NovelToon NovelToon
Sistem Kultivasi Untuk Psikopat

Sistem Kultivasi Untuk Psikopat

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Reinkarnasi / Sistem / Kelahiran kembali menjadi kuat / Psikopat
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Ye Fan adalah seorang psikopat yang menjadikan orang-orang jahat sebagai target eksekusinya. Ia menikmati perburuan tersebut tanpa rasa bersalah.

Sebelum kematiannya, Ye Fan menghabiskan waktu dengan sebuah game kultivasi yang menurutnya sangat menarik, karena di dalamnya ia bisa memburu dan membunuh para penjahat tanpa batas.

Namun, hidupnya berakhir ketika ia tewas ditembak polisi. Saat membuka mata kembali, Ye Fan mendapati dirinya telah bereinkarnasi ke dalam dunia kultivasi—dunia yang persis seperti game yang pernah ia mainkan, tempat hasrat lamanya kini dapat terwujud sepenuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Turnamen Naga Langit (Bagian 2 – Dinding Besi dan Darah)

​Setelah kekalahan memalukan Chen, panitia turnamen segera mengubah jadwal. Mereka ingin melihat apakah kemenangan Ling hanyalah keberuntungan ataukah Sekte Pemburu Bayangan memang berisi monster.

​"Babak Berikutnya: Pertarungan Beregu – Perebutan Panji!" teriak pembawa acara. "Sekte Pemburu Bayangan melawan Sekte Palu Guntur!"

​Sekte Palu Guntur dikenal sebagai sekte yang mengutamakan kekuatan fisik mentah. Lima murid mereka adalah raksasa dengan otot sekeras baja, masing-masing memegang palu raksasa yang dialiri listrik.

​Ye Fan melirik ke arah A-Gou, muridnya yang bertubuh paling besar namun paling pendiam. A-Gou adalah mantan budak tambang yang tulangnya pernah dihancurkan berulang kali oleh mandor tambang sebelum diselamatkan Ye Fan.

​"A-Gou," panggil Ye Fan.

​A-Gou membungkuk dalam, kepalanya hampir menyentuh tanah. "Ya, Guru."

​"Mereka pikir mereka kuat karena memiliki otot. Tunjukkan pada mereka apa artinya 'kekuatan yang lahir dari penderitaan'. Jangan gunakan senjata. Hancurkan mereka dengan tangan kosongmu."

​A-Gou mengangguk tanpa ekspresi. "Sesuai perintah."

​Di tengah arena, lima murid Sekte Palu Guntur sudah bersiap. Mereka memutar palu raksasa mereka, menciptakan percikan listrik yang menyambar-nyambar ke lantai batu.

​"Hei, si Bodoh! Mana senjatamu?!" ejek ketua tim Palu Guntur. "Apa sekte miskinmu tidak sanggup membelikanmu pedang?"

​A-Gou tidak menjawab. Ia berdiri di depan empat rekannya (Ling, Han, Sia, dan Duan) sebagai tameng utama. Saat lonceng berbunyi, kelima murid Palu Guntur melompat secara bersamaan, menghantamkan palu mereka ke tanah untuk menciptakan gelombang kejut listrik.

​BZZZZZT! BOOM!

​Debu mengepul hebat. Penonton yakin tim Ye Fan akan terpanggang. Namun, saat debu menipis, terlihat A-Gou berdiri diam dengan kedua tangan terentang. Ia menahan dua palu raksasa dengan tangan telanjangnya, sementara kakinya tertanam sedalam sepuluh sentimeter di lantai arena.

​"Apa?! Bagaimana mungkin?!" murid Palu Guntur terbelalak. Palu mereka yang beratnya masing-masing 200 kg tidak bergeser satu milimeter pun.

​A-Gou mendongak. Matanya yang biasanya sayu kini berkilat dengan energi gelap yang ia pelajari dari teknik "Transformasi Tulang Besi" yang dimodifikasi oleh sistem Ye Fan.

​"Guru berkata... otot kalian... hanya hiasan," ucap A-Gou dengan suara serak.

​Dengan satu raungan keras, A-Gou meremas kepala palu baja tersebut hingga penyok seperti kertas. Ia menarik kedua murid itu ke arahnya dan menghantamkan kepala mereka satu sama lain dengan kekuatan yang menggetarkan seluruh stadion.

​DUAK!

​Dua murid raksasa itu langsung pingsan dengan mata putih. Tiga murid Palu Guntur lainnya mencoba menyerang dari belakang, namun Sia (murid Ye Fan yang ahli ilusi) sudah bergerak.

​"Ilusi Bayangan: Labirin Cermin!" Sia menggumamkan mantra.

​Seketika, tiga murid itu melihat ribuan sosok A-Gou yang mengepung mereka. Dalam kebingungan itu, A-Gou bergerak seperti banteng liar. Ia menghantam dada lawan-lawannya dengan tinju mentah. Setiap pukulan terdengar seperti ledakan meriam.

​BUAGH! BRAK!

​Hanya dalam waktu tiga menit, lima raksasa dari Sekte Palu Guntur tergeletak tumpang tindih di tengah arena. A-Gou berdiri di atas tumpukan tubuh mereka, napasnya tetap teratur, tidak ada satu goresan pun di kulitnya yang berwarna perunggu.

​Di tribun kehormatan, Tetua Zhao dari Sekte Awan Putih meremas sandaran kursinya hingga hancur. "Siapa sebenarnya Ye Fan itu?! Bagaimana seorang pemuda bisa melatih murid-muridnya memiliki ketahanan fisik yang melampaui ranah Arus Qi?!"

​Ye Fan, yang duduk dengan tenang sambil menyilangkan kaki, menatap Tetua Zhao. Dengan bantuan Mata Penghakiman, Ye Fan melihat sang Tetua sedang memberikan kode rahasia kepada seorang wasit di lapangan.

​[DING!]

[Deteksi Sabotase!]

[Wasit nomor 04 telah menerima perintah untuk meracuni minuman murid Host di babak istirahat!]

​Ye Fan menyeringai. “Sistem, apakah aku bisa menggunakan fitur 'Pertukaran Ruang' untuk menukar botol racun itu dengan sesuatu yang lebih menarik?”

​[DING! Bisa. Biaya: 200 Poin Reputasi Gelap. Rekomendasi: Tukar dengan 'Cairan Pencahar Gajah' atau 'Racun Pelumpuh Saraf Terbalik'.]

​“Tukar dengan racun miliknya sendiri. Biarkan mereka merasakan masakan mereka sendiri,” perintah Ye Fan.

​Saat istirahat berlangsung, wasit tersebut mencoba memberikan botol air "suci" kepada tim Ye Fan. Namun, dengan jentikan jari Ye Fan yang tidak terlihat, botol itu telah ditukar. Secara "kebetulan", murid dari Sekte Awan Putih yang sedang bersiap di arena sebelah meminum air tersebut karena salah ambil.

​Beberapa menit kemudian, di tengah pertandingan mereka, murid-murid Sekte Awan Putih tiba-tiba berteriak kesakitan saat energi Qi mereka berbalik arah dan menghancurkan meridian mereka sendiri.

​Kekacauan pecah di stadion. Ye Fan berdiri dan menunjuk ke arah Tetua Zhao dengan sangat tenang.

​"Tetua Zhao," suara Ye Fan menggema, jernih dan penuh ejekan. "Sepertinya murid-muridmu terlalu bersemangat sampai tidak sengaja meminum 'hadiah' yang kau siapkan untukku. Sungguh... sangat disayangkan."

​Wajah Tetua Zhao berubah dari merah menjadi biru keunguan. Ia tahu Ye Fan telah menyadari rencananya dan membalikkan keadaan. Reputasi Sekte Awan Putih jatuh ke titik terendah saat tim medis menemukan jejak racun di dalam botol murid mereka sendiri.

​[DING!]

[Misi Progres: 2/5 Kemenangan Tercapai!]

[Bonus: Menghancurkan Reputasi Musuh Besar! Hadiah: Pil Pemurni Jiwa x5]

​Ye Fan menatap murid-muridnya yang kini berdiri dengan bangga. "Kalian melakukan pekerjaan dengan baik. Tapi ingat... pertandingan kedua 3 akan dimulai, dan kali ini, mereka tidak akan menggunakan trik kecil. Mereka akan menggunakan kekuatan penuh."

1
Rizky Fathur
cepat bantai tianchang dengan cara paling kejam Thor
Rizky Fathur
cepat buat mcnya selamat Thor bikin Mcnya Ambil jiwanya Tetua itu bantai keluarganya Tetua itu dengan cara paling kejam Thor bikin Tetua itu memohon ampunan jangan libatkan keluarganya bikin mcnya tidak perduli Thor bantai keluarganya Tetua itu dengan cara paling kejam Thor
Akira
hahaha main sekte-sekte 🤣 seru nihh
Ofu Madu
👍👍👍
Agen One: Makk kasih
total 1 replies
Agen One
Yang suka mc bantai-bantai pasti cocok. Gak naif ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!