Follow Ig : @panda.sweety10
Kanaya mengetahui dirinya hamil seminggu sebelum acara pernikahannya, dan ayah dari calon anaknya dia pun tidak tau hingga pernikahan dengan kekasihnya harus batal karena kehamilannya.
Apakah Kanaya akan bersama dengan ayah dari anak? Dan siapa pri itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Panda Sweety, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KENCAN KEDUA
Alex membawa Kanaya masuk kedalam kamarnya dan menurunkannya di tempat tidur "Kamu dan anak-anak tidur disini biar aku tidur di sofa." Kanaya mengangguk.
Alex pun pergi membuka lemari dan mengambil bantal beserta selimut lalu meletakkannya di sofa, Kanaya menatap Alex yang sudah berbaring di sofa, "Apa kamu lelah? Tanya Kanaya.
Alex menoleh kearah Kanaya dan tersenyum "Sedikit, sekarang tidurlah." Alex lalu memejamkan matanya, Kanaya pun ikut memejamkan mata.
****
Pukul 6 pagi Kanaya sudah sibuk membantu para pelayan dan koki di dapur, Kepala pelayan sudah melarang Kanaya ikut membantu mereka tapi tak di hiraukan oleh Kanaya.
Semua makanan sudah tersaji di atas meja, Kanaya kembali ke kamar untuk membangunkan anak-anaknya dan juga Alex. Semua orang sudah berkumpul di meja makan, menikmati sarapan pagi mereka.
"Kalian kapan akan melangsungkan pernikahan." Nyonya Handoko memulai percakapan.
"Uhuk uhuk." Alex langsung memberikan air kepada Kanaya.
"Terima kasih." Ucap Kanaya.
"Ka-kami belum memikirkannya." Ujar Kanaya.
"Mama harap secepatnya, semua persiapan biar kami yang urus." Kanaya hanya tersenyum.
Kini mereka berempat sudah ada dalam mobil, "Hari ini Kalian libur, bagaimana kalau kita jalan-jalan." Ucap Alex.
"Adara mau jalan-jalan." Teriak Adara.
"Hari ini bunda sibuk." Ucap Kanaya.
"Kamu sibuk apa?" Alex menatap Kanaya.
"Hari ini akan ada penerimaan pegawai toko, sedangkan Jenni tidak masuk."
"Baiklah kita akan menunggu sampai selesai jadi bisa pergi bersama." Ujar Alex.
Tak lama mobil mewah Alex berhenti di depan toko kue, mereka berempat pun keluar dari mobil, Kanaya membuka pintu toko.
"Aku akan membantumu melayani pelanggan." Ucap Alex dengan bangga.
"Ibu, Adara juga akan membantu melayani pelanggan."
Kanaya tersenyum lalu memberikan celemek toko kepada Alex, tak lama dua gadis masuk membawa lamaran dan menemui Kanaya.
"Pagi mba." Ucap 2 gadis bersamaan.
"Apa kalian datang untuk melamar di toko ini?" Tanya Kanya.
"Iya mba, kami juga membawa berkas lamaran." Jawab salah satu gadis di depan Kanaya.
"Kita bicara di ruang kerja saja." Kanaya pun masuk kedalam ruangan.
Kanaya pun memeriksa kedua berkas yang di bawa oleh gadis itu, Kanaya pun mulai mewawancarai mereka berdua sedangkan Alsx sudah kewalahan melayani para pelanggang yang makin banyak terutama pelanggang wanita.
"Mas pegawai baru ya? Ganteng sekali, mau ibu kenalkan dengan anak ibu." Ucap salah satu pelanggan ibu-ibu.
"Nenek, dia ayahku jangan mengambilnya dari bunda." Adara menatap tajam kearah ibu-ibu yang sedang berdiri di depan meja kasir.
"Jadi pria ganteng ini sudah punya anak, sayang sekali." Jawab ibu-ibu itu lalu pergi.
Tak lama Kanaya pun keluar dari ruangan bersama kedua pegawainya, mereka akan mulai kerja hari ini.
"Kalian mulai kerja hari ini." Ucap Kanaya.
"Iya mba." Amel dan Lisa pun mulai melayani para pelanggang.
"Sekarang aku sudah tidak dibutuhkan?" Kanaya mengangguk.
"Hah!" Alex pergi menghampiri putranya yang asyik membaca buku di meja paling pojok di toko kue. Alex duduk di samping Kavin dan menatap putranya yang masih tidak bergeming dengan hadirannya, Alex mmelihat Kanaya yang sudah sibuk di meja kasir.
Sekarang sudah pukul 5 sore toko kue Kanaya sudah tutup, Kanaya menutup cepat toko kuenya karena putrinya sudah merengek ingin jalan-jalan ke taman hiburan.
Alex pun membawa mereka ke taman hiburan, "Ingat kalian tidak boleh pergi jauh-jauh dari pandangan ayah dan bunda." Ucap Alex.
"Iya ayah."
Hanya 15 menit mobil Alex pun berhenti tak jauh dari taman hiburan, mereka pun keluar dan berjalan, Adara sangat semangat saat mereka sudah masuk di gerbang taman hiburan.
"Bunda kita akan naik bianglala." Teriak Adara karena terlalu berisik.
"Ajak ayah saja, biar bunda dan kak Kavin menunggu di bawah."
"Adara mau bunda dan kak Kavin ikut juga." Adara memasang wajah cemberut.
"Baiklah."
Kavin dan Adara menaiki banyak wahana, Alex menggenggam tangan Kanaya dan berbisik "Ini kencan kedua kita." Wajah Kanaya bersemu merah mendengar ucapan Alex.
"Duduk lah disini aku akan pergi membeli minuman." Ucap Alex.
Kanaya pun duduk di bangku tak jauh dari tempat wahana yang sedang anak-anaknya naiki.
Alex membeli banyak jajanan kaki lima dan minuman, dia pun menghampiri Kanaya yang sedang duduk di bangku taman.
"Ini." Alex menyerahkan beberapa kantong plastik ke Kanaya.
"Kenapa banyak sekali."
"Siapa tau kamu lapar menunggu anak-anak." Kanaya pun mengangguk-angguk mengerti.
"Bulan depan tanggal 2 aku akan kembali ke London untuk memperbaiki perusahaan, aku ingin sebelum aku pergi kita sudah menikah Kanaya." Alex menatap Kanaya.
"Tapi persiapan pernikahan memerlukan waktu lama, dan sekarang tanggal 20." Kanaya juga menatap Alex.
"Kamu tidak usah mengkhawatirkan masalah itu, biar aku dan mama yang akan mengurus semuanya."
Kanaya hanya diam dan masih menatap Alex, dia tidak bisa membantah ucapan Alex. Tak lama pun Kavin dan Adara menghampiri Alex dan Kanaya.
"Bunda Kavin haus." Ucap Kavin, Kanaya pun memberikan minuman kepada Kavin dan Adara.
"Kakak temani Adara naik yang itu." Adara menunjuk salah satu wahana.
"Aku sudah tidak ingin menemanimu naik wahana lagi, kau lihat lenganku sudah banyak bekas cakaran dan genggaman." Protes Kavin.
Kanaya melihat lengan putranya yang sudah banyak goresan, "Adara cukup naik wahana, kita pulang saja." Ucap Kanaya.
"Bunda sudah berjanji akan naik bianglala bersama, kenapa harus cepat pulang." Adara kembali memasang wajah sedih.
"Baiklah, setelah naik bianglala kita akan pulang." Adara pun mengangguk.
Mereka berempat pun naik, sebenarnya Kavin sudah menolak untuk naik tapi Kanaya membujuknya dan akhirnya Kavin ikut karena terpaksa.
Adara tampak senang saat mereka sudah berada di puncaknya tak henti-hentinya Adara tersenyum melihat bintang di langit, Kanaya juga ikut tersenyum melihat putrinya begitu senang.
Setelah selesai mereka pun kembali kemobil untuk pulang, tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam.
"Kita makan malam dulu, kalian ingin makan apa dan mau di restoran mana." Ucap Alex.
"Ayah aku mau makan ikan bakar di langganan bunda." Ucap Kavin.
Alex menoleh kearah Kanaya yang menahan tawa, dia tau Alex tidak pernah makan di pinggir jalan.
"Benar, makanan disana sangat enak, Adara juga suka."
"Ya sudah sekarang tunjukkan ayah jalannya." Ucap Alex.
Mobil Alex menyusuri jalanan yang ramai dengan pedagang kaki lima, berbagai macam jajanan di hidangkan di etalase.
"Disini." Adara menunjuk salah satu warung makan.
Alex pun memberhentikan mobilnya di depan warung makan, Kanaya pun keluar dan menggenggam tangan putrinya sedangkan Alex menggenggam tangan putranya.
"Kamu ingin makan apa?" Tanya Kanaya, Alex tampak bingung secara dia belum pernah makan di tempat seperti ini.
"Kamu saja yang pilih." Alex pun pergi menghampiri anak-anaknya yang sudah duduk.
"Mas ikan bakarnya tiga." Ucap Kanaya.
"Baik mba, silahkan di tunggu." Jawab mas-masnya.
Bersambung...
Kemarin Author lagi sakit jadi istirahat 3 hari, hari ini sudah agak mendingan. Semoga suka dengan cerita Alex dan Kanaya bersama Kavin dan Adara, jangan lupa likenya..😘😘
dah bertahun2 ....
dad Al..kenapa lom ktmu jg..