NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Raga Istri Jendral

Transmigrasi Ke Raga Istri Jendral

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: Zakiya el Fahira

Lu Mingyu adalah seorang gadis muda yang bergabung di kelompok dunia bawah, tugasnya sebagai mata mata di kelompoknya, Mingyu sudah terbiasa mendapat luka tembak ataupun benda tajam di tubuhnya, bagi Mingyu itu adalah simbol dari sosoknya yang pemberani dan tidak takut pada apapun, selain itu Mingyu juga memiliki sifat yang babar dan juga suka ceplas ceplos saat berbicara, menurut Mingyu yang paling menakutkan bukanlah musuh yang ingin membunuhnya, melainkan jika tidak punya uang, karna Mingyu gadis yang sangat matrealistis.
Dan suatu hari Mingyu tidak pernah terpikirkan kalau dirinya akan masuk ke jebakan lawan, mobil Mingyu berhasil di sabotase, yang menyebabkan remnya blong dan menabrak pembatas jalan hingga meledak, dan api besar itu melalalap habis tubuh Mingyu yang terkunci di dalam mobil.
Dan saat membuka matanya Mingyu berfikir kalau dia sudah berpindah ke alam baka, karna melihat bangunan sekelilingnya di penuhi dengan warna kuning keemasan, di tambah saat dia melihat tam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Jendral Rong memacu kudanya dengan sangat kencang, di belakangnya di ikuti Han Bing dan juga beberapa anggota militer, Jendral Rong langsung pergi ke desa saat itu juga, ketika mendengar kabar Mingyu jatuh ke tebing.

Selama perjalanan menuju desa, Jendral Rong tidak henti hentinya berdoa, berharap Mingyu baik baik saja, dia juga sangat berharp berita yang ia dengar salah.

"Mingyu, kamu harus baik baik saja" batinnya dengan penuh harap.

Jendral Rong tiba di desa lebih cepat dari perkiraan, dia langsung menuju ke tebing tempat Mingyu jatuh, dan saat sampai di sana Jendral Rong sudah melihat ada banyak orang berdiri di tepi tebing, termasuk Ayah mertuanya dan juga pelayan Mingyu, yang terus terisak memanggil Nonanya, Jendral Rong langsung menyuruh semua bawahannya untuk turun ke bawah.

''Kalian semua turun, jangan kembali kalau ISTRIKU belum di temukan'' perintahnya dengan tegas, dan tanpa sadar ini kali pertamanya Jendral Rong memanggil Mingyu dengan sebutan istri, mungkin karna di landa rasa panik dan khawatir yang berlebihan, sampai membuatnya tidak sadar dengan apa yang di ucapkannya.

''Baik Pangeran''

Jendral Rong turun lebih dulu, lalu di susul oleh Han Bing, setelah itu para bawahan lainnya.

Saat sudah sampai di bawah, Jendral Rong langsung berteriak memanggil nama Mingyu, sembari menyusuri area yang tidak jauh dari tebing.

''Mingyu!!'' teriaknya entah yang sudah keberapa kali Jendral Rong memanggil Mingyu tanpa putus asa, namun Mingyu tak kunjung menyahut.

''Pangeran, apa jangan jangan Nona dalam keadaan tak sadarkan diri'' tukas Han Bing.

Jendral Rong semakin di landa rasa khawatir, lalu pandangannya jatuh pada kain yang berserakan di atas rumput, dan bergegas menghampirinya.

Kedua mata Jendral Rong membulat, melihat baju yang sudah koyak dan juga berlumuran darah yang sudah terlihat mengering.

''I,, ini''

''Pangeran, bukankah ini baju Nona Lu''

Lutut Jendral langsung lemas, dan perlahan tubuhnya merosot ke tanah, Jendral Rong mengambil baju yang berlumuran darah itu dengan tangan gemetar.

''Tidak, tidak mungkin ini milik Mingyu, dia pasti baik baik saja'' gumamnya lalu memeluk baju itu dengan erat, dan seketika Jendral Rong mencium aroma mawar dari baju itu, aroma yang selalu menguar dari tubuh Mingyu ketika dirinya diam diam tidur di samping Mingyu.

''Cepat!, kalian cari istriku lagi, aku yakin dia pasti masih di sini'' teriak Jendral Rong. ''Dia pasti sedang menungguku'' lanjutnya lirih.

Tiga hari telah berlalu, namun para bawahan Jendral Rong belum juga menemukan keberadaan Mingyu, bahkan Han Bing menambah pasukan lagi untuk mencari Nonanya, namun satupun dari mereka tidak ada yang berhasil.

Sedangkan Jendral Rong karna terlalu lelah, dia sampau tak sadarkan diri, dan kini dia di rawat di salah satu rumah penduduk yang tak jauh dari bukit itu.

Jendral Rong baru sadar esok harinya, dan itu sudah hari ke tiga pencarian Mingyu.

''Bagaimana?, apa kalian sudah menemukan keberadaan istriku?'' tanya Jendral Rong lirih, bibirnya sangat pucat, Jendral Rong pingsan bukan hanya kelelahan saja, dia juga kurang tidur dan juga tidak makan sama sekali, karna dalam fikirannya hanya di penuhi Mingyu.

''Pangeran maaf, sampai saat ini kami belum menemukan keberadaan Nona Lu'' jawab Han Bing.

Jendral Rong diam saja sembari menatap kosong ke depan.

''Di mana Xiao Fei?, panggil dia ke sini'' perintah Jendral Rong.

''Baik Pangeran''

Han Bing segera keluar mencari Xiao Fei, dan tak berselang lama dia kembali lagi bersama Xiao Fei.

''Pangeran, ada apa anda mencari saya?'' tanya Xiao Fei dengan kepala tertunduk, Xiao Fei sama sekali tidak berani menatap Jendral Rong.

''Kamu bisa ceritakan, kenapa Mingyu bisa sampai jatuh ke tebing?'' pinta Jendral Rong.

Xiao Fei tiba tiba terisak, dan mulai cerita. ''Sejak Nona tiba di rumah sepupunya, tidak ada satupun dari mereka yang menyambut Nona dengan baik, mereka terang terang mengejek dan merendahkan Nona, hanya karna anda tidak datang bersama Nona, mereka juga mempermalukan Nona di depan tamu undangan, akhirnya Nona memilih meninggalkan acara pesta dan lari ke tebing, tapi Nona malah terperosok dan jatuh ke bawah''

Xiao Fei bercerita tanpa berani menatap Jendral Rong.

''Hiks, ini semua salah saya, karna terlalu lambat mengejar Nona'' isak Xiao Fei dengan kepala tertunduk.

"Nona, saya sudah mengikuti ide anda, mudah mudahan Pangeran percaya dengan ceritanya" batin Xiao Fei.

Jendral Rong yang mendengar cerita dari Xiao Fei seketika terduduk lemas, kedua tangannya mengusap wajahnya dengan kasar.

''Kamu tidak salah, ini semua salahku, andai saat itu aku setuju untuk ikut dengannya, pasti kejadian ini tidak akan terjadi'' tukas Jendral Rong lirih, kedua matanya memerah menahan tangis.

Sebenarnya saat itu ketika malam acara pesta pernikahan sedang berlangsung, Mingyu memilih pergi ke sebuah bukit yang terletak tidak jauh dari kediaman bibinya.

''Nona, untuk apa kita ke sini?'' tanya Xiao Fei sembari membawa buntalan yang berisikan baju dan uang milik Mingyu.

Mingyu tidak menjawab, karna dia sedang fokus menatap ke arah pedasaan yang terletak beberapa kilometer di depannya, itu adalah desa perbatasan yang ada di kerajaan timur.

"Sepertinya butuh waktu tiga hari untuk sampai di desa itu" batin Mingyu.

Sedangkan untuk sampai ke desa itu, Mingyu harus melewati hutan larangan yang ada di depannya saat ini, hutan yang menjadi pembatas antara wilayah kekaisaran dan kerjaan timur, yang katanya sampai saat ini tidak ada satupun orang yang berani masuk ke dalam hutan itu, entah itu orang dari wilayah ke kaisaran ataupun dari wilayah kerjaan timur, rumor mengatakan kalau hutan larangan di depannya ada penjaganya yang sangat suka menghisap darah manusia.

"Ck, orang zaman dulu percaya sekali hal begituan" batin Mingyu berdecak.

''Fei, aku akan pergi ke kerajaan timur lewat jalur ini'' ucap Mingyu.

Xiao Fei seketika membulatkan matanya.

''Nona, di depan ini bukannya hutan, nanti kalau ada binatang buas bagaimana?'' tukas Xiao Fei khawatir.

Mingyu tersenyum. ''Tenang saja, aku pasti bisa menghadapinya''

''Tapi Nona''

''Fei, jangan pernah membantah, kamu harus percaya dengan apa yang aku katakan'' sela Mingyu.

''Lalu, apa yang harus saya lakukan, jika orang orang bertanya?'' tanya Xiao Fei.

''Mudah, kamu bilang saja, kalau aku tidak sengaja jatuh'' tukas Mingyu, yang tiba tiba muncul ide konyol di otaknya.

''Hah'' otak Xiao Fei seketika kosong mendengar yang Nonanya katakan.

''Ah sudahlah, mana barang bawaanku''

Mingyu langsung mengambil buntalan miliknya dari Xiao Fei, lalu dia mengikat buntalan itu di bahunya.

''Nona''

Xiao Fei menatap sedih Nonanya.

''Nona, kalau anda pergi, lantas bagaimana dengan saya?''

Mingyu tersenyum sembari menepuk pundak Xiao Fei. ''Aku akan cari cara, agar bisa memberi kabar ke kamu''

''Nona, anda harus janji sama saya, anda harus baik baik saja, saya akan selalu menunggu anda kembali'' ucap Xiao Fei terisak.

''Aku janji'' timpal Mingyu sembari mengusap air mata Xiao Fei, membuat Xiao Fei semakin terisak.

''Ya sudah, aku turun dulu''

Mingyu segera turun membawa buntalan yang berisikan baju, uang dan beberapa senjata tajam, lebih tepatnya hanya pisau buah, Mingyu hanya menggunakan sinar bulan purnama, sebagai penunjuk titik tebing untuk ia pijaki.

''Nona, hati hati!!'' teriak Xiao Fei.

Mingyu menganggukkan kepalanya.

Xiao Fei berjongkok di pinggir batu besar, sembari memperhatikan Nonanya yang begitu cepat menuruni tebing yang sangat curam, tanpa kesulitan sama sekali.

Sampai di bawah Mingyu segera mengganti pakaiannya, lalu dia merobek pakian yang tadi ia pakai, setelah itu dia menggores telapak tangannya dengan pisau buah, lalu darahnya ia usapkan ke pakaian yang sudah robek.

''Kalau seperti ini pasti mereka akan berfikir kalau aku sudah di terkam binatang buas'' gumam Mingyu tersenyum, setelah itu dia membuang baju itu ke sembarang arah, lalu dia melenggang pergi masuk ke dalam hutan larangan.

1
Nurhayati Nurhayati
lanjut thor
kaylla salsabella
wah... klu tahu istrinya tersenyum pada pria lain Jendral bisa ngamuk
Marsya
hayo istrinya ditaksir cowok lain😉😉😉
Inez Putri
knpa hari ini gak up thuor..
Kusii Yaati
apa mingyu harus menghilang dulu baru kamu akan merasa kehilangan jendral rong?... makan tuh cinta pertama mu 😤
MataPanda?_
terus semangat kak semakin seru😀
Marsya
cinta tanpa disadari lebih menyakitkn disaat org yg dicinta pergi menjauh/Smug//Smug//Smug/
Ai
jangan jangan nanti jemdral rong jadi streees🤣
kaylla salsabella
sebenarnya jendral udah cinta tapi gak sadar...
Murni Dewita
double up thor
Etty Rohaeti
lanjut
Ai
menyesal itu belakangan jendral
Ai
jendral plin plan
tinie
hemm seolah mingyu hilang dan gu nian datang dgn wajah baru nya
Musdalifa Ifa
rasakan itu jendral rong😏😏😏
Marsya
pada kenyataannya sesuatu baru terasa ktika apa yang kita miliki hilang dari pandangan,dan itu yg disbut Penyesalan wahai pangeran Rong/Smug//Smug//Smug/
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Good, Mingyu, Lnjtkn, tinggalkn aja itu Suami Dulhakim, biar Jenderal tau rasa 🤭👍👌
kaylla salsabella
mingyu.... mau Kekaisaran timur dengan cara jatuh ke tebing
Yunita Widiastuti
mingyuuu....ojo balek dolan sing adohhhh
Evi 060989
up lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!