NovelToon NovelToon
Pengacara Indira, Istri Baru Papaku

Pengacara Indira, Istri Baru Papaku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Duda / CEO / Tamat
Popularitas:286
Nilai: 5
Nama Author: Daisy Puppy 1412

Indira berprofesi sebagai pengacara, ia dijuluki pendekar ulung karena selalu memenangkan kasus yang dia tangani. karena kesibukannya dia lupa akan statusnya sebagai kaum jomblo sejati hingga membuat mamanya turun tangan untuk mencarikannya jodoh. hingga akhirnya dia dijodohkan dengan anak temannya yang bernama Gibran (pemilik PT Murni alam) yang berstatus duda anak 3. setelah menikah Indira dihadapkan dengan konflik keluarga hingga akhirnya dia menemukan titik kebahagian nya dengan suaminya Gibran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pengacara Indira, istri baru papaku

...“Pak kepala keluarkan saja Sasha dari sekolah ini, gak anaknya gak mamanya sama-sama gak pantas” sahut orang tua Pevita....

...“Saya pastikan kamu lenyap setelah keluar dari sekolah ini” celetuk orang tua Lana. Kepala sekolah mencoba untuk menjadi penengah dengan meminta Indira dan Sasha meminta maaf dan tidak memproses hal tersebut lebih lanjut....

...Suasana seketika memanas, ekspresi wajah Indira menjadi lebih marah dari sebelumnya. “Ini ya sekolah elite yang di gadang-gadang bakalan mempunyai alumni pintar dan berpotensi ternyata isinya otak kosong semua termasuk kepala sekolahnya juga. Jangan salahkan saya apabila kebusukan kalian terlihat di muka umum, jangan mengira saya tidak tahu kalau kamu orang tua Tiara pernah menggelapkan pajak rakyat (orang tua Tiara berstatus dirjen pajak) bahkan uang rakyat kalian pakai buat beli tas branded, perhiasan dan keluar negeri. Kamu orang tua Lana pernah menabrak pedagang bakso keliling yang lagi nyebrang hingga meninggal lalu menyuap saksi untuk tutup mulut, menghilangkan bukti yang ada karena jabatan tinggi kalian bisa seenaknya saja, dan kamu juga orang tua Pevita asal kamu tahu kalau suami kamu ini punya simpanan diluar sana hingga mempunyai anak” Indira dengan puas membongkar aib orang tua masing-masing anak yang membully Sasha sambil menunjuk-nunjuk mereka....

...“Kenapa diam? Takut sekarang apa kaget karena saya bisa tahu semuanya, kalian jangan liat ke atas karena diatas langit masih ada bulan dan matahari yang bersinar. Kalian seenaknya saja menginjak-injak harga diri seorang anak kecil yang belum tahu arti hidup. Kalau kalian gak bisa ajari anak kalian biar polisi yang mengajari mereka arti hidup yang sesungguhnya” ucap Indira dengan tegas. Indira memegang ponsel lalu menelpon polisi agar mengusut tuntas kasus ketiga orang tua pembully. Semua orang tua pembully lemas tak bisa bicara seketika mereka panik, “tolong polisi jangan sampai ikut campur, kita damai saja” bujuk orang tua pembully....

...“Udah terlambat” ucap Indira santai....

...Kepala polisi datang membawa bawahannya, kepala polisi tersebut juga menghormati Indira merasa sungkan dengannya. Indira memberikan bukti atas pembullyan anaknya, Indira juga beranggapan kalau aksi pembullyan tidak hanya dilakukan sekali namun berkali-kali. Indira meminta Sasha untuk memberikan keterangan kepada kepala polisi agar kasusnya segera dituntaskan, dan Indira juga meminta kepada kepala polisi agar kepala sekolah juga diperiksa. Setelah Sasha memberikan keterangan kepada kepolisian, ia pergi bersama Indira....

...“Sebenarnya wanita itu siapa sih bisa tahu semuanya” ucap salah satu orang tua pembully dengan rasa kesal. Kepala polisi berceloteh kalau wanita yang mereka hadapi adalah pengacara nomor 1 di kota ini namanya Indira Pradipta, begitu mendengar nama Indira Pradipta mereka semua yang berada di ruangan kepala sekolah tercengang lemas, tak menyangka wanita yang mereka caci maki tadi adalah pendekar ulung....

...Di malam hari di ruang tamu Gibran bolak balik jalan ke kanan dan kekiri memasang muka gelisah, sebentar melihat jam sebentar melihat luar jendela rumah. Justin yang baru pulang main heran melihat papanya nampak gelisah, “papa kenapa?”....

...“Adik kamu Sasha belum pulang sekolah tin, Brilia juga belum pulang” ucap Gibran dengan ekspresi cemas. Tak berselang lama Brilia datang, Gibran menyambutnya dengan Omelan karena jam segini anak gadisnya baru pulang sekolah “kamu kemana saja jam segini baru pulang, mau jadi apa kamu bril sekolah jam segini baru pulang, papa telepon pihak sekolah menanyakan keberadaanmu tapi pihak sekolah bilang tadi siswa-siswi pulang lebih awal dari biasanya” ucap Gibran dengan nada tegas....

...“Maaf pa” ucap Brilia menundukkan kepala. Gibran berinisiatif untuk menelepon mamanya siapa tahu ada Sasha dirumah mamanya namun gak disangka setelah di telpon Gibran mendapatkan jawaban tak terduga, anak yang ditunggu kepulangannya telah berada di tangan Indira yang sekarang di rumah Indira sendiri....

...“Mama udah share loc, buruan kamu kesini” ucap Bu Rosa singkat....

...Gibran mengajak kedua anaknya untuk menjemput adiknya yang berada di rumah Indira, “pa Sasha diculik sama cewek gak tahu malu itu?” Sahut Justin mengikuti langkah papanya....

...“Udah diem” celoteh Gibran menyalakan mesin mobilnya....

...Dirumah Indira Bu Rosa dan nyonya Sarah berpamitan pulang, mereka diantar oleh Indira sampai didepan pintu. Indira berpelukan dengan mamanya serta mertuanya “ternyata seenak ini punya mertua yang baik malah anaknya yang bikin stres” ucap Indira dalam hati....

...“Sehat sehat ya nak, oiya mama sama mamamu berencana mau healing keluar negeri jadi minta tolong jagain Gibran ya” ucap Bu Rosa tersenyum sambil menepuk tangan Indira....

...“Healing??? Dapat kata dari mana mah” tanya Indira bingung dengan kedua mamanya yang sekarang menjalani fase puber tersekian kalinya....

...“Dapat dari aplikasi toktok yang kemarin mama tonton, anak muda sekarang kan kalau ngomong healing, traveling, hangout gitu kan. Kok kamu jadi kolot malah mama yang gaul” ucap nyonya Sarah meledek Indira....

...“Sudah sudah yuk jeng kita pulang” ajak bu Rosa pulang bersama nyonya Sarah....

...“Hati hati ma” Indira melambaikan tangan kepada kedua orang tuanya....

...Baru satu langkah Indira ingin masuk rumah setelah pintu rumah ia tutup datang Gibran dengan terburu-buru membuka pintu mobil, ia berjalan cepat mengetuk pintu rumah indira. Indira membuka pintu rumah, dia terkejut ternyata Gibran bisa menemukan keberadaan nya dengan Sasha. Gibran dengan panik tak sadar sudah mendorong Indira lalu menerobos masuk rumahnya diikuti kedua anaknya Justin dan Brilia, “Sasha” panggil Gibran berjalan cepat menghampiri Sasha yang sedang duduk diruang keluarga....

...Gibran memeluk anaknya Sasha, Justin dengan gaya sok slengean memarahi ibu tirinya dengan kata yang kurang pantas dengan langkah cepat Sasha melepas pelukan papanya berjalan menghampiri Indira lalu memeluk Indira dengan hangat, “jangan pernah marahin mama Indira” ucap Sasha dengan nada ketus....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!