Ketika Aisyah terjebak di Shanghai sebagai seorang imigran gelap, ia tak pernah membayangkan hidupnya akan berubah karena dua bersaudara dari keluarga Lin.
Lin Zhao memberinya rasa aman dan cinta yang tak pernah ia duga.
Sementara Lin Chou justru memberinya ancaman, kebencian, dan luka.
Namun siapa sangka, di balik semua kebencian itu tersimpan rahasia masa lalu yang mampu menghancurkan segalanya.
Tentang cinta yang tertinggal.
Tentang janji yang gagal ditepati.
Dan tentang seorang perempuan... yang memilih pergi setelah diam-diam menyelamatkan keluarga yang telah menyakitinya.
Di antara dua negara, dua budaya, dan dua hati yang dipertemukan takdir.
apakah cinta cukup kuat untuk melawan luka masa lalu?
Atau justru penyesalan akan datang... saat semuanya sudah terlambat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 23
Lin Chou nampak sangat cemas melihat kondisi Xioyi yang makin memburuk. Jika dia bisa menjadi pendonor untuk putrinya dia akan melakukannya. Namun nyatanya mereka tidak memiliki kecocokan.
"Xioyi.. Bagun Nak jangan bikin Papa takut."
Lin Chou kembali menangis seperti tujuh tahun yang lalu. Sama seperti saat Alesya meninggalkannya dulu.
Lin Chou takut jika putrinya tidak akan mempunyai kesempatan lagi. Dan Lin Chou juga takut jika dunianya akan kembali runtuh seperti tujuh tahun yang lalu.
"Cari kesemua rumah sakit di Shanghai. Cari pendonor yang cocok untuk Xioyi. Aku akan membayarnya dengan sangat mahal." Lin Chou tak pernah putus asa untuk mencari pendonor untuk menyelamatkan putrinya.
****
Di tempat yang berbeda.
Kini Wang Xuan kembali menyusun rencana untuk menjatuhkan mental Lin Chou.
Wang Xuan paling tahu jika Lin Chou sangat membenci Aisyah dan Wang Xuan ingin menggunakan itu untuk membuat Lin Chou kembali tertekan.
"Kirimkan rekaman yang sudah kita modifikasi pada Lin Chou. Aku ingin laki-laki itu merasakan sakitnya sebuah pengkhianatan."
Wang Xuan memberikan sebuah video yang memperlihatkan bahwa Aisyah diam-diam telah menemuinya dan disana telihat bahwa Wang Xuan meminta Aisyah untuk menjauhkan Lin Zhao dari Kakaknya Lin Chou..
Wang Xuan tersenyum sembari menatap foto gadis kecil yang sangat cantik.
"Maafkan Kakak ya,ini hanya sementara saja. Setelah semuanya selesai aku pasti akan menebus semuanya. Bersabarlah aku ingin orang yang telah menyakiti kita merasakan akibat dari perbuatannya sendiri."
Wang Xuan telihat menyentuh foto gadis kecil yang sangat manis. Dia pun tersenyum setelah itu dia pun kembali menyimpan foto itu ditempat yang paling aman..
"Tunggu sebentar lagi. Aku pasti akan membebaskan kamu dari segala hal."
Wang Xuan pun pergi mengunci kembali kamar pribadi miliknya. Disana banyak kenangan yang dia simpan dan tak ada satu orang pun yang tahu tentang apa isi didalam sana.
Wang Xuan kembali pada mode dingin dan angkuhnya. Dia menatap ke sebuah monitor disana dia melihat hal yang membuatnya sangat terkejut.
Ternyata Wang Xuan tahu tentang kondisi Xioyi dan hal itu membuatnya merasa sedikit bersalah.
"Xioyi.. Maafkan Om. Om pasti akan membantu kamu untuk mencari seorang pendonor yang cocok untuk kamu."
Wang Xuan pun ikut mencari bahkan dia juga menggunakan koneksinya namun tak membuahkan hasil.
"Cari terus sampai menemukan yang cocok. Aku gak mau jika terjadi sesuatu yang buruk pada Xioyi." Wang Xuan menyuruh anak buahnya untuk berusaha mencari.
Banyak yang bingung dengan sikap Wang Xuan. Satu sisi dia ingin menghancurkan Lin Chou tapi satu sisi dia ingin menyelamatkan anak dari orang yang paling bos mereka benci. Ada apa dibalik itu semua.
*****
Sikap Aisyah semakin dingin terhadap Lin Zhao membuat laki-laki itu pun bingung dibuatnya.
Lin Zhao merasa tidak melakukan kesalahan apapun namun nyatanya Aisyah selalu menghindarinya.
"Aisyah.. Ada apa kenapa kamu sepetinya mulai menjauhi aku?" pertanyaan itupun keluar dari bibir Lin Zhao.
Aisyah hanya menggelengkan kepalanya dia mengatakan bahwa tak ada yang berubah mungkin hanya perasaannya saja.
"Apa aku melakukan kesalahan yang membuat kamu merasa tidak senang. Katakanlah aku akan memperbaikinya."
mendengar kata-kata itu hati Aisyah sakit bagikan teriris pisau yang sangat tajam. Lin Zhao tidak melakukan kesalahan namun ada satu hal yang tak Lin Zhao tahu bahwa kini Aisyah hanya ingin menjauh demi kebaikan bersama.
"Tidak ada Kak Lin." jawabnya singkat.
Lin Zhao pun tak percaya begitu saja. Dia yakin Aisyah mendapatkan tekanan dari kakaknya sehingga sikap Aisyah berubah..
"Jika semua perubahan kamu karena Kak Lin aku akan bicara dengannya. Jangan pernah seperti ini Aisyah. Aku pasti akan selalu membela kamu. Katakanlah apa yang Kakakku katakan sehingga membuat sikapmu sedingin ini?"
Aisyah hampir saja menangis.
Karena dia tahu masalahnya bukan Lin Zhao.
Masalahnya adalah dia sudah mulai memutuskan untuk pergi.