"jangan om, aku masih perawan, "!! kata seorang gadis yang sudah berada di bawah kungkungan seorang laki laki tampan ,namun terlihat bagitu arogan.
"siapa yang menyuruhmu kesini ,"! sahut laki laki tersebut dengan suara yang terdengar paro, sambil menahan sesuatu yang sudah ingin meledak saat itu juga.
"om, jangan macam-macam atau aku tendang itu ular arab mu ya"!! ancam gadis tersebut yang masih mencoba mempertahan kan dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 17
Bagi pun tiba.
Sudah sejak kemarin Clara belum pulang ke kosan nya dan itu mampu membuat Tania kebingungan mencari keberadaan Clara ,pesan dan panggilan dari Tania clara abaikan begitu saja.bukan karena tidak mau menjawab ataupun membalas pesan dari sahabatnya itu, melainkan disaat Tania menghubungi nya bertepatan dengan Devan berada di sampingnya ,jangankan mengangkat telpon rasanya tubuhnya begitu gugup saat berdekatan dengan laki laki dewasa tersebut,apalagi setiap ucapan Devan mampu membuat otak cerdas Clara bodoh mendadak.
"Apa Clara marah padaku,apa dia benar benar diculik oleh dua laki laki berbaju hitam kemaren,kemana sih cla sebenarnya kamu". Geruntuh Tania sambil mondar mandir tidak jelas di depan kosan Clara.
Apalagi semalam Clara juga tidak masuk kerja membuat Tania di cetar beberapa pertanyaan dari pemilik caffe tempatnya berkerja tersebut .
Tring .
Disela sela kebingungan nya satu pesan masuk pada ponsel Tania.
"Tan,jangan mengkhawatirkan ku,nanti malam aku pulang". Pesan yang dikirimkan Clara bersamaan dengan sebuah foto kamar mewah dimana Clara sedang membaringkan tubuh bagian hanya dengan senyum manisnya.
Membuat mata Tania ingin lepas dari tempat persembunyiannya.
"Jangan bilang ini di kamar hotel"! Gumam Tania sambil menutup mulutnya sendiri.
"Apa mungkin Clara sampai --,tidak tidak ,itu pasti tidak mungkin Clara sampai melakukan maksiat ". Tania mencoba menyingkirkan pikiran buruk yang kini sedang menari nari di otaknya yang tidak terlalu cerdas tersebut.
Ceklek..
Pintu kamar pun di buka oleh Clara,setelah mencuci wajahnya Clara pun keluar dari kamar dan matanya menatap Devan yang sedang tertidur di atas sofa di depan tv yang masih menyala.
Clara melangkah mendekat ke arah Devan ,ditatapnya lekat lekat wajah tampan yang masih terlelap.
"Bibir tipis,hidung mancung,kulit putih dan mata yang indah",membuat clara sungguh terpesona dengan sosok laki laki di hadapannya itu.
Devan yang sadar dengan hal tersebut,langsung saja menarik tengkuk Clara dan membuat Clara terjatuh pada dada bidang Devan dengan bibir yang saling bertabrakan.
Tidak ingin menyia-nyiakan keadaan,Devan melumat bibir kenyal Clara ,menyesap benda tersebut penuh nafsu.
Sepertinya gadis tomboy tersebut kini Mulai terbuai akan pesona seorang devandra arganta.laki laki yang sudah beberapa kali menyerobot bibir seksinya itu.
*****
Malam pun tiba ,setelah mencoba gaun pengantin di sebuah butik langganan Devan.
Malam itu nampak Devan mengantarkan Clara kembali ke kosannya.
"Apa paman dan bibi ku boleh hadir di acara pernikahan itu". Tanya Clara dengan hati hati.
"Hemmmm, " jawab Devan sambil mengangguk kan kepalanya.
"Baiklah kalau begitu, terimakasih"! Ucap Clara sambil memegang handel pintu mobil untuk keluar dari mobil tersebut.namun dengan cepat Devan pun menahan lengan clara dan kembali laki laki dewasa tersebut menyerobot bibir seksi milik Clara .
Bugh'"!!
Satu pukulan kini sudah mendarat tepat pada dada bidang devan.
"Anda benar benar maniak kelas kakap". Umpat Clara kesal sambil menutup pintu mobil tersebut dengan kasar.
Lagi lagi Devan hanya tersenyum mendengar pujian pujian dari Clara,andai wanita lain sudah bisa dipastikan Devan akan murka seketika,entah kenapa dengan gadis satu itu seakan Devan bertekuk lutut ,di pukul di tampar ,di umpati pun Devan hanya terkekeh,ya Clara lah satu satu nya gadis yang berani berbuat seperti itu kepada Devan,lain hal nya dengan wanita lainya yang sengaja menjajalkan tubuhnya untuk menarik atau pun memikat seorang devandra .
"Claraa"!! Teriak Tania yang saat itu masih setia menunggu Clara pulang.
"Kenapa di sini".
"Ckck,ya menunggu mu lah,kamu dari mana saja,aku takut terjadi apa apa denganmu". Jelas Tania sambil memutar mutar tubuh Clara ,memastikan tidak ada cacat sedikitpun dengan gadis cantik tersebut.
"Ayo masuklah,aku sangat lelah sekali". Kata Clara sambil melangkah membuka pintu kosannya.
"Cla kamu yakin semuanya baik baik saja".
"Minggu depan aku akan menikah".
"Apaa," pekik Tania dengan mata yang membulat sempurna.
"Cla ,katakan apa yang sebenarnya terjadi ,kamu akan menikah dengan siapa".
Clara pun akhirnya bercerita kepada Tania dari awal hingga akhir bagaimana dia bertemu dengan Devan dan akan menikah dengan nya.
"Jadi tuan Devan benar benar memberi mu uang untuk membayar hutang hutang pamanmu".Clara hanya mengangguk.
"Anjir,,sebentar lagi bakal jadi sultan ini mah".
Bugh'"!
"Sultan palamu,tapi aku tidak mencintai dia,bukankah menikah itu harus di landasi saling cinta biar bisa membina sebuah rumah tangga yang sakinah ,mawadah dan warohmah." Sahut Clara sambil memukul lengan Tania begitu saja.
" Kebanyakan nonton ceramah ini,coba sekali kali baca novel atau lihat Drakor,pasti konsepnya berbeda dengan cara berfikir mu saat ini.".
Clara hanya memutar bola matanya malas mendengar ocehan Tania.
"Besok aku akan rasain dari caffe Tan,tuan Devan memintaku untuk tidak bekerja disana lagi".
"Benar benar lelaki idaman itu mah cla,,sepertinya tuan Devan benar benar menyukaimu cla"!
Helaan nafas terdengar Kembai dari gadis cantik tersebut.
"Entahlah"!! Sahut Clara .
"Sudah ayo lebih baik kita cari makan,makanan orang kaya tidak membuatku kenyang sama sekali". Ucap Clara lagi sambil menarik tangan Tania begitu dan keluar begitu dari kosan.
Makan di mana"!? Tanya Tania.
"Warung pecel lele dekat taman kota itu Tan,aku lihat sangat ramai disana"!.
"Tapi harganya cukup mahal Lo cla,satu porsi saja bisa 35ribu".
"Tidak masalah ,asal kenyang ".
Akhirnya kedua gadis tersebut pun berjalan menuju taman kota yang cukup jauh untuk di tempuh dengan jalan kaki.
15 menit berjalan akhirnya sampailah di sebuah warung makan pecel lele yang masih terlihat ramai setiap malamnya.
Tania dan Clara duduk di Sebuh bangku yang nampak masih kosong sambil menunggu pesanan mereka datang .
"Clara ,bukan"!? Tanya seorang laki laki tampan yang kini sedang berdiri disamping meja Clara.
Clara yang namanya dipanggil pun menoleh ke arah sumber suara .
Seperti mengenal wajahnya tapi lupa namanya.
"Siapa ya"!? Tanya Clara sambil mengingat ingat sosok tampan yang masih berdiri disamping nya duduk.
"Abiyan"! Kata laki tersebut dengan senyum yang masih tertahan di wajah tampannya.
"Abiyan"!! Gumam Clara otaknya masih berputar putar dengan nama tersebut .
"Kita pernah bertemu di UI"! Jelas laki laki tersebut.
"Ooooh, hai kita bertemu lagian ya"! Sahut Clara akhirnya setelah mengingat siapa sosok laki laki tampan semester 6 yang sempat di temuinya waktu mendaftar kuliah di UI.
"Abiyan akhirnya tersenyum saat sosok cantik yang dia kagumi diam diam sudah mengingatnya .
"Ini pesanannya kak"! Kata seorang pelayan warung tersebut sambil menyerahkan sebuah kantong plastik berisi makanan.
"Ooohh"!! Sahut abiyan.
"Kalau begitu aku duluan ya,sampai ketemu 2 Minggu lagi". Kata abiyan lalu pergi begitu saja meninggalkan Clara yang masih setia menunggu pesanan nya.
"Siapa cuk"!? Tanya Tania yang sudah sangat penasaran ,pasalnya Teman satu nya ini belum juga genap sebulan tinggal d kota sudah banyak saja teman laki laki nya apalagi semuanya sangat tampan .
"Abiyan ,laki laki yang aku temui pertama kali di kampus"! Jelas Clara sambil menerima makanan yang di berikan oleh pelayan warung tersebut.
"Kamu benar benar keren,aku saja yang sudah satu tahun disini temanku hanya Riski ,bayu ,Danang ,itu pun juga sama sama pelayan caffe"gumam Tania sambil mulai menyuapkan makanan ke mulutnya.
Clara hanya menggelengkan kepala mendengar ocehan sahabatnya itu.
Malam semakin larut Clara dan Tania pun kembali pulang ke kosan mereka setelah selesai makan .
Clara merebahkan tubuhnya pada kasur tipis di kamar kosan tersebut hingga perlahan mata Clara pun terpejam bersamaan dengan rasa lelah pada tubuhnya..