Ruang posesif...
Velycia amora daneswara adalah seorang mahasiswi cantik di universitas rayaksha yang pindah karena akan menikah dengan seorang mahasiswa bernama kevin Arya alexsa dari universitas ganesha yang terkenal dengan price ice, dia termasuk ketua BEM di universitasnya dan seorang kapten basket. Karena pernikahan mereka disembunyikan banyak dari mahasiswa universitas Ganesha yang menyukai istrinya hal itu membuat kevin frustasi.
episode 16 CSKB
"Ah ini pasti mimpi ni mana mungkin kevin udah pulang, " monolog velycia. Kevin hanya terdiam saja tanpa berkomentar apa pun.
"Vin lo kenapa sih tadi ninggalin gue kan gue gak tau dimana letak tu kampus ganesha loh mah tega sama gue, untung aja ada kak raja yang mau nolongin gue kalo gak gue dah nyasar tau gak lo itu sebenarnya baik tampan tapi lo itu ngeselin tau gak" rancau velycia yang masih setengah sadar dan dia masih berpikir bahwa dirinya masih tidur.
"Eh pas udah sampai dikampus lo liat gue kayak liat mangsa aja salah gue apa coba! Lama-lama lo pengen gue goreng lo awas tuh mata lepas dari sarangnya kalau lepaskan bisa berabe gue terpaksa cari suami baru lagi gue" sambungnya mendengar penuturan dari velycia membuat kevin melotot.
Pletak suara dari selentikan kevin ke kening velycia.
"Auw" ucapnya sambil mengelus keningnya.
"Lo kalo ngmong yang bener bangun entar kemaleman belanja. "Ucap kevin dan langsung berdiri
"Ah"ucap velycia heran
"Bangun vel, cepat siap siap kita mau belanja makanan kok lo tiba tiba jadi budeg sih" ucap kevin.
"Sembarangan iye iye " ucap velycia dengan nada mengejek.
Saat velycia turun dari tempat tidur diri merasa asing sama kamarnya.
"Jakkaman (tunggu) ni kamar siapa? "Velycia mengamati sekeliling.
"Omeo aku salah masuk apartemen?" teriak velycia. Kevin yang baru saja keluar dari kamar itu pun langsung terkejut.
"Apaan sih lo gue suruh siap siap bukan teriak teriak?" ucap kevin dengan agak keras.
"Vin vin vin gue salah masuk apart orang aduh gimana ini gimana ini aduh?" panik velycia jalan kesana ke kamari.
"Lo ngomong apa sih kalau lo salah masuk apart orang ya berarti gue tidak disini"
"Ya tapi ni bukan kamar kita"
"Ya bukan, kamar kita noh diatas"
"Jinja (sungguh)" ucap velycia langsung keluar dari kamar tersebut dan menuju ke ruang tamu melihat keatas dan bener yang dibilang kevin kamar mereka berdua ada di atas, velycia pun merasa lega.
"Jakkaman (lo hari itu bilang kamarnya cuman ada satu lah itu kamar siapa? ) .
" ya itu kamar untuk tamu"
"Iya kenapa? "
"Lo kenapa lo bilang kamar cuman ada satu? Lagian kan gue bisa pindah kesini "
"Ya emang kamar utama cuman ada satu vely tuh bawah kamar untuk tamu sedangkan lo itu bukan tamu vel lo itu istri gue jadi lo itu harus nurut sama gue"ucap kevin dengan senyum terpaksa
"Yeeee mentang mentang gue ini istri lo, lo bisa buat seenaknya, okeylah masalah kamar gue gak mau protes lagi gue mau siap siap" ucapnya sambil menaiki anak tangga satu persatu.
Sampai di dalam kamar velycia langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri sambil menggeruntu tidak jelas.
"Enak aja mentang mentang dia suami gue, gue mau gitu nuruti ke mauan dia gitu, "
"Masa gue jadi babunya ogah kalau dibayar tadi gak papa ya kan? "
"Lah ini gak dibayar gue cuman dapat hikmahnya aja males gue" monolog velycia sambil mandi.
Kevin yang menunggu dibawah dia masih menghandle pekerjaannya yang tertunda beberapa hari semenjak dirinya menikah.
Usaha bengkelnya saat ini masih dikatakan stabil jadi dirinya gak perlu terjun ke lapangan dia hanya melihat laporan yang dikirimkan oleh assistennya.
Setelah selesai pekerjaannya kebetulan juga velycia baru selesai juga, kevin melihat velycia dari atas begitu terpesona, velycia memakai dress selutut dengan motif corak bunga yang membuatnya terlihat makin cantik yaitu rambutnya yang diikat satu menampakkan leher jenjang putih milik velycia.
Kevin yang melihat itu pun menelan ludahnya dengan susah payah.
"Vin ayo kok malah bengong sih ah gue tau lo terpesona sama ke cantikan gue kan kan kan? "Ucap velycia.
" dih geer "ucap kevin gengsi sambil meninggalkan velycia dibelakang.
" dih turun tuh gengsi jangan ketinggian tinggal bilang iya aja susah "ucapnya mengekor kevin dari belakang.
❛ ━━━━━━・❪ ❁ ❫ ・━━━━━━ ❜
Mereka belanja keperluan dapur dan lain lain di supermarket dekat sama apart mereka, kevin dan velycia berpencar menjadi bahan bahan yang dibutuhkan.
Velycia mendorong troli menuju rak dirinya melihat begitu banyak snack yang menggugah selera dia pun mengambilnya dengan berbagai macam snack setelah snack dia pun melajukan trolinya ke tempat eskrim dan mengambil semua rasa tanpa berpikir panjang.
Sedangkan Kevin berbeda dia hanya mengambil daging per seafoodtan buah dan sayur mayur.
Brukk
" aduh maaf maaf gue gak sengaja"ucap gadis yang menabrak kevin. Dan kevin hanya diam saja lanjut jalan.
"eh tunggu "ucap gadis itu.
" apalagi? "
"Eh gak g-gue cuma mau bilang min.."
"Gak perlu" ucap kevin lanjut berjalan.
"Susah banget sih luluhin hati kevin" monolog gadis itu langsung berjalan menuju kasir. Velycia yang melihat interaksi mereka entah kenapa dirinya merasa panas mendadak.
"Tadi siapa vin? " tanya velycia.
"Gak tau gue" ucapnya santai.
"Gak tau gue"ucap velycia sambil membecikan bibirnya. Yang membuat kevin heran.
"Tapi kasih senyum yang lebar yakan " sambungnya.
"Lo kenapaa sih"
"Tidak" ucap velycia dengan ketus. Membuat kevin mengerutkan keningnya.
"Dasar manusia gak peka" guman velycia, yang dapat didengar oleh kevin. Kevin pun terkekeh melihat tingkah velycia jika tadi dia yang kepanasan kini velycia yang merasakannya.
"Lo cemburu" goda kevin.
"Tidak"ucap velycia berjalan.
" bilang aja kalau lo lagi cemburu turuni tuh gengsi"ucap kevin sambil terkekeh
"Lagian gue juga seneng ko kalau lo cemburu berarti lo udah cinta sama gue"
"Dih kepedean"
"Oh tentu dong sapa sih yang nolak pesona dan jadi suami dari keluarga alexsa"
"Gue"
"Tapi lo udah jadi istri gue jadi otomatis lo gak nolak pesona gue" sahut kevin yang membuat velycia berhenti berjalan dan lalu berbalik menghadap kevin sambil lalu dia menunjuk kearah kevin sambil menatap tajam seraya berkata
" dakcyo julle (bisa diem gak) " yang membuat kevin terkekeh.
❛ ━━━━━━・❪ ❁ ❫ ・━━━━━━ ❜
Seminggu berlalu kini velycia sudah siap menuju ke kampus barunya berjalan menuruni anak tangga yang melihat kevin sarapan dengan nasi goreng yang diri buat sebelum siap siap tadi.
Velycia melewati kevin dan berlalu mengambil piring untuk sarapan kevin pun merogoh kantongnya dan memberikan kunci mobil ke velycia.
"Ni apa? "
"Lo bisa bawa mobilkan? " bukannya menjawab tapi kevin balik bertanya.
"Bisa"
"Ya udah lo bawa tu mobil gue pakek motor ke kampus" sontak membuat velycia melotot mulut terbuka.
"Jadi mobil lo disini tau gitu kenapa pas gue mau kekampus lo gak bilang sama gue? "
"Lonya aja yang tidak tanya? "
"Ya setidaknya lo jadi suami pengertian dikit kek sama istri "
"Itu gue kurang perhatian apa lagi coba, lo pakek mobil, tidak kena panas sedangkan gue pakek motor yang kena panas" kevin naikkan alisnya sebelah, dia senang melihat wajah kesal vely
"Ya itu kan mau lo bukan gue"
"Ya itu karena gue perhatian sama lo"
"Ck, tau ah gelap lo " ucap velycia memasukkan makanannya ke dalam mulutnya.
"Gue cabut duluan " ucap kevin bangkit dari tempat duduknya.
"eh, Dingin banget tuh orang kaya kutub utara cair sikit napa! cair? "monolog velycia.
Setelah kepergian kevin, velycia langsung keluar dari apartemennya menuju ke parkiran mobil dimana tempat mobil kevin berada.
Lalu masuk ke dalam mobil dan langsung menancapkan gasnya menuju ke kampus barunya.
Sedangkan disisi lain kevin yang menaiki motor sport dengan santai melihat ada mobil berhenti ditengah jalan. Dan dia melihat serly berdiri dimobil tersebut langsung saja kevin menepi kejalan tersebut.
" napa mobil lo"ucap kevin.
"Ah kevin, tidak tau ni tiba tiba mogok " ucap serly malu malu Kevin hanya menganggukkan kepalanya.
"Emm, vin lo gue boleh nebeng bareng lo, gue nunggu taksi online lama soalnya gue ada jadwal pagi hari ini pelajarannya pak rahman please vin bantuin gue ya? " mohon serly berharap bisa barengan sama kevin. Kevin yang mendengar itu pun menganggukkan kepala.
"Ya udah ayo cepetan gue juga ada jadwal pagi" sontak membuat serly senang bukan main dirinya langsung masuk ke mobil mengambil tasnya lalu berlari naik ke motor sport kevin dan langsung memeluk kevin dari belakang.
"Ck, gak usah peluk peluk" ucap kevin sambil melepaskan pelukannya serly dari dirinya. Yang membuat serly kaget.
"Eh sorry vin gue takut jatuh"
"Emang apa urusan gue, lo mau jatuh atau tidak, gue gak mau lo sentuh sentuh" Ucap kevin Serly langsung melepaskan pelukannya. Dan kevin langsung menancapkan gasnya.
Motor yang dikendarai kevin diparkiran khusus yang biasanya dirinya memarkirkan motornya bersama para sahabatnya.
Teman-teman kevin yang melihat kevin bonceng sama serly kaget bukan kepalang sebab kevin pernah menolak cinta serly, tidak sekali bahkan berkali-kali ini secara tiba-tiba dia boncengan bersama serly.