NovelToon NovelToon
Perfect Lies

Perfect Lies

Status: tamat
Genre:Wanita Karir / Pengganti / Diam-Diam Cinta / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Tamat
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Perasaan Kaylee Lumiere didasari oleh kasih sayang yang begitu besar sehingga ia rela menomorduakan kebahagiaannya sendiri.
Ia lebih memilih mendengarkan cerita cinta Atlas Theodore dengan wanita lain daripada mengambil risiko menyatakan cinta dan kehilangan kehadiran Atlas selamanya. Baginya, "memiliki Atlas sebagai sahabat" jauh lebih baik daripada "kehilangan Atlas karena cinta yang ditolak."

Kaylee Sudah ahli Menekan rasa cemburu, sesak napas, dan teriakan di dalam hati yang ingin mengatakan, "Seharusnya aku yang ada di posisi itu."

Kaylee merasa seperti berdiri di balik kaca bening. Ia bisa melihat Atlas dengan sangat jelas, menyentuhnya, dan mengetahui setiap rahasia terkecilnya, namun ada penghalang tak kasat mata yang mencegahnya untuk melangkah lebih jauh. Ia adalah orang paling dekat, sekaligus orang paling jauh dari hati Atlas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Persaingan Tak kasat mata

Musim semi di Helsinki membawa warna baru di koridor kampusnya, namun bagi Atlas, rutinitasnya tetap sama, kuliah, studio arsitektur, dan Kaylee. Namun, kehadiran seorang mahasiswi pindahan bernama Angel mulai mengusik ketenangan suasana kelas Arsitektur.

Angel adalah definisi mahasiswi teladan, cantik, cerdas, dan memiliki aura yang anggun. Tapi, ada satu hal yang Angel lakukan secara konsisten selama sebulan ini, memperhatikan Atlas.

Dari kursi belakang, dari balik buku referensi, matanya selalu tertambat pada profil samping wajah Atlas yang serius saat menggambar maket.

Hingga suatu siang, saat kelas berakhir, Atlas yang sedang membereskan penggaris bajanya tiba-tiba menoleh tepat ke arah Angel.

"Lo suka sama gue?" tanya Atlas to the point, tanpa basa-basi khasnya beberapa bulan ini.

Angel tersentak, namun ia tidak menunduk. Ia justru tersenyum manis, sebuah senyum yang biasanya membuat pria di kampus itu bertekuk lutut. "Kelihatan banget, ya?"

"Bukan kelihatan lagi. Mata lo hampir bolongin punggung gue sebulan ini," balas Atlas sambil terkekeh sinis, menyampirkan tasnya ke bahu.

Angel melangkah mendekat. Sebagai orang baru, dia belum pernah melihat Atlas bersama wanita mana pun di gedung Arsitektur. Atlas selalu terlihat sendiri, dingin, dan sangat fokus. Di mata Angel, Atlas adalah tantangan yang sempurna, seorang pria tampan yang sepertinya tidak terjangkau.

"Kalau iya, kenapa? Kamu nggak punya kekasih, kan? Aku nggak pernah lihat kamu jalan sama cewek di area ini," tanya Angel dengan percaya diri.

Atlas hanya tersenyum miring. Ia tidak menyangkal, tapi juga tidak membenarkan. "Gue sibuk. Dan dunia gue lebih luas dari sekadar gedung Arsitektur ini."

Sore itu, Atlas sedang menunggu Kaylee di depan air mancur kampus. Angel, yang merasa sudah mendapatkan lampu hijau karena Atlas tidak menolaknya secara kasar, memutuskan untuk menghampiri Atlas lagi.

"At, ada pameran seni di pusat kota malam ini. Mau ikut?" ajak Angel dengan nada yang sangat ramah.

Tepat saat itu, Kaylee muncul. Ia baru saja keluar dari gedung DKV dengan rambut yang sedikit berantakan karena tugas studio. Kaylee berhenti melangkah saat melihat seorang wanita cantik sedang berdiri sangat dekat dengan Atlas.

Atlas, yang melihat kedatangan Kaylee, matanya langsung berbinar, binar yang tidak pernah ia tunjukkan pada Angel selama sebulan ini.

"Kay! Sini!" teriak Atlas mengabaikan pertanyaan Angel.

Kaylee mendekat, matanya menatap Angel dengan selidik. "Siapa, At?"

Tanpa menjawab pertanyaan Kaylee, Atlas langsung merangkul pundak Kaylee dengan sangat protektif, menariknya masuk ke dalam ruang pribadinya. "Kenalin, ini Angel. Teman sekelas gue."

Lalu, Atlas menoleh pada Angel dengan tatapan yang berubah menjadi hangat namun penuh peringatan. "Angel, ini Kaylee. Alasan kenapa gue nggak pernah punya waktu buat kencan sama siapa pun."

Angel tertegun. Ia melihat bagaimana tangan Atlas sangat nyaman berada di bahu Kaylee, dan bagaimana jempol Atlas mulai mengusap telinga Kaylee secara tidak sadar. sebuah keintiman yang tidak mungkin dilakukan oleh sekadar teman.

"Oh... Hai, Kaylee," sapa Angel kaku. "Kalian... bersaudara?"

Atlas tertawa rendah, lalu mencium pucuk kepala Kaylee di depan mata Angel yang mulai berkaca-kaca karena bingung. "Lebih dari itu. Dia adalah pemilik seluruh jadwal gue. Jadi soal tawaran lo tadi... gue harus tanya bos gue dulu."

Kaylee hanya tersenyum, senyum Perfect Lies yang paling manis. "Maaf ya, Angel. Tapi malam ini Atlas harus nemenin gue masak di mansion."

Angel yang belum mengerti situasi sepenuhnya, tersenyum maklum. Dalam pikirannya, Kaylee hanyalah seorang adik yang manja atau sepupu jauh yang kebetulan sedang menumpang di rumah Atlas. "Oh, jadi ini adik kamu? Pantas saja kamu protektif banget, At," ucap Angel dengan nada ringan, mencoba mencairkan suasana.

Atlas hanya mengangkat alis, tidak membantah namun juga tidak membenarkan. Baginya, penjelasan itu terlalu panjang untuk orang asing. Namun, Kaylee bisa merasakan jemari Atlas yang berada di bahunya semakin merapat, seolah tidak rela sebutan adik itu membatasi kedekatan mereka.

Selama beberapa minggu berikutnya, Angel mulai gencar melakukan pergerakan. Karena ia satu jurusan dengan Atlas, ia memiliki banyak alasan, tugas kelompok, meminjam buku referensi, hingga meminta diajarkan teknik maket terbaru.

Suatu sore di perpustakaan Arsitektur, Angel duduk di samping Atlas. "At, aku beneran bingung sama struktur bangunan yang ini. Bisa bantu jelasin lagi?" tanya Angel sambil memajukan kursinya, hingga bahu mereka bersentuhan.

Atlas tetap fokus pada layar laptopnya. "Tanya asisten dosen aja, Ngel. Gue lagi buru-buru mau jemput Kaylee."

"Kaylee lagi?" Angel tertawa kecil, meskipun hatinya mulai dongkol. "Kamu nggak capek apa ngurusin dia terus? Dia kan sudah besar, bukan anak kecil lagi. Sesekali kamu butuh kehidupan sendiri, At. Sama cewek yang seumuran, yang satu frekuensi..."

Atlas menghentikan ketikannya. Ia menoleh perlahan ke arah Angel. "Gue nggak pernah merasa ngurusin dia. Gue cuma mau ada di dekat dia. Dan soal frekuensi... nggak ada yang lebih satu frekuensi sama gue selain Kaylee."

Tiba-tiba, Kaylee datang membawa dua gelas cokelat panas dari kafe seberang. Ia melihat bagaimana Angel duduk begitu dekat dengan Atlas. Rasa cemburu itu mencubit hatinya, tapi Kaylee adalah ratu dari segala sandiwara.

"Hai, Atlas. Hai, Angel," sapa Kaylee tenang. Ia meletakkan cokelat panas itu di depan Atlas, lalu dengan sengaja mengusap rambut Atlas yang sedikit berantakan. "Jangan telat makannya, At. Nanti maag kamu kambuh."

Atlas langsung menarik tangan Kaylee, mencium telapak tangannya di depan Angel tanpa rasa malu sedikit pun. "Makasih, Ay. Lo emang paling tahu gue."

Angel membeku. Panggilan Ay itu terdengar lagi. Dan kali ini, ia melihat cara Atlas menatap Kaylee, bukan tatapan seorang kakak pada adiknya, tapi tatapan seorang pria yang haus akan kehadiran wanita di sampingnya.

"Kalian... beneran cuma sahabat?" tanya Angel akhirnya, suaranya sedikit bergetar.

Kaylee menatap Angel dengan tatapan teduh namun tajam. "Kami tumbuh bersama, Angel. Di dunia ini, cuma ada satu Atlas untuk satu Kaylee. Terserah kamu mau sebut itu apa."

Atlas menutup laptopnya dengan suara keras, lalu berdiri dan merangkul pinggang Kaylee posesif. "Ayo pulang, Kay. Mansion berasa sepi kalau kita nggak di sana sekarang."

Saat mereka berjalan menjauh, Angel hanya bisa menatap punggung mereka dengan perasaan hancur. Ia menyadari satu hal yang menyakitkan.

🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear 😍

1
falea sezi
uda end kahh
falea sezi
bagus np sepi like
falea sezi
baguss
falea sezi
berarti uda nganu belom kok Bianca gini
falea sezi
mending pergi jauh lah ngapain masih di situ
falea sezi
dih kucing di kasih ikan jelas di embat laki. kayak gini g ccok di jadiin suami
Desti31
Izin mampir Thor😍🙏
Ridwani
👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!