NovelToon NovelToon
Menikah Dengan SEPUPU

Menikah Dengan SEPUPU

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi
Popularitas:14.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Payang

Menikah dengan sepupu sendiri? Canggung pastinya, apalagi belum didasari rasa cinta.

Itulah yang dialami oleh Pandji Marthadipura, seorang abdi negara usia 36 tahun. Akibat ulah bedjat adik laki-lakinya, Panji terpaksa mengambil alih tanggung jawab menikahi adik sepupunya sendiri -- Melitha Lisana -- yang masih SMU, padahal dirinya sudah bertunangan dengan seorang dokter.

Tidak mudah memang. Pandji harus menghadapi kemarahan sang tunangan, sementara Melitha harus siap menghadapi sanksi sosial karena kehamilannya diluar nikah.

Mampukah keduanya menjalaninya? Akankah tumbuh cinta? Yuk, ikuti kisah mereka dalam Novel Menikah Dengan SEPUPU.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Payang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Trauma

"Aaaaa--" Melitha cepat berbalik. Jantungnya semakin berdegup kencang begitu menemukan presisi Harjanto, bapak kepala sekolahnya sebagai pengajar ilmu Technology Information telah berdiri tepat di belakangnya.

"Kamu tahu ancaman undang-undangnya? Meretas Satuan mereka dianggap ancaman bagi negara ini, dan dampaknya sangat buruk bagi sekolah kita bila identitasmu terbongkar. Kamu Black Hat Hacker?" cecar Harjanto penuh selidik.

"Bu-bukan, Pak," Melitha cepat memberi sangkalan.

"Beliau, kakak sepupu saya, Pak.. saya hanya penasaran pada kegiatannya sebagai seorang abdi negara," jujurnya .

"Begitu?" Kelopak mata Harjanto sedikit menyipit, tidak langsung percaya pada ucapan Melitha.

Dalam hatinya terbersit kekhawatiran bila anak didiknya ini sengaja disusupkan oleh salah satu sindikat. Bagaimanapun juga, sebagai tenaga pendidik dirinya bertanggung jawab penuh bila itu benar seperti dugaannya.

"Pertemukan Bapak dengan pak Pandji Marthadipura bila benar beliau adalah kakak sepupumu," tantang Harjanto tak habis ide untuk membongkar kebohongan anak didiknya.

"A-apa?" Melitha membelalak, seketika gelagapan, tidak mengira kepala sekolahnya akan meminta dirinya melakukan hal sulit itu.

"Ta-tapi, Pak--" lanjut Melitha bingung, bisa malu bila dirinyalah yang ketahuan meretas akun kakak sepupunya itu.

"Jika tidak, Bapak akan menyerahkan kamu ke kantor polisi!" ancam Harjanto tegas.

Melitha memegang kepalanya, merasa frustrasi.

"Sekarang, bereskan peralatan belajarmu, waktunya kelas lain akan masuk ke lab ini."

Melitha cepat membereskan peralatannya, baru menyadari bila dirinya tertinggal sendiri di lab komputer saking fokusnya, pantas saja ia kepergok sang kepala sekolah, batinnya.

...***...

"Bunda Reni!" Panggil Harry sedikit kencang.

Reni yang tengah menuliskan sesuatu di meja piket langsung mengangkat wajahnya. Spontan tertawa kala tahu Harry yang memanggilnya tadi.

"Tumben pake embel-embel Bunda, biasanya nama doang! Pasti ada maunya ini!" seloroh Reni, suaranya tak kalah kencang.

Harry tertawa, "Biasa, mau jemput Naomi untuk makan siang sebentar," seraya menyodorkan sebatang cokelat dengan bungkus bergambar kacang mete. "Buat bunda Reni," senyumnya.

"Woah, terima kasih banyak, Pak," Reni begitu sumringah, tanpa banyak drama menyambut pemberian Harry.

"Tahu aja saya suka coklat ini, Pak... kombinasi coklat susu lembut dan kacang mete utuh yang gurih, bikin rasanya juara!"

Harry kembali tertawa, pembawaan Reni memang selalu supel sejak mereka masih sama-sama SMU dulu.

Jika ditanya kenapa Harry bisa tahu coklat ada kesukaan temannya itu? Jawabannya, seisi kelas semua tahu bahwa coklat adalah camilan wajib Reni sehari-hari ketika itu, tak pernah absen dibawa ke sekolah.

"Dalam rangka apa ini?" Rahel muncul, ikut nimbrung begitu melihat batang coklat yang dipegang Reni.

"Nggak ada dalam rangka apa-apa kok, bu Manager," Reni tersenyum sopan, memandang hormat pada Rahel yang baru datang.

"Mau ajak Citra makan siang juga, Bu?" tanyanya serba serbi.

"Heum... Iya, bunda Ren," Rahel tersenyum elegan seperti biasanya.

"Di tunggu sebentar ya, Bu..." Reni gegas beranjak meninggalkan Harry dan Rahel hanya berdua saja.

Suasana yang tadinya hangat mendadak berubah kaku, juga hening. Rahel melirik atensi Harry yang lebih fokus menatap ke arah menghilangnya Reni di balik pintu, seakan anak buahnya itu takut kehilangan jejak wanita itu.

"Papah!"

Senyum Harry seketika mengembang sempurna melihat Naomi berlari-lari kecil keluar dari ruang Nursery School, perasaannya begitu lega, serasa bebas dari ancaman terkaman harimau yang buas.

Andai saja Rahel tahu apa yang saat ini ada di kepala Harry...

"Papah, mba Citla janji tlaktil No-mi eh tlim cama naci ayam," ucap Naomi sambil menggandeng tangan Citra, putri dari Rahel.

"Iya Om, boleh yah?" Citra menatap Harry penuh permohonan.

Harry langsung syok di dalam hati, baru saja merasa lega, malah putrinya mau ditraktir oleh putrinya sang atasan. Ia buru-buru berjongkok, siap membujuk putrinya.

"Naomi, Sayang..." lembutnya.

"Bibi Meli sama mas Adri juga belum makan siang, uangnya dipegang Papa, kan kasihan? Makan sama mbak Citranya lain waktu saja ya, nggak papa kan?" Harry tersenyum palsu memandangi dua bocah itu bergantian, dengan harapan putrinya bisa dibujuk.

"Tak mau... Tak mau, Papah! No-mi cudah tak bica nahan lapal," gadis batita itu bersikeras, menghentak-hentakan kaki sambil memegang perut kempesnya.

"Sebentar-sebentar.... Naomi, Sayang.... Papa telepon bibi Meli sama mas Adri dulu ya..."

Harry buru-buru merogoh saku celananya, segera menghubungi ponsel adiknya, berharap Naomi akan berubah fikiran begitu mendengar suara Melitha.

📞"Halo, ada apa, Mas?" terdengar suara Melitha yang sengaja di loudspeaker.

📞"Mel, siap-siap ya, Mas dan Naomi segera meluncur ke sekolahmu dan Adri, kita makan siang bersama di luar," ucapnya penuh keyakinan sambil melirik wajah Naomi yang terlihat menyimak dengan serius.

📞"Terima kasih, mas Har. Aku dan Adri baru saja selesai makan siang di kantin sekolah. Mas dan Naomi saja ya?"

"Holeeeee! Aku jadi di tlaktil mba Citlaaaaa!" Naomi bersorak kegirangan sambil berjingkat-jingkat kesana-kemari bergandengan tangan dengan Citra menuju mobil meninggalkan Harry yang masih ternganga mendengar penolakan adiknya lewat telepon.

📞"Mel, kamu dapat uang dari mana?" masih berharap adiknya berubah fikiran agar mau diajak makan siang bersama.

📞"Dari mas Pandji, Mas..."

Harry kembali ternganga, sepertinya dirinya melewatkan sesuatu tentang adiknya itu.

📞"Maaf, Meli tutup dulu ya, Mas. Jam pelajaran Biologi sebentar lagi dimulai."

Tut.

Harry masih ternganga di tempatnya berdiri.

"Papah! Buluan, lapal nih!" teriak Naomi dari jendela mobil Rahel yang terbuka lebar.

Harry tersadar, langkahnya setengah berlari menuju mobil Rahel yang siap on the way.

"Ayo naik, Papah," Naomi menunjuk pintu bagian depan yang sudah terbuka, tepat di sebelah Rahel yang sedang memegang setir kemudinya.

Harry bergidik ngeri melihat senyum lembut Rahel mempersilahkan.

Awal kenal Soraya, wanita itu juga begitu lembut, sikapnya manis penuh kesopan santunan, begitu pula tutur katanya. Pembawaannya tenang, juga sangat sabar.

Tapi setelah menikah, semua sikap baik dan terpuji itu perlahan-lahan luntur ditelan waktu.

Impian rumah adalah tempat pulang yang ternyaman, malah seperti di neraka, selalu saja ada alasan Soraya untuk bertengkar setiap hari, entah itu tentang Melitha, dua anak mereka, pekerjaan rumah tangga yang tidak beres, sampai ke keluarga Soraya yang selalu menuntut bantuan subsidi tanpa kenal situasi dan waktu.

Trauma dalam rumah tangga, itu yang saat ini tengah terjadi pada Harry.

"Maaf, bu Rahel... Saya naik motor saja bersama Naomi." Harry membuka pintu belakang, dimana Naomi duduk bersama Citra.

"Tak mau! No-mi mau naik mobil cama mba Citla!" Naomi mundur, menghindari tangan Harry yang berusaha meraih tubuh mungilnya.

"Pak Harry, biarkan Naomi ikut bersama kami, KFC nya yang di mall depan itu aja kok..." tunjuk Rahel pada bangunan mall di depan kantor mereka.

"Kalau pak Harry keberatan ikut mobil saya, kita ketemunya di sana saja," selesai berucap, Rahel menekan tombol di samping kemudinya, jendela otomatis naik perlahan dan menutup rapat.

Mobil Rahel perlahan merayap meninggalkan Harry di area parkiran.

Bersambung✍️

1
Teteh Lia
habis sudah kesabaran babang Harry
Teteh Lia
Oh ya ampuun... kejam sekali dirimu, masa suami suruh tidur di lantai.
sari. trg
atur dulu anakmu Bu
sari. trg
waduh! siapa tuh bapaknya?
Zenun
harusnya tanya dulu mengapa Hary bisa bicara gitu, ada bukti apa
Dewi Payang: Harusnya begitu memang.....
total 1 replies
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
waduhhh... ternyata oh ternyata Raya berani sekali ya melakukan itu... ishhh ishhh ishhh...
Dewi Payang: Baiklah....😁😍
total 7 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
is is is ternyata jalang teriak jalang oy
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩: is is is... kok mirip elok ya🤭
total 2 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
masih aja loh si ibu. gmn klo si harry yg selingkuh?! pasti kln nge reog
Dewi Payang: klo anak sendiri dimaklumi, kko menantu gak boleh salah🤭
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
woaahhhh ortunya juga mau2 aja menampung
Dewi Payang: Wkwk😂😂 padahal maksud mengadu pengen ortu jadi penengah kalu bisa dibelain ya kak🙈🙈🙈🙈
total 6 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
dasar jalang. msh aja playing victim. ga tau malu. mau pake uangnya tapi ga mau melayani suami. kapan kau kapok
Dewi Payang: ini bukan hanya terjadi di dunia pernovelan saja, di dunia nyata pun ada, dan keluarganya gak menegur, miris
total 1 replies
Risa dan Yayang
Soraya Harry tahu kamu mengandung bukan darah dagingnya
Suamiku Paling Sempurna
Jangan jangan Harry mau menceraikan Soraya makanya datang ke rumah mertuanya
Risa Yayang Selamanya Bahagia
Bikin pesanan dengan anak yang di kandung Soraya
Risa Istri Cantik
Apa sebenarnya Soraya hamil anak Harry tapi Harry menduga Soraya hamil dengan pria lain, karena Soraya ngga mau sama pria pemalas sedangkan Harry pria rajin kerja
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Soraya kamu hamil anak siapa kalau sama Panji ngga mungkin dong Pandji pria baik baik
neng ade
kualat tuh sama suami dan adik ipar mu itu ..
Dewi Payang: Mukai menuai karma kak....
total 1 replies
Teteh Lia
Rumit bener ya ini.
Melitha udah mumet. Rumah tangga mamas na malah jauh lebih rumit.
Dewi Payang: Sama² mengalami ujian hiduo kak😭
total 1 replies
Teteh Lia
Mamas pandji na terlalu mempesonah. jadi ya gitu... banyak yang meleleh liat na. 🤭
Dewi Payang: Jadi apa kak, jangan bikin daku penasaran🤭
total 3 replies
Teteh Lia
Soraya lagi mengandung. semoga kali ini dia bisa sedikit ngerem mulut kasar na ya. bumil kan harus hati2 dalam berucap
Dewi Payang: Harusnya gitu kak, kalo gak kasian menurun ke anaknya😂
total 1 replies
Yayang Suami Risa
Celo atau kakak iparnya Soraya yang menghamili Soraya
Dewi Payang: Kalo dua pria, tamatlah riwayat Soraya, dua²nya pemalas😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!