NovelToon NovelToon
Rebel Hearts

Rebel Hearts

Status: tamat
Genre:Berbaikan / Dikelilingi wanita cantik / Playboy / Anak Genius / Percintaan Konglomerat / Obsesi / Tamat
Popularitas:47.6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Kau tahu apa masalahmu, Salena? Kau terlalu sibuk menjadi sempurna sampai lupa caranya menjadi manusia." — Zane Vance.
"Dan kau tahu apa masalahmu, Vance? Kau pikir dunia ini panggung sirkusmu hanya karena teman-teman bodohku memanggilmu Dewa. Dasar alay." — Salena Ashford

Zane Vance (21) pindah ke Islandia bukan untuk mencari musuh. Tapi saat di hari pertama dia sudah mendebat Salena Ashford—si putri konglomerat kampus yang kaku dan perfeksionis—perang dunia ketiga resmi dimulai.

Semua orang memuja Zane. Mereka memanggilnya "Dewa dari New York" karena pesonanya yang bad boy, dingin, dan Urakan Ganteng (ini kata teman Selena), kecuali Salena.
Namun, semakin keras Salena berusaha menendang Zane dari tahtanya, semakin ia terseret masuk ke dalam rahasia hidup cowok itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemakaman yang Menegangkan

Pesawat jet pribadi keluarga Vance membelah langit New York yang abu-abu, membawa sepasang pengantin baru yang baru saja mengikat janji di bawah sumpah rahasia di Islandia. Begitu roda pesawat menyentuh aspal Bandara JFK, realitas pahit Manhattan langsung menyambut mereka. Tidak ada lagi ketenangan salju Reykjavik;, yang ada hanyalah kilatan lampu flash kamera dan deru ambisi keluarga besar yang haus akan kekuasaan setelah wafatnya Lady Eleanor.

​Zane turun dari pesawat dengan setelan jas hitam legam yang sangat rapi, namun matanya memancarkan aura protektif yang tajam. Tangannya tak sekalipun melepaskan pinggang Salena. Istrinya itu tampak sangat pucat, kombinasi antara duka, kelelahan penerbangan jauh, dan mual kehamilan yang terus menyerang membuat Salena hampir limbung.

​Mansion keluarga Vance di Long Island dipenuhi oleh ratusan pelayat dari kalangan elit. Di tengah kerumunan itu, sosok Phoenix berdiri dengan rahang mengeras, sementara Kharel bergelayut di lengannya, mengenakan gaun hitam transparan yang lebih mirip busana pesta daripada busana duka.

​Sepanjang prosesi pemakaman Lady Eleanor, Zane berdiri tegak seperti pilar baja. Di sampingnya, Salena berpegangan erat pada lengan suaminya. Zane menyadari betapa berat beban yang dipikul Salena, maka di depan seluruh keluarga besar dan kolega bisnis yang menatap mereka dengan penuh tanya, Zane melakukan hal yang tak terduga.

​Ia menarik kursi kecil untuk Salena, lalu dengan lembut berlutut di sampingnya untuk memijat kaki dan punggung istrinya yang pegal. Ia tidak peduli pada bisik-bisik yang menganggapnya lemah, baginya, Salena dan nyawa di rahimnya adalah prioritas tunggal.

​Ayah Zane, Sebastian Vance, seorang pria dengan garis wajah keras yang sama dengan Zane, menatap putranya dari kejauhan. Meskipun ia keras, ada binar kelegaan melihat putranya kembali. Begitupun ibunya, yang meski belum mendapat penjelasan, bisa merasakan bahwa wanita di samping Zane bukanlah sekadar "teman kencan".

​Namun, di sudut lain area pemakaman, kebencian sedang mendidih. Phoenix menatap pemandangan Zane yang memijat Salena dengan mata yang berkilat penuh dendam.

​"Lihat betapa serakahnya dia, Nix," bisik Kharel di telinga Phoenix, suaranya seperti desisan ular. Ia menggunakan air mata palsu untuk menutupi seringainya. "Dia sudah mengambil kesucianku, dia mengkhianatimu, dan sekarang dia berlagak menjadi kekasih paling setia di dunia sementara dia membiarkanmu menderita. Bukankah adil jika apa yang dia miliki juga menjadi milikmu?"

​Phoenix mengepalkan tinjunya hingga gemetar. Di otaknya, kata-kata Kharel beberapa hari lalu terus berputar seperti kaset rusak, Zane orang jahat, dia yang pertama meniduri ku. Dia egois," gumam Phoenix, suaranya serak karena amarah. "Dia bisa memiliki segalanya, sementara aku harus menerima sisa-sisanya? Tidak, Kharel. Jika dia bisa menyentuh milikku, aku akan memastikan dia merasakan perih yang sama."

​Kharel tersenyum puas di balik sapu tangan hitamnya. Rencananya berjalan sempurna. Ia telah mengubah Phoenix menjadi senjata yang siap meledak kapan saja.

​Setelah semua pelayat pulang, Zane membawa Salena masuk ke ruang keluarga utama untuk menghadap orang tuanya. Namun, langkah mereka dicegat oleh Phoenix dan Kharel.

​"Selamat atas kepulanganmu, Sang Penakluk," ucap Phoenix dengan nada sarkasme yang kental. Matanya beralih pada Salena dengan tatapan yang melecehkan. "Bagaimana rasanya, Salena? Menjadi istri dari pria yang bahkan tidak bisa jujur tentang siapa saja wanita yang pernah ada di ranjangnya?"

​Zane segera menempatkan dirinya di depan Salena, matanya menggelap. "Phoenix, jaga mulutmu. Ini di depan peti mati Nenek."

​"Kenapa? Kau takut aku meminta hak yang sama seperti yang kau ambil dari Kharel?" Phoenix maju satu langkah, menantang Zane. "Jika kau bisa mengambil milikku, kenapa aku tidak boleh mencicipi istrimu?"

​BUGH!

​Zane tidak menunggu lama. Sebuah pukulan telak mendarat di wajah Phoenix, membuatnya tersungkur di atas permadani mewah. Zane kemudian menoleh ke arah Kharel dengan tatapan yang sangat mematikan.

​"Kharel," desis Zane. "Kau pikir kebohonganmu tentang malam itu akan bertahan lama? Aku sudah membawa bukti medis dan saksi dari masa lalu kita yang akan membungkam mulutmu selamanya. Dan untukmu, Phoenix... kau bukan saudaraku lagi jika kau berani menatap istriku dengan cara seperti itu."

​Salena yang sedang menahan mual, tiba-tiba memegang lengan Zane dengan kuat. "Zane... perutku..."

​Wajah Zane seketika berubah pucat. Ia mengabaikan Phoenix yang sedang bangkit dan langsung menggendong Salena. "Ayah! Ibu! Panggil dokter keluarga! Sekarang!"

🌷🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰🥰

1
Mommy Inci
keren
Ros 🍂: Ma'aciww kak🥰
total 1 replies
ren_iren
bagussss
Ros 🍂: Ma'aciww kak🫶🥰
total 1 replies
ren_iren
ahhh so sweet banget babang Xander mah....
Ros 🍂: huhu🫶🥰
total 1 replies
ren_iren
mantabb... suka sm karakter laki yg gk menye2....
ren_iren
innalillahi, turut berbela sungkawa ya Zane...
Ros 🍂: huhuhu🥲
total 1 replies
ren_iren
dah punya anak gadis kembar, selamat sal and Zane.. 🤗
ren_iren
alhamdulillah, luluh juga pak radennya.. 🤗
Ros 🍂: hihi🤭🥰
total 1 replies
ren_iren
keren memang cerita mu kak 🤗🤗🤗
Ros 🍂: ma'aciww kak 🫶🥰
total 1 replies
ren_iren
wow wow, huru hara melanda.... 😂
Ros 🍂: ma'aciww sudah selalu meninggalkan jejak kak 🫶🥰
total 1 replies
ren_iren
jgn bikin huru hara ya kak😁
Ros 🍂: wkkwk🤣
total 1 replies
ren_iren
polinginlope mereka, gasss gasss sah sah..... 🤭😁🤣
ren_iren
cieee salena digodain sm Zane.... 🤭😁
Ros 🍂: Author Salting kalo tiap baca ulang mereka 🤣
total 1 replies
ren_iren
gassss ajakin bikin huru hara Zane.... 🤣
ren_iren
🤣🤣
oooo kamu ketahuan....
salen cepat sembunyikan mukamu...
malu2 manja ya 😁😁
ren_iren
ini nich salen belum2 uda meledak2 cari minusnya... eh ternyata dia yg terjerat sendiri.. kan tertarik dirimu dgn pesona bad boy.... 🤣🤣
Ros 🍂: wkwkwk🤣
total 1 replies
ren_iren
tatonya sangat apa ini..... 🤭🤣
Ros 🍂: tatonya keren 🤣
total 1 replies
ren_iren
pokoknya gasss baca baca baca.....
penulis yg idenya gk abis2 🤗
sehat2 kak 🤗
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
happy ending... ga bertele² ga menye² tapi tetap pada alurnya.👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: kembali kasih Thor.🫰🤗
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Akhirnya sadar juga Kate, baby boy hebat bisa bantu papihnya berjuang membangunkan mammy'nya yang tidur lama.👏👏👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
jadi mewek perjuangan Katiya yang mencari keadilan untuk Feo dan Letulusan dan keteguhan Cinta Xander untuk Katiya meskipun sudah di hancurkan karna di jadikan alat balas dendam.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!