NovelToon NovelToon
Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:15.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah menaklukkan Turnamen Alam Dewa dan mencapai ranah Ascendant, Zhao Xuan dan raksasa perunggu Long Chen kembali ke Benua Fana Tianyun tempat di mana legenda mereka berdua dimulai. Tujuan utama mereka adalah Lautan Kematian, sebuah wilayah terlarang yang menyimpan artefak legendaris.

Namun, turunnya Kunci Asal telah mengubah keseimbangan Benua Tianyun. Energi kuno yang bocor dari Lautan Kematian memicu kebangkitan berbagai warisan rahasia di benua fana. Para jenius lokal tingkat puncak yang merasa diri mereka tak tertandingi mulai bermunculan. Di saat yang sama, pasukan elit dari "Tujuh Penghancur Surga" diam-diam telah menyusup dan memanipulasi sekte-sekte raksasa benua fana untuk menggali Lautan Kematian.

Bagi Zhao Xuan dan Long Chen, Benua Tianyun kini tak ubahnya seperti taman bermain yang terbuat dari kaca tipis. Mereka harus menekan kekuatan destruktif mereka agar tidak menghancurkan benua tersebut, sambil menghadapi arogansi para jenius fana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6

Asap hitam masih mengepul dari sisa-sisa kapal raksasa Sekte Pedang Langit yang tertanam di tanah merah. Di sekelilingnya, lembah yang tadinya merupakan kamp militer perbatasan kini berubah menjadi lautan darah dan potongan daging yang senyap.

Di tengah genangan darah Jenderal Ba Tu, Su Qingxue berjongkok dengan tangan gemetar. Gadis itu memegang sebuah kepingan batu giok merah yang ia ambil dari sabuk sang Jenderal.

"T-Tuan Zhao," Su Qingxue berdiri, menyerahkan kepingan giok itu dengan hormat. "Ini adalah Giok Peta Teritorial. Lokasi kita saat ini berada di pinggiran Provinsi Tulang Layu. Sekitar lima ratus mil ke arah barat dari sini, terdapat sebuah pusat perdagangan netral... Kota Kabut Merah."

Zhao Xuan menerima kepingan giok itu. Ia menyalurkan setitik Qi ke dalamnya, dan sebuah peta tiga dimensi yang terbuat dari proyeksi cahaya merah muncul di telapak tangannya. Matanya dengan cepat memindai rute dan hierarki dunia bawah ini.

"Kota Kabut Merah," gumam Zhao Xuan, menghancurkan giok itu menjadi debu. "Tempat yang bagus untuk mencari telinga dan mulut. Pasukan berjubah hitam itu tidak mungkin bergerak tanpa meninggalkan jejak di pasar gelap lokal."

"Tapi Rajaku," Long Chen menyela, membersihkan darah siluman dari pilar hitamnya menggunakan sobekan bendera musuh. "Jika kita berjalan masuk dengan wujud fana ini, kita hanya akan memancing ribuan serangga bodoh lainnya untuk menyerang kita. Aku tidak keberatan membantai mereka semua, tapi itu akan membuang waktu."

Zhao Xuan menyeringai tipis. "Kau mulai menggunakan otakmu, Long Chen. Tentu saja kita tidak akan masuk melalui pintu depan dengan jubah Alam Dewa ini."

Zhao Xuan mengangkat tangannya. Roda Ketiadaan berputar lembut, menciptakan kabut spasial berwarna hitam pekat yang langsung menyelimuti mereka bertiga.

Dalam sekejap, jubah tempur Zhao Xuan tertutup oleh sebuah jubah usang bertudung panjang yang memancarkan aura suram, menekan kultivasi Ascendant-nya hingga ke titik yang tidak bisa dilacak, membuatnya terlihat seperti kultivator hantu pengembara.

Long Chen menggunakan teknik silsilah naganya untuk memunculkan tanduk naga kasar di dahinya dan mengubah warna kulit perunggunya menjadi lebih gelap, tampak persis seperti siluman ras naga bumi tingkat Nascent Soul. Sementara Su Qingxue hanya perlu menonjolkan energi Konstitusi Teratai Kematian-nya agar terlihat seperti wanita dari ras Siluman Rubah Yin.

"Ayo bergerak. Kita lihat seberapa dalam pusaran di dunia bawah ini."

Kota Kabut Merah – Tiga Jam Kemudian.

Terletak di dasar jurang raksasa yang dipenuhi oleh aliran sungai lava biru, Kota Kabut Merah adalah surga bagi para buronan, pedagang gelap, dan siluman bayaran. Langit di atas kota ini tertutup oleh lapisan miasma beracun yang tebal, namun di jalanan batunya, ribuan makhluk berlalu-lalang menukar pusaka, budak, dan informasi.

Tiga sosok berjubah melangkah masuk melalui gerbang kota yang dijaga oleh siluman-siluman bermata satu. Penyamaran Zhao Xuan sangat sempurna. Tidak ada satu pun penjaga yang menyadari bahwa dewa kematian baru saja melangkah ke halaman rumah mereka.

Mereka menyusuri jalanan yang dipenuhi aroma obat-obatan beracun dan daging monster panggang, hingga akhirnya tiba di depan sebuah bangunan kayu berlantai tiga yang tampak paling ramai: Kedai Tengkorak Mabuk, pusat informasi terbesar di pasar gelap kota tersebut.

Di dalam kedai, suasananya luar biasa kacau. Siluman bertubuh raksasa saling adu panco hingga meja hancur, sementara beberapa kultivator ras manusia yang tersesat atau memiliki izin khusus terlihat berbisik-bisik di sudut ruangan.

Zhao Xuan mengambil tempat duduk di sudut paling gelap di lantai dua, menghadap langsung ke arah lantai bawah. Long Chen duduk di sebelahnya dengan tangan bersedekap, sementara Su Qingxue berdiri di belakang mereka layaknya pelayan yang patuh.

Zhao Xuan tidak perlu bertanya kepada pelayan kedai. Ia hanya memusatkan pendengarannya, menyaring ribuan percakapan yang terjadi di dalam gedung itu menggunakan Niat Kesadarannya.

“...kau dengar? Pasukan Jenderal Ba Tu di perbatasan utara baru saja kehilangan kontak! Beberapa pengintai melihat kawah raksasa di sana!”

“Itu pasti ulah manusia-manusia berjubah hitam itu lagi! Kudengar, kelompok aneh yang menggunakan sihir kehampaan itu sudah diterima sebagai tamu kehormatan oleh Kaisar Siluman di Ibu Kota!”

Mendengar itu, mata Zhao Xuan sedikit menyipit. Tujuh Penghancur Surga telah bersekutu dengan Kaisar Siluman? Pantas saja mereka bisa bergerak bebas mencari Kunci Asal di dasar Lautan Kematian. Namun, informasi berikutnya yang ditangkap telinga Zhao Xuan membuat senyum tiran di bibirnya perlahan mengembang menjadi sesuatu yang jauh lebih gelap.

“Bukan hanya manusia berjubah hitam itu! Tidakkah kau lihat rombongan yang tiba di kota ini kemarin? Mereka bukan berasal dari daratan fana Tianyun... Mereka adalah elit dari Alam Abadi!”

“Ssst! Kecilkan suaramu! Anomali portal dari Kunci Asal itu ternyata memancarkan resonansi hingga ke langit atas! Banyak sekte raksasa dari Dunia Abadi yang mengirimkan murid jenius mereka ke dimensi ini untuk memperebutkan pusaka itu!”

Saat percakapan itu berlangsung, pintu utama kedai di lantai bawah tiba-tiba ditendang hingga hancur berkeping-keping.

BRAAAAK!

Seluruh keributan di kedai seketika berhenti. Para siluman ganas yang tadinya saling membunuh terdiam, wajah mereka pucat pasi merasakan sebuah penindasan aura suci yang sangat arogan dan bertolak belakang dengan Miasma Yin di kota ini.

Tiga orang pemuda dan satu wanita melangkah masuk. Mereka mengenakan jubah sutra putih bersih yang bersulam benang emas dengan lambang pedang menembus awan. Tubuh mereka seolah tidak tersentuh oleh debu kotor dunia siluman.

Meski usia mereka baru menginjak awal dua puluhan, fluktuasi Qi yang mereka pancarkan sangat menakutkan semuanya berada di ranah Soul Transformation Puncak!

Bagi dunia fana atau dunia siluman pinggiran, barisan pemuda ini adalah monster mutlak. Mereka adalah murid jenius dari Sekte Awan Abadi, salah satu faksi besar yang turun dari Alam Abadi (Dunia Abadi).

"Tempat yang menjijikkan," ucap salah satu pemuda jenius itu, menutupi hidungnya dengan kipas giok. Matanya menyapu para siluman di dalam kedai layaknya melihat tumpukan kotoran. "Jika bukan karena perintah Guru untuk melacak anomali Kunci Asal, aku tidak akan sudi menginjakkan kaki di alam rendahan ini."

Wanita di sebelahnya mendengus angkuh. "Jangan banyak mengeluh, Kakak Senior Wu. Kita hanya perlu menemukan petunjuk di mana Kunci itu akan dilahirkan, lalu merampasnya dari tangan siluman-siluman kotor ini. Kelompok berjubah hitam yang mendahului kita itu juga bukan ancaman."

Para siluman di kedai menggertakkan gigi karena dihina secara terang-terangan di wilayah mereka sendiri. Seorang siluman ras beruang tingkat Nascent Soul Puncak yang tidak tahan dengan arogansi itu mengaum marah, mengangkat kapaknya, dan menerjang ke arah pemuda bernama Wu tersebut.

"Manusia sombong! Mati kau!"

Pemuda bermarga Wu itu bahkan tidak melirik. Ia hanya mengibaskan kipas gioknya dengan gerakan malas.

ZRAAAASH!

Sebuah pedang energi Qi berwarna emas melesat dengan kecepatan kilat, langsung menembus dada siluman beruang itu, menghancurkan Nascent Soul-nya seketika, dan memaku mayat raksasa itu ke dinding kedai.

Darah memuncrat, namun terhalang oleh perisai Qi tipis milik pemuda itu sehingga jubah putihnya tetap suci tanpa noda.

"Kotoran tidak pantas menyentuh ujung sepatuku," ucap Wu dingin, Niat Pedangnya menyapu seluruh kedai, memaksa ratusan siluman berlutut ketakutan.

Di lantai dua, Su Qingxue gemetar hingga harus berpegangan pada dinding. "A-Alam Abadi... Mereka benar-benar sosok dari legenda atas! Tuan Zhao, tingkat kekuatan mereka tidak masuk akal untuk usianya!"

Long Chen yang duduk di sebelah Zhao Xuan justru menjilat bibirnya yang kering. Tangannya terkepal hingga buku jarinya memutih. "Rajaku... auranya sangat harum. Boleh aku menghancurkan kepala anak sombong berkipas itu?"

Zhao Xuan, yang sedari tadi bersandar santai di kursinya sambil meminum arak lokal, perlahan meletakkan cawannya ke atas meja. Matanya yang gelap menatap kelompok jenius dari Alam Abadi itu dengan tatapan predator yang menemukan mangsa baru di kebun binatangnya.

Zhao Xuan tertawa pelan. Tawa yang luar biasa merendahkan.

Bagi siluman lokal, para jenius Alam Abadi ini adalah dewa yang turun dari langit. Tapi bagi Zhao Xuan, mereka hanyalah sekelompok katak emas yang melompat dari sumur yang sedikit lebih besar.

"Tidak usah terburu-buru, Long Chen," bisik Zhao Xuan, auranya tetap tenang bak air ketiadaan. "Biarkan burung-burung merak ini mengumpulkan informasi dan membuka jalan untuk kita. Saat harta karun itu muncul nanti... kita akan mengajari para 'jenius abadi' ini bahwa di atas langit, masih ada neraka."

1
Andi Heryadi
akhir mati juga MCnya,sombong arogan lupa klo diatas langit msh ada langit
saniscara patriawuha.
semoga lekas sembuh mang otor sehat selalu...
Ghotam
kenapa Gu Tianxue jadi begitu ya. dan semoga Tuan mudanya menepati janjinya untuk menemukan tubuh yang tepat untuk Gu
saniscara patriawuha.
sayang inti monster nirwana puncak cuma naikin sampe ascendan menengah,, minimal ya nirwana awal lah mang otor....
Solihin Syamsuddin
Semoga lekas sembuh….
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣😍😍😍😍😄👍👍👍
Markinyo
kenapa tidak menguraa harta sekte & kerajaan yg telah menyerang? itu kn rampasan perang?
Ahmad Nasir
katanya dah jadi dewa... dikit-dikit kalah, dikit-dikit mau mati...🙄😏😏😏
saniscara patriawuha.
sikattttt....
saniscara patriawuha.
sikattttt.,
saniscara patriawuha.
serappppp sampeeee keringggg...
saniscara patriawuha.
sikatttty manggg guuuu,, tunjukann kejantananmuuu...
saniscara patriawuha.
sikattttt dannn serapppppppp....
saniscara patriawuha.
mangapppp manggg otorrrr,,, gasssss
eka suci
syafakillah Thor, semoga cepat sembuh 🤲🏻 biar bisa beraktifitas normal n crazy up lagi💪
eka suci
semakin naik ranah yg dibutuhkan pun semakin sulit tapi bukan berarti tidak bisa💪
saniscara patriawuha.
zrasssdsssss....
saniscara patriawuha.
gasssddd deuiiii...
saniscara patriawuha.
jarahhhh harta sektenya...
saniscara patriawuha.
hancurrrkannnn sudahhhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!