*merried for revenge
bukan ajang perlombaan ini hanya sekedar balas dendam , balas dendam antar saudara yang tak kunjung padam.
liyan menatap nanar HP yang baru saja di banting hingga berserakan di lantai. emosi nya memuncak dan tak terkendali karena sang kekasih meninggalkan liyan demi memilih bertunangan dengan musuh bebuyutannya.
"5 tahun kita pacaran kau malah memilih laki laki sialan itu karena dia di pewaris. " umpat nya tertahan di antara rahang yang sudah mengeras
"brengsek!! "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16
...
....
Liyan POV
Pagi ini sama seperti pagi sebelumnya, hal membahagiakan adalah ketika berangkat kerja kamu melihat istrimu sibuk di dapur, contonya aku sekarang menikmati pemandangan yang luar biasa, kucing liar ku tengah sibuk dengan panci dan spatula nya, rambutnya di Cepol tinggi membuat kulit putih mulus di lehernya ter ekspos menambah kecantikannya.
Ya siapa lagi kalau bukan Narumi Zheya yang 3 Minggu lalu sah menjadi istriku, wanita yang super cantik terkenal dingin dan cuek dikalangan temanku, tapi menurutku dia orang yang cerewet yang bawel nya minta ampun suaranya melengking matanya melotot ketika marah, bibirnya yang manyun ketika kalah berdebat dia benar benar terlihat seperti anak kecil yang menggemaskan
"Wow.. wanginya..! Kali ini kamu masak apalagi yah..?" Tanya ku ketika makanan telah terhidang rapi di depan ku
"Ini sup miso, tamagoyaki, dan semangkuk nasi yang dikukus.. silahkan di coba tuan Huang.." ucap zheya tersenyum memamerkan gigi putih dan mata yang menyipit
Aku mencoba sesuap nasi dan sup lalu mencoba tamagoyaki,. Dan hmmm ini sangat enak masakan nya tidak pernah gagal mungkin karena itulah aku mulai betah di rumah
"Hmmm, ini enak.." ucapku lalu melanjutkan menikmati masakan kucing liar ini dan dia hanya menanggapi dengan anggukan lalu melanjutkan makannya
"Aku selesai, aku lanjut kekamar dulu mau siap siap.." ucap zheya lalu pergi Tampa menunggu jawaban dari ku tidak biasanya kucing liar makan terburu buru seperti itu.
Alih alih berangkat kerja, aku lebih memilih mengikuti zheya kekamar, lagi lagi aku melihat pemandangan yang sudah lama tidak ku lihat, tubuh istriku ini sangat seksi sekali dengan dada yang berisi dan pantat yang bulat membuat pagi ku ini menjadi mendebarkan, jujur saja semenjak menikah kami tidak pernah melakukan itu wajar saja kan aku gampang tergoda kan aku ini laki laki normal.
"Ehkemm.." dehemanku membuat zheya terkejut
"Lah. Bukannya kamu mau kerjaa..?" Tanyanya bingung, wajar saja biasanya aku setelah makan langsung berangkat kerja tapi hari ini aku malah mengikutinya ke kamar
"Iya tadinya..!, tapi aku sepertinya mencium bau bau mencurigakan.!" Jawabku dengan nada yang mengejek
"Kaamu dari tadi disini..?" Tanya zheya lagi dengan mata yang memicing menginterogasi ku
"Ya sedari awal.." ucap ku biasa saja
"Bearti kamu liat dong....." Zheya tak melanjutkan kata katanya tapi lebih memilih melempar listip yang baru saja ia kenakan ke arah ku
"Santai aja kali, jangan kan ganti baju..kamu aja aku tau rasanya..!" Ucapku semakin meledeknya dan berhasil membuatnya memukulku
"Aku.. aduh... Ampun.. ampunn. Hahah..ampun.." adu ku dan tidak bisa menahan tawa
"Mampuss.." ucapnya
"Ampun kucing liar, ga lagi dah.."
"Bodoh!!.." ucapnya yang terus memukuliku
"Hahah.. iya deh maap.."ucap ku dan memegang kedua tangannya agar zheya berhenti memukuli ku tapi dia tetap saja memberontak dan menendang kakiku yang mengakibatkan aku kehilangan keseimbangan dan
Brukkk
Aku terjatu dengan tidak elitnya di atas kucing liar ini, mataku tidak sengaja bertatapan dengan matanya yang membuat desiran aneh yang aku rasakan.
Lagi lagi aku meyakin kan diri aku ini laki laki normal
"Ahh..Sibajingan ini.." umpatan zheya berhasil menyadarkan ku dari pikiran yang membagongkan
Aku bangkit dan membenarkan pakaianku
"Aku minta maaf" ucapku karena bingung harus mengatakan apa
"Gara gara kamu dandanan ku jadi berantakan, padahal aku lagi buru buru.." celotehnya
"Iya makanya aku minta maaf...
Jangan marah marah ya nanti makin berantakan dandanannya, lagian kamu kemana buru buru..? " Aku memilih mengalah sebelum singa betina benar benar ngamuk
"Ya kerjalah ada meeting di resto bahas menu baru, mana bangun kesiangan lagi.."curhatnya kesal dengan ekspresi bibir nya manyun seperti anak kecil
"Harusnya tadi minta ijin, biar aku antar sekalian mau kekantor, lagian se ga ada cinta nya di antara kita tetap kamu harus ijin ke aku dan kamu tetap tanggung jawab aku..
Kamu tau kan kita sah secara agama dan negara.." ucapku panjang lebar mengeluarkan unek unek yang ada di kepala
"Hehh... Aku kira kamu ga peduli tentang itu.." sangkal nya
"Kenapa ga berhenti aja kerja biar ga capek capek ngurus ini itu..? Lagian uang yang kemarin ku tf itu ga cukup?.." aku heran sama perempuan ini bisa bisa nya lebih milih capek kerja di banding diam jalan jalan nge mall atau kesalon atau yang aku kasih ga cukup buat dia
"Denger ya tuan Huang.. aku memang capek kerja tapi itu usaha ku hobi ku dan kesenangan aku, jadi kamu ga usah khawatir tentang itu.
Dan uang yg kamu kasih ke aku lebih dari cukup, bahkan kebanyakan malah, jadi ga ada urusannya bukan..?
Sebagai istri aku minta maaf ga bisa berhenti karena ini usaha yang aku rintis dengan penuh perjuangan.. " penjelasan yang tidak aku duga keluar dari mulut mungil nya itu. Meski aku kurang paham dengan keinginannya ini tapi aku mengerti dan menghormati keputusan nya
"Ya sudah.. tapi ingat kamu juga butuh istirahat dan menenangkan diri, pakai ini pergi lah berbelanja kapan kapan dan beli yang berkualitas,
Kamu sekarang bukan lagi Narumi Zheya yang dulu tapi istri dari liyan Huang.." tekan ku padanya sambil memberikan black kard padanya
"Hmm.. makasih.." dia mengambilnya Tampa membantah ku seperti biasanya
"Ayukk ku antar.." ajak ku, kutarik tangannya Tampa meminta persetujuan nya
Suasana di perjalan pun hening, tidak ada yang memulai percakapan
" Ka.." "akk.." kami serempak memulai percakapan dan sama sama diam
"Kamu dulu.." tawar zheya padaku
"Kamu dulu aja.." tawarku pada nya
"Kamu aja, habis itu baru aku.." titah nya
"Oh iya kamu bikin restoran kapan? Udah berapa tahun?" Tanya ku
"Bikin sih tahun 2015, 11 tahun lalu kami sepakat bikin restoran dan itu pun dulu masih kecil." yang tidak aku duga keluar dari mulut mungil nya itu. Meski aku kurang paham dengan keinginannya ini tapi aku mengerti dan menghormati keputusan nya
"Ya sudah.. tapi denger ini kamu juga butuh istirahat dan menenangkan diri, pakai ini pergi lah berbelanja kapan kapan dan beli yang berkualitas,
Kamu sekarang bukan lagi Narumi Zheya yang dulu tapi istri dari liyan Huang.." tekan ku padanya sambil memberikan black kard padanya
"Hmm.. makasih.." dia mengambilnya Tampa membantah ku seperti biasanya
"Ayukk ku antar.." ajak ku, kutarik tangannya Tampa meminta persetujuan nya
Suasana di perjalan pun hening, tidak ada yang memulai percakapan
" Ka.." "akk.." kami serempak memulai percakapan dan sama sama diam
"Kamu dulu.." tawar zheya padaku
"Kamu dulu aja.." tawarku pada nya
"Kamu aja, habis itu baru aku.." titah nya
"Oh iya kamu bikin restoran kapan? Udah berapa tahun?" Tanya ku
"Bikin sih tahun 2015, 11 tahun lalu kami sepakat bikin restoran dan itu pun dulu masih kecil." Jawab zheya dengan senyum kecil mungkin mengenang masa masa itu
"Kami..?" Tanya ku
"Aku dan Renata.." jawabnya
"Archipelago resto ada sejarahnya Lo,
Waktu itu aku kelas 1 SMA semester 2 bertemu Renata karena kita satu sekolah,
Padahal baru 3 hari kenalan Renata usulin ide bikin usaha warung makan gara gara cicipin bekal yang aku buat waktu itu,
Kita patungan buat bayar sewa kios, beli peralatan dan Beli bahan bahannya. Yang Alhamdulillah nya sampe sekarang dari warung yang cuma ada 3 meja sekarang menajadi resto 50 meja" timpalnya lagi mengenang masa masa yang di lewati pantas saja zheya sangat menyukai pekerjaan ini.
"itu adalah perjuangan yang luar biasa..!" Tanggapan ku sambil mengacungkan jempol padanya
zheya dengan senyum kecil mungkin mengenang masa masa itu
"Kami..?" Tanya ku
"Aku dan Renata.." jawabnya
"Archipelago resto ada sejarahnya Lo,
Waktu itu aku kelas 1 SMA semester 2 bertemu Renata karena kita satu sekolah,
Padahal baru 3 hari kenalan Renata usulin ide bikin usaha warung makan gara gara cicipin bekal yang aku buat waktu itu,
Kita patungan buat bayar sewa kios, beli peralatan dan Beli bahan bahannya. Yang Alhamdulillah nya sampe sekarang dari warung yang cuma ada 3 meja sekarang menajadi resto 50 meja" timpalnya lagi mengenang masa masa yang di lewati pantas saja zheya sangat menyukai pekerjaan ini.
"itu adalah perjuangan yang luar biasa..!" Tanggapan ku sambil mengacungkan jempol padanya