NovelToon NovelToon
Cincin Di Balik Almamater

Cincin Di Balik Almamater

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Ketos / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:19.1k
Nilai: 5
Nama Author: iinayah

Di SMA Garuda, Arkananta Dewa adalah personifikasi dari aturan itu sendiri. Sebagai Ketua OSIS yang perfeksionis, ia adalah matahari yang ditakuti sekaligus dikagumi. Di sisi lain, Ziva Clarissa adalah anomali; siswi jurnalisme yang vokal, ceroboh, dan pembenci birokrasi. Mereka adalah dua kutub yang seharusnya tidak pernah bertemu dalam satu garis takdir.
​Namun, sebuah perjodohan bisnis yang dipaksakan oleh kedua orang tua mereka mengubah segalanya dalam semalam. Tanpa cinta, tanpa persiapan, mereka diikat dalam pernikahan siri yang sah di mata agama dan keluarga, namun terlarang di mata sekolah.
​Keduanya sepakat pada satu hal: Rahasia ini harus mati bersama mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iinayah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Frekuensi yang Hilang dan Musim Gugur yang Membeku

​​Musim gugur di London datang dengan angin yang menyapu dedaunan kering di sepanjang jalanan LSE, namun bagi Arkan, cuaca dingin itu terasa lebih hangat dibandingkan keheningan di ponselnya. Sudah tiga minggu sejak ia mendarat di Heathrow tanpa satu pun pesan dari Ziva.

Tidak ada ucapan selamat pagi, tidak ada foto makanan yang biasanya dikirim Ziva dengan omelan tentang betapa mahalnya harga bagel di New York.

​Arkan menenggelamkan dirinya dalam angka. Ia mengambil proyek analisis risiko yang paling rumit, menghabiskan waktu di perpustakaan kampus hingga petugas keamanan harus menegurnya setiap malam pukul dua pagi. Wajahnya tampak lebih tirus, matanya cekung, namun ia tetap berdiri tegak dengan setelan jasnya yang rapi—menjadi sosok "Robot Aturan" yang sepuluh kali lebih dingin dari masa SMA-nya dulu.

​New York: Gila Kerja di Tengah Kesepian

​Di Brooklyn, Ziva melakukan hal yang sama. Ia berhasil menembus magang di sebuah kantor berita independen di kawasan DUMBO. Ia sengaja mengambil giliran kerja malam, meliput berita-berita kriminal dan sosial yang melelahkan agar saat pulang ke apartemen, ia bisa langsung jatuh tertidur tanpa harus menatap sisi tempat tidur yang kosong.

​Sore itu, di meja redaksinya, Ziva menatap layar komputer yang menampilkan draf artikelnya. Namun, jemarinya terhenti saat ia melihat kalung pena perak pemberian Arkan yang ia letakkan di samping keyboard.

​"Ziva, lo dipanggil editor di ruang tengah," teriak Sarah, rekan magangnya.

​Ziva menghela napas, menyembunyikan kalung itu di dalam tasnya. "Oke, gue dateng."

​Saat berjalan, ia berpapasan dengan cermin besar di koridor. Ia melihat pantulan dirinya sendiri: seorang jurnalis muda yang ambisius, yang akhirnya mendapatkan pengakuan atas kemampuannya sendiri tanpa bantuan nama Wijaya. Ia seharusnya senang. Ini yang ia mau, bukan? Kebebasan mutlak. Tapi kenapa rasanya seperti memenangkan peperangan di atas tanah yang tandus?

Jembatan yang Patah

​Di Sydney, Revan mulai frustrasi. Ia sudah mencoba mengirim pesan ke grup mereka, mencoba melucu dengan mengirim foto kegagalannya memasak pasta, namun Arkan hanya membacanya tanpa membalas (Read), dan Ziva bahkan tidak membukanya sama sekali.

​"Dasar dua batu!" umpat Revan, melempar ponselnya ke bangku cadangan saat latihan basket.

​"Ada masalah, Rev?" tanya pelatihnya.

​"Nggak, Coach. Cuma dua temen gue lagi lomba siapa yang paling kuat nahan gengsi, dan gue yang kena imbas pusingnya," jawab Revan ketus sambil melakukan slam dunk dengan tenaga yang berlebihan, meluapkan kekesalannya.

​Revan menyadari satu hal: bantuan yang ia berikan tempo hari justru menjadi pedang bermata dua. Ia ingin menyelamatkan reputasi mereka, tapi ia justru memicu bom waktu ego yang selama ini tertutup oleh rasa rindu.

​London: Tawaran Elena yang Berbeda

​Malam itu, di sebuah kafe remang di London, Elena duduk di hadapan Arkan. Kali ini tidak ada sampanye, tidak ada sentuhan menggoda. Elena tampak lebih serius.

​"Aku dengar dari Julian, beasiswa Ziva dipulihkan dan dia sekarang magang di tempat bagus," ucap Elena sambil menyeruput tehnya. "Kamu menang, Arkan. Tapi kenapa wajahmu kayak orang yang baru aja kehilangan seluruh aset sahamnya?"

​Arkan tidak menyentuh kopinya. "Bukan urusanmu, Elena."

​"Arkan, aku memang licik, tapi aku bukan orang bodoh. Kamu menjauh dari istrimu karena kamu merasa dia nggak butuh kamu lagi, kan?" Elena tersenyum miring. "Tapi kamu lupa satu hal. Di New York, orang mandiri itu banyak. Tapi orang yang mau berkorban harga diri demi orang lain... itu cuma kamu. Jangan sampai gengsimu bikin kamu kehilangan satu-satunya alasan kamu tetap jadi manusia, bukan robot finansial."

​Arkan terdiam. Kalimat Elena menusuk tepat di ulu hatinya. Namun, ia teringat kata-kata Ziva di Riverside Park: "Lo hampir hancurin harga diri gue." Pikiran itu menutup kembali pintu hatinya. "Terima kasih sarannya, Elena. Tapi aku tahu apa yang aku lakukan."

​Malam Sunyi di Dua Benua

​Jam menunjukkan pukul tiga pagi di London, berarti pukul sepuluh malam di New York.

​Arkan merebahkan tubuhnya di kasur asrama yang sempit. Ia meraih ponselnya, membuka kontak "Istriku". Jarinya gemetar di atas tombol panggil. Ia hanya ingin mendengar napasnya. Hanya ingin tahu apakah Ziva baik-baik saja. Namun, ia kembali mengingat betapa kerasnya Ziva menolaknya di bandara tempo hari. Ia mematikan ponselnya dan melemparnya ke lantai.

​Di saat yang sama, Ziva sedang duduk di balkon apartemennya, menatap kerlap-kerlip lampu Manhattan. Ia memegang ponselnya, mengetik pesan singkat: "Ar, lo udah makan?"

​Ia menatap pesan itu selama sepuluh menit. Jemarinya ragu untuk menekan tombol kirim. Nggak, Ziv. Lo harus buktiin kalau lo bisa tanpa dia. Kalau lo mulai duluan, dia bakal ngerasa dia selalu bener dengan cara 'pelindung'-nya itu.

​Ziva menghapus pesan itu. Ia mengunci ponselnya dan masuk ke dalam.

​Lampu di dua kamar di dua benua berbeda itu padam secara bersamaan. Mereka masih saling mencintai, namun ego mereka kini menjadi samudra ketiga yang lebih luas dari Atlantik dan Pasifik, membuat mereka tetap asing dalam ikatan yang paling suci.

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
perasaan keluarga dari Arkan Ziva kok ga pernah di munculkan cuma sekali² itupun ortunya Ziva doang sedangankan dari ortunya Arkan ga ada sama sekali sampe saat ada masalah besar dan Ziva lahiran.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ada paragraf di ulang Thor jadinya dobel.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Ziva masih saja manggil pake nama Gue Lo sedangkan Arkan Aku Kamu, saling bertolak belakang padahal Arkan sebagai suami sudah lebih lembut panggilannya Thor harusnya Ziva bisa lebih ngehargai juga.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
selamat berjuang menempuh kehodupan baru ujian baru juga, moga kalian lulus melewatinya... karna bakal ada hama dalam hidup rt kalian.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
pasangan yang dewasa meski masih remaja tapi saling melengkapi.👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
terbaik.👍👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
langsung di penjarakanlah ngapain di kasih longgar padahal sudah di kasih kesempatan malah lebih parah lagi si hama Clarisa...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hmmm... 👏👏👍👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Uhuuyyy romantisnya Arkan... semangat Arkan Ziva kalian pasti bisa ngadepin hama Clarisa dan antek² lainnya kalau kalian berdua sama² bersatu saling menguatkan dan melindungi.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kalau bener punya bukti kuat penjarakan Clarisa lah jangan gampang di maafkan karna dia sudah masuk ranah privasi bahkan nyuri.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
mending jadi manusia dan suami yang bisa jadi pelindung istri dari pada jadi robot sekolah dengan banyak aturan tapi ga bisa belain Ziva di saat sulit Kan percuma jadi Osis kalau status pangkat kamu disekolah ga guna
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Clarisa nama yang sama dengan nama belakang Ziva thor emang ga ada nama lain lagi tah.🙏🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hayoo loohh mau nyangkal apa lagi buat nyembunyiin kebohongan kalian.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
maaf thor kalau bisa di koreksi karna ada kalimat yang harusnya cuma spasi malah jadi lompat jauh.🙏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: sama² kak.🤗
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!