Dianggap sebagai sampah karena meridiannya yang hancur, Ling Tian hidup dalam penghinaan dan keputusasaan. Namun, takdirnya yang kelam berubah selamanya saat ia secara tak sengaja membangkitkan Mutiara Naga Kosmik, sebuah artefak ilahi yang menyimpan jiwa Naga Purba dan rahasia ruang-waktu.
Dengan warisan yang menentang langit ini, perjalanan Ling Tian dimulai. Dari seorang pemuda yang dicemooh, ia bangkit untuk membalas dendam, mengguncang sekte, dan menaklukkan kerajaan. Perjalanannya membawanya melintasi dunia fana menuju alam abadi, di mana setiap langkah adalah pertaruhan antara hidup dan mati. Ini adalah kisah tentang bagaimana seorang sampah bisa naik menjadi penguasa kosmos, mengungkap konspirasi universal, dan memegang takdir jutaan dunia di tangannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10: Peringatan di Gang Gelap
Di lantai dua Paviliun Harta Karun, suasana menjadi dingin. Ling Feng mengepalkan tangannya begitu erat hingga buku-buku jarinya bergemeletuk. Wajahnya yang tampan dipenuhi oleh amarah dan rasa tidak percaya.
"Pasti dia menemukannya secara kebetulan! Atau mungkin mencurinya dari pemburu lain!" seru Ling Feng dengan suara tertahan, tidak mau menerima kenyataan. "Sampah itu tidak mungkin bisa membunuh binatang tingkat keempat!"
Di sampingnya, Murong Xue tetap diam. Matanya yang indah masih tertuju pada jalanan tempat Ling Tian menghilang. Berbeda dengan Ling Feng yang emosional, pikirannya lebih analitis. Ia mengingat kembali bagaimana Ling Tian dengan tenang menghindari serangan Ling Jian, seorang kultivator tingkat kelima. Itu bukan keberuntungan.
"Mungkin dia tidak lagi seperti yang kita kira," kata Murong Xue pelan. Ada nada keraguan dalam suaranya.
Mendengar ini, Ling Feng menjadi semakin kesal. "Tidak seperti yang kita kira? Xue'er, kau terlalu memikirkannya. Sampah tetaplah sampah. Meridiannya rusak, itu adalah fakta yang tak terbantahkan. Uang sebanyak itu tidak pantas berada di tangannya. Itu seharusnya menjadi milik klan, milik para jenius sepertiku!"
Tanpa menunggu persetujuan Murong Xue, Ling Feng memberi isyarat kepada dua pengikutnya yang berdiri di belakang. Salah satunya adalah Ling Jian, yang wajahnya masih sedikit pucat dan memegangi rusuknya.
"Ikuti dia," perintah Ling Feng dengan dingin. "Ambil kembali uang itu. Jika dia melawan, beri dia pelajaran yang tidak akan pernah ia lupakan. Patahkan tangan dan kakinya jika perlu."
"Baik, Kakak Ling Feng!"
Kedua pengikut itu segera turun dan menghilang ke tengah keramaian. Murong Xue mengerutkan keningnya tetapi tidak menghentikan mereka. Ia juga penasaran. Ia ingin melihat apakah Ling Tian benar-benar memiliki kemampuan, atau semua ini hanyalah kebetulan semata.
Sementara itu, Ling Tian, yang baru saja meninggalkan paviliun, merasakan dua pasang mata mengikutinya. Indra spiritualnya, yang diperkuat oleh jiwa naga, jauh lebih tajam dari sebelumnya. Ia tidak menoleh ke belakang. Sebaliknya, ia pura-pura tidak tahu dan dengan sengaja berjalan menuju area kota yang lebih sepi.
Ia berbelok ke sebuah gang sempit yang diapit oleh dinding gudang yang tinggi. Ini adalah jalan pintas yang jarang dilewati.
Seperti yang ia duga, begitu ia memasuki bagian tengah gang, jalan di depan dan belakangnya langsung diblokir. Ling Jian dan seorang pengikut lainnya yang bernama Ling Bao, seorang kultivator tingkat kelima lainnya, berdiri dengan senyum menyeringai.
"Menyerahlah, Ling Tian," kata Ling Bao sambil meretakkan buku-buku jarinya. "Serahkan uang yang tidak pantas kau miliki itu, dan mungkin kami hanya akan mematahkan satu tanganmu."
Ling Jian, yang masih menyimpan dendam dari pagi tadi, menatap Ling Tian dengan kebencian. "Kali ini, tidak akan ada keberuntungan yang menolongmu, sampah!"
Ling Tian berhenti berjalan. Ia menoleh perlahan, wajahnya tanpa ekspresi. "Jadi Ling Feng yang mengirim kalian? Dia benar-benar tidak sabaran."
"Berhenti bicara omong kosong!" bentak Ling Jian. "Serahkan uangnya!"
Keduanya melepaskan aura tingkat kelima mereka secara bersamaan, menciptakan tekanan yang seharusnya cukup untuk membuat kultivator tingkat keempat mana pun gemetar ketakutan.
Ling Tian hanya menghela napas. "Aku sudah memberimu peringatan pagi ini, Ling Jian. Sepertinya kau tidak menganggapnya serius."
"Cukup!" Ling Bao adalah yang pertama bergerak. Ia melesat maju, tinjunya mengarah langsung ke wajah Ling Tian.
Kali ini, Ling Tian tidak lagi menahan diri.
Langkah Naga Bayangan!
Sosoknya kabur. Pukulan Ling Bao hanya mengenai udara kosong. Sebelum Ling Bao bisa menyadari apa yang terjadi, sebuah kekuatan yang menakutkan menghantam punggungnya.
BAM!
Ling Bao terlempar ke depan seperti karung pasir, menabrak dinding gudang dengan keras dan jatuh ke tanah sambil memuntahkan darah. Pukulan sederhana itu telah melukai organ dalamnya dengan parah.
Ling Jian terbelalak ngeri. Ia bahkan tidak melihat bagaimana Ling Tian bergerak! Kecepatan macam apa itu?
Ketakutan mulai merayap di hatinya. Saat ia hendak berteriak, sesosok bayangan muncul tepat di depannya. Sebuah tangan mencengkeram lehernya dan mengangkatnya dari tanah seolah-olah ia hanyalah seekor anak ayam.
"Ghh... a-apa... kau..." Ling Jian meronta-ronta, tetapi cengkeraman di lehernya sekuat baja. Napasnya tercekat, wajahnya membiru. Ia bisa merasakan aura Qi yang padat dan murni dari Ling Tian—ini jelas bukan aura tingkat pertama. Ini... ini adalah tingkat keempat, bahkan mungkin lebih kuat!
"Aku tidak suka mengulangi diriku sendiri," kata Ling Tian, matanya sedingin es abadi. "Tapi untukmu, aku akan membuat pengecualian."
KRAK!
Dengan gerakan tanpa ampun, Ling Tian membanting Ling Jian ke tanah dan menginjak lengan kanannya. Suara tulang patah yang mengerikan menggema di gang yang sunyi itu.
"ARRRGGGHHH!"
Ling Jian menjerit kesakitan, suaranya dipenuhi penderitaan dan teror.
Ling Tian berjongkok di sampingnya. Ia mengambil kantong uang milik Ling Jian dan Ling Bao yang tak sadarkan diri. "Ini sebagai kompensasi karena telah menggangguku."
Ia kemudian menepuk-nepuk pipi Ling Jian yang basah oleh air mata dan keringat. "Sampaikan pesanku pada tuanmu, Ling Feng. Katakan padanya, jika dia menginginkan sesuatu dariku, suruh dia datang sendiri. Jangan mengirim anjing-anjing tidak berguna seperti kalian. Dan... suruh dia menyiapkan peti mati yang bagus untuk Kompetisi Klan tiga bulan lagi."
Setelah mengucapkan kata-kata yang menusuk itu, Ling Tian berdiri dan berjalan pergi dengan tenang, meninggalkan dua sosok yang terkapar di gang gelap, bersama dengan peringatan berdarah yang akan segera mengguncang seluruh garis keturunan junior Klan Ling.