NovelToon NovelToon
BABY-NYA OM GALAK

BABY-NYA OM GALAK

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Sugar daddy / Cinta Seiring Waktu / Duda / Konflik etika
Popularitas:12.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda SB

Ketika gadis SMA memilih kerja sampingan sebagai seorang sugar baby.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda SB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penolakan Papa

Kepergian Yuna, sama sekali tidak menghentikan kegilaan Mala dan Edo. Keduanya masih terus asik mereguk nikmat, diatas luka Yuna yang sudah mereka torehkan.

"Dasar b4jingan! Gak tau diri! Gak tahu malu!" Yuna terus memaki sepanjang jalan. Ia tidak peduli dengan orang-orang yang sejak tadi terus menatapnya.

Yuna masih sangat marah. Jika panas hatinya bisa diukur pakai termometer, mungkin angkanya sudah tidak lagi terlihat. Bahkan panasnya sinar matahari yang menyengat diatas kepala, sudah tidak lagi terasa.

Setelah berjalan cukup jauh, Yuna berhenti di sebuah halte. Tujuan terakhirnya saat ini hanyalah rumah Ayahnya.

Sejak Bram menikah dengan Rindu, sekalipun Yuna tidak pernah menginjakkan kakinya kesana. Selain karena Bram yang tidak lagi peduli padanya... Rindu, istri baru ayahnya juga tak suka dengannya. Tapi sekarang, Yuna tidak punya tujuan lain... selain rumah ayahnya itu.

Yuna berusaha menghubungi Bram. Namun panggilan pertama, kedua, ketiga, bahakan sampai panggilan kesepuluh, pria berusia 45 tahun itu sama sekali tidak meresponnya.

[Pa, aku boleh tinggal di rumah Papa gak? Aku kabur dari rumah Mama?]

Tidak ada pilihan lain. Yuna akhirnya mengirim pesan.

Satu menit, dua menit, tiga menit, sampai satu jam lamanya Yuna menunggu balasan. Tapi jawaban dari ayahnya tak kunjung datang.

"Sial! berkerak aku nunggu disini! Tapi gak dibalas juga!" makinya.

Lelah menunggu, Yuna akhirnya memutuskan untuk datang kesana saja. Dengan menaiki taksi, Yuna menuju ke rumah ayahnya yang tinggal disebuah komplek biasa.

Ya, sejak bercerai dari Mala. Bram hidup dalam keadaan yang sederhana. Tidak miskin, tapi tidak kaya juga. Karena semua kekayaan yang Bram punya ditarik kembali oleh Mala, sebab Mala berasal dari keluarga kaya yang punya perusahaan besar.

Setelah menempuh perjalanan hampir 1 jam. akhirnya Yuna sampai di sebuah rumah satu lantai dengan pagar hitam yang tidak tinggi. karena Yuna masih bisa melihat mobil ayahnya yang terparkir di garasi.

"Papa! Papa! Ini Yuna, Pa!" Yuna berteriak, sambil mengetuk pagar dengan batu kecil.

Satu kali, dua kali, sampai tiga kali Yuna berteriak. Barulah ia melihat ayahnya muncul, dengan wajah kusut yang terlihat tidak senang melihat kedatangannya.

"Mau ngapain kamu ke sini?" Bukannya diajak masuk ke dalam rumah. Yuna malah ditarik keluar menjauh oleh ayahnya.

"Aku mau tinggal sama Papa!" kata Yuna.

"Gak bisa! kamu nggak bisa tinggal di sini!" Kedua mata Bram celingukan, terus melihat ke arah rumahnya.

"Aku mohon Pa, boleh ya aku tinggal sama Papa?" Yuna memohon. karena tidak mungkin ia kembali tinggal bersama ibunya.

"Kamu kenapa nggak tinggal sama Mama kamu aja? istri baru Papa gak suka sama kamu! dia gak mengizinkan kamu tinggal disini!" tolak Bram.

Hati Yuna mencelos. Sungguh! Ia ditolak oleh ayah kandungnya sendiri?

"Pa, aku ini anak Papa loh!" kekecewaan dihatinya kembali bertambah.

"Papa tahu, kamu anak Papa. Tapi kamu kan tahu, Papa ini miskin, gak sekaya Mama kamu! udah kamu pergi sana! jangan pernah hubungi Papa lagi. Papa gak mau gara-gara kamu rumah tangga Papa berantakan!"

Tanpa perasaan, Bram mendorong putrinya menjauh. Ia melangkah masuk, lalu mengunci pagar tanpa peduli dengan putrinya yang menatapnya dengan kecewa.

"Tenyata Papa sama Mama sama aja! Kalian berdua brengsek! Kalian gak pantes jadi orang tua!" teriak Yuna, melupakan kekesalan yang ada dihatinya.

Yuna kembali berjalan menyusuri trotoar. Kosong, sepi, hampa, itulah yang Yuna rasakan saat ini. Bayangan keluarga hangat dan bahagianya dulu kembali menyeruak. Tapi sekarang, semuanya tinggal kenangan. Bukan kenangan indah, tapi kenangan pahit yang bahkan tak ingin ia ingat lagi.

Tak! Tak! Tak!

Yuna menendang kaleng kosong yang ada di tepi jalan. Tendangan kecil, pelan, lalu berubah kuat, seiring amarah yang kembali menyala.

Kletak!

"Aduh!" teriak seseorang, yang kepalanya tidak sengaja terkena tendangan kaleng kosong milik Yuna.

"Mampus! kena orang kan?" Yuna merutuki kebodohannya sendiri.

Ia berlari, menghampiri pria berjas yang sedang melakukan panggilan telepon dengan seseorang.

"Nanti kita sambung lagi!" katanya, menyimpan kembali ponsel itu.

"Maaf Pak, Om, aku gak sengaja?" Yuna menunduk dihadapan pria dewasa yang bahkan tak berani ia tatap wajahnya.

Sebastian Gunawan. Duda kaya pemilik perusahaan besar yang cabangnya ada dimana-mana, menatap Yuna dengan kesal.

"Kamu buta, bodoh, atau tolol sih!" kata Bastian pedas tanpa perasaan.

Yuna yang tadinya menunduk langsung mendongak! Wajahnya merah padam.

"Om jangan ngehina gitu dong! aku kan udah minta maaf? Lagi pula salah Om juga, ngapain kepalanya diletakkan di atas!" sewot Yuna tak mau kalah.

Segala emosi termasuk amarah dan kekecewaan pada kedua orangtuanya, ia luapkan ke Bastian.

"Ini bocah satu udah salah, bukannya minta maaf malah balik nyalahin orang! Gak pernah sekolah!" tatapan Bastian tajam, bengis, membuat nyali Yuna menyusut seketika.

"Tadikan aku udah minta maaf, Om! Tapi Omnya aja yang galak, omongan pedes kaya cabe!" Yuna masih bersungut-sungut meski dengan nyali seadanya.

Bastian masih menatap tajam. Baru kali ini, ada seseorang yang berani melawannya terang-terangan. Dan sialnya orang itu hanya gadis kecil berseragam SMA.

"Pokoknya aku minta maaf! Gak sengaja!"

Belum sempat Bastian bicara, Yuna sudah berlari kencang. Meninggalkan pria itu yang masih menatapnya dengan tajam.

"Dasar gadis bodoh! gak punya sopan santun!" umpatnya kemudian masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan.

---

Sedangkan Yuna masih berlari tunggang langgang. ia takut berhadapan dengan Bastian yang auranya sangat menyeramkan.

"Gila! om-om galak itu manusia apa setan sih! auranya nyeremin!" Yuna bergidik ngeri.

Setelah kakinya lelah terus diajak berlari. Akhirnya Yuna berhenti di depan sebuah minimarket dengan nafas yang masih naik turun.

"Sekarang aku harus kemana?" gumamnya bingung.

Kemudian ia mengambil ponsel dan mengetikkan sesuatu disana.

[Hasya kamu dimana? Aku ke rumahmu ya?"]

Tak punya tujuan lain. Yuna menghubungi salah satu sahabatnya.

[Ya udah datang aja! Aku di rumah!"]

Balasan dengan cepat datang dari Hasya. Tanpa membuang waktu, Yuna menghentikan taksi yang kebetulan lewat di depannya.

"Pak, ke jalan Ikan lele no 456 ya?" ucap Yuna ke supir taksi.

"Siap Mbak!"

Taksi melesat dengan kecepatan sedang menuju ke rumah Hasya. Sepanjang jalan Yuna hanya diam, menatap luar jendela yang menampilkan keramaian dan padatnya ibukota. Tapi keadaan itu berbanding terbalik dengan keadaan hati Yuna yang sunyi sepi.

"Terima kasih Pak!" Yuna keluar dari taksi setelah sampai.

Hasya sudah menunggunya di depan rumah.

Alis gadis berambut pendek itu berkerut, melihat sahabatnya datang sambil membawa koper besar.

"Kamu minggat?" tanya Hasya, mengajak Yuna masuk ke kamarnya.

"Tanyanya nanti aja. Kasih aku minum atau makan dulu kek, laper nih!" pinta Yuna, yang nafsu makannya meningkat setiap kali datang bulan.

Hasya mencebik. Namun Ia tetap mengambilkan minuman dan camilan untuk sahabatnya.

"Sekarang kamu jelasin ke aku! kenapa kamu minggat dari rumah Mama kamu?" tanya Hasya tidak sabar.

Dengan kesadaran penuh, Yuna menceritakan apa yang ia lihat sepulang sekolah di ruang tamu rumahnya.

"WHAT!" syok Hasya. "Edo ewik ewik sama Mama kamu?"

Tubuh gadis itu hampir oleng mendengarnya. Tak menyangka, siswa teladan yang dianggap baik selama ini... ternyata menjadi simpanan tante-tante. dan sialnya, Tante itu Ibu dari sahabatnya sendiri.

"Sumpah Yun, Mama kamu gak ada otak!" Hasya geleng-geleng kepala.

Yuna menghembuskan nafas panjang. "Ya begitulah cerita hidupku yang sangat menyedihkan. Tapi... yang lebih gilanya lagi, baru aja sih brengsek ini minta maaf. Eh... pas aku keluar malah lanjut main lagi! 4njing banget gak tuh manusia!"

"Yang 4njing bukan cuma dia Yun. Tapi mama kamu juga! Udah tua gau diri!" umpat Hasya ikut kesal juga.

1
Aisyah Aisyah
cerita nya menarik
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
geli sih sama si Edo ...gak mau nabokin aja gitu kalo deketin kamu lagi Yuna ...

duh2 gimana ya kalo Bastian mau Nina ninu kan yuna lagi di rumah mama nya
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
seru juga cerita nya 🤣
Ira Janah Zaenal
Yuna kamu terlalu menggoda... jangan salahkan Bastian yg menempel terus padamu😍
Dew666
👍👍👍👍👍
Erita Simanjuntak
ceritanya bagus
Bunda SB: terima kasih
total 1 replies
Erita Simanjuntak
sangat bagus
Dew666
🪸🪸🪸🪸🪸
Dew666
🪻🪻🪻🪻🪻
Dew666
💎💎💎💎
Dew666
❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹
Nurhartiningsih
lanjut
Nurhartiningsih
yuk lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!