NovelToon NovelToon
Legenda Naga Terkutuk

Legenda Naga Terkutuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Perperangan / Fantasi
Popularitas:692
Nilai: 5
Nama Author: Amateurss

Di sebuah dunia yang damai, tempat berbagai ras hidup berdampingan, seorang gadis ras campuran menjalani kehidupan normalnya yang tampak biasa.
Namun, perlahan sesuatu yang terasa asing menghampiri. Mimpi yang terasa nyata.
Aroma kematian yang menyusup. Dan sesuatu yang mengincarnya dari balik kegelapan.
Rahasia masa lalu, makhluk terkutuk, dan gerbang yang seharusnya tetap tertutup perlahan bergerak menuju satu titik temu.
Tak semua yang melindungi berniat baik. Tak semua mimpi ingin dilupakan.
Ketika kebenaran akhirnya menuntut harga, hanya satu pertanyaan yang tersisa:
apa sebenarnya yang ada dibalik dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amateurss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Filth Titan

Keheningan seketika menyelimuti mereka berempat saat mata mereka terpaku pada ilustrasi di dalam ensiklopedia tersebut.

Di atas kertas kekuningan itu, tergambar sebuah entitas mengerikan. Tubuhnya tinggi dan tampak basah, tersusun dari gumpalan cairan hitam pekat yang mengkilap, seperti perpaduan antara kotoran dan lumpur busuk. Sisa-sisa tulang belulang dan potongan organ makhluk hidup menyembul di sana-sini dari permukaan tubuhnya, tampak seperti pecahan cangkang yang tajam dan tak beraturan.

Luce, Kenny, Vivi, dan Ursha'el saling pandang dalam diam, seolah-olah udara di ruang kelas itu mendadak menjadi sangat berat untuk dihirup.

Luce adalah yang pertama memecah kesunyian. "Ini kan... makhluk yang kau deskripsikan dalam tulisan mu, Ursha'el?.." Ia menoleh perlahan ke arah Ursha'el, menuntut konfirmasi.

Ursha'el hanya mengangguk pelan, wajahnya memucat. "Iya... itu dia. Makhluk itu... persis seperti yang muncul dalam mimpiku," ujarnya dengan getaran tipis yang tak bisa disembunyikan dalam suaranya.

​Vivi mencondongkan tubuhnya, membaca baris teks kecil di bawah ilustrasi mengerikan itu. ​"Titan kotoran. Termasuk golongan Summon Terlarang," Vivi mulai membacakan deskripsi di ensiklopedia itu.

"Merupakan makhluk kuno, asal-usul dan tempat bersemayamnya tidak diketahui, dugaan besar berhubungan dengan legenda Naga Terkutuk. Tak bisa mati, tak bisa lelah. Hanya bisa disegel atau dikembalikan ketempat asalnya ketika durasi summon habis. Ia menghancurkan segala sesuatu karena insting, bukan karena amarah."

​Vivi menjeda sejenak, matanya menelusuri data sejarah di bawahnya. "Laporan kemunculan terakhir 23 tahun lalu dalam bencana yang memusnahkan Ras Demon Blood di Hutan Acasia, 200 kilometer barat daya Paxvar. Penyebab kemunculan tidak diketahui. Diduga kuat merupakan hasil malpraktik sihir yang dilakukan oleh Ras Demon Blood sendiri."

​Mereka berempat saling pandang dalam keheningan yang menyesakkan. Informasi itu terasa terlalu berat untuk dicerna.

​"Ras Demon Blood?" tanya Luce, alisnya bertaut. "Aku tidak pernah mendengar nama ras itu sebelumnya."

​"Aku pernah membaca sedikit tentang mereka," komentar Vivi, mencoba mengingat-ingat koleksi buku di rumahnya. "Ada yang bilang mereka adalah keturunan iblis yang memiliki kapasitas energi magis gelap yang luar biasa besar. Mereka dikenal sering melakukan berbagai macam eksperimen sihir terlarang. Dan juga... mereka sering berperang dengan Kerajaan Paxvar pada masa lalu, sebelum akhirnya dinyatakan punah."

"Berarti, apa yang kau lihat dalam mimpimu selama ini... adalah salah satu jenis sihir terlarang?" tanya Kenny lirih.

"Mungkin... aku tidak yakin. Tapi sepertinya memang benar begitu," jawab Ursha'el pelan.

"Tapi... kenapa kau bisa memimpikan makhluk ini, Ursha?" Kenny bertanya dengan ekspresi heran yang tak bisa disembunyikan.

Tak ada jawaban. Keheningan kembali menyergap, terasa lebih dingin dari sebelumnya. Hingga akhirnya, Luce memecah suasana dengan menghela napas panjang. "Baiklah, aku akan segera pulang. Kurasa akan lebih baik jika aku langsung memeriksa arti mimpimu di buku penerjemah milik mendiang ibuku," ujarnya sambil menyampirkan tas ke bahu.

Mereka mengangguk setuju dan bersiap untuk meninggalkan kelas. Namun, tepat saat kaki mereka hendak melewati ambang pintu...

BRUKK!!

Seorang siswa bertubuh gempal menabrak Luce dengan sengaja. Tubuh kurus Luce terpental ke belakang hingga jatuh terduduk di lantai koridor.

"Wah... lihat siapa ini. Badut kelas kita, ya?" ujar siswa itu dengan nada meremehkan, memandang Luce dari atas ke bawah.

Ursha'el mendesis, mata keemasannya menajam menatap pemandangan di depannya. "Apa urusanmu, Gideon?"

"Oh... tidak ada. Aku hanya ingin mengagumi 'artis alkimia' kita ini," sahut Gideon sembari terkekeh sinis.

"Jangan begitu, Bos!" celetuk seorang siswa bermuka tirus yang berdiri di samping Gideon, ikut memanas-manasi. "Dia ini yatim piatu miskin yang kebetulan tadi pagi jadi artis, lho. Meski cuma bertahan dua jam saja... hahaha!"

Kenny melangkah maju dengan seringai sinis. "Wah... Sylos. Tampaknya kau sangat menikmati hobimu menjilat bokong Gideon, ya?"

Wajah Sylos seketika memerah padam karena malu. Gideon yang merasa otoritasnya ditantang, melangkah maju mengintimidasi Kenny. "Hei... kenapa anak dari keluarga pas-pasan sepertimu bisa masuk ke akademi ini? Tidak ingin jadi badut saja di grup teatermu?" ujar Gideon sembari menatap rendah.

Namun, Kenny tidak bergeming. Ia justru maju selangkah bersama Ursha'el, membalas tatapan Gideon dengan kemarahan yang meluap. "Apa urusanmu, sialan? Ingin kukirim ke ruang pemulihan, hah?"

Situasi di ambang pintu kelas itu memanas, aura permusuhan terasa mencekam. Vivi, yang baru saja selesai membantu Luce berdiri, segera menarik bahu kedua temannya itu sebelum keadaan berakhir dengan baku hantam.

"Sudah... ayo pergi, Kenny, Ursha'el! Tidak ada gunanya meladeni orang-orang seperti mereka," ujar Vivi tegas, mencoba melerai.

Gideon dan Sylos justru tertawa meremehkan, suara mereka menggema di koridor yang mulai sepi. "Ah... bahkan si gadis Elf cantik kita ikut membela 'sang artis' alkimia," ejek Gideon sembari melangkah semakin dekat.

Gideon menatap Vivi dengan pandangan merendahkan. "Hei... kau suka padanya? Hahaha! Bodoh! Apa yang kau harapkan dari bocah dengan nilai bobrok seperti dia?" lanjutnya sambil menyunggingkan senyum sinis.

Telinga runcing Vivi berkedut hebat. Tangannya masih sibuk menahan Kenny dan Ursha'el yang sudah bersiap melayangkan tendangan ke arah Gideon dan Sylos.

"Diamlah, Gideon... kami tidak punya urusan denganmu," desis Vivi dengan nada dingin, mencoba tetap tenang meski hatinya memanas.

"Oh, tentu saja kau punya urusan denganku!" seru Gideon arogan. Ia melirik Vivi dengan tatapan menilai. "Hei, Elf cantik... coba pikirkan ini baik-baik. Aku selalu peringkat satu di kelas. Kemampuan fisik dan sihirku seimbang, jauh lebih hebat daripada si badut alkimia itu. Kenapa kau tidak jadi pacarku saja?"

"Gunakan otakmu, Nona Elf! Hahaha!" sahut Sylos, tertawa menjilat di sampingnya.

Vivi mendengus jijik, ekspresinya menunjukkan rasa mual yang tidak ditutup-tutupi. "Dih... enyahlah," jawabnya singkat. Ia kemudian menarik lengan Ursha'el dan Kenny dengan paksa. "Ayo pergi. Jangan buang-buang waktu di sini."

Ursha'el dan Kenny sempat melemparkan tatapan tajam yang seolah ingin menguliti Gideon dan Sylos, namun mereka akhirnya mengalah dan mengikuti tarikan Vivi. Mereka berjalan menjauh, Bersama Luce yang masih terdiam di tengah mereka.

Sementara itu, Gideon dan Sylos hanya tertawa sinis, lalu melangkah ke arah koridor yang berlawanan.

"Pikirkan lagi, Elf cantik! Itu tawaran istimewa yang tidak datang dua kali! Hahaha!" teriak Gideon, suaranya menggema di sepanjang lorong.

"Benar! Jangan dekat-dekat dengan badut itu, nanti kau ketularan bodohnya!" sahut Sylos menimpali.

Tawa mengejek mereka berdua perlahan menjauh seiring langkah mereka yang menghilang di belokan koridor, meninggalkan suasana panas yang masih tersisa di udara.

1
MnyneSan
haishh slime pincang loh 🤭
MnyneSan
sumpah serasa masuk ke cerita waktu baca, aku pasti ketawa ngik ngok kalo disana🤣
MnyneSan
segila itu ya padahal cuma kotoran🤭tapi mengingat kata terkutuk udah pantas sih😅bisa aja deh authornya
MnyneSan
duh kok tiba-tiba bauu, ya?
MnyneSan
semangat thor
Amateurss: siap kakak 🙏
total 1 replies
MnyneSan
Aku suka gaya penulisan rapi dan tidak pasaran ini
MnyneSan
kalo pencampuran sama goblin berarti ayahnya goblin kan? atau ayah nya juga campuran atau emang wujud goblinnya itu kayak manusia gitu(tp hijau)?
Amateurss: masih terus di bab 6 , hehehe 😁
total 1 replies
anggita
ikut dukung ng👍like sama iklan☝saja.
Amateurss: terimakasih kala🙏🙏
total 1 replies
Amateurss
kritik dan saran ges 🙏, pemula
Amateurss
kritik dan saran ges 🙏🙏..masih pemula
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!