NovelToon NovelToon
Sang Penjaga (The Guardian)

Sang Penjaga (The Guardian)

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Fantasi Timur / Penyelamat / Romansa Fantasi / Action / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Abdullah Perwira Ginting

100.000 tahun yang lalu, dunia ini telah ditaklukkan oleh sebuah sekte bernama Sekte Sang Raja! Pemimpinnya dijuluki Huang atau Sang Penjaga. Huang telah menjelajahi dunia dan menciptakan legendanya sendiri.

Hingga suatu saat ia pergi dari dunia untuk menjelajahi dunia lain. Sebelum kepergiannya, ia mewariskan posisinya kepada para muridnya yang ia pilih. Selama 10.000 setelah kepergiannya, dunia masih baik-baik saja.

Hingga pada tahun 10.001 setelah kepergiannya, portal raksasa terbuka diberbagai penjuru dunia, makhluk-makhluk aneh dan menyeramkan keluar dari portal itu, membunuh dan membantai apapun yang mereka lihat. Orang-orang menyebutnya, RAS IBLIS!

Sejak saat itu, dunia yang dulunya damai dan tentram, kini kembali kedalam kekacauan, demi melindungi dunia sekte Sang Raja jatuh hingga titik terendah dan memaksanya untuk menutup diri. Kini 90.000 tahun lagi telah berlalu, dunia hampir sepenuhnya dikuasai oleh ras iblis.

Huang kembali, tapi orang sudah hampir lupa dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdullah Perwira Ginting, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Kaisar Dewa Iblis Masa Lalu

Tidak jauh dari tempat Long Tianyu dihukum, ada sebuah ruangan yang disegel khusus oleh Huang. Sekarang, Huang pun pergi memasuki ruangan itu.

Ketika pertama kali pintu dibuka, ruangan besar yang ditengahnya ada sebuah altar yang dikelilingi oleh pilar, tempat yang tadinya sangat gelap kini diterangi oleh cahaya obor yang disusun rapi disepanjang jalan.

Ditengah altar itu, sesosok manusia berkulit merah dengan sembilan tangan, taringnya panjang, memiliki ekor berbentuk anak panah, rambutnya putih, dan sepasang tanduk diatas kepalanya terlihat sedang di ikat oleh rantai yang terhubung keseluruh pilar.

Huang melangkah pelan sambil menatap mahluk itu dengan tajam. "Han Shura, lama tidak bertemu."

Mata merah menyala mahluk itu terbuka dan menatap Huang penuh dengan kebencian.

"Sang Penjaga yang agung, tumben sekali kau menemuiku. Apakah siksaan yang kau berikan padaku ini masih belum cukup?"

Huang tersenyum sinis, "Kenapa? Apakah kau tidak tahan lagi dan ingin segera mati?"

Han Shura itu marah dan hendak mengamuk, ia menarik rantai itu hingga menimbulkan percikan api.

"Lepaskan aku jika kau berani, akan kupastikan kau mati ditanganku!"

"Hahahaha lucu sekali!" Huang tertawa menghina.

"Dulu saja kau tidak mampu melawanku, apalagi sekarang. Tapi tenang saja, aku punya dua berita untukmu. Pertama adalah, Ras iblismu sudah bangkit dan hampir menguasai duniaku."

Mendengar itu, Han Shura tertawa menggelegar.

"Berita bagus! Apakah kau telah sadar bahwa ras iblis bukan tandingan mu dan kau datang padaku untuk meminta bantuan, benarkan? Hahaha...tidak akan! Bahkan lebih baik aku mati dari pada membantumu!"

Han Shura adalah Kaisar Dewa iblis di masa lalu, jadi mendengar kalau dunia manusia saat ini di invasi ras iblisnya, dia sangat yakin Huang mau meminta bantuannya karena dia adalah Kaisar dewa iblis di masa lalu dan Huang mau menggunakan statusnya itu.

"Kau terlalu percaya diri Han Shura." Ucap Huang sambil mendekat, kemudian menunduk dan berbisik ditelinga Han Shura.

"Berita keduanya adalah, aku telah mencapai tahap diatas dewa dan aku baru saja kembali dari dunia lain. Coba tebak apa yang akan kulakukan sekarang? Kau tahu? Aku bisa memusnahkan semua ras iblismu dalam beberapa hari kalau aku mau. Tapi aku mau sedikit bersenang-senang, sudah saatnya ras iblismu itu merasakan penderitaan yang serupa dengan ras manusiaku."

Han Shura membelalak terkejut dan menggigil ketakutan, tapi itu hanya sesaat dan berkata dengan tidak percaya.

"Pembohong, jalan menjadi dewa tidak pernah ada di dunia ini, itu semua hanyalah mitos dan kau hanya sedang mengarang!"

Huang berbalik dan meninggalkan Han Shura, "Terserah kau mau percaya atau tidak, tinggal menunggu waktu sampai kau menyaksikan sendiri."

Huang mengangkat tangannya lalu menjentikkan jarinya.

"Aaaaarrrrrgggghhhh!!"

Han Shura tiba-tiba menjerit kesakitan tanpa tahu apa sebabnya.

"Apa yang kau lakukan padaku, lepaskan aku sialan. Aaarrrggghh!!"

"Itu tidak mungkin, aku sengaja datang kemari karena merasakan segelmu sedikit melemah. Tapi aku sudah memperkuat segel itu kembali." Ucap Huang sambil terus berjalan dan diikuti Long Tianyu.

Han Shura terus melolong kesakitan dan sesekali melontarkan ujaran kebencian juga sumpah serapah pada Huang. Huang tidak peduli, hingga ruangan itu tertutup kembali sepenuhnya.

"Ratusan ribu tahun, dia berusaha melemahkan segel ayah. Tapi sekarang usahanya sia-sia." Long Tianyu tiba-tiba mencibir.

"Aku sengaja melakukan itu, biar dia tahu apa itu keputusasaan."

...............

Waktu berlalu, kini enam hari telah berlalu. Besok adalah hari dimana pertandingan para murid untuk menentukan pemimpin aliansi. Satu persatu orang-orang mulai berdatangan. Sebagian besar datang hanya untuk menonton dan melihat-lihat Sekte Sang Raja yang sekarang. Huang pun membiarkan hal itu karena menurutnya itu bagus untuk membuka wawasan dan menambah pengalaman bagi generasi muda.

Saat ini, Huang sedang tidur sambil memeluk Mu Qingyue. Mu Qingyue yang sudah bangun hendak melepaskan diri tapi Huang memeluknya semakin erat.

"Aku ingin malas-malasan hari ini, temani aku." Ucap Huang tanpa membuka mata.

Wajah Mu Qingyue bersemu merah dan berkata dengan gugup, "T-tapi besok adalah hari pertandingan. Banyak hal yang harus dipersiapkan hari ini."

"Biarkan saja Han Li dan sembilan tetua itu melakukannya."

"T-tapi..."

"Mereka tidak akan berguna kalau kamu mengurus semuanya istriku."

Hati Mu Qingyue terasa digelitik ketika Huang memanggilnya istriku. Tapi apa yang dikatakan Huang juga benar, apa gunanya sembilan tetua dan Han kalau apa-apa harus diurus oleh Huang dan Mu Qingyue?

Akhirnya Mu Qingyue hanya bisa menghela nafas. Sesaat kemudian dia merasa tangan Huang merayap naik dari pinggangnya sampai ke gunung kembarnya.

"Mesum!" Teriaknya malu, rasanya dia ingin bersembunyi di lubang semut saja.

"Apa? Ini punyaku!"

"K-kamu kamu...."

"Kamu apa kamu? Mesum pada istri sendiri apa tidak bisa? Seingat ku tidak ada larangan seperti itu."

"Sesukamulah!"

Mu Qingyue tidak menyangka kalau mantan gurunya itu punya sisi mesum juga. Sampai-sampai dia tidak berdaya dibuatnya, mengatakan hal vulgar seperti itu apa dia tidak merasa malu?

Apa yang terjadi selanjutnya maka terjadilah, author tidak akan menampilkan karena yang terdengar hanyalah erangan lembut dan halus.

Satu hari kemudian, hari ini adalah hari dimana pertandingan akan dimulai. Namun Mu Qingyue terlihat merajuk di sudut ranjang, dia membelakangi Huang dan bersembunyi dalam selimut.

Huang menatapnya lucu, "Sayang, kenapa bersembunyi? Ayo bangun!"

"Tidak mau! Kamu tidak normal, satu hari penuh, apakah kamu tidak puas juga!" Ucapnya menolak.

"Maafkan aku sayang, tapi jujur sulit untuk menolak kenikmatan seperti itu."

Mu Qingyue semakin malu, lihatlah betapa tidak tahu malunya Huang ini sampai terang-terangan mengucapkan hal vulgar itu.

"Orang mesum keluar sana!"

"Baik-baik, aku keluar." Ucap Huang sambil terkekeh geli. Rasanya dia sangat suka melihat Mu Qingyue merajuk seperti itu karena menurutnya imut.

Tapi sungguh, Huang baru pertama kali menikmati apa itu surga dunia. Karena sebelumnya dilakukan dengan terpaksa ketika Huang tidak sadarkan diri.

Ketika Huang keluar kamar, Xu Feng langsung berlari kearahnya dan melompat ke gendongannya.

"Ayah!" Teriaknya bersemangat.

"Lihat putra ayah, terlihat bersemangat hari ini." Ucap Huang sambil membelai rambut putranya.

"Aku selalu bersemangat!"

Ketika Huang sedang bermain-main dengan Xu Feng, Han Li pun datang.

"Leluhur, semua peserta sudah datang. Mereka sudah berkumpul dan sedang menunggu anda."

Huang tidak menjawab, dia mengulurkan tangannya, seutas benang spiritual menangkap Xu Feng yang sedang berlari dan membawanya ke arah Huang.

"Curang! Ayah pakai benang spiritual!" Protesnya.

Han Li terdiam, merasa bersalah apakah dia telah mengganggu momen ayah dan anak?

"Ini hari penting Feng'er. Ayah punya urusan, kamu main sama ibu saja ya."

Xu Feng dengan patuh mengangguk

BERSAMBUNG.....

1
Nanik S
Lanjutkan Tor
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Uhuk... uhuk... sialan cacing kecil
Nanik S
Hadir
Haryati Tti
mantap 👍💪💪
Haryati Tti
gas💪
Haryati Tti
mantap 👍
Haryati Tti
👍
Haryati Tti
mantap
Haryati Tti
mantap 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!