NovelToon NovelToon
Kesayangan Kakak Kedua

Kesayangan Kakak Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Fantasi Wanita / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dhe vi

Leana putri tunggal seorang pengusaha yang tidak pernah terekspos, sehingga dia di kenal sebagai anak orang miskin yang masuk ke tempat elit demi menaikkan derajat. Menjadi pacar seorang anak miliyader membuatnya menjadi pusat perhatian, Reno putra ke tiga dari keluarga ternama di kotanya, Ketika berkunjung kerumah sang pacar dia mendapati teman baiknya sedang berduaan. Meminta pertanggung jawaban namun tak di hiraukan Reno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhe vi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

Weekend waktu untuk berkencan dengan Ray, hari ini kami akan fitting baju untuk acara pernikahan Asael dan Isabella. Ray sudah memesan gaun untukku di sebuah butik ternama, karena tante Mia masih di LA bersama suaminya dia tidak bisa membuatkan baju untukku.

Sesampainya kami di butik, pemiliknya menyambut kami dengan ramah. Di ruang tunggu VIP dia memperlihatkan semua desainnya yah tidak sebagus desain tante Mia tapi aku menyukai beberapa, Ray membayar semua baju yang aku sukai menurutnya semuanya bagus karena aku yang memkainya.

"Kita kemana lagi beb?".

"Lihat rumah kamu, kamu kan tidak pernah melihatnya".

"Rumah yang kamu kasih buatku itu?". Ray menangguk.

Aku juga penasaran rumah seperti apa yang dia berikan untukku dan kata Ray apart yang juga dia berikan bertepatan di sebelah unitnya.

Masuklah kami di sebuah perumahan mewah, aku sudah membayangkan harga rumah di perumahan ini, mungkin 2-3 M untuk satu unitnya.

Tibalah kami di sebuah rumah yang sudah berpagar tinggi seperti rumah orang tuanya.

"Nggak salah ini rumahnya, besar banget beb".

"Tidak apa, kalau kita menikah kan kita akan tinggal di sini juga".

Ketika masuk aku merasa takjub dengan desainnya, semua yang aku suka dan aku juga menyukai konsep di dalamnya, kami masuk ke kamar utama rupanya kamar ini paling besar di antara kamar lainnya.

kasur size king yang snagat besar, melebihi kasur di rumahku.

"Beb, besar banget bahkan ada balkonnya juga".

"Kamu suka kamar yang ada balkonnya begini kan".

"Mmmm. Tapi ini terlalu berlebihan". Ray memeluk pinggangku dan mencium tengkuk leher belakangku membuat darahku berdesir di buatnya.

"Sebelum ketemu kamu lagi aku sudah menyiapkan ini semua, jadi tidak ada yang berlebihan selama untuk orang yang di sayangi kan". Ciumnya pada pipiku

"Selama aku pergi kamu beneran nunggu aku? Atau sudah pernah sama yang lain".

"Hanya bermain-main tidak ada yang serius, aku mau seriusnya sama kamu Love".

"Nggak ada satupun begitu yang kamu sayangin banget".

"Nggak dan nggak akan pernah". Dia menciumku dengan lembut.

Aku mengerti keinginannya dan kami melakukannya di rumah baru ini.

Wah, tubuh pacarku ini sangat bagus wanita mana yang tidak akan tergoda melihat badan berdada bidang begini, rasanya nyaman berada di pelukannya begini.

Dia terbangun dan mengambil sesuatu di meja kasur.

"Pinjam tangan kamu".

Sebuah cincin bermata batu safir melingkar jariku.

"Aku sudah bilang kan aku tidak akan main-main denganmu, aku tidak peduli bagaimana masa lalumu karena aku juga bukan pria baik-baik dan aku ingin di masa mendatang cuma ada kamu Leana".

Ah jantungku, tanpa terasa air mataku keluar. Aku tidak pernah membayangkan akan mendapatkan perlakuan seperti ini dari seseorang, semua tentangku semua kesukaan ku dia mengetahui semuanya bahkan rumah yang dia beri juga desain rumah yang aku inginkan.

Aku memeluk erat tubuh Ray rasanya benar-benar nyaman memeluk dirinya seperti ini dan aku ingin selalu seperti ini.

"Apa ini cincin untuk lamaran". Candaku padanya

"Tidak untuk itu aku sudah punya desain sendiri dan hanya kami yang mengetahuinya".

"Kami? Kami siapa".

"Mama kamu lah siapa lagi".

"Eh mama? Kenapa mama?".

"Sudah ku bilangkan aku tidak main-main, lagian mana ada yang bisa ngalahin desain dari mama kamu Love".

"Iya sih". Kami tertawa bersama.

Hari semakin malam, kami memutuskan untuk makan malam di luar namun kali ini aku mengajaknya di suatu tempat sudah lama sekali aku tidak pernah makan di tempat langganan aku.

"Pakai baju santai aja ya". Pintaku pada Ray

"Loh kenapa kita mau makan kan".

"Iya, tapi ini tempat langganan aku dan ini cuma warung biasa kok".

"Ya sudah".

Kami menuju sebuah warung makan pinggir jalan di dekat kampusku dahulu, warung pak Bima.

Di sini walaupun kaki lima tapi masakan beliau sangat enak dan murah.

"Malam pak".

"Loh neng Leana, lama sekali bapak nggak lihat kamu, wah ganteng sekali dia neng".

"Kenalin pak pacar saya namanya Ray".

"Wah lama nggak ketemu udah bawa pacar aja neng, mau pesan apa".

"Nasi goreng sama pangsit goreng ya pak minummya air mineral aja".

"Siap neng, pacarnya pesan apa".

"Sama aja pak".

"Tunggu ya".

Ini pertama kalinya aku mengajak Ray makan di pinggir jalan, aku hanya ingin dia tahu bahwa tempat makan itu tidak harus di restoran mahal, tempat warung kecil begini juga nyaman dan sangat murah.

Tidak lama pesanan kami datang.

"Coba beb enak loh". Ray seperti enggan untuk memakan karena ini pertama kali untuknya.

"Mmmm". Akhirnya dia memakannya.

"Bagaimana enak kan". Dia mengangguk dan meminta lagi pangsit gorengnya, siapa yang menyangka seorang Ray pemilik perusahaan ekspor impor menyukai makanan sederhana seperti ini.

Sepulangnya kami dari jalan-jalan, dia terlihat senang sepanjang perjalanan.

"Kenapa beb? Kayaknya senang banget".

"Nggak, aku banyak belajar dari kamu Love, selain cantik kamu orangnya sederhana dan menghargai orang lain. Kamu bisa makan di restoran mahal, tapi kamu lebih suka makan di tempat kecil dan sederhana begitu".

"Beb, warung-warung kecil begitu menurutku lebih baik, mereka berjuang berdagang demi kehidupan mereka kedepannya, kenapa aku lebih suka di kaki lima ya begitu, di restoran juga enak tapi ah mahal sekali, jika kita makan di luar atau membuat sendiri dirumah kita bisa lebih hemat lagi dan kita juga membantu orang lain kan".

"Ya ampun Love, inilah yang bikin aku jatuh hati sama kamu". Acaknya pada rambutku.

Jalanan semakin sunyi menambah keromantisan ini, udara yang dingin dan cahaya lampu dari luar menambah suasana semakin hangat.

Sesampainya dirumah aku langsung masuk ke kamar, karena orang tuaku sepertinya juga sudah tidur.

"Makasih bi".

"Sama-sama non".

Dan seperti biasa Ray menunggu lampu kamarku mati barulah dia pulang kerumahnya.

Tepat pukul 1 malam, aku mendapat notif uang masuk ke dalam rekeningku dan jumlahnya juga besar 20 jt dari Ray.

(Uang apa beb?).

(Belum tidur?).

(Bagaimana bisa tidur tiba-tiba ada notifikasi begini).

(Nggak apa-apa buat kamu jajan saja).

(Hah? Jajan aku kan bisa sendiri).

(Jangan menolak, awas saja kamu kirim balik).

Aku tertawa kecil, karena ketika Ray mengirimkan padaku akan ku kirim balik kepadanya, namun kali ini aku tidak akan mengirimkan balik.

"Cantiknya tuh cincin". Tegur mama di meja makan

"Mama mau juga". Tanya ayah

"Hmmmp ayah ini, kalau mau belikan belikan aja jangan tanya mama".

"Lah kan mama bisa desain sendiri".

"Lihat ayahmu ini Lea menyebalkan bukan".

Aku hanya bisa tertawa melihat tingkah mereka, yang sedikit kekanakkan tapi terasa sangat harmonis.

1
Yovi arine
😄😄
Suci Dava
klo kamu tahu asal-usul Melinda, pasti shock kamu Lea
Evelyn
masuk rak dulu, nunggu bab nya banyak baru baca🤭..
semangat ngetik thor sampe tamat..
Yovi arine: Iya terimakasih semangatnya 🥰🥰
total 1 replies
Yovi arine
Iya,, terimakasih 🥰🥰🥰
Muna Junaidi
Simpan dulu ya thor 🥰🥰
Yovi arine: Iya, terimakasih banyak kak 🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!