Leana putri tunggal seorang pengusaha yang tidak pernah terekspos, sehingga dia di kenal sebagai anak orang miskin yang masuk ke tempat elit demi menaikkan derajat. Menjadi pacar seorang anak miliyader membuatnya menjadi pusat perhatian, Reno putra ke tiga dari keluarga ternama di kotanya, Ketika berkunjung kerumah sang pacar dia mendapati teman baiknya sedang berduaan. Meminta pertanggung jawaban namun tak di hiraukan Reno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhe vi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16
"Mama ngundang kamu makan malam dirumah Love".
"Makan malam ya?".
"Kenapa mau nolak undangan mama lagi, nanti Isabel sama Asael juga datang".
"Baiklah, jika ada kak Isabel aku mau datang".
"sungguh, aku akan bilang pada mama". Aku mengangguk.
Aku harus memberanikan diriku, jika aku selalu talut untuk datang kerumah Ray karena ada Reno di sana nanti aku bisa membuat Ray kecewa padaku dan jika suatu hari nanti kami akan menikah pastinya akan selalu bertemu dengannya juga kan.
Sesampainya kami di rumah Ray mamanya menyambutku dengan hangat, beliau juga mengatakan Isabel dan Asa sedang ada rapat penting di perusahaan keluarga mereka secara spontan aku melihat ke arah Ray.
"Kok kamu nggak berangkat rapat?". Tanyaku pada Ray
"Bukan ranahku Love, aku sudah lama nggak ikut campur dengan perusahaan ayahku dan itu semua kaka Asa yang handel".
"Wah, berarti kak Asa punya 2 perusahaan dong".
"Iya, makanya dia sibuk banget untuk Isabella adalah asistennya".
"Memang apa hubungannya?".
"Isabel itu pintar Love, aku aja nggak nyangka kak Asa bisa naklukkin tuh cewe".
"Memangnya Isabel kenapa sih beb?".
"Dia itu anak tunggal dari keluarga mafia". Bisiknya
"Apa?". Kagetku padanya
"Makanya segala urusan perusahaan nyaman jika ada Isabella di samping kak Asa".
"Jadi selama ini yang handel itu Isabel".
"dan karena kegigihan Isabel juga perusahaan semakin berkembang dia juga tidak minta imbalan apapun, dia cuma pengen kak Asa".
"Oh my god, peran Isabel penting banget ya di sini".
"Kamu tahu sebelum Isabel jadi tangan kanan kak Asa, dia itu dulu bucin banget sama Isabella kak Asa juga rela di pukulin sama bodyguardnya Isabel".
"Loh kenapa di pukul?".
"Dia nyatain cintanya sama Isabel tepat di depan rumahnya waktu dia nganterin pulang sekolah".
"Ya ampun, jadi mereka sudah kenal lama". Ray mengangguk.
Siapa sangka cowo seperti Asael dan Ray yang dingin ini ternyata punya sisi begini, kalau sudah cinta mau apapun medannya akan di jalani juga.
"Dasar wanita nggak tahu diri". Bentak seorang pria di belakang kami.
Ya itu Reno yang baru datang dari luar.
"Apa kamu bilang?". Marah Ray
"Kak dia itu bekas, kenapa kakak mau sama dia sih".
"Ku peringatkan sekali lagi kamu ngomong begitu jangan salahkan aku berbuat kasar padamu". Ray semakin marah di buatnya
"Beb udah". cegahku pada Ray
"Kamu juga dasar wanita nggak tahu malu, ngapain kamu datang ke sini mau goda kakaku aja ya, dasar jalang".
Aku yang sudah begitu banyak menyimpan emosi padanya akhirnya meledak juga. Ku tampar wajahnya dengan keras dan ku tendang selangkanya.
"Terus aja kamu ngatain aku begitu, dasar pria tidak bertanggung jawab. Makan masih numpang di rumah orang tua saja masih belagu kamu, memangnya kamu sudah ngasih aku apa hah? Lama-lama cape juga aku kamu katain begitu". Marahku padanya yang masih tersungkur kesakittan pada adiknya
"Dengar ya, aku sudah tahu semua tentang kamu. Tunggu waktu saja dan bom kamu bakal menyesal". Bisikku padanya
Ray mengajakku pergi dari ruang santai ke kamarnya, mamanya juga melihat Ray membawaku masuk ke kamar dan beliau mengangguk-angguk saja.
"Wah Love, siapa sangka kamu bisa begitu memang ya kamu itu penuh kejutan".
"Aku juga lelah beb jika di katain dia begitu terus". Ray mengusap kepalaku dengan lembut dan mencium ku dengan lembut.
"Bagus Love pertahankan sikapmu yang begitu, jadi dia tidak bisa seenaknya terus sama kamu". Aku mengangguk tanda setuju dan memeluk Ray.
Wangi maskulinnya begitu nyaman dan kamarnya juga bersih dan rapi.
Tanpa ku sadari aku menciumnya dan dia memelukku dengan erat. Kami melakukannya lagi di kamar ini.
Tanpa terasa waktu sudah sore hari, rupanya aku tertidur setelah melakukannya.
"Ayo Love, pasti kak Asa sama Isabel sudah pulang di bawah sudah mulai ribut itu".
"Hng,, sebentar lagi".
"Ya udah".
Aku menarik selimut yang membalut tubuhku.
Di ruang santai.
"Loh mana Lea Ray". Tanya mama Ray
"Masih tidur ma".
"Ya ampun Ray, kasian banget si Leana kamu bikin kelelahan". Bisik Isabella
"Ih apa sih". Isabella tertawa dengan keras setelah menggoda adik iparnya itu.
"Paling berntar lagi dia turun kok". Bela Ray padaku yang masih tertidur di kamar Ray
Kamarnya ini benar-benar nyaman aku suka baunya ini, terasa seperti candu buatku. Astaga Lea kenapa kamu jadi creppy begini, yah habisnya mau bagaimana lagi aku menyukai ini.
Bangun saja lah aku, aku takut semua orang sudah menungguku kelamaan.
Ada seseorang yang memelukku dari belakang saat aku berganti pakaian di kamar ganti Ray.
Tapi tubuh ini tidak seperti Ray, benar saja dia adalah Reno.
Aku berteriak dengan keras dan berlari keluar dari kamar Ray setelah bisa melepaskan diriku dari pelukan Reno.
Aku berlari menuruni tangga, Ray langsung berdiri menghampiriku akupun langsung memeluknya.
"Kenapa Love?". Tanyanya penuh khawatir
"Reno meluk-meluk aku beb".
"Aku tadi lagi ganti baju di ruang ganti terus dia masuk langsung memelukku seenaknya".
Tangisku pecah di pelukan pacarku ini.
Asael dan Isabella langsung berdiri dari kursi mereka begitu juga kedua orang tua Ray.
Tanpa babibu Isabella pergi ke lantai dua di susul oleh Asael, dia takut istrinya itu akan bertindang ekstrim mengingat bahwa Isabel bisa bela diri bahkan dia bisa mengalahkan anak buah orang tuanya juga.
"Tenang ya Love, kami akan buat perhitungan padanya". Aku meangguk
Beginikah rasanya benar-benar di cintai dan di inginkan, jika YA aku akan mempertahankan perasaan seperti ini.
Reno berlari mencoba keluar dari kamar Ray namun dia kaget di depan pintu sudah ada Isabella, dia menarik Reno keluar kamar dan menyertnya.
"Dasar manusia cabul, bisa-bisanya kamu melakukan itu pada adikku bosan hidup kamu".
"Bel sabar dulu". Cegah Asa pada istrinya
"Sudah beb kamu nggak usah belain cecunguk satu ini, biar aku yang bereskan".
Isabella memukul dengan keras kepada Reno, setelah puas dia menyeret pria itu turun dari tangga dan membuatnya bersimpuh di depanku.
"Cepat minta maaf". Perintahnya
"Tapi Leana duluan yang menggoda aku, itu semua bukan salahku". Bela Reno
"Apa?". Aku terkejut dengan apa yang dia ucapkan, aku menggoda dia.
"Nggak beb aku nggak pernah goda dia, aku malah nggak mau lagi ketemu dia".
Aku menenggelamnkan wajahku di dada bidang Ray
"Benaran dia yang menggodaku bahkan dia juga yang memasukkanku ke kamar kak Ray".
Kali ini ayah Ray kepala keluarga Wilder yang turun tangan.
"Reno, ayah kecewa padamu".
"Tapi ayah, Leana yang menggodaku".
"Sudah jangan banyak alasan kamu, pergi ke ruang penghukuman".
"Apa? Reno nggak mau ayah".
Dengan sigap dia membawa putranya sendiri ke ruang penghukuman keluarga Wilder.
Mau kasihan padanya, tapi dia sudah keterlaluan.
semangat ngetik thor sampe tamat..