣🤣
FAISHAL GAMING
luar biasa
💟노르 아스마💟
whuuuhhhh...keren!!!👏👏👏👏
Allfa Rizky
suka sama cerita spt ini FL nya Badas keren banget gak menye-menye,, sar set eksekusi man taappp
Allfa Rizky
sadiiisss,, tpi kereenn Badas
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Uuuhhh mantaaapp itu baru Permaisuri /Applaud/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
/Drowsy//Scream/ Tumaaaann mang enak disiram aer nanaasss
SENJA
mantabs🔥
SENJA
yaelaaah kurang lah segitu😳
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!