NovelToon NovelToon
Fotografer: Rahasia Kecil Seorang Fotografer

Fotografer: Rahasia Kecil Seorang Fotografer

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Horror Thriller-Horror / Psikopat / Misteri / TKP / Dark Romance
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: meongming

Andrian adalah seorang mahasiswa yang menjalani pekerjaan freelance sebagai fotografer. Sejak kapan semuanya dimulai, tidak ada yang benar-benar tahu. Kini, ia menjual jasa foto jalan-jalan yang tengah populer di kalangan anak muda.

Ia memotret siapa saja yang ingin terlihat cantik di depan kamera. Mereka tersenyum, dan ia.. di balik lensa.. tersenyum lebih lama.

Setiap jepretan membuat sesuatu di dalam dirinya bergetar. Bukan karena hasilnya ,melainkan karena sesuatu yang hanya ia pahami sendiri. Dua folder tersimpan di komputernya: satu untuk dunia, satu untuk dirinya.


[Jika kamu sudah membaca, tinggalkan Like & komentar kamu sebagai bentuk penghargaan untuk penulis.]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meongming, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 : Orang yang berbahaya

Hujan turun deras sore itu, kaca mobil dipenuhi titik-titik air. Andrian dan Nadya baru saja keluar dari gedung pameran, tapi hujan datang begitu cepat dan tiba-tiba.Mereka akhirnya berlari kecil menuju mobil Andrian, sama-sama basah kuyup. Nadya memegangi ujung bajunya yang menempel di kulit.

“Aduh… hujannya parah banget,” keluh Nadya sambil merapikan rambut basahnya.

“Iya, mendadak banget,” jawab Andrian sambil menyalakan mesin mobil. Suaranya tenang seperti biasanya.

Mobil mulai melaju perlahan, wiper bergerak bolak-balik. Andrian sempat melirik Nadya bajunya yang menempel pada tubuh menarik perhatiannya. “Mau ke kosan aku dulu? Sebelum ke tempat makan… bajuku juga basah” ucapnya santai.

Nadya menoleh cepat. “Ke kosan kamu? Emang deket sini?”

“Iya, nggak jauh. Lima menit.”

Nadya hanya perlu dua detik sebelum mengangguk. “Oh… oke.”

Senyum tipis muncul di wajah Andrian,

mobil melaju di bawah derasnya hujan. AC mobil yang dingin bercampur udara lembap dari baju mereka yang basah. Nadya memeluk dirinya, menggigil sedikit. Andrian tidak terlihat terganggu matanya tetap lurus ke jalan, fokus, tenang… hampir terlalu tenang untuk seseorang yang basah kuyup.

Tak lama, mereka tiba di parkiran kosan. Hujan belum berhenti. Mereka berlari kecil menaiki tangga menuju lantai dua.

Nadya memandang sekitar, agak canggung. “Eh… ini nggak apa-apa aku masuk ke kosan cowok?”

“Aman kok, Kosan campur.” jawab Adrian

“Oh…” Nadya lega tapi tetap gugup.

Mereka berhenti di depan kamar paling ujung. Tempatnya sepi, tidak ada suara apa pun selain hujan.

“Kamu kok milih kamar yang sepi?” tanya Nadya pelan.

“Aku nggak suka berisik.”

“Oh…” Nadya mengangguk.

Andrian membuka pintu. “Masuk.”

Nadya melepas sepatu dan hendak meninggalkannya di depan, tapi suara Andrian menahan.

“Sepatunya bawa masuk.”

“Hah? Kenapa?”

“Biar nggak ganggu ibu kos.”

“Oh… iya.” Nadya membawa sepatunya masuk.

Begitu masuk, gadis itu langsung melihat sekeliling. Kamarnya rapi. Bersih. Terlalu bersih untuk ukuran anak kos lelaki. Nggak ada baju berantakan. Nggak ada bau rokok. Nggak ada makanan sisa.

“Kamarmu rapi banget… kamu suka beres-beres ya?”

“Iya. Kadang-kadang.”

Adrian berlajan menuju lemari baju. Ia membuka lemari, mengambil dua kaos---satu untuknya, satu untuk Nadya.

“Nanti kamu masuk angin,” katanya sambil menyerahkannya.

Pipi Nadya memerah. “Makasih…”

“Aku ambil minum dulu di dapur.”

“Eh, nggak usah repot—”

“Tunggu aja di sini.” Nada Adrian tenang tapi tegas, membuat Nadya hanya bisa mengangguk.

“Iya… makasih.”

Andrian keluar. Pintu tertutup.

Nadya memandang kaos di tangannya, menahan senyum kecil. Rasanya aneh tapi menyenangkan, seolah hubungan mereka sudah melangkah jauh dalam waktu singkat.

Tak lama, pintu terbuka lagi. Adrian sudah berganti baju. Nadya juga sudah memakai kaos yang diberikannya, duduk di tepi ranjang.

Adrian masuk sambil membawa botol minum dingin. Ia menyerahkannya.

“Maaf, adanya cuma ini.”

“Gak apa-apa,” Nadya menerima dengan senang.

Andrian duduk di sampingnya. Nadya membuka botol dan minum. Meski hujan deras dan tubuh masih dingin, ia tetap menenggak minuman dingin itu.

Selama itu, Andrian hanya memegang botolnya itu tanpa meminumnya. Ia menatap Nadya diam-diam. Tatapannya datar… tapi intens. Seolah ia sedang memperhatikan sesuatu yang hanya bisa ia lihat.

Nadya tidak sadar apa pun. Tak menyadari bahwa dari semua foto di pameran tadi.. wajah dialah yang paling menarik perhatian Andrian. Bukan karena kecantikan. Tapi karena ia penasaran… seberapa jauh gadis ini akan berjalan masuk ke dalam dunianya.

Nadya menurunkan botol minum dari bibirnya, merasa tatapan Adrian sudah terlalu lama berhenti di wajahnya. Ia menoleh pelan.

“Kenapa…?” tanyanya hati-hati.

Adrian tidak menjawab. Ia hanya menatapnya, lama… seperti sedang berpikir sesuatu yang hanya ia sendiri yang mengerti.

Nadya menelan ludah. “Ada yang salah?”

Tetap tidak ada jawaban. Lalu tiba-tiba Adrian bergerak. Ia mencondongkan tubuhnya ke arah Nadya—perlahan, tanpa suara, tanpa ragu. Gerakannya begitu halus sampai Nadya otomatis menahan napas. Wajah mereka sudah sangat dekat. Hidungnya hampir menyentuh rambut basah Nadya.

Nadya membeku.

Detaknya kacau.

Dadanya serasa penuh.

Adrian berhenti hanya beberapa centimeter dari bibirnya… seperti sedang menahan diri. Nadya bisa merasakan embusan napasnya, hangat, terlalu dekat.

Dengan suara rendah yang hampir tidak terdengar, Adrian berkata, “Kalau kamu nggak setuju…” ia berhenti sejenak, menatap mata Nadya yang membesar, “…kamu boleh pukul aku.”

Nadya tidak langsung menjawab.

Kepalanya penuh pertanyaan.

'Secepat ini? Kenapa rasanya dia… serius?

Apa… ini artinya hubungan ini berubah? Atau dia cuma terbawa suasana?'

Hening mengisi ruang sempit di antara mereka. Dan dalam hening itu.. tanpa tahu harus berkata apa atau berpikir apa Nadya justru memejamkan matanya.

Pelan.

Pasrah.

Sebagai tanda bahwa… ia setuju.

Adrian melihatnya.

Dan untuk pertama kalinya sejak hari itu dimulai… senyum tipis muncul di bibirnya bukan senyum manis , bukan senyum bahagia. Tapi senyum seseorang yang merasa menang atas sesuatu yang hanya ia sendiri yang tahu.

Adrian tersenyum lagi, senyum tipis yang samar. Tangannya perlahan naik dan menyentuh sisi wajah Nadya. Jarinya hangat meski dia baru saja kehujanan. Sentuhan itu membuat Nadya otomatis gemetar kecil.

Lalu, akhirnya—

Adrian mendekat tapi bukannya langsung mencium bibirnya, ia justru menempelkan keningnya ke kening Nadya. Pelan. Lama napas mereka bertemu. Nadya merasa makin bingung. Kenapa begini? Kenapa bukan… langsung?

Adrian berbisik, suaranya rendah sekali.

“Aku cuma nggak mau kamu nyesel setelah ini.”

Padahal cara dia mengatakannya terdengar seperti kalimat paling manis tapi Nadya merasa jantungnya malah makin deg-degan, seperti ada sesuatu yang dia tidak bisa ungkap.

Dan setelah itu… Adrian akhirnya bergerak. Ia mendekat sedikit lagi, sangat pelan---seolah memberi Nadya waktu untuk mundur kalau ingin. Tapi Nadya tidak bergerak.

Sebuah ciuman ringan---lembut, tapi lama-lama menjadi panas, seperti Adrian menahan banyak hal di baliknya. Bukan ciuman yang polos. Ada kesadaran penuh dalam setiap gerakannya, seakan ia tahu betul efeknya pada Nadya.

Sesuatu menyentuh Nadya, ia terkejut, berhenti dan melihat Adrian. matanya seperti seseorang yang sedang memburu.

" kenapa? Kamu mau berhenti? " Tanya Adrian setengah berbisik.

"Apa artinya ini... Hubungan kita?" Tanya Nadya ragu.

" Seperti yang kamu mau.."

Jawab Andrian singkat tapi Nadya tahu maknanya. disaat itu seharusnya ia punya kesempatan untuk menolak tapi perasaan itu tidak bisa dia abaikan. Nadya menarik Adrian dan mereka sama-sama terjatuh di ranjang.

Di tengah hujan yang semakin deras yang menjadi latar di malam yang panas untuk mereka berdua. Orang sama-sama baru saling kenal kini terperangkap dalam ruangan itu.

1
StellaY
aku suka ceritanya semakin berkembang, semagat terus thor
Aji Soko Santoso
Wow, plot twist yang bagus👍 Nadya dikorbankan dan kita punya tokoh antagonis baru.
meongming: makasih yah komentarnya 😄 tunggu kelanjutannya yah
total 1 replies
Aji Soko Santoso
seperti yang diharapkan dari Ardian
nah ini mulai baru tanpa pengawasan ortu psychonya
meongming: wah ternyata pembaca lama yah 😄 makasih udah ngikutin cerita ini
total 1 replies
終焔星 静寂 無帰~Uda Balik
Adrian ini emang misterius sekali lah...tapi aku curiga dia nih psycho..🤭😭. ...
meongming: hehe iya bener,..😄
total 1 replies
StellaY
dasar si nadya bodohhhhh bucin sampe jadi bodohhhhh
meongming: wah makasih untuk komentar mu 🤍
total 1 replies
StellaY
aku suka ceritanya .. runutan peristiwanya rapi dan enak di baca adrian gelap banget disini aku bisa merasakannya 😱😱 coba deh baca btw aku nemu ini di sebelah ikut kesini deh 🤭
StellaY
cerita bagusnya thor jangn berhenti menulis💪
meongming: 😍😍mksh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!