NovelToon NovelToon
Ketulusan Suami Pengganti

Ketulusan Suami Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: nur danovar

Aurora sudah terlihat cantik dengan riasan wajah natural flowles dan glowing. ia mengenakan gaun pengantin impiannya rancangan sahabatnya sendiri Vera.

Di sudut ruangan rias Maxime yang tak lain sahabat Aurora berdiri mengamati kecantikannya dengan takjub.

Tiba-tiba sebuah kabar buruk datang jika pengantin pria yaitu Andre tidak datang melainkan pergi tanpa kabar sejak semalam. kepanikan seketika melanda terutama Aurora sampa jatuh pingsan dan harus di tenangkan oleh teman dan keluarganya. hingga waktu yang di tentukan Andre tak juga datang. demi menyelamatkan nama keluarga besar akhirnya Maxime bersedia menikahi Aurora.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nur danovar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 2 Patah Hati

Maxime pulang larut malam ia terlalu banyak minum karena menjamu koleganya dari luar negeri. perusahaan baru saja mendapat tender besar karena itu semua ikut merayakan dengan makan malam di cafe lanjut ke klub bagi yang mau. Maxime termasuk uang mau ia sekaligus ingin melupakan rasa patah hatinya pada Aurora dengan minum.

"Bos sudah sampai rumah, saya pamit ya" kata Wisnu asisten Maxime.

Max mengangguk ia duduk di sofa ruang tengah rumahnya yang mewah dan sepi. semua pasti sudah tidur papa, mama dan adiknya Catherine.

Maxime sempoyongan berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya. ponselnya berbunyi larut malam sudah pasti hanya satu orang yang menelponnya tak kenal waktu,

"Hmmm" gumam Maxime mengangkat telepon.

"Max kau mabuk?!" tanya suara cempreng di ujung sana.

Maxime sedikit menjauhkan ponselnya dari telinga karena teriakan cempreng Aurora.

"Sedikit"

"Max kurangi kebiasaan party mu itu, yasudah bersih-bersih dan tidurlah besok saja aku bicaranya"

"Oke"

Maxime mematikan telepon melempar ponselnya ke ranjang lalu ia ambruk dan terlelap.

***

"Pagi om, tante selamat pagi?" Aurora sudah tiba di rumah keluarga Gunanto. yaitu keluarga Maxime.

"Hai pagi Rora, calon pengantin sudah beres semua persiapan?" tanya om Gunanto ramah.

"Beres om"

"Om sih maunya kau nasehati sahabatmu itu biar menyusul juga"

"Iya Rora Max sudah dua puluh sembilan tahun dan belum berniat menikah" tambah Tante Gunanto.

"Katanya Max mau jadi bujang lapuk om, tante" kelakar Aurora. ia sudah dekat dengan orang tua Maxime dan sering bergurau.

"Ah bisa saja, nanti tante sama om kapan punya cucunya dong" kata tante Gunanto serius.

"Kan ada Catherine"

"Cath masih sekolah lulusnya juga masih dua tahun lagi ya pap"

Om Gunanto tersenyum sembari mengangguk.

"Yasudah sana itu Max masih tidur belum mau bangun, kau bangunkan dan suruh dia pergi ke kantor" kata om Gunanto.

"Siap om"

Aurora pergi ke kamar Maxime ia langsung membuka pintu kamar dan mendapati Max baru keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk sebatas pinggang saja menampakan tubuh bagian atas yang kekar dan terawat.

"Hei katuk pintu!" omel Max.

Aurora hanya terkekeh memalingkan wajahnya.

"Aku cemas karena tadi malam kau mabuk jadi aku kemari untuk melihat kondisi mu"

"Berhenti memberiku perhatian" Max meraih kemeja berwarna putih yang sudah di siapkan bibi di atas meja rias.

"Kenapa memangnya?"

Max mengancingkan kemeja dengan cepat lalu menyambar celana dan pergi ke kamar mandi tanpa menjawab pertanyaan polos Aurora.

Selesai berganti pakaian Max kembali menghampiri Aurora yang duduk di pinggiran ranjang.

"Sebentar lagi kau jadi istri orang nanti aku akan merindukan semua perhatianmu dan aku tidak lagi bisa mendapatkannya"

Max menatap lekat sepasang mata indah milik Aurora. wanita yang diam-diam ia puja.

"Sayang sekali ya, kalau begitu menikahlah juga" Aurora memasangkan dasi untuk Max ia sudah mirip seorang istri sekarang.

Max menatap dan mengagumi kecantikan di hadapannya. jarak wajah mereka cukup dekat membaut jantung Max berdetak cepat. Max memundurkan langkahnya menghindari Aurora, ia merapikan sendiri dasinya.

Di meja makan keluarga Gunanto, Catherine berbisik pada papa dan mamanya. soal persahabatan kakaknya dengan Aurora.

"Mama dan papa nggak bisa melihat rasa cinta kak Max pada Aurora?" tanya Catherine.

Om dan tante Gunanto saling bertukar pandangan terkejut.

"Hus, tahu dari mana kau Cath? mereka cuma bersahabat sebentar lagi juga Aurora akan menikah"

"Mam, pap... orang buta juga tahu kalau kak Max menaruh rasa suka pada Aurora"

Om dan tante Gunanto terdiam sesaat.

"Tapi bukannya Maxime punya pacar yang namanya Angela, Nabila, Tania atau siapa itu" mama sampai bingung menyebut nama pacar Maxime yang mana.

Catherine dan papa tertawa mendengar mama hafal rentetan nama gadis-gadis yang di dekati Maxime.

"Mam kalau sama mereka aku yakin kak Max tidak cinta dia cuma iseng saja" kata Catherine.

"Iseng bagaimana?" mama masih bingung.

"Diam itu ada Max sama Aurora" bisik papa.

Maxime sudah terlihat tampan dengan stelan jasnya. ia siap untuk meeting secara maraton hari ini. secara dua perusahaan ia pimpin sekaligus tentu waktunya habis untuk meeting dan bekerja.

"Ma pa pergi ya" kata Max

"Sarapan dulu? Aurora ayo sarapan dulu"

"Nanti saja di luar" jawab Max sambil lalu.

"Terimakasih ya om tante lain kali saja sarapan barengnya" kata Aurora berpamitan pada om dan tante Gunanto.

"Bye Cath" Aurora tak lupa pamitan juga pada Catherine.

"Bye Rora"

Aurora segera mengejar langkah Maxime menuju mobil. pagi ini ia akan menumpang mobil Max karena mobil Rora lupa di chase semalam jadi batre kosong.

1
StAr 1086
mampir... kayaknya seru cinta segitiga...
Dew666
💄💄💄💄
Dew666
💝💝💝
Dew666
☀️☀️☀️
Dew666
😍😍😍😍
Dew666
💃💃💃
Dew666
💄💄💄
Dew666
🔮🔮🔮🔮
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!