Leo Bagaskara, pria yang terobsesi dengan kekasihnya sendiri Sasha Wiratama. Harus menelan pil pahit sebuah kenyataan jika Sasha malah di jodohkan oleh keluarganya, gila nya lagi pria tersebut adalah kakak nya sendiri Levi Bagaskara.
Adreena, yang merupakan sahabat Sasha baru saja mengalami patah hati. Tunangan nya malah selalu memperhatikan teman masa kecilnya, bukan diri nya yang jelas-jelas calon istrinya.
Leo dan Adreena, sebelumnya memang saling mengenal namun keduanya terjebak oleh keadaan yang tidak pernah di sangka sebelum nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chariz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 1
Levi Bagaskara, saat ini ia menjabat sebagai wakil CEO di perusahaan ayah nya, ia mempunyai adik laki-laki yang bernama Leo Bagaskara. Adik badung nya itu, bukan nya ikut mengurus perusahaan malah bekerja pada orang lain, yang merupakan kakak dari kekasihnya.
Pagi ini, Levi dan ayah nya sedang memimpin jalannya rapat direksi.
Ada beberapa kendala kecil yang harus di selesaikan segera, Lukman terlihat puas dengan kemampuan putra sulung nya itu.
"Jadi saya ingin masalah ini cepat selesai, tolong kerjasama nya" ucap Levi mengakhiri rapat pagi ini, yang tampak hangat namun tegas secara bersamaan, sangat berbeda dengan Leo yang berkepribadian dingin.
"Baik, kami mengerti"
Setelah rapat selesai, satu persatu jajaran direksi mulai meninggalkan ruangan. Levi dan ayah nya masih duduk di ruangan rapat.
"Papa ingin segera melihat kamu menikah Levi, papa sudah semakin tua apalagi di tambah penyakit papa, setidaknya ada yang mengurus kamu yang bisa saling berbagi kekhawatiran" ucap Lukman memecah keheningan.
"Papa masih sehat dan kuat" Levi tersenyum menguatkan.
"Selalu jawaban mu begitu" decak Lukman.
"Aku keluar dulu ya, pa" Levi tidak ingin percakapan dengan ayahnya berubah menjadi pertengkaran kecil.
Levi termenung di ruangan nya, ia ingin sekali menikah namun sampai saat ini jodoh nya entah dimana. Ia belum pernah berpacaran di usia nya yang sudah menginjak lebih dari kepala tiga tahun ini, berbeda dengan adiknya yang sepertinya sangat di sukai oleh para gadis, dirinya setiap hari hanya berkutat dengan laptop dan lembaran dokumen.
Sebagai anak laki-laki pertama, ia memikul tanggungjawab yang besar. Dirinya adalah harapan dan penopang keluarga nya, berbeda dengan Leo yang diberikan kebebasan untuk membuat keputusan nya sendiri.
Tetapi, Levi sama sekali tidak benci maupun iri dengan kehidupan sang adik. Meskipun dia anak laki-laki yang nakal, Leo adalah adik satu-satunya yang ia punya.
Pernah sekali, ia di seret oleh adik nakal nya itu ke tempat hiburan. Disodorkan para wanita penghibur, tetapi berakhir ia yang menghajar Leo.
Memang Levi menginginkan seorang wanita, tetapi yang dia inginkan wanita baik-baik yang bisa ia jadikan seorang ibu dari anak-anaknya.
*****
Seorang pria dengan wajah dingin nan tegas tengah melajukan mobilnya, ia memasuki pekarangan sebuah rumah mewah berwarna putih.
"Levi!" teriak pria tersebut.
"Hei yang sopan pada kakak mu ini"
"Cih" Leo mendudukkan dirinya di sofa.
"Kau tahu, tadi ayah pergi ke perusahaan keluarga Wiratama"
"Mana ku tahu" Levi mengangkat bahu nya, ia terlihat tampan dengan pakaian santai nya.
"Ayah ingin menjodohkan mu dengan Sasha, kekasihku"
Brrrr.
Levi menyemburkan kopi nya "apa kau bilang?"
Leo menatap buas dengan mata memerah "bicaralah pada ayah, jika tidak aku tidak segan-segan keluar dari rumah ini"
"Leo!" bentak nya "tenang saja, aku akan bicara pada ayah"
Leo melengos pergi, menuju kamar nya.
"Apa yang di lakukan ayah benar-benar keterlaluan, pantas saja dia murka" Levi memijat kepalanya yang mendadak pusing.
Dengan amarah yang masih bergejolak, ia melangkah kan kaki menuju kamarnya yang sudah beberapa hari tidak ia tempati karena saat ini Leo tinggal di apartemen milik nya.
Pintu kamar ia buka perlahan, Leo merebahkan tubuhnya di atas ranjang untuk beristirahat sejenak sebelum besok bergelut kembali dengan pekerjaannya di perusahaan Wiratama. Yang merupakan perusahaan milik keluarga kekasihnya, Sasha Wiratama.
Ia memilih bekerja di sana, tentu nya selain agar bisa bertemu dengan sang kekasih setiap hari juga mencari pengalaman baru sebelum terjun ke perusahaan milik keluarganya sendiri.