NovelToon NovelToon
Menikahi Duke Misterius

Menikahi Duke Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:JAEMIN NCT / Cinta Seiring Waktu / Barat
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: RaeathaZ

Melvin Blastorios, merupakan seorang ahli waris dari keluarga bangsawan Blastorios, yang terkenal akan kehebatan dan kejeniusannya. Selain itu, Melvin juga merupakan pemimpin dari sebuah organisasi rahasia di Inggris yaitu Dragon Knight of Archangel.

Arabella Winston, seorang gadis muda, cantik, bijak dan cukup terkenal di kalangan para bangsawan, yang sedang mencari seorang suamin. Walaupun begitu, Bella dikenal sebagai salah seorang gadis bangsawan yang selalu menolak banyak lamaran dari para pemuda bangsawan lain.

Ini hanyalah sebuah kisah cinta romantis antara seorang pemuda dari organisasi rahasia dengan seorang gadis muda penolak lamaran.

.

.

.

.

terinspirasi dari seri pertama novel club Inferno...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RaeathaZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19

.

.

.

*Chapter Sebelumnya :

"Baiklah, aku mengerti." Ujar Melvin dengan tenang, dan lalu memandang penuh arti kearah kedua mata Brandon. "Tapi, jika aku menjadi dirimu. Mungkin, aku lebih memilih untuk menutup mulutku." Sambungnya penuh ancaman*.

***

Brandon hanya dapat terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Melvin barusan. Pria itu menyadari sebuah ancaman yang ada di balik suara bernada rendah milik pria itu, yang disertai oleh tatapan sopan dan dingin.

Kedua saudara Brandon Launcher hanya dapat saling menatap, merasakan sebuah perasaan buruk. Karena biasanya hal itu akan menjadi awal dari sebuah perkelahian.

Sedangkan Brandon, pria itu mulai tersadar dari ke terdiaman nya, dan lalu memandang Melvin dengan tatapan mencemooh dan juga senyuman mengejek. "Tapi sayangnya, kau bukanlah diriku, kan, Melvin? Kau hanya berharap menjadi diriku."

"Lebih baik sekarang dengarkan apa yang akan ku katakan, peroleh bertampang biasa. Tinggalkan Arabella Winston sendiri dengan seorang pria yang lebih cocok untuk mengurus perempuan seperti dirinya." Kata Melvin dengan nada mengancam tepat di depan wajah Brandon, dan menatap pria itu tajam.

"Lalu, menurut mu siapa itu? Darwin Buannico? Pria yang bahkan lebih banci daripada saudara laki-laki ku, Albern. Tapi, tunggu dulu... Jangan-jangan kau?" Seketika itu Brandon langsung menyipitkan matanya. "Jangan bilang, kalau kau kini tertarik pada gadis itu?"

Tanpa mempedulikan pertanyaan Brandon yang diajukan olehnya, Melvin lebih memilih untuk melangkah mendekati pria itu dengan tatapannya yang mengintimidasi. "Satu patah kata lagi yang kau keluarkan untuk menjelek-jelekkan gadis itu, maka aku akan menghancurkan mu."

Brandon langsung menyebutkan gelak tawa yang keras saat mendengar ancaman kenalan masa kecilnya itu. "Jadi, kini kau mengancamku, Melvin?" Tantang pria pencoleng itu pada Duke of Rostown, tanpa menyadari bahaya yang kini mengintainya.

Melvin semakin mendekat dan menatap saingannya itu dengan tatapan dingin penuh ancaman, lalu berbisik pada pria itu. "Yang pasti aku telah memberi mu peringatan, Brandon."

Brandon merasa tubuh nya tegang, lalu mencoba untuk mundur kebelakang sedikit mencoba untuk menjauhi tubuh Melvin, tetap dengan memperlihatkan sikap congkaknya.

"Huh... Kau pikir, kau bisa mendapatkan gadis itu, disaat bahkan diriku saja gagal untuk memilikinya?  Semoga kau berhasil, Melvin." Ujar Brandon dengan nada sewot seraya melirik sekilas dengan sinis. "Aku akan ikut senang untukmu, jika kau dapat mendapatkan gadis sombong itu."

"Well, bukankah ini seperti zaman dulu saja? Aku lihat sejak tadi kalian telah berkumpul bersama lagi disini."

Serempak keempat pria itu langsung menoleh ke arah sumber suara yang telah mengganggu ketegangan yang menyelimuti mereka. Terlihat saudara laki-laki Brandon yang berperawakan kurus kecil, Albern yang sekarang mulai ikut bergabung bersama mereka.

Marquess of Launster muda itu memperlihatkan raut wajah ramah dengan senyum dibibirnya. Ia melirik ke arah Melvin, lalu berpaling melihat adik keduanya itu dengan senyum khawatir. "Ayolah, teman-teman, saat ini kita semua telah dewasa, bukan?"

Brandon hanya mengerlingkan matanya bosan, saat mendengar perkataan pria yang lebih tua empat tahun darinya itu. Sedangkan, Melvin merasa bahwa yang dikatakan oleh Marquess of Launster itu benar. Saat ini, mereka mulai kembali menjadi remaja nakal seperti dulu.

Marquess of Lsunster itu tak terkejut melihat Brandon yang secara terbuka memberikan tantangan kepada Melvin seperti saat mereka kecil dulu, hanya untuk membuktikan siapa yang paling hebat dan jantan diantara mereka berdua.

Sejujurnya, saat ini Melvin merasakan perasaan tak senang yang bergejolak dalam dirinya. Disaat tanpa sadar, dia terpancing oleh sikap persaingan dalam memperebutkan gadis Winston itu dengan Brandon dan menjadikan Arabella Winston sebagai trofi kemenangan diantara keduanya. Padahal ia tahu, jika itu adalah tindakan yang salah dan konyol.

Brandon hanya mendengus, memandang hina ke arah keduanya, dan lalu membalikkan badannya kepada kedua adik laki-lakinya. "Ayo kita pergi dari sini."

Memandang Melvin dan kakaknya dengan arogan. "Ini sungguh membosankan. Aku yakin, pasti keluarga Fratellion telah menurunkan standar tamu mereka."

Melvin hanya dapat tersenyum kesal kepada ketiga pria itu. Tapi, tak bisa dipungkiri jika ada perasaan lega saat melihat mereka bertiga menjauh darinya dan mungkin sekarang Nona Winston bisa untuk menikmati acara ini, tanpa harus mempedulikan Brandon dan kedua saudaranya akan menjelek-jelekkan gadis itu lagi.

Mencoba menghela nafasnya untuk meredakan amarahnya yang sempat memuncak, Melvin pun langsung menyapa saudara laki-laki tertua Brandon itu dengan sebuah senyuman yang terlihat lebih tenang. "Albern, apa kabar?"

"Melvin, tentu saja aku cukup baik. Oh... senang rasanya dapat bertemu dengan mu lagi disini! Ya Tuhan... Sudah berapa tahun lamanya ini aku tak melihat mu, teman. Dan aku turut berdukacita atas kematian ayah mu, Duke of Rostown, Melvin." Kata Albern sambil memeluk Melvin untuk menunjukkan perasaan senangnya bertemu teman lamanya itu.

"Apa? Oh... ya, tentu saja. Terima kasih, Albern." Kata Melvin setelah pelukan mereka terlepas.

"Sama-sama."

Sembari duduk kembali di tempat itu, mereka pun mulai mengobrol berdua.

"Jadi, ceritakan padaku tentang perjalanan mu selama ini di daerah Selatan, Melvin. Mungkin, kau dapat merekomendasi beberapa tempat bagus untuk ku dan istri ku kunjungin sebelum melahirkan."

"Apa istrimu akan melahirkan, Albern!" Melvin terkejut mendengarnya. "Kau akan menjadi seorang ayah?"

"Iya, anak pertama kami." Jawab Albern dengan senyuman cerah.

"Selamat, Albern! Aku turut senang mendengar kabar tersebut, teman." Kata Melvin memberikan selamat kepada teman lamanya itu.

"Iya, Terima kasih, Melvin. Tapi, sejujurnya saat ini aku cukup takut."

"Ah... Tenanglah, kawan. Itu biasanya hanya sebuah kekhawatiran kepada seorang ibu saja. Jangan takut, aku yakin istrimu akan baik-baik saja." Ujar Melvin mencoba untuk menenangkan Marquess muda itu.

"Jadi, kau ingin berpergian ke daerah selatan bersama istrimu?" Tanya Melvin dengan sebuah seringai ramah.

"Ya, Caitlyn ingin mengunjungi banyak tempat sebelum kehamilannya yang akan semakin membesar, dan membuatnya sulit berjalan nantinya. Dan lagipula, saat anak kami lahir nanti, mungkin akan sulit bagi kami untuk berlibur lagi."

"Jadi, apakah kau sudah memutuskan kerajaan mana yang ingin kau kunjungi di daerah Selatan."

"Hmm... Ku rasa mungkin kerajaan Calvofioren akan menjadi tujuan kami. Tapi, entahlah, aku belum memutuskannya."

"Baiklah, ku rasa kau harus pergi ke Giardino Garafano disana merupakan sebuah taman bunga Anyelir yang sangat indah, Fiumi Ghiaccito juga cukup menarik, itu adalah sungai es yang memang telah membeku, tapi sungai itu dipenuhi oleh angsa-angsa putih yang indah, dan Torreggiare Amore itu merupakan menara cinta yang penuh legenda, aku yakin kau tak akan menyesal ke tempat itu. Tapi, itu jika kau benar-benar sudah memutuskan untuk pergi ke Kerajaan Calvofioren." Kata Melvin menceritakan semua tempat menarik di Kerajaan Calvofioren, tapi walaupun begitu pikirannya terus tertuju pada Arabella Winston yang keluar dari ruangan ini.

Rasanya saat ini Melvin ingin mengejarnya dan menghentikan perbincangannya dengan Albern. Dengan mengucapkan selamat sekali lagi pada Albern, Melvin pun langsung minta undur diri dari perbincangan itu.

Tapi, disaat ia mengejar gadis Winston itu yang telah tak terlihat. Melvin masih merasa tak percaya bahwa Albern muda yang terlihat sakit-sakitan itu telah menikah dan akan menjadi seorang ayah sebentar lagi, bahkan sebelum dirinya.

Mengetahui hal itu membuat Melvin merasakan dadanya sedikit sesak, karena sejujurnya mungkin ia merasa sedikit iri dengan teman lamanya itu yang telah menemukan kehidupan bahagia bersama orang yang ia cintai.

***

1
Del Rosa
semangat ya author...
cerita nya keren👍👍👍
Black Swan
Hai kak aku sudah mampir, semangat terus💪
Reilient
ditunggu lanjutannya
Rei_983
lanjutin
Ocean Blue
lanjutin ceritanya
Rose Ocean
lanjutin ceritanya kak
Reha Hambali
lanjutin ceritanya thorr
Riha Zaria
lanjutin ceritanya thor
Reezahra
lanjutin thorr
Zariava
lanjutin thor
Reatha
lanjut thorr
Reazara
lanjutin kak
Zahira
lanjutin thor
Zahra
lanjutin kak
Ria08
lanjut kak
Reza03
lanjut
@RearthaZ
siap kak
Susi Nugroho
Di tunggu lanjutannya
Riza09
lanjut
Rei_Mizuki98
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!