Setelah menikah, Anin banyak menemukan banyak hal yang janggal di rumah mertua nya. Anin sering mendengar ibu mertua nya menangis dan dia juga sering melihat tubuh ibu mertua nya di penuhi oleh lebam.
Hingga suatu hari Anin melihat dengan mata kepala nya sendiri ayah mertua nya sedang melakukan hubungan terlarang dengan ipar nya. Anin bertekad untuk membongkar semua kebusukan mereka di depan semua orang, dan membuat ayah mertua nya dan juga ipar nya mendapat kan hukuman atas perbuatan mereka.
Ikuti kisah kisah selengkap nya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
09
Setelah perdebatan masalah uang kemarin, Tika tidak datang lagi ke rumah mertua nya. Tapi jelas sekali dari sikap nya, dia sangat membenci Anin. Karena rumah nya dan rumah mertua nya tepat bersebelahan, Anin bisa melihat nya ketika dia sedang menyapu halaman tadi.
"Bu, Anin beli sayur dulu ya ke warung!" Anin pamit pada ibu mertua nya.
"Iya nak!" Jawab bu Ela.
Stok lauk pauk di kulkas sudah habis, Anin ingin mengisi kulkas nya lagi. Itu lah sebab nya dia pergi ke warung sayur, Anin adalah tipe orang yang malas jika setiap hari harus berbelanja. Itu lah sebab nya jika berbelanja dia langsung membeli untuk stok selama satu minggu ke depan.
"Belanja nak?" Sapa bu Aini, pemilik warung sayur tempat Anin belanja.
"Iya bu!" Jawab Anin ramah.
"Nak Anin, denger - denger kemarin ada keributan di rumah mertua mu?" Tanya bu Aini dengan kepo nya.
"Gak kok bu!" Jawab Anin sambil memilih kentang.
Anin tidak ingin perdebatan kemarin menjadi bahan perbincangan orang - orang, itu lah sebab nya sebisa mungkin dia menyembunyikan masalah itu dari semua orang.
"Tapi tadi pagi mbak Tika cerita loh di sini, kata nya mbak Anin mengambil semua yang menjadi milik nya. Emang benar ya?" Jiwa kepo bu Aini benar - benar tidak bisa di tahan nya.
"Hak nya yang mana yang saya ambil bu?" Anin balik bertanya pada bu Aini.
"Ibu gak tahu, tapi kata mbak Tika semenjak nan Anin menikah dengab Dirga, Dirga jadi berubah!" Ujar bu Aini lagi.
"Bu, saya mau tanya sama ibu, apakah suami ibu memberikan uang nya pada wanita lain selain ibu?" Tanya Anin sambil menghentikan sejenak kegiatan nya memilih sayur.
"Ya gak lah, saya kan istri nya jadi uang nya di berikan sama saya!" Jawab bu Aini.
"Begitu pun mas Dirga bu, dia memberikan uang nya sama saya sebagai istri nya. Tapi mbak Tika tidak terima dan dia merasa bahwa dia lebih berhak atas semua uang nya mas Dirga. Ku rasa apa yang di lakukan mas Dirga tidak salah bu!" Anin berkata pada bu Aini.
"Emang istri nya Atar itu rada - rada ya, sudah menguasai pak Johan dan sekarang mau menguasai Dirga juga. Dasar wanita tidak tahu malu!" Bu Aini mengumpat Tika.
"Memang ibu tahu tentang mbak Tika yang menguasai bapak, bu?" Tanya Anin heran.
"Sudah bukan rahasia umum lagi nak Anin, Tika merampas semua hak nya bu Ela. Bahkan bu Ela tidak pernah menerima sepeser pun uang dari pak Johan, semua uang pak Johan di berikan pada Tika. Jika bu Ela mau uang, dia harus bekerja sendiri atau Dirga yang memberikan nya!" Jelas bu Aini pada Anin.
Tika tertegun mendengar penjelasan bu Aini, sekarang dia paham apa yang di katakan oleh Dirga kemarin sore benar ada nya. Tika merampas semua hak ibu nya, tapi ada satu hal yang membuat Anin heran, kenapa pak Johan bisa bersikap seperti itu sama istri nya
"Nak Anin, jangan biar kan Tika menguasai suami mu seperti dia menguasai pak Johan!" Suara bu Aini membuat Anin terkejut dari lamunan nya.
Anin merasa ada yang aneh antara bapak mertua nya dan juga ipar nya, tapi Anin tidak berani menduga sebelum dia mendapat kan bukti nya.
"Bu Aini, tolong antar kan semua ini ke rumah ya. Ini terlalu berat!" Anin menunjuk kan semua barang belanjaan nya.
"Baik nak, wah nak Anin belanja banyak sekali!" Bu Aini lalu langsung menghitung semua jumlah belanjaan Anin.
Anin sengaja belanja untuk stok satu minggu ke depan, ada ayam, ikan, daging, telur dan banyak lagi yang lain nya.
"Nak Anin, sebaik nya simpan semua ini dengan baik. Karena jika tidak maka semua nya akan raib sebelum nak Anin memasak nya!" Bu Aini memberi tahu Anin.
"Maksud bu Aini?" Tanya Anin bingung.
"Nanti juga nak Anin akan tahu sendiri!" Jawab bu Aini dengan senyum khas nya.
Sekarang ini Anin merasa ada banyak rahasia di dalam keluarga suami nya yang tidak dia ketahui, tapi apa itu Anin tidak tahu.
Anin lalu segera membayar semua barang belanjaan nya, dia meminta tolong agar nanti semua itu di antar kan ke rumah nya. Anin langsung pulang ke rumah, karena saat ini hari sudah menjelang siang.
Anin tiba di rumah dan dia berjalan ke dapur, tapi ketika melintasi kamar mertua nya, Anin kembali mendengar tangisan ibu mertua nya di dalam kamar. Seketika Anin langsung cemas, dia takut terjadi sesuatu pada mertua nya.
"Bu, ibu kenapa bu?" Anin mengetuk pintu kamar bu Ela.
Hening, suara tangisan itu langsung berhenti.
"Bu, bukan pintu nya bu, ibu kenapa?" Anin kini mencemas kan sang ibu mertua.
Tetap tak ada jawaban dari dalam, tapi Anin tetap merasa cemas. Ini bukan kali pertama nya dia mendengar suara tangisan dari dalam kamar ibu mertua nya, Anin takut terjadi sesuatu pada wanita yang sudah melahir kan suami nya ke dunia ini.
"Allah, ada apa dengan ibu?" Anin bertanya pada diri nya sendiri.
"Ibu, tolong buka pintu nya bu, ini Anin!" Kembali Anin mencoba memanggil ibu mertua nya.
Karena tidak ada jawaban dan pintu tetap tidak terbuka, Anin pun akhir nya menyerah. Biar lah nanti dia akan menanyakan langsung pada bu Ela apa yang sebenar nya terjadi.
Pada saat bersamaan, orang suruhan bu Aini datang mengantar kan barang belanjaan Anin tadi. Anin meminta nya untuk mengangkat semua nya langsung ke dapur, Tika yang melihat semua nya dari teras rumah nya tampak menatap Anin dengan pandangan sinis dan tidak suka.
Tapi Anin tidak perduli, toh dia tidak merugikan siapa pun. Anin lalu menata barang belanjaan nya di tempat nya masing- masing. Semua lauk pauk dia susun di dalam kulkas, begitu pun dengan bahan - bahan yang lain nya.
"Sebaik nya aku masak untuk makan siang dulu!" Guman Anin sambil menyiapkan bahan yang akan dia olah menjadi santap siang mereka di rumah.
Setelah menghabiskan waktu hampir satu jam, akhir nya selesai juga tugas Anin memasak. Dia pun beranjak untuk beristirahat, dan dia ingin kembali ke kamar nya. Tapi ketika melewati kamar ibu mertua nya, pada saat yang bersamaan bu Ela keluar dari dalam kamar nya
"Astagfirullah hal adzim ibu, apa yang terjadi pada ibu?" Anin terkejut dan menatap tak percaya apa yang di lihat nya sekarang.
Apa yang terjadi pada bu Ela?
Mengapa Anin begitu terkejut melihat nya?
Next part ya.