NovelToon NovelToon
SISTEM IQ TAK TERBATAS

SISTEM IQ TAK TERBATAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Tommy Nugroho adalah siswa kelas 2 SMA yang harus tinggal kelas dan selalu menjadi bahan tertawaan karena nilai-nilainya yang hancur berantakan.

Kehidupannya yang menyedihkan dan penuh ejekan berubah drastis pada suatu malam ketika sebuah layar biru misterius muncul di kamarnya dan memberinya Sistem IQ Tak Terbatas.

Alih-alih memamerkan kejeniusan barunya yang kini mampu memecahkan masalah tersulit dalam hitungan detik, Tommy memilih untuk tetap berpura-pura menjadi murid bodoh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Kriet.

Suara pintu kaca Berkah Net kembali terbuka saat Tommy melangkah masuk ke dalam.

Aroma asap rokok dan mi instan yang khas langsung menyambut penciumannya.

"Bang, paket hemat yang kemarin masih sisa dua jam kan?" tanya Tommy kepada penjaga warnet yang sama.

"Masih, pakai saja bilik nomor tujuh yang kemarin," jawab penjaga itu tanpa mengalihkan pandangan dari layar komputernya.

Tommy segera berjalan menuju bilik sudut tersebut dan menghidupkan komputernya.

Wunggg.

Mesin tua itu berdengung kasar sebelum akhirnya menampilkan layar utama Windows yang usang.

"Sistem, aktifkan Pengetahuan Kriptografi Dasar," batin Tommy memberi perintah.

Ting!

[Skill Pengetahuan Kriptografi Dasar telah diaktifkan.]

Kecepatan berpikir dan ingatan tentang kode-kode rumit kembali memenuhi kepala Tommy dalam sekejap.

Tak! Tak! Tak!

Jari-jarinya langsung menari di atas papan tik dengan kecepatan yang membuat mata biasa sulit mengikutinya.

Ia segera mengatur jaringan proksi berlapis untuk menyembunyikan alamat IP komputernya.

Setelah memastikan jalurnya aman, Tommy membuka kotak masuk email anonim yang ia buat kemarin.

Sebuah email balasan berbendera merah sudah bertengger di posisi paling atas kotak masuknya.

"Pengirimnya langsung dari Kepala Divisi Keamanan IT Nusantara Jaya Tech," gumam Tommy pelan.

Ia mengklik email tersebut dan mulai membaca isinya dengan teliti.

"Kepada Tuan Blank, kami telah memverifikasi laporan celah keamanan yang Anda kirimkan."

"Kami sangat terkesan dengan kemampuan Anda menembus dinding api lapis ketiga kami dalam waktu yang sangat singkat."

"Sesuai janji, hadiah dua puluh lima juta rupiah adalah hak Anda."

"Namun, kebijakan perusahaan mengharuskan kami menyerahkan hadiah tersebut secara langsung atau melalui transfer ke rekening bank resmi dengan identitas yang jelas."

"Kami juga bermaksud menawarkan posisi Konsultan Keamanan Senior di perusahaan kami jika Anda bersedia datang ke kantor pusat."

Tommy mendengus pelan setelah selesai membaca seluruh isi email tersebut.

"Mereka mencoba memancingku keluar dari persembunyian," batin Tommy sambil tersenyum sinis.

"Entah untuk merekrutku atau justru melaporkanku ke polisi atas tuduhan peretasan ilegal."

Tommy tahu persis bahwa perusahaan besar tidak pernah suka harga diri mereka diinjak-injak oleh orang antah-berantah.

Ia meletakkan tangannya di atas papan tik dan mulai mengetik balasan singkat.

"Saya tidak butuh pekerjaan, saya hanya menagih hadiah sayembara kalian."

"Saya menolak memberikan identitas asli atau nomor rekening bank lokal."

"Kirimkan nilai dua puluh lima juta rupiah tersebut dalam bentuk mata uang kripto Bitcoin ke alamat dompet digital ini."

"Kalian punya waktu lima belas menit dari sekarang."

"Jika uang itu tidak masuk, saya akan menjual detail celah keamanan peladen kalian ke forum gelap di luar negeri."

Klik.

Email balasan itu terkirim, dan Tommy mulai menatap jam di pojok kanan bawah layarnya.

Satu menit, dua menit, hingga lima menit berlalu tanpa ada balasan.

"Mereka pasti sedang panik dan berdebat di kantor sana," batin Tommy sambil bersandar santai di kursinya.

Ting!

Sebuah notifikasi email baru akhirnya masuk pada menit kedelapan.

"Tuan Blank, prosedur pencairan dana kripto membutuhkan persetujuan direksi dan itu memakan waktu."

"Bisakah Anda memberi kami kelonggaran waktu hingga besok pagi?"

Tommy tertawa kecil membaca alasan klise dari pihak perusahaan tersebut.

"Mereka sedang mengulur waktu agar tim pelacak mereka bisa menemukan alamat IP-ku," gumam Tommy.

Ia kembali mengetik balasan dengan cepat tanpa ampun.

"Waktu kalian tinggal tujuh menit."

"Jika kalian masih mencoba melacak proksiku alih-alih mengirim uangnya, anggap saja kesepakatan batal."

Tommy menekan tombol kirim dan kembali menunggu dengan tenang.

Hanya butuh waktu tiga menit sejak email ancaman terakhirnya itu terkirim.

Kring!

Sebuah notifikasi dari dompet kripto anonim milik Tommy berbunyi nyaring dari layar komputernya.

Tommy membuka aplikasi dompet digitalnya dan melihat saldo Bitcoin yang baru saja masuk.

"Nilainya pas setara dengan dua puluh lima juta rupiah," ucap Tommy dengan senyum puas.

Ting!

Layar biru sistem tiba-tiba muncul dan melayang di depannya.

[MISI BARU SELESAI.]

[Evaluasi: Pengguna berhasil memaksa perusahaan target untuk membayar tanpa membocorkan identitas sedikit pun.]

[Mengirimkan hadiah...]

[IQ pengguna meningkat +3 poin.]

[Poin Sistem bertambah +50 PS.]

[IQ Saat Ini: 101 Kategori: Rata-rata Atas]

[Poin Sistem Saat Ini: 55 PS]

Tommy mengabaikan layar sistem itu untuk sementara waktu dan kembali fokus ke layar komputer.

Ia segera memindahkan Bitcoin tersebut melewati tiga layanan pencampur koin berbeda untuk menghilangkan jejak asal-usulnya.

Setelah jejaknya benar-benar bersih, Tommy mencairkan uang tersebut ke sebuah rekening bank virtual sekali pakai yang sudah ia siapkan.

"Sekarang tinggal pergi ke mesin ATM dan menarik uang tunainya," batin Tommy lega.

Ia menghapus seluruh riwayat peramban, menjalankan skrip pembersih, dan mematikan komputernya.

Tommy keluar dari warnet itu dan berjalan menuju minimarket terdekat yang memiliki mesin ATM.

Ia memasukkan kartu dari rekening virtualnya dan menarik uang pecahan seratus ribu rupiah secara bertahap.

Mesin ATM itu terus berbunyi menghitung lembaran uang hingga menumpuk cukup tebal di tangan Tommy.

Ia hanya menarik sepuluh juta rupiah untuk melunasi utang ibunya, sementara sisanya ia biarkan aman di rekening virtualnya.

Tommy memasukkan tumpukan uang tunai itu ke dalam tas ranselnya dan bergegas pulang ke rumah dengan langkah ringan.

Setibanya di rumah kontrakan, ia melihat ibunya sedang duduk termenung di depan mesin jahit tua tanpa melakukan apa pun.

Wajah wanita paruh baya itu terlihat sangat lelah dan penuh dengan gurat keputusasaan.

"Ibu," panggil Tommy pelan sambil mendekat.

Ibunya menoleh dan mencoba memaksakan sebuah senyuman.

"Kamu sudah pulang, Tom? Maaf ibu belum masak apa-apa hari ini," ucap ibunya dengan suara parau.

"Ibu sedang pusing memikirkan uang untuk Bang Jali ya?" tanya Tommy sambil duduk di kursi kecil di sebelah ibunya.

Ibunya menghela napas panjang dan mengusap wajahnya dengan kedua tangan.

"Ibu tidak tahu harus meminjam ke mana lagi, Nak," jawab ibunya dengan nada putus asa.

"Semua tetangga sudah tidak mau meminjami kita uang, dan ibu takut Bang Jali benar-benar akan menghancurkan rumah ini."

Tommy tersenyum lembut dan membuka resleting tas ranselnya.

1
Adelina Lin
thor, buat Clarissa dan keluarganya juga prof. handoko dipermalukan diacara Olimpiade, dan titel juara Clarissa di cabut, karena dia memenangkan oliampide yang dulu pun tidak jujur.
Wega Luna
kadang lelucon konyol selain untuk menghibur bisa jadi pisau bermata dua,aku sering memakai lelucon konyol untuk membungkam orang tua wali murid yang gengsinya gede ,teman yang sok pamer atau sok pintar, atau orang yg ngerasa dirinya itu spesial,,,🤣🤣🤣🤣
Nissa Safira: WKWKWK KAKAK INI SENIORNYA TOMMY SIH😂🤣
Bener banget kak, saya setuju banget sih!
Lelucon konyol itu senjata paling ampuh buat ngadepin orang yang gengsinya selangit. Kalau kita ladenin serius, kita capek. Kalau kita bales pakai joke receh tapi logikanya nusuk, yang gengsi gede itu yang malah keliatan bodoh sendiri.
Tommy itu emang saya inspirasikan dari orang-orang kayak kakak ini kak, yang di luar keliatan cengengesan, tapi otaknya muter cepet buat ngebalikin analogi lawan😎🔥
total 1 replies
Wega Luna
secangkir kopi untuk Tommy👍👍👍
Wega Luna: gas ,,,,aku jadi penasaran🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣100 tom ,,,,👍
Night Watcher
ini outhor yg baik dan berfikiran maju, mau menerima kritik sekalipun pedas dgn lapang hati.
lanjut thor, tak sukreb deh outhor yg begini.
Nissa Safira: Waaaah makasih banyak kak 😭🙏
Seneng banget. Soalnya buat saya, pembaca yang mau komen pedes jujur itu berharga banget kak.
Kritik pedesnya kakak yang bikin novel ini bisa maju. Jadi jangan kapok komen pedes lagi ya kak!🥰🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
di bab² olympiade ini jujur sangat gak masuk akal, jd bikin bosen.
ini ajang olympiade, kenapa sempat terjadi perdebatan antara 2 peserta yg satu regu mewakili satu sekolah, tentang cara menjawab pertanyaan. ditambah setiap ahir jawapan ada kata "pak" dr tomi.
ini lebih cocok kalo di ajang diskusi di kelas.
Nissa Safira: Wah makasih banget kak udah jujur, ini masukan paling berharga buat saya 🙏
Bener kak, saya akui bab olimpiade ini memang agak maksa. Harusnya kan cerdas-cepat, Teng! Jawab! Teng! Jawab selesai, bukan malah debat satu regu di atas panggung 😅
Jujur niat saya pengen nunjukin kocaknya Tommy, tapi saya kebablasan naruh dramanya di tengah lomba, jadinya kesannya kayak diskusi kelas, bukan olimpiade kota. Maaf ya kak bikin bosen🙏🙏🙏
Makasih udah diingetin kak🤝🙏
total 1 replies
Night Watcher
mana ada diacara beginian peserta sempet bercakap² soal kecepatan ngitung...
Nissa Safira: HAHAHA bener banget kak 😅🙏
Iya kak kalau di olimpiade beneran mah, jangankan ngobrol, napas aja harus dihemat ya kak, waktunya mepet banget.
Itu aku sengaja lebay-in dikit kak biar dramanya dapet. Soalnya kalau aku tulis realnya:
Teng! Jawaban 8,55 jam. Benar.
Udah gitu doang, kan kempes kak gak ada greget keselnya si Leo 😂
Anggep aja itu adegan slow-motion ala film kak, di dunia nyata cuma 2 detik, tapi di novel aku lambatin biar pembaca bisa ngerasain Nadin yang otaknya udah mau meledak denger alesan ngawur Tommy.
Makasih koreksinya kak🤝🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
45 kyknya bukan ukuran kecil utk standar kaki org indo deh...
logis dikit kelesss..😇😇
Night Watcher
awas, ntar kepalanya melayang sendiri..🤭🤭🤭
Night Watcher
kok kakak kelas? kan sama² kls 12?
Night Watcher
tadi pas bell masuk, listrik padam. jd utk belnya mukul velg mobil yg digantung..🤭🤭🤭
Nissa Safira: WKWKWK IDE BAGUS KAK🤣🤣🤣
Kringgg! = bel listrik normal
Teng! Teng! Teng! = pas listrik padam, Pak Satpam mukul velg mobil yang digantung di pos satpam pake kunci inggris 😂
Makasih kak idenya! Mulai bab besok kalau ada tulisan Teng Teng Teng berarti di sekolah lagi mati lampu ya kak! Detailnya dapet banget!🤣🤣🤣
total 1 replies
Night Watcher
kadang "kringgg" kadang "teng tenggg"..🤭🤭
Nissa Safira: HAHAHA ketahuan deh 🤣 kamu udah jeli banget sih kak🤣🤣
Iya kak, itu aku yang typo pas nulis kebut-kebutan, kadang bel listrik tulisnya Kringgg! kadang bel manual tulisnya Teng Teng Teng! niatnya mau bedain bel kelas sama bel upacara, tapi malah jadi bikin bingung ya kak.
Makasih udah diingetin kak😅😅
total 1 replies
Night Watcher
duh... sayang banget, sistemnya masih manual.. gak matic ehh gak otomatis terpasang..🤭🤭
Nissa Safira: HAHAHA Iya kak, sengaja aku bikin sistemnya manual, gak matic🤣🤣
Kalau otomatis kepasang terus, Tommy jadi OP gak ada obat kak, 1 detik langsung dewa hacker. Gak seru dong, musuhnya belum sempet napas udah kalah😅
Jadi di novel ini sistemnya kayak alat tukang kak, dipasang kalau dibutuhin aja. Contohnya pas di warnet Berkah Net itu, dia aktifin Kriptografi Dasar dulu baru otaknya ngebut. Kalau dia lagi di kelas pura-pura bodoh, skillnya dia matiin biar akting begonya natural 100%.
Makanya Tommy harus mikir dulu "aku butuh skill apa nih buat lawan musuh ini?" bukan sistem yang mikirin buat dia. Biar kesannya dia yang ngendaliin sistem, bukan sistem yang ngendaliin dia💪🙏🙏
total 1 replies
Wega Luna
jujur otak aku emang GK ber-IQ 140 tapi pura pura bodoh itu keahlian ku🤣🤣🤣🤣🤣,jadi tahu mana yg bener bener baik atau gk🤣🤣🤣🤣lebih suka praktek langsung daripada teori, lanjutkan tom ,,,aku mendukungmu👍🤣🤣
Nissa Safira: HAHAHA kak ini komen paling jujur se-Indonesia! 🤣🤣🤣
Setuju banget kak, pura-pura bodoh itu skill dewa tau! Soalnya pas kita pura-pura bego, baru keliatan mana temen yang beneran baik kayak Nadin, mana yang toxic kayak Clarissa.
Tommy juga gitu kak, dia IQ 140 tapi sengaja jadi peringkat 31 biar bisa ngamatin semua. Orang pinter teori banyak, tapi yang jago praktek langsung di lapangan kayak kakak & Tommy itu yang paling bahaya 😎🙏🤣🤣
total 1 replies
Rifqy Channel
saya memohon kakak untuk bisa di publik Tommy itu supaya gak pura-pura bodoh lagi. biarkan untuk segera diungkapkan dan ikut serta Olimpiade dan juga ubah pura-pura nya. aku udah bosen kalo pura-pura terus. saya mau Tommy segera di ungkap aslinya😭🙏😭
Nissa Safira: Halo kak, terima kasih banyak udah baca sampai sejauh ini dan kasih masukan jujur! 🙏
Aku paham banget rasa bosennya kalau Tommy pura-pura terus. Justru itu yang mau aku bangun kak.
Kalau dia diungkap sekarang pas IQ 117, efeknya cuma "oh pinter". Tapi kalau dia diungkap nanti pas IQ 150+ di depan ribuan orang di Olimpiade kota, efeknya bakal "GILA MERINDING".
Aku lagi nabung rasa sakit hatinya biar nanti pas payback rasanya 10x lebih puas. Sabar sedikit lagi ya kak, panggung kota sudah dekat. Topengnya akan retak di sana🤣🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!