NovelToon NovelToon
PENYESALAN SANG PENGUASA

PENYESALAN SANG PENGUASA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Kaya Raya
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Khusus Game

Sinopsis: Penyesalan Sang Penguasa

Aku terbangun di masa mudaku yang miskin tepat setelah Seeula pergi selamanya dalam penyesalan. Berbekal memori masa depan, aku bertekad membangun kembali kekaisaran bisnisku dari titik nol. Bukan sekadar harta, tujuanku adalah menjadi pria paling layak untuk melindungi istri yang dulu kusia-siakan. Sebelum menjemput cintaku, aku harus memenangkan perang bisnis yang kejam dan menghancurkan para musuh lama. Perjalanan penebusan dosaku dimulai sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Undangan Berbisa dan Detak Jantung yang Salah

Melihat Seeula berdiri di sana adalah siksaan paling manis yang pernah aku rasakan. Jantungku berdebar sangat kencang, seolah ingin melompat keluar dari rusukku dan berlari ke arahnya. Di kehidupan sebelumnya, aku sering melihatnya dengan mata yang penuh kelelahan dan rasa bosan, tapi sekarang, setiap helai rambutnya yang tertiup angin tampak seperti karya seni yang sangat mahal. Dia masih sangat muda, sangat murni, dan sama sekali belum tersentuh oleh kekejaman duniaku.

Aku segera menoleh ke arah Rian yang masih sibuk memandangi monitor. Aku memberikan isyarat padanya untuk tetap diam dan jangan pernah menyebutkan identitas asliku jika ada orang yang masuk. Aku tidak ingin dia terlibat dalam urusan pribadiku, apalagi jika itu menyangkut Seeula. Bagiku, Seeula adalah satu-satunya wilayah suci yang tidak boleh dikotori oleh siapa pun.

"Rian, tetap di tempatmu dan jangan katakan sepatah kata pun," pesanku dengan nada yang sangat serius.

Aku berjalan keluar dari basement dengan langkah yang sengaja aku buat setenang mungkin. Saat pintu besi itu berderit terbuka, Seeula tersentak kecil. Dia memeluk buku-bukunya lebih erat, menatapku dengan mata bulatnya yang penuh rasa ingin tahu sekaligus kecemasan. Aku merasa seperti pencuri yang tertangkap basah, padahal aku hanya sedang menatap wanita yang pernah menjadi milikku selama puluhan tahun.

"Permisi, apakah ini benar kediaman saudara Rian?" tanya Seeula dengan suara lembut yang langsung menggetarkan seluruh ingatanku.

Aku menarik napas panjang, mencoba menekan badai emosi di dalam dadaku. Aku tidak boleh terlihat terlalu akrab dengannya. Baginya, aku hanyalah orang asing yang kebetulan berada di tempat yang kumuh ini. Aku harus menjaga jarak aman agar rencanaku untuk melindunginya tetap berjalan sesuai jalur.

"Rian sedang sibuk di dalam. Ada urusan apa kau mencarinya?" selidikku sambil memperhatikan amplop putih di tangannya.

Seeula sedikit ragu, dia memandangiku dari ujung kepala sampai ujung kaki. Aku sadar penampilanku saat ini masih berantakan setelah berkelahi dengan preman tadi, tapi aku tetap menjaga daguku terangkat tinggi. Tatapan mata pria sukses tidak akan pernah bisa disembunyikan oleh pakaian yang robek sekalipun.

"Ibuku mengirimkan undangan ini. Katanya ada ahli IT yang baru saja melakukan sesuatu yang hebat hari ini, dan dia ingin mengundangnya ke pesta ulang tahun perusahaan minggu depan," jelas Seeula sambil menyodorkan amplop itu kepadaku.

Aku tersenyum dalam hati. Madam Widowati rupanya benar-benar gigih. Dia gagal melacakku lewat peretas, jadi sekarang dia mencoba menggunakan jalur formal untuk menarik Rian ke pihaknya. Dia belum tahu bahwa otak di balik semua pergerakan hari ini adalah pemuda yang ada di depannya, bukan Rian.

"Aku akan menyampaikannya pada Rian. Kau sebaiknya pulang, hari sudah mulai gelap dan tempat ini tidak aman untuk gadis sepertimu," saranku dengan nada bicara yang sedikit ketus agar dia tidak merasa nyaman berada di dekatku.

Seeula mengerutkan kening, tampak sedikit tersinggung dengan caraku mengusirnya. Dia mungkin terbiasa dipuji atau didekati oleh banyak pria, tapi aku justru memberikan perlakuan yang dingin. Ini adalah bagian dari strategiku. Aku harus membangun benteng kekayaan dulu sebelum bisa benar-benar menggandeng tangannya tanpa ada gangguan dari ibunya.

"Terima kasih atas sarannya, Tuan yang Sangat Sopan. Aku akan pergi," balasnya dengan nada sarkasme yang sangat manis di telingaku.

Aku memperhatikannya berjalan pergi hingga sosoknya menghilang di tikungan jalan. Rasa ingin mengejarnya hampir membuatku gila, tapi aku segera masuk kembali ke dalam basement. Rian menatapku dengan wajah penuh kemenangan sambil menunjuk ke arah layar monitor yang dipenuhi dengan grafik berwarna hijau terang.

"Yansya! Lihat ini! X-Core baru saja merilis pengumuman resmi tentang penemuan teknologi baterai baru mereka. Harganya melompat naik seperti roket!" pekik Rian dengan semangat yang meledak-ledak.

Aku mendekat ke layar dan melihat angka-angka itu bergerak cepat. Investasi seratus jutaku sudah berubah menjadi dua ratus juta dalam hitungan menit, dan ini baru permulaan. Dalam seminggu, angka itu akan berlipat sepuluh kali. Aku sudah bisa membayangkan wajah pucat Madam Widowati saat dia menyadari bahwa saham perusahaannya sendiri sedang aku incar secara perlahan.

"Tahan semua posisi. Jangan jual satu lembar saham pun sampai harganya menyentuh titik puncak," perintahku dengan dingin.

Aku mengambil undangan yang diberikan Seeula tadi dan merobeknya menjadi dua. Aku tidak butuh undangan untuk masuk ke pesta itu. Aku akan datang ke sana sebagai pemegang saham yang punya hak untuk mengatur siapa pun, termasuk Madam Widowati yang sombong itu.

Malam itu, aku menghabiskan waktu di basement Rian untuk merancang langkah berikutnya. Aku tidak butuh tidur, karena ambisi dan dendam di masa laluku sudah cukup untuk memberiku energi yang tak terbatas. Aku mulai memetakan seluruh perusahaan yang akan bangkrut di tahun ini, mengincar aset-aset berharga yang akan aku beli dengan harga murah.

"Minggu depan akan menjadi awal kehancuranmu, Madam. Dan awal dari kebahagiaan Seeula yang sesungguhnya," janjiku pada diriku sendiri.

Keesokan paginya, berita tentang lonjakan saham X-Core menjadi tajuk utama di semua surat kabar bisnis. Dunia sedang geger dengan kebangkitan raksasa teknologi yang sebelumnya dianggap sampah. Aku tersenyum lebar saat melihat foto CEO X-Core yang tampak gugup di layar televisi. Dia tidak tahu bahwa dia berutang nyawa bisnisnya kepadaku.

Namun, saat aku sedang menikmati kemenanganku, Rian tiba-tiba berteriak ketakutan sambil menunjuk ke arah pintu basement.

"Yansya, ada yang mencoba meretas pintu elektronik kita dari luar! Mereka bukan polisi, mereka menggunakan peralatan militer!" seru Rian dengan suara yang gemetar hebat.

Aku berdiri perlahan, mengepalkan tangan dengan tenang. Sepertinya Madam Widowati sudah kehilangan kesabarannya dan memutuskan untuk menggunakan cara yang lebih keras untuk menjemput 'ahli IT' yang dia incar. Dia benar-benar meremehkan siapa yang sedang dia hadapi saat ini.

Aku mengambil laptop cadangan Rian, lalu mengetikkan beberapa perintah enkripsi tingkat tinggi yang akan meledakkan sistem saraf perangkat peretas mereka jika mereka berani menekan tombol enter sekali lagi.

"Biarkan mereka masuk, Rian. Aku ingin melihat seberapa besar keberanian mereka untuk mati hari ini," ucapku dengan tatapan mata yang sangat gelap.

Pintu basement itu tiba-tiba meledak kecil di bagian engselnya, dan beberapa pria bersenjata lengkap merangsek masuk dengan gerakan yang sangat rapi. Aku hanya duduk santai di kursi bututku, menyilangkan kaki, dan menatap mereka seolah-olah mereka adalah pelayan yang datang terlambat mengantarkan kopi.

Lalu, seorang pria paruh baya dengan setelan jas abu-abu masuk di antara para tentara bayaran itu. Dia adalah Darwin, pria yang kemarin menghinaku dari dalam mobil mewahnya.

"Di mana tikus kecil yang berani mempermainkan saham perusahaanku?" tanya Darwin dengan suara menggelegar yang penuh dengan aura intimidasi.

Aku hanya mengangkat satu alis, menatapnya dengan penuh rasa kasihan karena dia baru saja mengantar nyawa ke kandang singa.

1
ZasNov
Semangat Yansya, kalahkan mereka semua.. 💪😎
ZasNov
Semoga kali ini Yansya bisa benar2 melindungi Seeula..
ZasNov
Ga bisa nolak tuh kalau udah diancam begitu..
ZasNov
Madam Widowati udah kayak dijatuhkan dari gedung tinggi.. 🤭
ZasNov
Wah keren Yansya, dia datang menyerang dengan senjata rahasia yang tidak terduga.. 😂👍
ZasNov
Madam Widowati salah target ternyata 😂
ZasNov
Ayo tunjukan siapa dirimu Yansya, beri Madam Widowati pelajaran & selamatkan Seeula..
ZasNov
Nah lho, keadaan beneran berbalik. Bukan Pak Hermawan & Adrian lagi yang mengancam Yansya, sekarang Yansya yang menekan Pak Hermawan.. 😎👍
ZasNov
Ga nyangka banget kan Pak Hermawan, kalau Yansya punya kartu As yang bisa membalikan keadaan.. 😆
ZasNov
Mantap Yansya.. bisa tetap tenang, malah makin bersemangat menunjukkan taringnya.. 😎👍
Pipit Jambu
iya
ZasNov
Tuh kan, mulai banyak orang memanfaatkan nama Seeula untuk menekan Yansya.. 😖
ZasNov
Aduh, bagusnya Seeula sllu dalam perlindungan Yansya. Karena Darwin udah tau kelemahan Yansya itu Seeula..
ZasNov
Nyesel kan.. Udah telat. Kalau dikasih kesempatan kedua, jangan disia2in lagi ya
ZasNov
Selain penasaran sama rencana Yansya selanjutnya, kepo juga sama cara dia deketin Seeula.. 😄
ZasNov
Tanpa basa-basi langsung ditolak.. 😆👍
ZasNov
Hadeuh, Yansya.. Kamu bisa sukses juga berkat doa & usaha istrimu juga. Giliran ga diurusin, kamu juga bakalan berantakan..
Seeula
dari rawrrr ke aongg aonggg aongg🤣
Seeula
tamu2 tak diundang 😏
Seeula
gak gak ini mh kaya preman minta2 uang buncit gini mh😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!