NovelToon NovelToon
Luka Hatiku, Aku Kembalikan Padamu

Luka Hatiku, Aku Kembalikan Padamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Teman lama bertemu kembali / Orang Disabilitas / Romansa pedesaan
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

"Mumpung si tuli itu tidur, kamu harus mengambil barang berharganya." Ucap seorang wanita tua dengan dandanan menor yang sedikit menggelikan.

"Benar itu Mas, sebelum kamu beraksi pastikan alat pendengarnya sudah kamu buang." Ucap seorang gadis muda yang tidak kalah menor dari wanita yang ternyata Ibunya.

"Baiklah, kalian jaga pintu depan."

Suara dari dua wanita dan satu pria terdengar lantang untuk ukuran orang yang sedang merencanakan rencana jahat di rumah targetnya. Tapi siapa yang peduli, pikir mereka karena pemilik rumah adalah seorang wanita bodoh yang cacat.

Jika bukan karena harta kekayaannya, tidak mungkin mereka mau merendah menerima wanita tuli sebagai keluarganya.

Candira Anandini nama wanita yang sedang dibicarakan berdiri dengan tubuh bergemetar di balik tembok dapur.

Tidak menyangka jika suami dan keluarganya hanya menginginkan harta kekayaannya.

"Baiklah jika itu mau kalian, aku ikuti alur yang kalian mainkan. Kita lihat siapa pemenangnya."

UPDATE SETIAP HARI!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengajukan Perceraian

Kejadian di lift menjadi tranding topik yang panas melebihi matahari. Bagaimana seorang suami pemilik perusahaan tidak punya etika mengeluarkan gas beracun sembarangan tanpa peduli sekitar. Tamu penting yang datang adalah pihak dari pengacara pribadi Dira.

"Astaga... Apa Nyonya Dira memanggil kita untuk melihat langsung sebobrok apa calon mantan suaminya itu."

"Entahlah yang jelas aku mabok. Aku butuh sebuah taman bunga." Ucap seorang pria berjas rapi.

Kepala kelima orang itu keliyengan, rasanya ingin muntah tapi malu. Alhasil dengan susah payah mereka menunggu supaya pintu lift segera terbuka dan mereka bisa menghirup udara segar yang tidak terkontaminasi. Dunia seolah isinya sampah semua.

Pintu lift terbuka, kelima orang itu akhirnya bisa bernafas lega. Sedangkan Agung karena sakit perutnya, dia kembali keluar dari lift padahal tadi tujuannya adalah pulang.

Agung kehilangan rasa malunya, dia berlari kencang menuju kamar mandi. Sedangkan kelima tamu Dira menatap dengan pandangan yang sangat rumit. Seolah mengatakan pantaslah kalau diceraikan.

Tok

Tok

Tok

Lima orang tamu itu datang menemui Dira. Mereka semua bukan keseluruhan pengacara, tapi ada tiga orang detektif.

"Terima kasih, atas kehadiran Bapak-bapak semua." Ucap Dira tulus.

"Ini berkas perceraian saya, tolong diurus secepatnya. Tapi usahakan jangan sampai Agung tahu tentang ini, sebelum ada jadwal sidang perdana."

"Untuk Bapak Detektif, bantu pengacara mencari bukti perselingkuhan suami saya. Dan cari tahu tengang masa lalu dari wanita selingkuhannya itu. Saya ingin saat persidangan pertama, semua sudah beres." Ucap Dira.

"Baik Nyonya, lalu bagaimana dengan rencana Anda yang ingin menjual semua aset Perusahaan, rumah dan mobil yang kemarin Anda bicarakan."

Salah seorang Pengacara bernama Wiranto bertanya dengan nada terdengar ragu.

"Empat mobil sedang diurus dealer, kalau rumah untuk sementara biar dulu. Tapi untuk perusahaan, saya minta tolong bantu saya menjual kepada pihak yang benar-benar bisa menolong tidak berniat merugikan. Saya ingin semua aset di sini bersih sebelum saya pergi."

Ya, Dira berniat pergi dari Jakarta setelah statusnya menjadi janda. Kota metropolitan yang membesarkannya harus rela dia tinggalkan karena rasa sakit yang terlanjur Agung berikan.

"Apa Anda berniat kembali ke Bali?" Tanya pengacara yang satunya.

"Tidak, Bali trauma terbesar saya. Lebih baik saya tinggal di kota atau desa yang lain. Saya butuh tenang, saya tidak ingin kembali menggali rasa sakit. Apalagi dampaknya harus saya jalani seumur hidup karena gangguan pendengaran. Tdak semua menerima perempuan cacat yang tidak punya masa depan. Jadi, lebih baik tinggal dengan orang yang tidak mengenali saya. Kira-kira berapa lama lagi sidang perdana perceraian saya digelar?"

"Minimal tiga minggu dari gugatan, masih ada banyak waktu untuk mengumpulkan bukti." Ucap Pak Wiranto.

"Kalau begitu tolong bantu saya. Dalam waktu tiga minggu semua bukti perselingkuhan mereka sudah dapat. Dan selama itu saya akan menahan mereka tetap di rumah. Ini ada rekaman CCTV tadi pagi di garasi rumah saya."

Dira memberika ponselnya lalu memutar video berdurasi 30 menit itu. Kelima pria itu menatap jijik. Tapi satu orang detektif seolah familiar dengan tingkah aneh Dara.

"Dia tidak normal, saya akan lacak masa lalunya yang mungkin pernah menjalani perawatan." Ucapnya diplomatis.

"Pak Wiranto, saya juga ingin melaporkan pasal perzinaan dan korupsi."

Setelah pertemuan dengan kelima orang, Dira melanjutkan kerja sambil merenung. Dia kira kebahagiaan akan datang, setelah bertahun-tahun hidup sendirian. Tanpa keluarga, tanpa adanya saudara. Berbahagia karena mendapatkan Agung lengkap dengan Ibu dan adik-adiknya. Ternyata semua itu hanya fatamorgana. Dia tetap sendirian, meskipun rumah ramai dihuni oleh para benalu.

Seminggu sudah berlalu, Agung masih menjadi pengangguran abadi tukang selingkuh. Hubungannya dengan Dara semakin intens. Bukan karena Dira yang tidak peduli, tapi karena Dira sengaja memasang jebakan untuk menjerat keduanya.

"Bukankah tinggal bersama musuh akan mudah membaca pergerakan mereka?" Gumamnya.

Dan yah, kamera CCTV mengambil banyak rekaman sebagai bukti kuat.

Dira pulang kerja seperti biasa, tapi ada pemandangan yang berbeda. Di ruang keluarga, Agung sedang bercengkrama dengan Dara sedikit intim.

Mereka berdua duduk saling bersisihan dengan kulit yang juga bersentuhan. Dira melihatnya dengan rasa sesak tapi sebisa mungkin dia tahan.

"Dara dan Mas Agung kalian?" Dira pura-pura salah paham.

"Aku tahu, aku belum bisa memberikan Mas keturunan selama pernikahan. Tapi membelai perut besar Dara... Itu terlalu menyakitkanku." Ucap Dira.

"Dara... Apa anak itu milik SUAMIKU? kalian tidak berselingkuh bukan? Tidak mungkin juga Mas Agung turun jauh seleranya, dari aku yang montok, sexy dan kaya raya ke perempuan kayak kamu... Body belakang tepos, hanya menang buncit saja." Dira memainkan sandiwaranya.

"Tidak... Bukan seperti itu Dira. Jangan salah paham, aku hanya ingin menyentuhnya saja." Sanggah Agung.

"Kalau begitu, ayo ke kamar. Lebih baik Mas Agung raba tubuhku yang sexy ini daripada tubuh Dara yang tidak ada apa-apanya itu." Ucap Dira.

Agung mau tidak mau harus mau, karena sekarang dia tidak punya power apa pun yang bisa digunakan untuk menekan Dira. Apalagi dia baru saja resign karena emosi telah diturunkan jabatannya. Agung fikir ini saatnya merayu, siapa tahu Dira akan luluh. Dan posisinya bukan lagi turun, justru malah naik menjadi CEO.

Khayalan tingkat tinggi dari pria modal burung perkutut berukuran kecil. Sama sekali tidak sebanding dengan mulut dan nafsunya yang besar.

"Tunggu ya, aku harus menaklukkan Dira. Semua demi masa depan kita dan anak kita nanti." Ucap Agung dengan bahasa kalbu.

Author saja heran, apakah Agung dan Dara punya sistem telepati.

Di kamarnya, Agung merayu Dira.

"Sayang maafkan aku hari ini. Aku terlalu emosi sehingga bertingkah impulsif di kantor tadi pagi." Ucapnya dengan lembut sambil berusaha menggenggam tangan Dira tapi ditepis.

"Tapi kamu sentuh perut Dara, sepertinya kamu perhatian banget dengannya. Apa jangan-jangan dugaanku benar, jika bayi itu milikmu Mas?"

"APA SIH DIRA!" Bentak Agung.

"Kamu bentak aku?" Dira bertanya dengan mata yang berkaca-kaca.

"Eh bukan begitu maksudnya, aku kelepasan karena kamu terus menyudutkanku." Ucap Agung bingung sendiri jadinya.

"Sudahlah, ini aku bawa berkas pengalihan perusahaan yang jika kamu menjadi suami setia aku berniat fokus supaya bisa secepatnya hamil. Tanda tangani" Ucap Dira tegas.

"Jadi aku akan jadi CEO? Akhirnya, aku tahu tadi di kantor kamu hanya sedang marah. Sini aku baca dulu berkasnya." Ucap Agung dengan senyum lebar.

"Tidak perlu dibaca Mas Agung. Tanda tangan saja atau tidak usah, aku tidak rugi kok." Ucap Dira dengan tatapan misterius.

1
Ma Em
Dira kamu jgn kalah dari Mirna , bu Ningsih juga juragan karsa , lawan mereka jgn kalah kamu berani Dira .
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
🌈🤣
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
aq bantu deh dira nampar sebelahnya lagi😂
Ita rahmawati
jgn mau Dira,,biarin Erlangga ngurus orang² lama dulu baru kamu masuk
Ita rahmawati
gak punya akhlak nih si mirna
Ita rahmawati
selesaikan dulu urusanmu SM keluarga pak karsa dan juga SM Mirna Erlangga
vj'z tri
oiii ngajak tawuran ni makhluk 🤧🤧🤧🤧
Maria Mariati
di mana2 uler Keket ,udah Dira jangan berurusan sama Erlangga lagi,urus dirimu sendiri saja, bahagiain diri sendiri saja ga usah senggol Erlangga
Erchapram: Betul itu Kak 🙏
total 1 replies
Winer Win
kek pelangi donggs...tapi pelangi kan indah..cantik...na ini..bunglon aja kali ya,lebih cocok kayaknya..🤣🤣🤣
Winer Win: tong kosong nyaring bunyinya ...🤣🤣🤣
total 4 replies
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Apa yang dilakukan Mirna tergolong perilaku impulsif...😤😥🥴
Pada dasarnya, perilaku impulsif dilakukan pada waktu-waktu tertentu, seperti saat sedang menghadapi stres atau situasi genting yang memerlukan respons cepat.
Namun, jika perilaku ini dilakukan secara terus-menerus atau telah menjadi bagian dari kepribadian seseorang, perilaku ini bisa menjadi gejala dari suatu gangguan mental.
Berpikir panjang sebelum berkata atau bertindak adalah kunci untuk menghindari penyesalan di kemudian hari.
Banyak masalah muncul dari kata-kata atau tindakan yang dilakukan tanpa pertimbangan matang.
Sebuah kata yang diucapkan dalam emosi, atau tindakan impulsif, dapat memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk meluangkan waktu sejenak sebelum berbicara atau bertindak, merenungkan apa dampaknya bagi diri sendiri dan orang lain.
Dengan bersikap lebih hati-hati, kita bisa menjaga hubungan, menghindari konflik yang tidak perlu, dan menjadi pribadi yang lebih dewasa.
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬: sama-sama...🙏
total 6 replies
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
asemmm mirna😡
asih
miRNA minta di zakati dulu otak Dan hatinya biar tak ada penyakit iri, kenal saja tidak loh main serang aja
Arin
Cari masalah aja si Mirna. Belum tau aja siapa Dira.... Ayo Dira lawan..... Jangan sampai kekuranganmu bisa di injak-injak seenak hati orang yang merasa sempurna. Tapi ternyata dia sendiri yang mentalnya cacat
Winer Win: kira2 karma ap y yang pas buat miraaass🤣🤣🤣
total 3 replies
Maria Mariati
haduhhhh Mirna ini dasar katanya sekolah tinggi TPI kampungan giru
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
aq setuju 👍
please thor jodohin elang sama dira🫶
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
semoga berjodoh elang sama dira ya thor.
kl g jodoh harus di jodohkan, kan author yang buat cerita😂
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
asemmmm yaAmpun mas Angga, gila sih mirna ini, mentang-mentang kaya sampe sampe harga diri orang di giniin. kl aq jadi angga ogah nikah sama mirna😡
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
kembalinya buat beli air minum buk😂
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
hutang budinya apa thor
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
dira jangan tinggal sendiri dunk, panggil si mbak mbak gitu buat tinggal berdua dan bantu bantu di rumah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!