Bagaimana jika kita di jodohkan dan ternyata kita sudah menyukai laki-laki itu dari pandangan pertama? tentu rasanya seperti semesta memberikan restu pada kita.
Clara seorang gadis cantik, manja, periang dan humble akan di jodohkan dengan seorang laki-laki bernama bastian, laki-laki yang arogan dan sombong, meski dia sangat tampan, Clara sudah menyukai Bastian dari awal dia melihatnya, namun sikap bastian justru sebaliknya pada Clara, Clara di anggap orang yang sudah menghancurkan hubungannya dengan kekasihnya.
Lalu bagaimana kelanjutan kisah Cinta Clara?apakah Bastian akan mencintai Clara ?
yuk terus baca karyaku ya.....
jika ada kesalahan dalam penulisan tolong beri kritik dan sarannya
jangan lupa dukung karyaku dengan memberikan, like,comment,dan vote ya
terima kasih
Happy reading
💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓
sayang kalian semua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SL 15 belanja
Sinar matahari menerobos masuk melalui jendela kamar, aku mencoba menghindar dari terpaan sinar, tapi sepertinya matahari mulai memancarkan cahayanya keseluruh penjuru di ruangan ini, Ahhh... ternyata ini sudah terlalu siang.
Aku bangkit dari tidurku yang terlalu nyaman dan terpaksa harus terenggut oleh bumi yang selalu berputar pada porosnya, mengganti malam menjadi siang dengan sangat cepat.
Dengan mata yang masih terasa lengket, aku membuka pintu kamar, rasanya tenggorokanku kering, aku butuh segelas air putuh saat ini. Kulihat Bastian dengan samar, karena nyawa yang belum sepenuhnya terkumpul. Aku berjalan menuju dapur sambil mengucek mataku, benar saja itu Bastian, dia dengan santainya duduk di sofa sambil mengesap cofee.
"Sleepyhead (tukang tidur) " ejak Bastian dengan suara sesikit berbisik, namun aku bisa mendengar walau tidak begitu jelas
"Apa? kamu ngomong apa?" tanyaku dengan wajah ****,
"Sleepyhead" tegasnya, kali ini ia sedikit berteriak
"Maaf, aku hanya masih mengantuk!" Aku meneguk segelas air, hingga setengah isinya tandas.
"Apa gak ada sarapan pagi ini?" tanyanya kesal,
"kan aku sudah bilang, semua bahan makanan di kulkas habis!" jelasku, Kini seluruh nyawaku sudah mulai terkumpul,hingga aku bisa dengan jelas membalas perkataan Bastian.
"Kamu ada kuliah pagi ini?" Sejak kapan dia mulai peduli padaku, biasanya dia bahkan meninggalkanku yang masih tertidur.
"Iya, aku ada kuliah jam 8 " jawabku
"Sampai jam berapa?" tanyanya lagi, aku sedikit mengerutkan keningku sambil terus berfikir, apa yang akan dia lakukan lagi padaku setelah ini
"sampai jam dua siang"
"Oke, setelah itu kamu langsung ke kantor, ingat perjanjian kita, kamu jadi sekertarisku, bukan hanya di kantor tapi di rumah juga" Aku fikir dia benar-benar sudah bisa bersikap baik, taunya sama saja
"Oke!" jawabku, sambil beejalan menuju kamar mandi
******
Aku tak mendengar kapan laki-laki itu pergi, tiba-tiba dia sudah menghilang seperti di telan bumi, tak ingin terlalu menghiraukan dia, ku segera mengambil tas, dan bergegas menuju loby ,disana aku sudah di tunggu oleh orang yang menurutku selalu setia, meski harus menunggu kedatanganku, siapa lagi kalau bukan ojek online, he-he-he dengan terpaksa aku harus mengeluarkan uang lebih karena harus menggunakan ojek online selama motor masih dirumah Om wiguna, harusnya aku bisa lebih mengirit bulan ini. Dari pada aku harus terus menggerutu aku memilih menikmati jalanan panjang ibu kota, meski tak seindah jalanan di puncak atau di lembang yang memanjakan mata saat melihat pemandangan di sekelilingnya.
******
untunglah aku memiliki ketepatan dalam memprediksikan sesuatu, baru saja aku masuk kelas dosenku datang
"Ahhh untung!" ucapku sambil mengelus dada
"lagi kebiasaan mepet kalo dateng" bisik Anya yang berada d kursi belakang.
"Udah ah diem kalau gk mau di keluarin dari kelas" ucap Ega yang berada di sampingku, bukan tanpa alasan Ega bicara seperti itu, aku sudah menjadi korbannya, yahh..hanya karena sebuah pensil jatuh,dan aku berusaha untuk mengambilnya, bu sofie menyuruhku meninggalkan kelas, aku tidak menyesal harus meninggalkan kelas dan melewati pelajarannya, hanya saja saat itu aku tak sanggup, menahan malu, semua mata tertuju padaku ketika aku berjalan meninggalkan kelas, menurutku, dia akan dengan mudah memberikan nilai C hanya karna kesalahan yang kecil, jadi kita harus menjadi sempurna di hadapannya.
Kelas sangat senyap, hanya suara Bu Sofi yang terdengar dengan lantang menjelaskan beberapa materi tentang pembuatan dessert yang baik dan benar, bagi kami para pastry art bukan hanya di tuntut untuk bisa memasak tapi memastikan cake yang di hidangkan sudah terbentuk dengan cantik sesuai yang di inginkan, tetap semangat para mahasiswa bakery, and pastry art .
Satu jam seperti satu tahun, akhirnya kuliah pertama selesai, ada waktu tiga puluh menit untuk menuju kekas berikutnya, aku, anya, dan ega memilih menikmati semangkuk bakso yang berada d luar kampus rasanya bosen harus terus makan jajanan kantin
Dering ponsel berbunyi, ku lihat ternyata dari Bastian.
Ada apa dia menghubungiku batinku, aku sudah nemasang ancang-ancang menghadapi sikap bastian yang tak bisa di tebak
"Hallo" jawabku
"masih di kampus?" tanyanya, aku fikir dia salah minum obat, hingga dia bisa selembut ini
"Masih, aku baru akan pulang jam dua" jawabku
"Ohh okk" dia lgsg menutup ponselnya, membuat aku harus menggunakan otakku untuk berfikir apa maksudnya dia menanyakan itu. Baru saja aku duduk di sebuah kursi panjang, ada pesan masuk dari Bastian.
aku sudah di depan kampus
what? apa dia gak ngerti bahasa indonesia? aku sudah bilang kalau aku masih ada kelas hari ini.
"kenapa Ra?" tanya Ega yang melihat perubahan di raut wajahku.
"aku harus pulang, Bastian udah nunggu di depan"
"Ahhh so sweet, baru ditinggal dua jam udah rindu"
"Jangan rindu berat, kamu gak kuat" ledek Anya menirukan ucapan seorang artis di sebuah judul film.
"Tau aghh, udah ya, nanti dia ngomel oh ya jangan lupa absenin gue ya!" akupun terpaksa mengurungkan niatku menyantap bakso favoriteku
Mataku terus mengawasi halaman kampus, aku tak melihat Bastian,
dimana? aku memutuskan untuk mengirim pesan agar mudah menemukannya.
dekat mesjid, aku di mobil, cepat harus berapa lama lagi aku menunggu!
Akhirnya mataku tertuju pada sebuah mobil sport berwarna merah
Apa itu? sejak kapan dia bawa mobil sport? tanyaku dalam hati
"Tok..tok" aku mengetuk kaca mobil yang tertutup, dengan otomatis pintu terbuka sendiri, bukan kesamping tapi ke atas, yah di bilang norak sih aku memang norak saat itu, dengan mulut menganga aku menatap pintu mobil yang terbuka dengan sendiri.
"Hei, apa aku masih harus menunggu?cepat masuk!" suruhnya ketus.
memang salahku? bukannya dia yang tiba-tiba datang menjemputku
Akupun segera menaiku mobil dengan raut wajah yang kesal,
"Jangan ge-er, aku jemput kamu karena aku gak mau kelaparan seperti tadi malam, jadi aku mau bawa kamu belanja beberapa bahan makanan yang kita perlukan , ngerti!" jelasnya
" siapa yang ge-er, aku gak ge-er sama sekali" jawabku
"Takutnya nanti kamu ke ge-eran aja, kasiankan kalau sudah berharap" ucapnya menyebalkan
aku lebih memilih diam selama perjalanan, karena mengajak bicara bastian hanya akan membuatmu salah, dan terpojokan. yah konsep hidup dia, cuman dia yang benar di muka bumi ini.
Mobil berhenti di parkiran khusus, karena mobil yang Bastian pakai adalah mobil sport, di sebuah mall mewah yang tak jauh dari apartmenku.
"Turun! ngapain masih disitu?" tanya Bastian yang melihatku masih tepukau dengan pintu mobil yang terbuka sendiri, ahhh norak sekali aku ini. Aku segera mengikuti langkah kaki bastian yang begitu cepat seolah waktu yang terbuang selama dia berjalan adalah pembuangan yang mubazir dan harus di minimalisir.
"Ambil yang sekiranya di butuhkan, gak pake lama cepat!" ucap Bastian, seperti sedang mengikuti uang kaget, harus belanja dengan batas waktu yang cepat.
Aku berjalan mengelilingi setiap lorong rak makanan, dari mulai minyak, mie instan, dan makanan kaleng, tidak lupa bumbu-bumbu yang sepertinya akan sulit aku cari di sekitar apartmen,seperti minyak wijen, saos teriyaki dll, Bastian terus berjalan mengawasiku, bukannya mendorong trolly belanjaan dia hanya berjalan sambil melipat tangannya di dada seperti seorang bos yang sedang mengawasi bawahannya.
peran utama nya bego banget