NovelToon NovelToon
Saat Nada Tak Pernah Sejalan

Saat Nada Tak Pernah Sejalan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Teen / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: bg.Hunk

Mereka menyebutnya persahabatan.
Padahal masing-masing sedang berjuang sendirian.
Gina hidup dalam sorotan dan tuntutan,
Rahmalia dalam ketenangan yang sering disalahartikan sebagai kelemahan,
Dio di balik candaan yang menutupi kepedulian,
dan Azmi datang membawa arah yang tak semua orang siap terima.
Di antara sekolah, musik, prestasi, dan nama besar keluarga,
perasaan mulai bergeser—perlahan, nyaris tak terasa.
Sampai akhirnya, tidak semua bisa tetap utuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bg.Hunk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Bukan Sekadar Alasan

Sepulang sekolah, suasana gerbang masih ramai.

Siswa-siswi berhamburan keluar, sebagian langsung pulang, sebagian lagi masih berkumpul di sekitar parkiran. Di tengah keramaian itu, Azmi berjalan sendirian menuju gerbang.

Namun langkahnya terhenti.

Beberapa siswi tiba-tiba mengerubunginya.

“Azmi! Kamu keren banget tadi!”

“Main bolanya jago banget!”

“Kapan sih kamu mulai latihan?”

“Boleh dong kapan-kapan main lagi!”

Pertanyaan datang bertubi-tubi.

Azmi sempat tersenyum sopan, meski jelas kewalahan.

Ia paham.

Ini pasti efek pertandingan tadi.

“Maaf… maaf,” ucapnya pelan.

“Tolong ya, aku mau pulang dulu. Nggak bisa lewat.”

Nada suaranya tetap sopan, berusaha tidak menyinggung siapa pun.

Namun kerumunan itu belum juga membuka jalan.

Azmi hampir menyerah…

sampai pandangannya terhenti.

Di luar gerbang—

Rahmalia berdiri sendirian.

Ia mengenakan headphone di balik kerudungnya, tubuhnya sedikit bersandar santai. Bibirnya bergerak kecil—bersiul pelan mengikuti lagu yang ia dengar.

Sinar matahari sore membuat kulitnya tampak lebih terang.

Wajahnya tenang.

Dunia seolah berjalan pelan di sekitarnya.

Dan untuk pertama kalinya, jantung Azmi berdegup tidak wajar.

Panas merambat ke pipinya.

Perasaan yang sejak tadi ia abaikan mendadak terasa jelas.

Jadi ini…

alasan kenapa ia berharap Rahmalia menghampirinya tadi.

Bukan kebetulan.

Bukan sekadar teman.

Ia menyukainya.

Tiba-tiba suara seorang siswi menyela.

“Azmi… kamu udah punya pacar?”

Semua langsung diam.

Pertanyaan itu membuat kerumunan menunggu jawaban.

Azmi melirik sekilas.

Lalu tanpa menjawab—ia melangkah lurus ke depan.

Menuju Rahmalia.

Rahmalia masih tenggelam dalam lagunya ketika tiba-tiba sebuah tangan menggenggam tangannya.

Ia terkejut.

Refleks melepas headphone.

Dan melihat Azmi di depannya.

“Eh—apaan sih?” ucapnya kaget, berusaha menarik tangannya.

Namun genggaman Azmi tidak dilepas.

“Shh,” bisiknya pelan.

“Tolong… bantu aku sebentar.”

Rahmalia mengerjap bingung.

Lalu melihat ke arah kerumunan siswi di belakang Azmi.

Ia langsung mengerti.

Belum sempat ia bereaksi—

“Aku lagi PDKT sama Rahmalia.”

Kalimat itu keluar begitu saja dari mulut Azmi.

Rahmalia membeku.

“Apa?” ucapnya pelan.

Azmi tetap tenang.

“Jadi tolong doain ya,” lanjutnya santai pada para siswi.

“Semoga aku bisa dapetin dia.”

Beberapa siswi langsung saling pandang.

Ekspresi kecewa jelas terlihat.

Namun mereka juga tahu siapa Rahmalia.

Siswi yang dihormati.

Sulit disaingi.

Salah satu akhirnya tersenyum pahit.

“Iya… semoga berhasil.”

Satu per satu mereka pergi.

Kerumunan pun bubar.

Suasana mendadak sepi.

Dan detik berikutnya—

Rahmalia langsung menarik tangannya.

“Udah selesai kan?” ucapnya dingin.

“Tolong lepas.”

Azmi melepaskan genggamannya perlahan.

Tidak terburu-buru.

Seolah tanpa sadar ia memberi jeda kecil—

membiarkan hangat yang tersisa di telapak tangan itu benar-benar hilang lebih dulu.

“Apaan sih kamu?” lanjut Rahmalia kesal.

“Kenapa bawa-bawa aku segala? Bilang PDKT segala?”

Aneh.

Rahmalia jelas sedang kesal.

Namun bahkan saat marah, suaranya tetap halus—tidak pernah benar-benar tajam.

Tidak ada bentakan.

Tidak ada kata kasar.

Hanya protes yang terdengar terlalu sopan untuk disebut kemarahan.

Dan entah kenapa, itu membuat Azmi tersenyum kecil.

Bukan untuk menertawakan.

Melainkan karena ia menyadari satu hal—

bahkan saat marah, Rahmalia tetap terlihat… manis di matanya.

“Kenapa?” tanyanya ringan.

“Kamu nggak suka?”

“Bukan gitu,” jawab Rahmalia cepat.

“Nanti orang-orang salah paham. Bisa jadi gosip aneh-aneh.”

Azmi terdiam sebentar.

Lalu menatapnya lurus.

“Memang aku suka kamu.”

Rahmalia membeku.

Dan sebelum ia sempat merespons—

“Mulai hari ini,” lanjut Azmi tenang,

“aku mau PDKT beneran.”

Wajah Rahmalia langsung memanas.

Ia menunduk cepat, tidak berani menatap.

Jantungnya berdetak kacau.

Azmi tersenyum kecil melihat reaksinya.

Namun suasana itu tak berlangsung lama.

“Ica! Kamu nunggu lama?”

Suara Siva terdengar dari kejauhan.

Siva dan Dio mendekat—

lalu berhenti begitu melihat posisi mereka.

Azmi berdiri dekat.

Untuk pertama kalinya, Rahmalia tidak tahu harus bersikap seperti apa di depan Azmi..

Siva langsung panik.

“Ica! Kamu gapapa?”

Tatapannya tajam ke arah Azmi.

Dio berdiri beberapa langkah di belakang, menatap Azmi dengan senyum tipis—senyum yang jelas tidak ramah.

Rahmalia buru-buru menggeleng.

“Enggak. Kita cuma ngobrol.”

Azmi ikut menjawab santai,

“Iya. Cuma ngobrol.”

Namun suasana tetap tegang.

Tiba-tiba—

“Eh, kalian di sini?”

Gina datang dari arah belakang.

Tatapannya langsung menangkap Azmi dan Rahmalia.Entah kenapa, pemandangan itu membuat dada Gina terasa sempit.

Seketika ada sesuatu yang berubah di matanya.

“Si brengsek ini tadi ngerjain Ica,” ujar Siva kesal.

Dio mengangguk setuju.

Rahmalia cepat-cepat membela.

“Enggak. Kalian salah paham. Azmi nggak ngapa-ngapain.”

Gina memperhatikan sejenak.

Lalu menghela napas.

“Ya udah. Kalau nggak ada apa-apa, ayo pulang.”

Ia langsung melangkah ke arah mobil Azmi.

Azmi menoleh ke Rahmalia sekali lagi.

Pandangan mereka bertemu sepersekian detik.

Namun Rahmalia langsung memalingkan wajah.

Menghindar.

Azmi hanya tersenyum kecil.

“Ya udah,” katanya.

“Aku anterin Gina pulang dulu.”

Ia berbalik menuju parkiran.

Dan untuk pertama kalinya sejak menyadari perasaannya,

Azmi merasa—

permainan ini

baru saja dimulai.

1
Choco Syam
good girl... kmu punya sahabat yg tepat ginaaa..😊
proud of you.. keep smilee nanti kamu jadi panutanmu..
Choco Syam
maaf bang, tpi aku klo di posisi gina jg bkal mikir sperti itu sihh hehe... kliatan dangkal namun, menyakitkann.. proud of you gina..
maaf yaa nangis sedikittt
Choco Syam: yahh.. berusaha tegarr itu kita harus benar" kuatt..
total 2 replies
Choco Syam
Aku adalah gina di cerita ini. entah kapan kbruntungan itu datang. bukan anak sukung namun, anak harapan yg bahkan kerja kerasnya tidak pernah di lirik sma sekali. bhkan ketika jatuh hanya cemoohan yg di dpat. Gin prgi tenangin diri lo. semakin kamu bersandiwara semakin sakit. dan kamu bisa menghancurkan dirimu sendiri.
Hunk: Karakter Gina mungkin merasa sendirian disini, tapi percayalah… anak harapan yang tak pernah dilirik bukan berarti tak berharga. Kadang semesta memang menunda keberuntungan, bukan menolaknya. Jangan berhenti ya, karena kerja keras yang hari ini tak terlihat, suatu saat akan jadi alasan orang lain menoleh. Tetap kuat, kak. Kamu lebih hebat dari yang kamu kira 🤍✨
total 1 replies
APRILAH
"Tunggu bentar, ca." kata Dio, membuat Gina pun menghentikan langkah kakinya, "res sleting mu terbuka, aku bantu benerin, ya." sambung Dio, menawarkan bantuan.

keknya lebih cocok gitu sih, kak. 🙏
APRILAH: tapi gak tau sih, aku biasa gitu kalo dialog aksi.
tapi gak tau kalo di genre lain
total 2 replies
Panda
cuma mau bilang deskripsi sama percakapan bisa lebih padet

di sini alur belum maju lagi 🤔
Panda
dari kalimat ini sampai beberapa paragraf ke bawah sebelum percakapan itu bisa dipadatkan sebenarnya

jadi awal chapter gak terkesan slow Pace karena ceritamu susah bertipe slow burn

perhatikan dinamis Pace
Hunk: Makasih banget masukannya, Kak panda. Aku paham maksudnya, bagian awal memang masih agak kepanjangan. Ke depannya bakal aku evaluasi biar pacing-nya lebih enak.

Maaf kan diriku yang masih banyak ke kurangan🙏/Cry/
total 1 replies
Serena Khanza
payungnya kek punya ponakan aku 😂😂😂
baby shark doo dooo doo
Kaka's
telat mulu.. 🤣🤣
Kaka's
jadi tukang servis nih 🤭
Kaka's
enak gak.. 🤭
Sean Sensei
/CoolGuy/ : ada yang punya nomor teleponnya?
𓆩🍾⃝─ͩ─ᷞ⋆ͧ⋆ᷡ⋆ͣʀɪɪᴬᴸᶻ Ⓥⓘⓥⓘⓐⓝ𓆪
Gina sama Azmi pagi" udah bikin sekolah heboh aja /Facepalm/
Panda
bagian akhirnya rada mellow ye e

chapter ini cukup menarik

slow burn yang cukup oke antara Gina dan Azmi 👍
Hunk: Makasih banyak kak🤭 Aku harap bisa bawain chapter yang lebih mellow nanti.
total 1 replies
APRILAH
songong emang kalo banyak duit mah
Hunk: Hahaha kapan ya aku bisa sombong kaya gitu pamer uang🤣. Makasih kak sudah membaca🙏
total 1 replies
Kaka's
coba baca dengan gaya.. menirukan adegan film film, 🤭🤭
Serena Khanza
apa ini apa ini🤔
azmi sama siapa sih mau mu.. gina apa rahmalian 😏
𓆩🍾⃝─ͩ─ᷞ⋆ͧ⋆ᷡ⋆ͣʀɪɪᴬᴸᶻ Ⓥⓘⓥⓘⓐⓝ𓆪
Apa sebenarnya rencana kedua orang tua mereka ya 🤔
kayak mau deketin Azmi sama gina
Val07
busyet tangannya ringan bener, main tarik rambut anak orang 🤣
Hunk: gpp dio emang pingin botak katanya.
makasih kak sudah membaca🤭🤭/Heart/🙏
total 1 replies
Serena Khanza
duuh kata kata nya jleb banget lagi 🥹
Serena Khanza: sama sama kak 🤭
total 2 replies
Panda
serius ini Dio nempel banget sama cewek cewek

kek nyaman bener

ga mau kasih dia temen Deket cowok atau dia harusnya ada geng cowok

aneh aja kalau dari perspektif cowok 😏

ada sih yang nempel sama geng cewek cuma ehem biasanya rada gemulai (maaaap)

main sama anak cewek itu ga bebas ga bisa gaplok2an yang biasa jadi 'bahasa' persahabatan antar cowok..

ini Dio beda sendiri dan baru kuliat di cerita

penasaran aja apa dia itu punya temen lain selain ngekorin cewek cewek???
Panda: nahhh kannn beneran ini harusnya Uda ada di lebih awal chapterrr biar Dio gak jadi sus 😏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!