NovelToon NovelToon
Apocalypse Regression: Harem In The Zombie World

Apocalypse Regression: Harem In The Zombie World

Status: sedang berlangsung
Genre:Zombie / Hari Kiamat / Anime
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

"Satu kesempatan lagi... dan kali ini, aku tidak akan membiarkan mereka menyentuh apa yang menjadi milikku."
​Yuuichi Shiro tahu persis bagaimana bau kematian. Sebagai korban eksperimen ilegal yang selamat hanya untuk melihat dunia hancur oleh virus Chimera, ia mati dengan penyesalan di ujung pedangnya. Namun, takdir berkata lain. Yuuichi terbangun enam hari sebelum hari kiamat dimulai—di ruang kelas yang tenang, dengan guru kesehatan yang cantik dan teman-teman yang seharusnya sudah mati di depan matanya.
​Dengan bantuan Apocalypse Ascension System dan kesadaran Miu yang sarkastik, Yuuichi memulai langkahnya. Bukan untuk menjadi pahlawan bagi dunia yang sudah busuk, melainkan untuk membangun singgasananya sendiri di atas puing-puing peradaban.
​Di tengah erangan mayat hidup dan pengkhianatan manusia, Yuuichi berdiri dengan elemen es di tangan dan barisan wanita luar biasa di belakangnya. Kiamat bukan lagi sebuah akhir, melainkan taman bermain bagi sang Regressor untuk membalas dendam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badai Es {2}

Hening menyelimuti lorong belakang Dojo Hoshino, jenis keheningan yang tajam dan menusuk, hanya menyisakan suara detak jam kayu tua di ruang tengah. Sakura Hoshino berdiri dengan kaki yang kokoh, merasakan aliran energi dingin yang diberikan Yuuichi mengalir di sepanjang sarafnya. Pendaran biru pada pedang kayunya bukan sekadar hiasan; itu adalah manifestasi dari rasa percaya dan kekuatan yang kini ia miliki.

Penyusup itu, seorang agen infiltrasi kelas elit, mendengus meremehkan. "Teknologi Proyek Chimera memang gila, bisa membuat gadis kendo biasa jadi punya trik lampu seperti ini. Tapi senjata tetaplah senjata, dan kau... bukan petarung."

Dengan kecepatan yang sulit diikuti mata manusia biasa, penyusup itu melesat. Belatinya membelah udara dengan suara desis yang halus. Namun, di mata Sakura, gerakan itu nampak seperti bingkai film yang berjalan lambat. Atribut AGI yang sudah ditingkatkan membuat persepsi waktunya berubah.

Ting!

Sakura menangkis belati itu dengan ujung bokken-nya. Saat logam bertemu kayu yang diperkuat es, kristal-kristal kecil mulai merayap naik ke bilah belati sang agen.

"Apa?!" Agen itu terkejut. Ia mencoba menarik senjatanya, namun Sakura tidak memberinya celah.

Gadis itu memutar tubuhnya, menggunakan momentum dari serangan lawan. Ia teringat kata-kata Yuuichi: Jangan hanya memukul, bayangkan kau sedang membekukan aliran darahnya.

[ KETERAMPILAN AKTIF: TEKNIK PEDANG ALIRAN ES - FORMASI PERTAMA: EMBUN PAGI ]

Sakura mengayunkan pedang kayunya dalam lintasan diagonal yang anggun. Udara di lorong itu mendadak mengental. Saat bokken itu menghantam pundak sang agen, bukan hanya suara benturan tumpul yang terdengar, melainkan suara krak yang mengerikan. Es biru merambat dari titik hantaman, mengunci pergerakan zirah dan sendi bahu lawan secara instan.

"Ugh... tanganku!" Agen itu mundur dengan panik, memegangi bahunya yang kini terasa seperti ditusuk ribuan jarum es.

"Kau salah," ucap Sakura, suaranya tenang namun penuh otoritas. "Aku memang bukan petarung yang kau bayangkan. Aku adalah penjaga tempat ini."

Sementara itu, di halaman depan, Yuuichi berdiri dengan dominasi penuh di atas kap Humvee. Komandan tentara bayaran itu kini berlutut di atas tumpukan salju yang mulai mencair di bawah panas matahari, namun tubuhnya sendiri terus bergetar hebat karena suhu ekstrem yang dipancarkan Yuuichi.

Yuuichi mencengkeram kerah zirah sang komandan, mengangkatnya hingga kaki pria itu menggantung di udara.

"Aku tidak suka mengulang pertanyaanku," bisik Yuuichi. Matanya yang merah berkilat, memancarkan niat membunuh yang murni. "Di mana koordinat Markas Pusat Sektor 4? Dan siapa yang memegang kendali atas pengeboman fajar besok?"

"Aku... aku hanya menerima perintah lewat enkripsi!" sang komandan terbatuk, uap dingin keluar dari mulutnya. "Jika aku bicara... mereka akan meledakkan cip di leherku!"

"Analisis Sistem: Cip peledak terdeteksi di bagian belakang leher subjek. Aku bisa menonaktifkannya dengan kejutan listrik statis jika kau bisa menempelkan jarimu di titik saraf tengkuknya selama tiga detik, Kakak."

Yuuichi tidak ragu. Ia menekan titik yang dimaksud oleh Miu. Cahaya biru elektrik kecil berpendar di ujung jarinya.

[ PENONAKTIFAN PERANGKAT KEAMANAN BERHASIL ]

"Sekarang kau aman dari mereka," ucap Yuuichi, menjatuhkan pria itu kembali ke aspal. "Bicara. Atau kau akan membeku di sini sebelum fajar tiba."

Pria itu terengah-engah, menyadari bahwa peledak di lehernya tidak lagi berdenyut. Ketakutannya pada Yuuichi kini melampaui ketakutannya pada organisasi. "Markas Pusat... mereka ada di bawah tanah fasilitas pengolahan air di distrik utara. Jenderal Kagawa yang memegang kendali atas Sterilisasi Sektor 4. Dia tidak akan berhenti sampai subjek 001 dan semua saksi dihilangkan."

"Kagawa..." Yuuichi mengingat nama itu. Salah satu petinggi yang dulu sering melihatnya dari balik kaca ruang laboratorium saat ia masih anak-anak.

Di dalam rumah, Chika dan Rina keluar ke koridor belakang setelah mendengar suara keributan. Mereka menemukan Sakura sedang berdiri di atas tubuh agen infiltrasi yang kini sudah pingsan dan separuh tubuhnya membeku.

"Sakura! Kau tidak apa-apa?" Chika segera menghampiri, tangannya mengeluarkan aura hijau lembut untuk memeriksa apakah ada luka pada Sakura.

"Aku baik-baik saja, Sensei," Sakura tersenyum kecil, meski tangannya masih sedikit gemetar karena adrenalin. "Yuuichi benar. Kekuatan ini... benar-benar bisa melindungi kita."

Rina Suzuki mendekati agen yang pingsan itu, ia mulai merogoh saku taktisnya dan mengeluarkan sebuah tablet canggih. "Ini adalah emas digital. Perangkat ini terhubung langsung dengan satelit militer mereka. Dengan ini, aku bisa melacak pergerakan skuadron pengebom itu secara real-time."

Yuuichi masuk kembali ke dalam rumah melalui pintu depan, katananya sudah bersih dari sisa-sisa pertempuran. Ia melihat kelompoknya berkumpul di koridor.

"Kita punya lokasi mereka," ujar Yuuichi. "Dan kita punya cara untuk melacak mereka. Rina, berapa lama kau butuh waktu untuk meretas sistem penargetan bom mereka?"

Rina menyesuaikan kacamatanya, matanya berkilat penuh tantangan intelektual. "Dengan perangkat ini? Berikan aku dua jam. Aku tidak hanya akan meretasnya, aku akan mengubah koordinat targetnya kembali ke fasilitas pengolahan air mereka jika kau mau."

Yuuichi menggeleng. "Jangan dulu. Jika mereka tahu sistemnya diretas, mereka akan meluncurkan serangan manual. Kita butuh rencana yang lebih halus."

Ia menoleh ke arah Akari yang masih tampak trauma di sudut ruangan. "Akari, kau tahu jalan pintas menuju distrik utara melalui jalur bawah tanah kereta api?"

Akari mendongak, matanya sedikit membelalak. "Ayahku dulu bekerja di sana... ya, aku tahu jalurnya. Tapi tempat itu... pasti penuh dengan monster."

"Mereka bukan monster jika kau bersamaku," jawab Yuuichi tegas. "Kita akan menyerang jantung mereka malam ini. Kita tidak akan menunggu fajar. Kita akan membawa badai es ini langsung ke depan pintu mereka."

"Misi Ter-update: Penyerbuan Markas Sektor 4."

"Target Utama: Jenderal Kagawa & Pembatalan Proyek Sterilisasi."

"Peringatan: Medan bawah tanah akan membatasi luas serangan esmu. Disarankan untuk meningkatkan kekuatan fisik murni."

Yuuichi menatap teman-temannya satu per satu. "Malam ini, kita bukan lagi orang yang melarikan diri. Kita adalah orang yang akan mengakhiri kiamat kecil ini di kota kita."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!