AK 47, senjata laras panjang yang kini diarahkannya pada leher suaminya.
"Tambah satu wanita lagi, bangunlah Harem hingga kamu kenyang oleh darah." Sebuah sindiran dari wanita yang tersenyum menyeringai.
Dirinya bereinkarnasi sebagai istri jahat dalam novel pria bertema sistem dan kiamat. Dengan ending kematian tragis.
Sedangkan suaminya hidup bahagia dengan 9 wanita cantik di haremnya.
Berusaha bersikap baik, tidak seperti dalam alur cerita novel. Berharap suaminya tidak akan membangun harem seperti dalam cerita novel.
Tapi tetap saja susu besar membuat pria ini tertarik, paha mulus menggetarkan hatinya.
Daripada menunggu kematian, lebih baik, dirinya menggunakan rudal balistik untuk menghancurkan suaminya.
Dalam dunia kiamat diantara hidup dan mati, dimana makanan adalah lebih berharga daripada emas. Hukum tidak berlaku lagi.
Dunia dimana dirinya dapat membantai pria ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Bahan makanan yang terdiri dari sebagian besar umbi-umbian. Semuanya diletakkan dalam api yang hampir padam.
Aroma yang harum sedikit demi sedikit tercium. Terlebih, beberapa ekor ikan yang telah dinetralkan dari pengaruh radiasi, telah hampir matang.
Mereka menelan ludah, sudah dua hari tidak dapat memakan apapun. Bahkan untuk minum pun sulit, tanpa Ren, stok air bersih mereka terbatas. Mengingat pengaruh radiasi yang menyebar di perairan.
"Makanlah!" kalimat penuh senyuman dari Sarah, wajah galak wanita ini tidak terlihat segalak sebelumnya. Kini bagaikan malaikat penyelamat bagi mereka, dan perut mereka yang sudah sekarat.
Lois bergerak cepat, meraih ubi bakar yang masih panas. Tidak peduli pada apapun segera mengupasnya.
"Kalian mendapatkan stok makanan berupa tumbuhan dari mana?" tanya Zero tidak mengerti, pasalnya stok makanan dari hewan masih dapat dicari, mengingat kemampuan Ren yang dapat menetralkan pengaruh radiasi. Tapi dari tumbuhan?
Tanah sudah tidak dapat ditanami, apalagi dengan langit yang sudah tidak terdapat cahaya matahari. Atmosfer masih tertutup oleh abu vulkanik. Udara juga menjadi begitu dingin, benar-benar hampir tidak ada tumbuhan yang bertahan.
"Kami memiliki cara kami sendiri. Tapi satu hal yang perlu kalian ingat, jangan mengganggu Ren lagi, jangan menghinanya lagi. Jika kamu melakukannya aku akan memakanmu." Sebuah ancaman penuh senyuman dari Sarah. Jika ini dunia normal sebelum kiamat, mungkin mereka akan menganggapnya sebagai sekedar lelucon.
Tapi di dunia setelah kiamat ini, praktek kanibalisme sering dilakukan. Itu karena benar-benar keterbatasan dengan sumber makanan.
Mereka saling melirik, menelan ubi yang ada di mulut mereka. Tidak dipungkiri, dari segi kekuatan yang paling kuat di sini adalah Sarah.
Memakan atau dimakan, mereka menelan ludah.
"Tapi tidak perlu khawatir, selama kita menerapkan prinsip setia kawan. Sama sekali tidak boleh ada penghianat, maka makanan dan air akan terjamin. Tujuanku hanya satu, membangun peradaban kembali, di mana kita tidak akan pernah merusak alam lagi hanya untuk keegoisan sesaat." itulah kalimat yang begitu ringan dari wanita ini.
"Melindungi alam? Aku cinta Sarah!" kalimat yang diucapkan oleh Ren memeluknya. Benar-benar pemuda yang tanpa aba-aba melakukan segalanya sesukanya.
Louis mulai berpikir."Jika menjadi pasanganmu apakah akan mendapatkan lebih banyak makanan?" Tanyanya yang sudah 1 tahun ini kesulitan untuk mendapatkan sumber daya, bahkan hanya untuk mengisi perut.
Menghela napas, Ren yang begitu lemah, dapat hidup dengan nyaman sesukanya. Dirinya juga ingin hidup dengan nyaman seperti itu. Hanya untuk menyerahkan diri pada wanita cantik kenapa tidak?
"Tidak! Aku sudah memiliki satu orang yang aku sukai, jadi jangan berkata macam-macam tentang hal yang memalukan seperti itu. Aku tidak tertarik membangun harem." Sarah berusaha keras untuk tersenyum, ingin rasanya menghajar mulut Louis.
Tapi mau bagaimana lagi, untuk menghadapi final boss yang begitu kuat, dirinya harus menentang pria itu.
Seorang pria yang memiliki kemampuan bagaikan dewa, rambutnya yang putih, pupil matanya merah, menatap tajam begitu mengerikan, bahkan senyumannya bagaikan psikopat.
Memang terlihat indah dan begitu rupawan, tapi sampai sekarang, di antara ratusan monster yang dihadapi oleh Sarah. Di luar dugaan, makhluk itulah yang paling mengerikan. Bahkan dirinya gemetar ketakutan setiap mengingat pertemuannya dengan orang itu, benar-benar final bos.
"Baik! Baik! Selama kebutuhan pangan terpenuhi, kami akan mengikutimu." Zero menengahi, mengetahui wanita ini begitu emosional.
Mata Zero melirik ke arah Ren, pemuda yang tengah memakan ubi penuh senyuman tanpa rasa bersalah. Orang ini benar-benar yang paling santai, paling penakut, paling lugu, paling berguna, dan paling baik hati.
Entahlah dirinya harus berkata apa tentang orang ini. Tapi berhasil menggoda wanita yang memiliki kemampuan. Benar-benar sebuah keberuntungan orang ini masih dapat hidup hingga saat ini. Sebuah keberuntungan yang gila-gilaan.
"Miau... tuan, betina itu sekarang begitu dekat dengan 5 pejantan lainnya. Anda tidak cemas pada akhirnya betina itu kawin dengan mereka?" Pertanyaan dari sang kucing dengan suara kecil yang berada di samping majikannya.
"Aku hanya penguji, tentu saja aku sama sekali tidak cemas. Malah bagus bukan jika Sarah bersama dengan orang lain. Dia akan sangat bahagia." Itulah yang dikatakan Ren dengan kalimat ringan penuh senyuman, tapi tangannya menggenggam arang panas hingga hancur.
"Majikanku kenapa? Dia bertingkah aneh lagi." Batin sang kucing benar-benar heran dengan majikannya."Jika dia kesal salah-salah aku dilempar lagi olehnya. Dasar psikopat dingin aneh."
"Miau-miau... Menurutmu bagaimana caranya untuk membunuh mereka?" pertanyaan yang benar-benar ringan dengan nada yang sopan.
"Apa Tuan merasa betina anda diambil?" pertanyaan dari sang kucing, saat itu juga Ren tersenyum ke arah kucingnya.
"Tidak! Maksudku bukan betina anda diambil, anda kesal karena mereka dulu mengkhianati anda...miau..." sang kucing segera merevisi kata-katanya, tidak ingin dirinya terlempar melayang sejauh puluhan kilometer. Bahkan ketika masih tersenyum pun majikannya begitu menyeramkan.
"Iya! bukan karena mereka mengikuti perjalananku dengan Sarah. Terserah Sarah akan berakhir dengan siapa, tapi satu hal yang terpenting, 5 orang yang sudah pernah mengkhianatiku ini harus mendapatkan pelajaran." itulah yang diucapkan oleh Ren, duduk paling jauh dari api unggun seorang diri.
Terlihat lugu, baik hati tersenyum, sembari memakan ubi tanpa beban dan rasa bersalah sedikitpun.
"Betina itu tersenyum! Betina itu tersenyum pada pejantan lainnya!" Seru sang kucing bulatkan matanya.
"Aku akan membawa roh mereka ke neraka." Gumam Ren.
***
Sementara di dekat api unggun_
"Jadi bagaimana kalian pertama kali bertemu dengan Ren?" Pertanyaan antusias dari Sarah, ingin mencari cara agar secepatnya pria itu menyatakan perasaannya. Sudah pasti Ren menyukainya bukan?
"Saat itu, kami kekurangan pasokan bahan makanan. Gedung pemerintahan juga telah hancur. Kami mendapatkan laporan tentang seorang pria yang menghancurkan pusat Kasimo dan perdagangan manusia." Jelas Louis sembari mengunyah ubi yang sudah sedikit mendingin.
"Pria yang menghancurkan pusat Kasino dan perdagangan manusia?" pernyataan yang tidak dimengerti oleh Sarah. Pasalnya yang memiliki kemampuan tertinggi kemungkinan besar adalah Kelvin. Dan... final boss...
"Benar! Saat itu kami sudah tidak mendapatkan daya dari pemerintah lagi. Semua negara di dunia sudah hancur, ketika mendapatkan laporan tersebut, kami menanggapinya dan segera ke lokasi, hanya untuk mengumpulkan sisa bahan makanan jika tersedia di tempat yang hancur." jawaban yang diucapkan oleh Louis.
"Seperti apa orang yang menghancurkan pusat Kasino dan perdagangan manusia?" Tanya Sarah menitipkan matanya benar-benar dipenuhi rasa penasaran.
"Entahlah... saat kami datang ke lokasi, kami hanya melihat dari jarak jauh, orang itu melemparkan bola api raksasa. Tawanya benar-benar terdengar sangat mengerikan. Pria berambut putih, aku mengamati dari teropong, pupil matanya berwarna merah, menggunakan topeng inari. Orang itu benar-benar gila dan mengerikan..." Fred menyela cerita Louis.
Tapi satu hal dapat disimpulkan oleh Sarah, kekuatan final boss lebih kuat daripada yang diperkirakan olehnya. Mungkin sebenarnya menyembunyikan kekuatan yang lebih mengerikan lagi.
"Dia pejantan lugu yang baik hati...miau..." Batin sang kucing mendekati Sarah, kemudian bermanja-manja di bawahnya.
Hayu Miau...terus provokasi Ren biar panas
up nya udah ada aja nih,thor.
Kamu kalau menilai suka sesukamu aja sih,Miau
Lempar nih...