NovelToon NovelToon
Gormod

Gormod

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dark Romance / Cinta Terlarang
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Penyatuan dua dinasti bisnis raksasa melalui pernikahan mendadak Fank Manafe dan Renata Batistuta memaksa Ezzvaro dan Gabriel terjebak dalam satu atap sebagai saudara tiri.
Namun, di balik status formal itu, tersimpan sejarah kelam: mereka adalah mantan kekasih yang berpisah dengan luka menganga akibat pengkhianatan dan kecemburuan fatal tiga tahun lalu.
Ketika gairah terlarang dan dendam masa lalu mulai membakar batasan moral, mereka terseret ke dalam konspirasi bisnis yang berbahaya.
Di tengah desingan peluru dan pengkhianatan keluarga, Ezzvaro harus memilih antara melindungi wanita yang paling ia benci atau membiarkan dunia menghancurkannya.
Di dunia di mana "cinta adalah kelemahan dan kekuasaan adalah segalanya," kelebihan/melampaui batas akan memaksa mereka menghadapi pilihan tersulit: bersatu dalam kehancuran atau saling menghancurkan demi bertahan hidup 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#14

Lampu-lampu kota London yang berkedip di luar jendela penthouse pribadi Garcia Alton tampak seperti taburan berlian yang tumpah, namun di dalam ruangan itu, suasananya jauh dari kata elegan. Jika Fank Manafe atau publik melihat pemandangan ini, bursa saham Manafe Corp mungkin akan anjlok dalam semalam.

Di atas karpet bulu seharga mobil mewah, dua wanita yang dianggap sebagai musuh bebuyutan oleh imajinasi Ezzvaro sedang duduk bersila dengan botol tequila di tangan masing-masing.

"Jadi... rencana 'Perjodohan Neraka' kita berhasil?" Garcia Alton tertawa terbahak-bahak, rambut pirangnya yang biasanya tertata rapi kini berantakan menutupi wajahnya. Ia meneguk minumannya langsung dari botol. "Ayahku sampai harus memijat pelipisnya saat aku memohon—ah tidak, aku mengancam akan membakar koleksi mobil klasiknya jika dia tidak mengirim surat perjodohan itu ke Fank Manafe!"

Gabriel ikut tertawa, wajahnya memerah sempurna karena alkohol. Hilang sudah imeg 'istri tiri' yang anggun atau manajer kreatif yang dingin. "Kau memang gila, Garce! Ezzvaro ketakutan setengah mati. Dia pikir kau adalah monster penghancur kelab malam yang akan menelan hidupnya!"

"Ya memang! Tapi aku monster yang setia kawan!" Garcia menyenggol bahu Gabriel kasar. "Siapa lagi yang akan menemani 'The Heiress' yang patah hati selama tiga tahun terakhir kalau bukan aku? Media pikir aku mabuk sendirian? Padahal kau ada di sampingku, menangis sesenggukan menyebut nama 'Vavo' sampai muntah di sepatuku!"

Gabriel menutup wajahnya dengan tangan, malu sekaligus geli. "Ssst! Ibuku bisa mencabut hak warisku kalau dia tahu jejak digitalku yang kacau itu ada yang bocor. Untung tim IT keluargamu lebih hebat dari CIA."

Ini adalah rahasia terbesar abad ini. Garcia dan Gabriel bukan hanya sahabat; mereka adalah satu jiwa dalam hal kekacauan. Alasan Garcia selalu terlihat mabuk di kelab adalah untuk menutupi Gabriel yang sedang hancur. Garcia menjadi tameng publik agar nama baik Gabriel tetap suci sebagai putri Renata Batistuta, sementara di balik pintu tertutup, mereka adalah duo pemabuk yang meratapi nasib cinta masing-masing.

"Terima kasih, Garce," gumam Gabriel tulus, matanya sedikit berkaca-kaca karena pengaruh alkohol. "Tanpa bantuanmu meminta perjodohan palsu ini, Ezzvaro tidak akan merasa terdesak. Aku butuh dia merasa terancam agar dia berhenti bersikap seolah dia bisa hidup tanpaku."

"Sama-sama, Jalang Kecilku," Garcia nyengir lebar, lalu tiba-tiba wajahnya berubah sendu. Ia memeluk bantal sofa dengan erat. "Enak ya jadi kau... konspirasi berhasil, 'Vavo'-mu sudah kembali ke pelukanmu. Sementara aku? Crush-ku bahkan tidak memandangku sama sekali. Aku sudah memakai gaun paling pendek di London, aku sudah pura-pura jatuh di depannya, dia malah menyuruh asistennya memanggilkan ambulans! Benar-benar es kutub!"

"Siapa sih sebenarnya pria kaku itu? Kau merahasiakannya bahkan dariku!" tanya Gabriel penasaran.

"Rahasia! Kalau aku sebut namanya, dunia kiamat!" Garcia meneguk lagi minumannya, lalu tiba-tiba matanya berkilat nakal. "Eh, bicara soal kembali... bagaimana malam tahun baru semalam? Apa 'Vavo' masih sehebat dulu?"

Gabriel tersenyum lebar, binar bahagia yang konyol terpancar dari matanya yang mulai sayu. "Lebih hebat, Garce. Dia... dia seperti singa yang kelaparan tiga tahun. Kau tahu kan, suamiku itu... dia punya tangan yang panjang dan lengan yang berurat. Saat dia mencengkeram pinggangku... oh my God... aku merasa seperti luluh jadi jeli."

"Hih! Detail sekali!" Garcia bergidik namun penasaran. "Apa dia masih punya otot perut yang bisa dipakai buat cuci baju itu?"

"Tentu saja! Dan dia sangat posesif. Dia menandai seluruh perutku sampai aku bingung besok mau pakai baju apa kalau kami harus berenang!" Gabriel tertawa cekikikan, membayangkan wajah kaku Ezzvaro jika tahu semua obrolan ini. "Dia pikir dia yang ambil kendali, padahal dia cuma pion di papan caturku."

"Gila! Ezzvaro Manafe yang ditakuti seluruh direktur London, ternyata cuma mainan di tangan sahabatku yang mabuk ini," Garcia menggeleng-gelengkan kepala. "Tapi hati-hati, Gaby. Jangan sampai kau hamil beneran. Tharzeo itu punya indra penciuman seperti anjing pelacak. Dia tadi pagi sudah menatapku curiga saat aku lewat di lobi."

"Tharzeo?" Gabriel mendengus. "Dia mah robot. Tidak punya perasaan."

"Jangan salah," Garcia berbisik konyol, mendekatkan wajahnya ke telinga Gabriel. "Kadang robot kalau konslet, ledakannya lebih parah dari kembang api Thames."

Keduanya pun meledak dalam tawa konyol. Di tengah tumpukan botol dan camilan tengah malam, mereka merayakan kemenangan sementara.

Sebuah konspirasi besar yang dimulai dari segelas alkohol dan rasa setia kawan yang melampaui logika. Ezzvaro mungkin sedang terjaga di kamarnya, merencanakan cara membatalkan perjodohan dengan "gadis gila" Garcia Alton, tanpa menyadari bahwa calon tunangannya dan kekasih gelapnya sedang ghibah tentang otot lengannya sambil menertawakan kebodohannya.

"Besok aku akan datang ke kantor pakai baju yang paling mencolok dan pura-pura mencium Ezzvaro di depanmu," ujar Garcia sambil berdiri goyah, mencoba menari tanpa musik. "Aku ingin lihat mukanya yang ketakutan itu!"

"Lakukan saja! Aku akan pura-pura menangis di toilet," balas Gabriel sambil melemparkan bantal ke arah Garcia. "Permainan baru saja dimulai, Vavo sayang. Selamat datang di neraka cantik yang aku buat khusus untukmu."

Malam itu, di bawah langit London, dua wanita "berbahaya" ini tertidur di lantai dengan senyum kemenangan, sementara di kejauhan, Ezzvaro Manafe sedang memijat keningnya, tidak tahu bahwa musuh sebenarnya adalah persahabatan wanita yang tak masuk akal.

🌷🌷🌷🌷

Jangan lupa tinggalkan jejak ya dear 🥰

1
winpar
kerennnnn
winpar
pokoknya lnjut thorrrrrt💪💪💪💪
ros 🍂: ma'aciww kak😍
total 1 replies
winpar
hahhahHaa🤣🤣🤣
ros 🍂: Jangan ketawa sendiri kak🙏🤣🤣🤣
total 1 replies
winpar
bener2 seruuuuuuuuuu
ros 🍂: ma'aciww kak🥰
total 1 replies
winpar
yg ditunggu2 akhirny up jg💪
ros 🍂: semoga suka kak🥰🙏
total 1 replies
winpar
lnjut thorrr💪
ros 🍂: siapp kak🥰
total 1 replies
Mifta Nurjanah
cieee junior nya bngun wkwkwk
ros 🍂: Jangan dibongkar disini kak🙏🤣
total 1 replies
Lfa🩵🪽
Semangatt ✨
ros 🍂: Ma'aciww kak🥰
total 1 replies
winpar
thor ceritanya selalu seru🥰😍
ros 🍂: Ma'aciww kak🥰
total 1 replies
@RearthaZ
awal cerita yang bagus thor
ros 🍂: ma'aciww kak🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!