NovelToon NovelToon
Aku Bukan Pelacur

Aku Bukan Pelacur

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: mommy Almira

Intan harus berjuang membuktikan pada keluarga sang suami bahwa dia bukanlah pelacur walaupun dia terlahir dari rahim seorang pelacur. Namun akibat pengkhianatan sang suami yang menikah lagi tanpa sepengetahuan darinya dan tidak diperlakukan dengan adil oleh suaminya, akhirnya Intan terjerumus dalam sebuah dosa dengan kakak iparnya . Dan hal itu lah yang menjadi penyebab hancurnya rumah tangganya bersama dengan Aldy. Dan intan harus rela dibenci oleh anak kandungnya sendir hingga bertahun- tahun lamanya akibat sang anak dipengaruhi oleh keuarga Aldy jika sang ibu bukan orang baik. Apakah Intan bisa kuat menjalani kehidupannya yang dipenuhi dengan kebencian dari keluarga Aldy dan juga anak kandungnya...? Yuk baca cerita selengkapnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy Almira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Kamu menyesal mas...?

Di rumahnya, Intan menangis sedih mengingat perkataan Wulan dan juga umi Fatimah. Iya, Intan tahu mereka berdua memang tidak pernah bersikap baik padanya. Namun kali ini perkataan mereka sungguh membuat Intan sedih dan terhina. Apa lagi kata- kata Wulan yang mengatakan najis padanya. Itu sungguh membuat hati Intan terluka dan sakit hati.

Dan setiap mereka bertemu Intan, pasti tak pernah ketinggalan mereka membahas soal pel*cur. Padahal Intan tidak pernah merasa menjadi pel*cur seperti yang mereka tuduhkan.

Ketika Intan sedang menangis di dalam kamar, tiba - tiba Intan mendengar suara mobil Aldy masuk ke garasi rumah. Intan segera menghapus air matanya. Tak lama kemudian Aldy masuk ke kamar.

"Arkan mana...?'' tanya Aldy.

Iya, Aldy memang begitu, setiap kali dia pulang dari kantor pasti yang pertama kali dia tanyakan adalah Arkan.

"Ada di kamarnya mas, lagi tidur..." jawab Intan dengan mata sedikit sembab karena menangis.

"Mas..." ucap Intan pada Aldy yang sedang melepas kemeja kerjanya.

"Kamu nggak nanyain aku kenapa aku pulang duluan dari rumah Umi tanpa nunggu mas Aldy...?'' tanya Intan merasa kesal karena Aldy sama sekali tidak bertanya tentangnya.

"Ya pasti kamu bertengkar kan sama Umi..." sahut Aldy terlihat cuek dan dia malah masuk ke kamar mandi.

Namun Intan langsung menarik tangan sang suami.

"Mas... Mas Aldy ini kenapa sih, aku mau ngomong sama kamu. Tolong dengerin aku..." ucap Intan.

"Mau ngomong apa sih...? Saya baru pulang, capek..." sahut Aldy.

"Mas..." Intan langsung terisak karena Aldy seolah tidak perduli padanya.

Melihat Intan menangis, Aldy menghela nafas. Iya, sebenarnya Aldy juga sedang tidak ingin bicara dengan Intan. Entah kenapa setelah tadi dia mendengar cerita dari umi Fatimah soal bu Yuyun dan juga asal usul Intan, Aldy merasa kesal dan tidak mod untuk bicara dengan Intan. Iya, Aldy merasa kecewa mendengar kabar yang tidak mengenakan tersebut.

"Ada apa...?'' tanya Aldy.

"Mas... Kenapa sih, umi dan mbak Wulan selalu saja tidak pernah bersikap baik sama aku...? Selama ini aku sudah baik sama mereka, tapi mereka selalu menghinaku mas...hik..hik..." jawab Intan sambil menangis.

"Mereka selalu mengataiku menggunakan kata- kata yang tidak pantas. Apa mereka tidak berfikir kalau apa yang mereka katakan itu membuatku sakit hati..." sambung Intan.

Aldy diam tidak menanggapi apa kata Intan

"Mas... Kenapa mas diam saja... Aku ini istri kamu lho mas... Seharusnya kamu belain aku ketika aku dihina sama umi dan Wulan. Tapi mas selalu saja tidak pernah perduli sama perasaan aku..."

"Kenapa mas Aldy seperti sengaja membiarkan umi dan mbak Wulan yang selalu menghina aku ...? Setiap aku ketemu sama umi ataupun mbak Wulan, mereka selalu saja menyebutku sebagai p*lacur. Dan mas Aldy seharusnya menegur mereka. Aku udah capek mas dihina terus sama mereka..."

"Jangan karena mereka keluarganya mas Aldy , trus mas Aldy tidak mau menegur mereka dan membiarkan mereka berkata sesuka hati. Apa mas Aldy tidak sekalipun memikirkan perasaanku saat aku dihina sama mereka,...? Jawab dong mas...!'' seru Intan yang begitu emosi pada sang suami.

"Sudahlah Intan...! Jangan menyalahkan umi dan Wulan terus...! Mereka bersikap seperti itu karena salah kamu sendiri...!" sahut Aldy yang malah berbalik membentak Intan.

Tentu saja Intan terkejut sang suami malah membentaknya.

"Apa mas... ? Karena salah aku sendiri...?'' sahut Intan tidak paham dengan apa yang maksud Aldy. Padahal umi dan Wulan yang menghina Intan. Tapi Aldy malah menyalahkan Intan.

"Iya...! Kalau kamu tidak bekerja di tempat hiburan malam yang penuh maksiat itu, kamu tidak akan dihina dengan sebutan pel*cur...! Jadi kalau sekarang kamu disebut sebagai pel*cur, itu kesalahan kamu sendiri yang mendekati tempat pel*curan...! Memangnya tidak tidak ada pekerjaan di tempat lain sampai- sampai kamu harus bekerja di tempat seperti itu...!'' seru Aldy.

Intan menggeleng- gelengkan kepalanya mendengar apa yang diucapkan oleh Aldy. Dan tentu saja Intan merasa geram.

"Jadi mas Aldy menyalahkan aku karena aku bekerja di tempat hiburan malam itu..? Lalu bagaimana dengan mas Aldy...! kenapa mas Aldy yang katanya anak soleh bisa datang ke tempat hiburan malam, lalu memaksaku untuk menuntaskan hasrat mas Aldy hingga aku hamil...!" Intan tak mau kalah dengan Aldy.

Kali ini Aldy terdiam mendengar pertanyaan Intan dan dia mengalihkan pandangannya ke arah lain. Aldy menghela nafas dan menghembuskannya dengan kasar.

"Kamu pikir aku sengaja mendatangi tempat itu...? Aku dipaksa, dan aku dijebak di sana hingga aku bisa tidur dengan kamu...! Kamu pikir aku menginginkan kejadian itu ...! Nggak Intan...! Aku tidak menginginkan kejadian itu...! Dan kalau aku bisa mengulang waktu kembali... Aku tidak akan pernah datang ke tempat itu Intan...!'' jawab Aldy sambil menatap sengit wajah Intan.

Mendengar semua perkataan Aldy, intan terdiam. Dan air matanya tak berhenti turun membasahi kedua pipinya. Iya, dari apa yang Aldy ucapkan, Intan bisa menyimpulkan bahwa Aldy menyesali pertemuan denganya.

Padahal menurut Intan, dirinya lah yang paling dirugikan dalam masalah ini. Bayangkan saja, niat Intan bekerja di tempat itu hanyalah menjadi waiters. Tapi dia harus terjebak dalam situasi yang sulit untuk dia hindari hingga pada akhirnya dia dihamili oleh Aldy.

Ketika Intan meminta pertanggungjawaban kepada Aldy, Intan harus mendapatkan penghinaan dari umi Fatimah. Bahkan penghinaan itu masih berlangsung hingga saat ini.

Dengan kata lain, Intan beruntung karena Aldy mau menikahinya. Tapi di sisi lainnya lagi Intan harus rela di benci oleh ibu mertua dan adik iparnya. Bahkan telinga Intan harus tebal karena hinaan dari mereka berdua.

"Lalu mas Aldy pikir, aku bekerja di tempat itu karena kemauanku sendiri...? Nggak...nggak mas... ! Aku juga terpaksa...! terpaksa kearena keadaan..." Aku juga terpaksa mas...!'' ucap Intan sambil berlinang air mata.

"Dan apa tadi mas bilang....? Jadi mas Aldy menyesal karena telah bertemu denganku malam itu...? Apa jangan- jangan mas Aldy juga menyesal telah menikahiku...?'' sambung Intan sambil terus menangis.

"Maafkan aku mas...maafkan aku karena telah hadir dalam hidupmu. Dan sekarang, kalau mas Aldy menyesal karena telah menikahiku, silahkan mas menceraikan aku, silahkan mas..." lanjut Intan masih terisak.

"Tapi asal mas tahu, selama aku menjadi istrimu aku sudah berusaha menjadi istri yang baik, walaupun kenyataannya aku selalu salah di mata umi. Sekali lagi kalau mas Aldy menyesal telah menikahiku, silahkan talak aku..."

"Lagi pula, kita hanya menikah siri kan mas... Kalau mas Aldy mau pisah dariku, mas Aldy tidak perlu repot- repot ke pengadilan agama.Mas Aldy tinggal menjatuhkan talak padaku, setelah itu urusan kita selesai..." sambung Intan.

Mendengar perkataan Intan, Aldy terdiam sambil menatap Intan. Iya, tentu saja Aldy tidak menyangka Intan akan membicarakan tentang perceraian.

"Intan.. Kamu ini bicara apa..." ucap Aldy.

Aldy melangkah ke depan mendekat ke arah Intan. Lalu Aldy memegang kedua pundak Intan.

"Intan... Kamu jangan salah paham, aku tidak bermaksud seperti itu. Tolong jangan membahas perceraian. Kita tidak akan bercerai Intan..." ucap Aldy.

Namun Intan segera menepis tangan Aldy dan segera keluar dari kamar dan masuk ke kamar Arkan lalu mengunci pintu kamarnya. Bahkan Intan tidak memperdulikan Aldy yang mengetuk- ngetuk pintu kamar Arkan agar Intan mau membukakan pintu.

Dan malam ini Intan tidur bersama dengan Arkan. Sedangkan Aldy tidur di sofa ruang tengah dan merasa bersalah pada Intan.

Keesokan paginya Intan bangun pagi seperti biasa. Walaupun dia masih kesal pada Aldy, tapi Intan tetap memasak sarapan untuk keluarga kecilnya. Setelah selesai memasak, Intan menata hasil masakannya di meja makan.

"Mama... Alkan mau makan..." ucap Arkan.

"Sini sayang..." Intan lalu membantu Arkan duduk di kursi meja makan dan segera mengambilkan makanan untuk sang buah hati.

"Makan sendiri...?'' ucap Intan.

"Suapin..." jawab Arkan dengan wajah imutnya.

"Iihh...anak mama kolokan banget sih, udah gede tapi maunya disuapin terus..." ucap Intan sambil mencubit lembut pipi Arkan. Arkan pun tertawa.

Ketika Intan sedang menyuapi Arkan, Aldy yang sudah siap dengan pakaian kantor menghampiri istri dan anaknya.

"Hei...anak papa lagi sama makan apa nih...?" tanya Aldy sambil mengusap kepala Arkan.

"Makan sama ayam goleng pah..." jawab Arkan dengan suara cadelnya.

Aldy mengusap kelapa Arkan. Sedangkan Intan terlihat cuek pada Aldy. Iya, tentu saja Intan masih kesal pada Aldy soal tadi malam.

"Intan..." Aldy mengusap lengan Intan sambil menatap wajah Intan yang sembab akibat menangis semalam.

"Maafkan aku ya..." ucap Aldy dengan suara lirih.

Namun Intan mengabaikan permintaan maaf Aldy dan dia menoleh ke arah lain karena enggan bertatapan dengan sang suami.

"Intan... Aku sadar aku salah... Tidak seharusnya aku bicara seperti itu... Aku minta maaf..." ucap Aldy dengan penuh harap Intan bisa memaafkannya.

Intan menghela nafas lalu menghembuskannya dengan perlahan.

"Makan lah mas..." Intan meletakkan piring di meja untuk Aldy.

Aldy lalu duduk di berhadapan dengan Intan.

"Intan...tapi kamu mau maafin aku kan...?" tanya Aldy ingin segera mendapat jawaban dari Intan.

"Mas... Aku lagi nggak ingin membahas soal itu... " ucap Intan yang memang sedang malas berbicara dengan sang suami.

"Oke...oke... Tapi nanti setelah aku pulang kantor, kita harus bicara ya Intan..." sahut Aldy sambil meraih tangan Intan dan menggenggamnya.

"Mama... Alkan mau disuapin lagi ..." ucap Arkan karena makanan yang ada di dalam mulutnya sudah ditelan.

"Iya sayang... Aaa..." Intan kembali menyuapi Arkan.

💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝

Setelah Aldy berangkat ke kantor, Intan pergi ke rumah bu Yuyun tentunya dengan mengajak Arkan. Bu Yuyun tentu saja senang melihat sang cucu yang semakin hari semakin tumbuh besar, lucu dan menggemaskan.

"Eh cucu nenek makin ganteng aja..." ucap bu Yuyun lalu mencium pipi Arkan.

"Ayo...ayo masuk..." bu Yuyun menuntun Arkan masuk ke ruang tengah.

"Ibu lagi ngapain sih...?'' tanya Intan.

"Nggak ngapa- ngapain... Lagi nyantai saja seperti biasa..." jawab bu Yuyun lalu duduk di sofa berdampingan dengan Arkan.

"Tumben rumahnya rapi..." ucap Intan melihat sekeliling ruang tengah yang bersih dan tertata rapi. Padahal biasanya berantakan.

"Iya dong, kan sekarang ibu sudah punya pembantu..." sahut bu Yuyun tanpa menoleh sedikit pun pada Intan karena dia sibuk mengajak Arkan main.

"Memangnya ibu punya uang banyak, segala pakai pembantu...?'' tanya Intan.

"Banyaklah ,apa lagi sekarang kan ibu tidak punya tanggungan. Ibu hanya hidup sendiri, tidak ada yang harus ibu tanggung lagi..." jawab bu Yuyun sambil menoleh sekilas pada Intan lalu dia kembali fokus pada sang cucu.

"Bu...ibu mau sampai kapan sih kerja di diskotik...? Ibu itu sudah tua, jangan kerja di sana lagi. Tinggalkan pekerjaan itu bu..." ucap Intan.

Bu Yuyun menghela nafas.

"Kalau ibu tidak kerja di sana, trus ibu mau dapat uang dari mana...? Memangnya kamu mau menanggung biaya kehidupan ibu...? Kalau kamu dan Aldy mau memenuhi kebutuhan ibu, dan memberikan uang sebanyak yang biasa ibu dapat dari pekerjaan ibu, ibu sih mau- mau saja berhenti kerja..." sahut bu Yuyun.

Kali ini Intan menghela nafas. Iya, tentu saja Intan tidak bisa menjawab perkataan sang ibu.

Selama ini Intan juga dijatah oleh Aldy. Dan jatah uang dari Aldy tentu saja untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari keluarga kecilnya. Kalau Intan harus menanggung kebutuhan sang ibu tentu saja uang itu tidak akan cukup. Dan jika dia meminta pada Aldy untuk menanggung kebutuhan bu Yuyun, tentu saja Intan belum berani melakukannya.

Intan takut Aldy keberatan. Karena Aldy sendiri masih belum melunasi cicilan rumah.

"Kenapa kamu diam Intan...? Kamu pasti tidak mau kan menanggung kebutuhan ibu...?" tanya bu Yuyun.

"Bu... Bukan begitu bu...sebenarnya Intan mau saja membahas masalah ini sama mas Aldy. Tapi tidak sekarang bu. Soalnya Intan dan mas Aldy semalam habis bertengkar..." jawab Intan.

"Bertengkar...? Kenapa...? Ada masalah apa ...'?'' tanya bu Yuyun.

Intan lalu menceritakan tentang ibu mertua dan adik iparnya yang selalu berkata tidak baik padanya. Intan juga memberitahu sang ibu jika Aldy sama sekali tidak mau membelanya jika ibu mertua dan adik iparnya menghinanya. Aldy lebih memilih diam.

Bu Yuyun menghela nafas setelah mendengarkan cerita sang putri.

"Kamu ini jadi perempuan jangan lemah dong Intan. Kamu sudah tahu karakter Aldy seperti itu yang tidak tegas pada umi dan adiknya. Kamu yang harus tegas dan berani. Kalau mereka bicara seenaknya, kamu lawan dong, jangan diam saja. Nggak usah takut..." ucap bu Yuyun.

"Ibu ini gimana sih, mereka itu kan ibu mertua dan adik ipar. Mana berani Intan melawan. Nanti yang ada Intan malah tambah dibenci oleh mereka, dan bisa- bisa mas Aldy menyalahkan Intan..." sahut Intan yang tidak setuju dengan pendapat sang ibu.

"Halah dasar kamunya saja yang penakut... Ibu tahu kamu seperti apa Intan... Kamu ini bisanya cuma nangis. Makanya mereka bebas menginjak- injak kamu sesuka hati karena mereka tahu kamu lemah dan cengeng..." jawab bu Yuyun.

Bersambung...

1
Salsa
Playing victim banget si Fatimah 😄😄
Asmara
Keren ceritanya
Asmara
Umi sendiri yg duluan menghina Intan giliran dibalas sama Intan dia mewek merasa terzolimi ih najis bgt mertua model begitu 😡
Asmara
Pasti si Aldy punya istri lain
Asmara
Hadeh apes amat kamu Intan
Asmara
Suami nyebelin si Aldy😡
Asmara
Sungguh terlalu mertua sama iparmu Intan 😡
Salsa
Ceritanya menarik 🥰🥰🥰
Salsa
Ngeselin ya si Aldy
Salsa
Apes amat nasibmu Intan ,pynsuami nggak tegas, ibu mertua menyebalkan, adik ipar ngeselin , ibu kandung nya jg edan , lengkap SDH penderitaan kamu
Salsa
Aldy sebenarnya cinta SMA intan cuma gengsi saja dia
Salsa
Suka nya ngalahin org lain tuh si Umi.. pdhl anak sndiri jg salah
Salsa
Umi Fatimah itu ciri" orng munafik
Asmara
Akhirnya menikah jg
Asmara
Duhh intan intan kasihan amat hidupmu
Asmara
Ibunya nggak ngotak
Asmara
Hadir Thor ,.
Mommy Almira: Mksih dah mampir 😊
total 1 replies
Salsa
Lanjut Thor, ceritanya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!