NovelToon NovelToon
Immortality Through Suffering 2

Immortality Through Suffering 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Fantasi Timur / Action / Fantasi / Balas Dendam / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:28.1k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Setelah membunuh Liu Sheng,pembunuh orang tuanya, Xu Hao justru menemukan teka-teki yang lebih besar: segel mematikan pada jiwa Liu Sheng. Segel serupa juga ia temukan pada musuh-musuh tingkat tingginya. Segala petunjuk mengarah ke Dataran Tengah, tempat asal Klan Xu yang perkasa. Dengan bakat aslinya yang dicuri, orang tuanya yang difitnah sebagai pengkhianat, dan pengusiran kejam dari klan, Xu Hao kini menyamar memasuki dunia yang jauh lebih berbahaya. Di sana, sebagai murid baru di Sekte Gunung Jati dengan identitas palsu, ia harus menyelidiki konspirasi gelap di balik pembunuhan keluarganya, menghindari deteksi kerabatnya sendiri yang mungkin adalah dalangnya, dan membangun kekuatan dari nol di tanah di mana Dao Awakening-nya saja hampir tak berarti. Siapa sebenarnya "Tuan dari Atas" yang memasang segel itu? Dan bisakah Xu Hao membalas dendam tanpa mengungkapkan identitas aslinya yang akan membuatnya jadi buruan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Negosiasi di Tengah Sorak-Sorai

Sorak-sorai histeris memenuhi setiap sudut Sarang Naga Patah. Nama "Hei Feng" bergema bagai mantra, diulang-ulang oleh ratusan, mungkin ribuan, mulut yang melolong penuh kegirangan dan ketakjuban. Lima puluh kemenangan berturut-turut. Sebuah pencapaian yang bahkan bagi standar liar wilayah Seribu Pulau ini terdengar seperti dongeng. Dan semua itu dilakukan oleh seorang pendatang baru yang hanya muncul beberapa minggu lalu.

Di tengah lingkaran arena yang rusak dan masih berdebu, Xu Hao berdiri dengan napas yang mulai berangsur pulih. Darah dari luka di bahunya masih menetes, memerah sepatu kanannya yang sederhana. Tapi tubuhnya tegak, matanya yang tenang menyapu kerumunan yang menggila, lalu tertuju pada pintu masuk utama di seberang arena.

Dari sana, melalui terowongan gelap, sosok itu muncul. Borong melangkah keluar ke cahaya.

Sorak-sorai penonton meledak menjadi satu teriakan tunggal yang memekakkan telinga. Ini adalah momen yang mereka nantikan. Dua anomali, dua kekuatan tak biasa di tingkat Soul Transformation, akhirnya saling berhadapan.

Borong berhenti sekitar sepuluh langkah dari Xu Hao. Wajahnya yang persegi dan keras tidak menunjukkan emosi berlebihan, hanya tatapan evaluatif yang dalam dan penuh minat. Matanya yang kecil seperti dua titik logam panas menatap langsung ke mata Xu Hao, seolah mencoba menimbang jiwa di balik ketenangan itu.

Xu Hao membalas tatapan itu tanpa gentar. Di dalam, dia merasakan tekanan aura Borong. Itu padat, berat, seperti berhadapan dengan sebuah gunung hidup. Bukan aura yang brutal atau berantakan, tapi terkendali, terpusat, dan sangat berbahaya.

Perbedaan ukuran mereka terasa sangat jelas saat berdiri berhadapan di jarak yang sama. Xu Hao, dengan tinggi hampir dua meter dan tubuh atletis berotot yang terpahat sempurna, tiba-tiba terlihat seperti remaja di depan raksasa. Borong bukan hanya lebih tinggi setengah meter; dadanya selebar dua orang dewasa, bahunya membulat bagai bongkahan batu, dan lengan-lengannya yang terbentang seolah bisa merengkuh setengah arena.

Untuk beberapa saat, hanya tatapan yang terjadi di antara mereka, sementara kerumunan di tribun terus menjerit histeris, beberapa bahkan melemparkan barang-barang ke arena dalam euforia mereka.

Gor, yang berkeringat dingin dan tampak seperti orang yang baru menemukan harta karun dan ketakutan kehilangannya secara bersamaan, bergegas mendekati dengan langkah goyah. Dia membersihkan tenggorokannya, suaranya hampir tenggelam dalam keriuhan.

"Tuan Borong... Hei Feng... selamat untuk lima puluh kemenangan, sungguh luar biasa..." Gor membungkuk sedikit kepada Borong, lalu menoleh ke Xu Hao dengan ekspresi campur aduk. "Dan sekarang... kalian berdua... kapan? Kapan pertarungan besar ini akan terjadi?"

Borong tidak mengalihkan pandangannya dari Xu Hao. Suaranya yang dalam bergema, memotong keriuhan. "Saya siap kapan pun. Bergantung pada lawan saya."

Semua mata tertuju pada Xu Hao. Dia tidak ragu. "Sekarang. Hari ini."

"Hah?!" Gor nyaris tercekik. "Sekarang?! Hei Feng, kau baru saja bertarung! Tubuhmu... Dan luka-lukamu..."

"Tubuh saya baik," potong Xu Hao, suaranya datar tapi jelas terdengar.

Penonton yang mendengar jawaban itu terdiam sejenak, lalu bersorak dua kali lebih keras. Kegerangan mereka memuncak. Pertarungan langsung? Tanpa penundaan? Ini seperti mimpi bagi para penggemar kekerasan.

Minlie, yang berdiri di barisan depan tribun, melompat-lompat kecil sambil mengangkat kedua tangannya.

"Hei Feng! Ayo! Hancurkan si raksasa itu!" teriaknya, meski suaranya tenggelam dalam lautan teriakan. Matanya bersinar dengan kegembiraan liar dan sedikit... kekhawatiran?

Borong mengangguk pelan, ekspresinya tidak berubah. "Baik. Jika itu keinginanmu..."

"Tunggu! Tunggu!" Gor nyaris menjerit, tangannya bergetar. "Tidak bisa! Tidak bisa sekarang!"

Borong dan Xu Hao sama-sama menoleh ke arahnya, membuat Gor mundur selangkah karena tekanan dari kedua tatapan itu.

"Kenapa?" tanya Borong, alisnya yang tebal berkerut.

"Pertarungan... pertarungan sebesar ini!" Gor berusaha mengumpulkan keberanian dan kepintaran bisnisnya. "Ini bukan pertarungan biasa! Ini adalah pertemuan dua legenda! Harus dipersiapkan! Harus diumumkan ke seluruh Wilayah Seribu Pulau! Pulau-pulau lain harus tahu! Penonton dari mana-mana akan datang! Taruhannya... taruhannya akan sangat besar!"

Borong terdiam sejenak, lalu bibirnya yang tebal merekah menjadi senyuman tipis yang mirip retakan batu. "Kau ini... masih selalu berbisnis sampai di saat seperti ini."

Gor tersipu malu, tapi matanya berbinar. "Ini kesempatan sekali seumur hidup, Tuan Borong! Bayangkan... arena penuh sesak, taruhan mengalir dari seluruh penjuru, bahkan mungkin dari sekte-sekte terapung dan kelompok kuat! Keuntungannya... luar biasa!"

Borong memandang Xu Hao. "Bagaimana menurutmu? Apakah kau mau menjadi tontonan besar yang diatur dengan pesta?"

Xu Hao berpikir sejenak. Dia ingin bertarung secepat mungkin, tapi logika Gor masuk akal. Semakin besar pertarungan, semakin besar pula hadiah yang bisa dia tuntut. Dan dia membutuhkan sumber daya yang sangat besar.

"Berapa lama persiapan yang dibutuhkan?" tanya Xu Hao pada Gor.

Gor, melihat ada celah, langsung bersemangat. "Seminggu! Beri saya seminggu! Saya akan kirim pesan ke seluruh penjuru, pasang pengumuman di setiap pasar terapung, pastikan semua orang tahu! Garis taruhan akan dibuka! Tiket masuk akan dijual dengan harga premium!"

"Satu minggu..." gumam Borong. Dia mengangguk. "Baik. Saya setuju. Saya butuh waktu untuk mengamati caramu bertarung lebih dalam lagi." Dia menatap Xu Hao. "Dan kau butuh waktu untuk benar-benar pulih dan mempersiapkan strategi melawan saya. Ini bukan lagi pertarungan melawan amatiran."

Xu Hao mempertimbangkan. Seminggu. Itu waktu yang bisa dia gunakan untuk berlatih lebih intens, mungkin mencari teknik atau informasi baru dengan kristal yang sudah dia kumpulkan. Dan hadiahnya pasti akan jauh lebih besar.

"Saya setuju," akhirnya Xu Hao mengangguk.

Gor menghela napas lega yang sangat besar, lalu wajahnya berubah menjadi ekspresi licik yang dia coba sembunyikan.

"Bagus! Bagus! Sekarang... masalah pembagian. Biasanya, arena dapat separuh, pemenang dapat tiga puluh persen, yang kalah dua puluh persen. Tapi untuk pertarungan spesial seperti ini..." dia melirik Borong, "bagaimana jika... kita bagi tiga? Arena dapat sepertiga, pemenang dapat sepertiga, yang kalah dapat sepertiga juga? Hanya untuk kali ini saja. Karena keuntungan pasti sangat besar, jadi meski persentasenya sama, jumlahnya jauh lebih besar!"

Borong tertawa pendek, suara gemuruhnya. "Kau memang tidak pernah berubah, Gor. Baiklah. Saya setuju." Dia menoleh ke Xu Hao. "Bagaimana? Apakah kau setuju dengan pembagian seperti itu?"

Xu Hao tidak terlalu peduli dengan persentase rumit. Yang dia pedulikan adalah jumlah akhirnya.

"Saya setuju. Tapi saya ingin menetapkan hadiah dasar untuk pemenang."

Gor mengernyit. "Hadiah dasar? Maksudmu?"

"Berapapun total keuntungan dari taruhan dan tiket," kata Xu Hao, menatap Borong, "pemenang harus mendapatkan minimal seribu kristal hukum tingkat tinggi. Tidak peduli berapa persentasenya."

Diam.

Gor membeku, mulutnya terbuka. Bahkan beberapa penonton di barisan depan yang mendengar permintaan itu terdiam, lalu berbisik-bisik penuh ketakjuban.

Seribu kristal hukum tingkat tinggi. Itu adalah kekayaan yang bisa membuat seorang kultivator Soul Transformation hidup seperti raja kecil selama puluhan tahun. Itu bisa membeli senjata berkualitas tinggi, pil langka, bahkan mungkin informasi rahasia tingkat tinggi.

Borong tidak terkejut. Dia malah tertawa, suara gemuruhnya yang dalam mengguncang udara.

"Seribu kristal tinggi? Permintaan yang berani! Tapi... untuk pertarungan yang layak, kenapa tidak?" Dia memandang Gor. "Bagaimana, Gor? Bisakah kau jamin hadiah minimal itu?"

Gor, yang kini sudah menghitung dengan cepat di kepalanya, wajahnya merah karena eksitasi. Tiket premium, taruhan dari seluruh wilayah... jika dia mempromosikannya dengan benar, seribu kristal tinggi untuk pemenang bukan tidak mungkin. Bahkan, dia bisa mengambil potongan yang besar untuk arena.

"Bisa! Bisa!" gor mengangguk cepat. "Dengan skala yang akan kita buat, pasti bisa! Saya jamin!"

Sorak-sorai penonton yang mendengar jaminan itu meledak lagi. Seribu kristal tinggi! Taruhan yang gila! Pertarungan yang harus mereka saksikan!

"Baik," kata Borong. "Maka sudah diputuskan. Seminggu dari hari ini, di arena ini, kita bertarung. Hadiah minimal seribu kristal tinggi untuk pemenang, pembagian sepertiga untuk masing-masing pihak. Apakah ada keberatan?"

Xu Hao menggeleng.

"Bagus." Borong akhirnya mengalihkan pandangannya dari Xu Hao, memandang ke arah tribun yang bergemuruh. "Maka bersiaplah. Seminggu lagi, kita akan memberi mereka tontonan yang tidak akan mereka lupakan."

Dia memberi anggukan terakhir pada Xu Hao, lalu berbalik dan berjalan keluar arena dengan langkah berat, meninggalkan Xu Hao sendirian di tengah sorak-sorai dan pandangan penuh hormat, ketakutan, dan ketidakpercayaan.

Gor segera mendekati Xu Hao, berbicara dengan suara rendah yang bergetar karena antusiasme. "Hei Feng, kau harus istirahat! Jaga kondisi! Jangan bertarung lagi sampai hari-H! Aku akan siapkan kamar terbaik di kompleks arena untukmu, dengan formasi pelindung dan penyembuhan! Gratis! Kau hanya perlu fokus latihan!"

Xu Hao mengangguk. Kamar yang lebih baik dan aman tentu berguna.

"Dengar," Gor melanjutkan, lebih rendah lagi. "Borong... dia tidak seperti yang lain. Aku sudah melihatnya menghancurkan lawan-lawannya dengan mudah. Tapi kau... kau punya sesuatu. Gunakan seminggu ini dengan baik. Pelajari caranya bertarung. Ada rekaman-rekamannya. Aku akan beri kau akses."

Itu adalah tawaran yang tak terduga. "Terima kasih," kata Xu Hao.

Gor mengangguk, lalu pergi, mulai berteriak pada bawahannya untuk mulai mempersiapkan promosi besar-besaran.

Xu Hao berjalan keluar dari arena, melalui lorong yang kini dipenuhi oleh petugas arena yang melihatnya dengan tatapan baru: tatapan pada sumber keuntungan besar, dan mungkin, pada calon legenda atau mayat masa depan.

Di pintu keluar, Minlie sudah menunggu. Matanya masih bersinar. "Seribu kristal tinggi! Kau benar-benar tidak punya rasa takut, ya? Atau hanya bodoh?"

"Keduanya mungkin," jawab Xu Hao, mulai berjalan menuju area penginapan arena yang disediakan Gor.

Minlie berjalan di sampingnya. "Seminggu... apa yang akan kau lakukan?"

"Berlatih. Mempelajari lawan."

"Kau butuh partner latihan?" tawaran Minlie tiba-tiba serius. "Aku tahu caranya Borong bertarung. Aku pernah melihat hampir semua pertarungannya selama dia di sini."

Xu Hao menatapnya. "Kenapa membantuku?"

Minlie mengangkat bahu. "Aku bosan. Dan... aku penasaran. Aku ingin melihat seberapa jauh kau bisa pergi. Lagipula, jika kau menang, aku bisa pamer bahwa aku pernah bertarung dua hari dengan sang pemenang."

Alasannya cukup masuk akal untuk dunia mereka. "Baik. Tapi jangan berharap bayaran."

"Tidak perlu. Cukup traktir aku arak peri lagi kalau menang," senyum Minlie kembali menggoda.

Mereka tiba di sebuah bangunan batu yang lebih kokoh di dalam kompleks arena. Seorang pelayan membawa Xu Hao ke sebuah kamar yang jauh lebih luas dan bersih daripada pondokannya, dilengkapi dengan tempat tidur empuk, meja, dan bahkan sebuah area meditasi kecil dengan formasi pengumpul energi dasar.

Setelah pelayan pergi, Xu Hao duduk di tempat tidur. Seminggu. Waktu yang singkat, tapi cukup untuk membuat persiapan penting. Dia punya rekaman Borong untuk dipelajari, partner latihan yang mengenal gaya bertarung lawan, dan motivasi yang sangat besar: seribu kristal tinggi, dan yang lebih penting, sebuah loncatan reputasi dan kepercayaan diri jika bisa mengalahkan sang raksasa tak terkalahkan.

Dia memandang keluar jendela, ke arah arena yang mulai sepi. Di sana, dalam seminggu, takdirnya di Wilayah Seribu Pulau akan ditentukan. Apakah dia akan menjadi sekadar cerita pendek tentang pendatang baru yang ambisius, atau menjadi awal dari sesuatu yang lebih besar? Satu hal yang pasti: pertarungan melawan Borong bukan lagi sekadar urusan kristal atau reputasi. Itu adalah batu ujian untuk melihat apakah dirinya, dengan semua warisan dan dendamnya, layak untuk terus melangkah menuju tujuan yang lebih gelap dan lebih berbahaya yang menunggu di kedalaman Dataran Tengah.

1
Sarip Hidayat
waaah jadi gitu
Dragon🐉 gate🐉
Mayan... dpt 2 jiwa lg...lanjuuuttt panen
Dragon🐉 gate🐉
lah, pantas paket gw gak Dateng",sejak kapan si Arif jd prajurit, ikut perang pula ?? 🤔 rif.. paket gw loe sangkutin di mana ?.. 😂
Dragon🐉 gate🐉: waduh... si Arif kang paket side jobnya ngeri,jd asasin🤣
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
Qingtian gege~/Kiss/🤣🤣🤣🤣
Dragon🐉 gate🐉
woooaaaahhh..... 😎 Kereeennn.... mana nasi tumpeng sm bubur merah putihnya 🍚🎂
Dragon🐉 gate🐉: sipp, jangan lupa sambel goreng ati,sm kering ikan teri,krupuk udang 1 toples gede😂
total 2 replies
Agus Rose
ok.
up up up
YAKARO: Terimakasih bro🙏
total 3 replies
Dragon🐉 gate🐉
Thor... kl boleh gw ada saran nama buat si kadal biru.. Lan Long( naga biru) / Lan se shandian long (naga petir biru) itu versi serius kl versi lawaknya Aoman de xiyi( kadal sombong)🤣
Dragon🐉 gate🐉: manttaaafff👍
total 2 replies
qwenqen
mantap👍👍👍💪💪💪💪💪
OldMan
neng ratu calon bini juga kahh🤣🤣🤣
Agus Rose
Di tunggu up nya lagi,seperti kemarin yg banyak.
OldMan
mantapp bangetttt ..daratan tengah ini apakah pulau jawa🤣🤣🤣
YAKARO: Mungkin🤣
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
terjawab sudah ..👍
YAKARO: Mantap👍
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
loh... neng Sari nyasar kesini ternyata,pantesan di cariin di kios angkringan kok gak ada... Balik Neng, bahaya disini bukan tempatmu🤣🤣🤣
Dragon🐉 gate🐉: aaiih... ngeri🤣
total 6 replies
OldMan
mantaap thorrr 💪💪💪💪
Dragon🐉 gate🐉
sekilas.. knp Xu Hao gak bunuh Bai Feng pdhl mampu, tp mungkin ada bbrp alasan, 1 biar gak ngebuka samaran di dpn anbu ratu Du Yan, 2 setiap anggota Klan pasti punya 'GpS' kl mereka mati biasanya bakal ketahuan siapa yg membunuh mereka🤔
YAKARO: itu bener banget, malah kalau keliatan semuanya jadi agak hambar/Hammer/
total 3 replies
OldMan
mataappp Thor ..mulai banteiii
Dragon🐉 gate🐉
sial!! mari kita mulai Pestanya....
Dragon🐉 gate🐉: /Toasted/
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
yeeaayy... panen lagi kita,kali ini panen besar...😈
YAKARO: Gass srudukkk💪💪
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
aroma Rivalitas yg kental dr Mo Xin...🤔
YAKARO: Mungkin saja🧐
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
kau pun sama woy😂
Dragon🐉 gate🐉: anti dia🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!