NovelToon NovelToon
Perempuan Desa Yang Selalu Dihina

Perempuan Desa Yang Selalu Dihina

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda
Popularitas:672
Nilai: 5
Nama Author: Nur silawati

"Amelia kita sudah menikah, ingat perjanjian kita jika pernikahan ini hanya sementara. Aku menikahimu karena terpaksa.. jangan berharap banyak dari pernikahan ini. Aku pun tidak akan menyentuhnya."ucap Rudi.
Amelia gadis berasal dari desa kidul, bertemu dengan Rudi pria asal ibukota,ia seorang kontraktor yang sedang membangun jalanan di desa Amelia.
Amelia terpaksa menerima lamaran Rudi karena ingin melunasi hutang kedua orang tuanya.
Rudi terpaksa menikahi Amelia karena tunangannya Sarah hilang entah ke mana menjelang 1 minggu pernikahan mereka.
Sementara undangan sudah menyebar kemana-mana.
Untuk menutupi aib keluarga Rudi memilih Amelia untuk ia nikahi.
"Apapun persyaratannya aku terima yang terpenting uang yang kamu janjikan harus tepati..." jawab Amelia tegas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur silawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3. perdebatan.

"Oke deal rp300.000 dibayar tunai. Jangan lupa susunya dikeluarkan dari kamar, Saya tidak mau  memakai uang saya untuk membeli susu untuk Arkan."Azizah yang sengaja tidak ingin mengeluarkan susu formula Arkan, supaya Lia membelikan Arkan susu jika susunya yang di botol habis.

Lia yang sudah bisa membaca akal bulus kakak iparnya itu.. cepat-cepat mengambil tindakan.

"Arkan itu satu botol sudah cukup Lia nyusunya, tidak boleh banyak-banyak minum susu nanti kegendutan."Azizah masih bernegosiasi dengan Lia perihal susu anaknya.

Lia menggelengkan kepala ia tidak mau menerima Arkan jika susu formula Arkan tidak diberikan padanya.

"Sudah cepetan Mbak ambilkan susu  Arkan. Saya tahu Mbak sama ibu jika sudah keluar rumah satu abad baru pulang.. Apalagi Mas Arman tidak ada di rumah sedang ke luar kota. Hari ini,hari kebebasan Mbak dan ibu..karena Bapak dan Mas Arman sedang dinas luar kota." Mertua laki-lakinya yang bernama firdaus dan kakak iparnya Arman memang sedang keluar kota tepatnya sedang mengurus harta warisan milik firdaus di pulau Sumatera..

Sambil menggerutu Azizah masuk kembali ke dalam kamarnya untuk mengambil kaleng susu milik Arkan.

"Sebentar jangan pergi dulu, Saya cek terlebih dahulu isi kaleng susu ini.. "Lia membuka tutup kaleng susu berwarna biru itu, Ia ingin memastikan isinya, percuma jika ada kaleng jika tidak ada isinya.

"Oke aman. Pampersnya mana, jangan satu pieces satu ball Mbak. Arkan pasti membutuhkan Pampers yang banyak."

"Pampersnya belum dibeli habis Lia, pakai uangmu itu dulu untuk beli Pampers, pulang dari belanja mbak ganti."Lia menggelengkan  kepala,ia tidak mau memakai uangnya untuk membeli pampers sang keponakan. Sudah pasti tidak diganti.

"Itu di dalam kamar Pampers apa pembalut? Pampers kan?"Lia melongok kan kepalanya ke dalam kamar Azizah.

Dengan menghentakkan kakinya Azizah masuk kembali ke dalam kamar untuk mengambil Pampers, Lia tersenyum menyeringai menatap sang Kaka ipar.

Setelah memastikan kebutuhan Arkan lengkap.Lia baru menerima Arkan dalam gendongannya..

  "nah gitu dong, kalau mau nitipin anak itu harus lengkap dengan perlengkapannya. saya kan hanya menjaga dan Saya hanya dibayar ala kadarnya." ucap Amelia. ia tidak mau lagi dijadikan pembantu gratisan oleh sang kakak ipar.

 "dasar perempuan desa yang miskin dan udik. melihat uang matanya langsung hijau. tampangmu polos tapi Kamu licik, memanfaatkan keadaan." ucap Azizah Ketus.

   "saya bukan dikit tapi cerdik! menghadapi manusia seperti Mbak Azizah yang tidak punya perasaan tidak boleh pakai hati tapi pakai akal logika yang main.. Saya memang perempuan kampung dan miskin, tapi saya tidak akan membiarkan orang seperti Mbak Azizah menginjak harga diri saya." Ainun kesal sekali melihat kedua menantunya itu berdebat terus menerus..

"sudah sudah ..! Kenapa kalian jadi berantem sih? kamu Amelia mulutmu nyerocos terus-menerus kamu tidak sadar dengan siapa kamu bicara? Azizah itu Kakak iparmu yang harus kamu hormati." Azizah menjulurkan lidahnya pada Amelia.ia merasa menang di atas angin dibela oleh ibu mertuanya.

sementara Amelia terlihat santai walaupun tidak di bela oleh ibu mertuanya ia tidak merasa kecil hati atau takut.

"sudah Azizah ayo kita siap-siap pergi sekarang.. banyak outlet yang mau kita kunjungi Ibu sudah tidak sabar ingin menghabiskan gaji bapakmu."mertua dan menantu itu sangat kompak dalam urusan menghambur-hamburkan uang.

1
Sella Rahmantoni
selamat membaca buku baruku teman-teman semoga suka🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!